Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis of MEP Work Waste Management Efforts in Building Construction Projects in Jakarta Greater Area Augustin, Elfira; Karlinasari, Lina; Erizal
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 14 No 3 (2024): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.14.3.590

Abstract

Proyek konstruksi merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di Indonesia dan berdampak pada lingkungan dari limbah konstruksi yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis jenis dan jumlah limbah konstruksi terbanyak yang dihasilkan, mengevaluasi nilai ekonomi, nilai jual limbah dan biaya pembuangan limbah konstruksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis limbah konstruksi yang dihasilkan berdasarkan jenisnya, sebagian besar terdiri dari beberapa jenis kabel berbahan dasar tembaga, pipa baja dan plastik, serta saluran polyurethane (PU). Limbah konstruksi terbanyak berasal dari proyek perkantoran yaitu kabel NYA 2×1,5 mm2 (216.515 m). Nilai waste level tertinggi berasal dari proyek perkantoran, kondotel, dan pabrik yang berasal dari beberapa jenis kabel dengan nilai > 94%. Nilai waste cost tertinggi berasal dari proyek kondotel saluran PU (Rp 5.727.267.000,00). Limbah logam yang dihasilkan dijual oleh kontraktor kepada pengepul untuk didaur ulang. Limbah bukan logam dibuang dengan membayar kontraktor sipil yang mengangkut limbah tersebut. Kebijakan pengelolaan limbah konstruksi perlu diterapkan untuk mengurangi jumlah dan dampak limbah konstruksi yang dihasilkan.
Analisis Proses Penempatan Risiko ke Perusahaan Asuransi dan Proses Fasilitasi Penyelesaian Klaim Asuransi Car oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker Nurrahim, Eka Julianti; Lie, Antonius Anton; Erizal
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2390

Abstract

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan lima prioritas utama dalam program kerja tahun anggaran 2023 untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19. Prioritas ini meliputi kontrak multi-tahun, pembayaran hutang, rehabilitasi dan rekonstruksi bencana, pembayaran eskalasi, dan program padat karya. Presiden Joko Widodo menargetkan penyelesaian program pembangunan seperti Program Prioritas Nasional pada tahun 2024. PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker merupakan salah satu perusahaan pialang asuransi di Indonesia. Pialang asuransi memiliki peran utama yaitu menempatkan risiko dari tertanggung ke perusahaan asuransi dan memfasilitasi penyelesaian klaimnya. Penelitian ini menganalisis proses penempatan risiko asuransi Contractors All Risk (CAR) ke perusahaan asuransi oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker, memahami proses fasilitasi penyelesaian klaim, serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses penempatan risiko ke perusahaan asuransi dan proses fasilitasi penyelesaian klaim asuransi CAR oleh PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara dan observasi. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah proses penempatan risiko asuransi ke perusahaan asuransi dan proses fasilitasi penyelesaian klaim dilakukan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang ada. Dengan beberapa kendala yang ada, PT. Fred Marius Sabini Insurance Broker dapat mengatasi kendala tersebut dengan baik.
Analisis Penyelesaian Klaim Asuransi Kredit Secara Ex-Gratia pada Perusahaan Asuransi Kredit Daerah Oktaviani, Rara; Erizal; Awaloedin, Mulawarman
Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Ekonomi Manajemen dan Akuntansi
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/ileka.v5i2.2391

Abstract

Asuransi adalah perjanjian antara perusahaan asuransi dan pemegang polis, di mana pemegang polis membayar premi sebagai imbalan atas jaminan perlindungan finansial jika terjadi risiko yang dijamin dalam polis. Lembaga asuransi didirikan dengan tujuan menerima risiko yang ditransfer oleh pihak lain yang menjalin kesepakatan dengannya. Dalam industri asuransi kredit, peran penting dimainkan dalam mendukung kelancaran aktivitas bisnis dan perdagangan dengan melindungi risiko gagal bayar kredit. Namun, tingginya jumlah tertanggung dan kompleksitas perjanjian polis seringkali menimbulkan perselisihan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis. Salah satu bentuk penyelesaian klaim yang sering digunakan adalah klaim ex-gratia, di mana perusahaan asuransi memberikan kompensasi di luar ketentuan formal dalam polis sebagai upaya menjaga hubungan baik dengan pemegang polis.Penelitian ini mengidentifikasi implementasi dan penerapan strategi ex-gratia oleh perusahaan asuransi, peran manajemen risiko untuk mengurangi risiko finansial terkait pembayaran ex-gratia, serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam memberikan pembayaran ex-gratia pada kasus klaim kredit. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan studi kasus pada perusahaan asuransi kredit daerah. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan lima informan kunci dan analisis dokumen pembayaran ex-gratia dari 2017-2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ex-gratia digunakan sebagai kompensasi yang tidak tercantum dalam polis, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang pada reputasi perusahaan. Manajemen risiko penting dalam mengelola risiko hukum terkait pembayaran ex-gratia. Faktor internal seperti rasio klaim, kebijakan perusahaan dan kewenangan direksi, serta faktor eksternal seperti hubungan bisnis dan reputasi perusahaan.
Mapping of Tsunami Vulnerability Levels and Planning of Shelter Points and Evacuation Routes along the Palabuhanratu Coastline Zafira, Aura Putri; Sutoyo; Putra, Heriansyah; Erizal; Ramadhanis, Zainab
Journal of Geoscience, Engineering, Environment, and Technology Vol. 10 No. 4 (2025): JGEET Vol 10 No 04 : December (2025)
Publisher : UIR PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jgeet.2025.10.4.24849

Abstract

The Palabuhanratu Subdistrict, located in the Sukabumi Regency, is a high-risk area for tsunami disasters owing to tectonic activity along the Indo-Australian and Eurasian Plate subduction zones. The tsunami vulnerability level in this subdistrict is further heightened by the relatively dense population in its coastal areas, which increases the potential for loss of life and material losses. Therefore, an analysis of tsunami vulnerability levels and the planning of structural mitigation measures—such as shelters and evacuation routes—are crucial to protect communities from tsunami threats. This study aims to analyse the inundation area and affected population under tsunami scenarios with wave heights of 10, 15, and 20 m; identify the coverage of the proposed tsunami shelters; and evaluate the effectiveness of evacuation routes leading to the shelters in the Palabuhanratu Subdistrict. The methods employed include scoring and weighting techniques, Model Builder tools, and Network Analyst. The results indicate that coastal villages, such as Citepus, Jayanti, and Palabuhanratu, are highly vulnerable to tsunamis. Based on inundation modelling, Palabuhanratu Village had the largest inundated area and the highest number of affected residents. Most residents of Citepus and Jayanti Villages are located more than 1,350 m from the nearest shelter, with travel times exceeding 30 min. In contrast, the majority of residents in Palabuhanratu Village can reach shelters within 20 min, although some are still categorised as being in distant and very distant zones. A total of 11 evacuation routes were designed to connect the initial evacuation points to the shelters. However, 2 of the 11 routes, from Point 5 and 6, still exceed 1.000 m in distance and require more than 20 min of travel time.