Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING Epti yorita; Rati Rosita; Rina Rina; Desi Widiyanti; Rolita Efriani
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 5 No 1
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v5i1.1321

Abstract

Permasalahan: Penurunan angka stunting menjadi 14% merupakan salah satu program prioritas pemerintah, namun angka stunting di Indonesia masih tinggi yaitu 19%, di Provinsi Bnegkulu 18% termasuk di Kota Bnegkulu. Stunting memberikan dampak jangka panjang berupa gangguan perkembangan kognitif, penurunan produktivitas, serta rendahnya capaian akademik anak. Faktor penyebabnya beragam, mulai dari kondisi lahir, status gizi, karakteristik ibu seperti usia kehamilan, paritas, serta pengetahuan ibu dalam pola asuh anak/terbukti meningkatkan risiko stunting. Tujuan Penelitian: mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Metode Penelitian: desain penelitian cross sectional   dengan sampel ibu hamil di wilayah Puskesmas Sidomulyo, Jalan Gedang, dan Kampung Bali berjumlah 78 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data dianalisis secara univariat, bi variat dengan chi square dan multi variat dengan regresi logistic. Hasil: ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting nilai p=0.00. Tidak ada hubungan Usia dengan pengetahauan ibu hamil nilai p=0.1. Kesimpulan: Ada hubungan pendidikan, paritas dengan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting. Pemberi pelayanan kesehatn harus menekankan focus edukasi pada kelompok risiko tinggi dan factor demografi sebagai Upaya pencegahan stunting yang dimulai pada masa kehamilan.
HUBUNGAN PENGETAHUN, PERSEPSI DAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU SADARI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JALAN GEDANG KOTA BENGKULU: EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWI SEKOLAH DASAR TENTANG MENARCHE Aisyah Nur Shofiyah; Lusi Andriani; Desi Widiyanti
JURNAL BESUREK JIDAN Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Besurek Jidan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Bengkulu Volume 4 No 2
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jbj.v4i2.1398

Abstract

Latar belakang: Menarche merupakan menstruasi pertama yang menjadi penanda kematangan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang menarche dapat menimbulkan kecemasan, rasa takut, malu, dan perilaku personal hygiene yang kurang tepat. Media video edukasi berpotensi menjadi sarana pendidikan kesehatan reproduksi yang menarik, konkret, dan mudah dipahami oleh siswi sekolah dasar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media video edukasi terhadap pengetahuan siswi tentang menarche di SDN 75 Kota Bengkulu Tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 41 siswi kelas IV dan V yang belum mengalami menarche, berusia 10-12 tahun, dan dipilih menggunakan stratified random sampling. Intervensi berupa video edukasi menarche berdurasi 4 menit diberikan sebanyak tiga kali pada 16, 18, dan 20 Juni 2025. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 13 pertanyaan pilihan ganda sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon karena data tidak berdistribusi normal. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7,05 sebelum intervensi menjadi 11,49 setelah intervensi, dengan beda mean 4,44. Skor minimum meningkat dari 4 menjadi 10, sedangkan skor maksimum meningkat dari 9 menjadi 13. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan p-value 0,000 (<0,05). Kesimpulan: Media video edukasi berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswi tentang menarche. Video edukasi dapat diintegrasikan dalam program UKS dan kegiatan promosi kesehatan reproduksi di sekolah dasar
Pemberdayaan Karang Taruna dalam Upaya Pencegahan Pernikahan Usia Muda dengan Peningkatan Pengetahuan Remaja di Desa Sidoluhur Kabupaten Seluma Nispi Yulyana; Ratna Dewi; Desi Widiyanti
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21882

Abstract

Early Merriage (pernikahan dini) diartikan sebagai ikatan yang disahkan secara hukum antara dua lain jenis untuk membentuk sebuah keluarga berada di bawah batas umur dewasa atau pernikahan yang melibatkan satu atau dua pihak yang masih anak-anak dengan terpaksa atau tidak terpaksa. Program yang digalakkan untuk menurunkan pernikahan usia anak adalah Program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang sudah dibuat dalam bentuk modul. (BKKBN),Tetapi sampai saat ini pernikahan usia anak masih terus terjadi. Untuk meningkatkan minat remaja diperlukan media yang menarik , praktis dan fleksible saat pemberian informasi dan konseling tentang PUP sehinga dapat  meningkatkan pengetahuan remaja tentang PUP. Pada kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan media cakram sebagai media penyuluhan.  Media cakram adalah alat perantara untuk pembelajaran yang berbentuk seperti piring atau bulat pipih seperti lingkaran yang memuat pembelajaran tertentu, pada umumnya terdiri dari gambaran sejumlah kata dan gambar atau foto dalam tata warna dan memiliki daya tarik yang luar biasa sehingga pesan yang disampaikan mudah dicerna dan dipahami juga tidak terkesan menggurui. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan  remaja yang berada di wilayah Desa Sidoluhur dengan melakukan pemberdayaan pada karang taruna sebagai upaya pencegahan pernikahan usia muda. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pengembangan media edukasi dan instrument pengukuran, Sosialisasi, pendampingan karang Taruna dalam melakukan edukasi, evaluasi dan monitpring. evaluasi kegiatan yang telah dilakukan meliputi keberhasilan tentang peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja. kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan karang taruna dan remaja tentang pencegahan pernikahan usia muda.
DETERMINAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI Hertya Rowdhatul Jannah; Desi Widiyanti; Rina Rina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 2 (2026): JUNI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i2.51902

Abstract

Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi saat mentruasi, hal ini disebabkan karena adanya kontraksi otot uterus sewaktu pengeluaran darah mentruasi yang dapat berlangsung antara 32-48 jam. Menurut WHO angka dismenorea di dunia sangat besar, rata-rata lebih dari 50% perempuan disetiap negara mengalami dismenorea. Angka dismenorea di Indonesia sebesar 64,25%, dan angka dismenorea di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu sebesar 61 kasus (25%), di SMP Negeri 11 Kota Bengkulu sebesar 52 kasus (22%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan derajat dismenorea pada remaja putri di SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 11 Kota Bengkulu tahun 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional, dengan uji chi-square dan jumlah sampel 113 remaja putri, teknik pengambilan sampel menggunakan metode Non Probability Sampling diambil secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan 57 remaja putri dengan IMT tidak normal hampir seluruh (87,7%) mengalami disminorea sedang, dari 56 remaja dengan IMT normal sebagian besar (55,4%) mengalami disminorea ringan. Terdapat hubungan indeks massa tubuh (p-value=0,000), riwayat keluarga          (p-value=0,006), usia menarche (p-value=0,018) dan siklus menstruasi (p-value0,002<0,05) dengan derajat dismenorea. Indeks massa tubuh yang paling berhubungan dengan derajat dismenorea. Penelitian ini menyimpulkan bahwa remaja putri diharapkan menjaga indeks massa tubuh dengan cara mengatur pola makan, status gizi dan melakukan olahraga secara teratur agar bisa membantu menurunkan angka kejadian dismenorea.