Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kinerja Struktur pada Bangunan Bertingkat dengan Metode Analisis Respon Spektrum Berdasarkan SNI 1726:2019: Analysis of Structure Performance in Multistory Buildings with Response Spectrum Analysis Method Based on SNI 1726:2019 Muhammad Hilmi; Erizal; Febrita, Joana
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 6 No. 3: Desember 2021
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.6.3.143-158

Abstract

The issuance of SNI 1726:2019 indicates that the planning has passed a certain transition period so that the existing regulations will no longer apply. The planning that has been made for the Collaborative Research Center (CRC) buildings still uses the standards that were previously in place. This study aims to analyze the performance of structures in CRC buildings with spectrum response analysis methods based on SNI 1726:2019. The research method is carried out in several stages, starting from data collection, structure modeling, loading analysis, structure conformity analysis, and structure performance check. Modeling of CRC building structures is done based on the image of as built drawing contractors. Calculation of loading on building structures includes gravitational and lateral loads. The amount of mass participation obtained has been more than 90%, while the value of the period of structure and dynamic basic shear force has been controlled so that it meets the requirements in accordance with SNI 1726:2019. Based on the drift ratio value, the performance level of the CRC buildings is Immediate Occupancy (IO). The result of checking the influence of P-Delta obtained θ value does not exceed θmaks so that it can be categorized as safe.
Analisis dan Evaluasi Struktur Gedung Auditorium FEM IPB Berdasarkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019: Analysis and Evaluation of FEM IPB Convention Hall Structure Based on SNI 1726:2019 and SNI 2847:2019 Nurasih, Sefta Mega; Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 3: Desember 2022
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.7.3.221-230

Abstract

Badan Standardisasi Nasional (BSN) melakukan pembaharuan peraturan tentang tata cara perencanaan dan pembangunan gedung agar lebih efektif dan efisien dengan menerbitkan SNI 1726:2019 dan SNI 2847:2019. Gedung Auditorium FEM yang dibangun dan direncanakan pada tahun 2018 menunjukkan bahwa dalam perencanaanya belum mengacu pada peraturan terbaru. Maka dari itu, penelitian dilakukan untuk mengevaluasi kesesuaian struktur Gedung Auditorium FEM dalam menahan gempa berdasarkan SNI 1726:2019, mengevaluasi kekuatan elemen struktur Gedung Auditorium FEM berdasarkan SNI 2847:2019, dan merekomendasikan perkuatan apabila elemen struktur terindikasi mengalami overstress. Penelitian dilakukan pada bulan Febrari – Juli 2020. Pemodelan dilakukan menggunakan SAP2000 v.20 berdasarkan as built drawing gedung. Analisis dilakukan menggunakan Microsoft Excel dan PCACOL 3.63. Hasil pemodelan Gedung Auditorium FEM memenuhi persyaratan pada SNI 1726:2019. Partisipasi massa yang terjadi telah memenuhi syarat 90% pada moda keempat baik untuk arah X maupun Y. Waktu getar alami untuk arah X dan Y adalah 0,753 detik, gaya geser dasar yang diperlukan dikalikan dengan faktor skala 2,27 untuk arah X dan 1,80 untuk arah Y, simpangan antar lantai untuk arah X dan Y aman. Analisis berdasarkan SNI 2847:2019 belum memenuhi persyaratan keselamatan struktur. Terdapat 29 balok dan 11 kolom yang mengalami tegangan lebih. Rekomendasi perkuatan struktur balok dan kolom dilakukan dengan metode FRP.
Penerapan Buidling Information Modeling (BIM) 5D pada Proyek Gedung Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta Pusat Sabil, Dairan; Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.02.95-104

Abstract

Building Information Modeling (BIM) merupakan sistem yang dapat menangani masalah aplikasi konvensional bidang konstruksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemodelan BIM hingga 5D menggunakan software Tekla Structres pada proyek Gedung Simpang Temu Dukuh Atas, Jakarta Pusat, serta melakukan analisis kinerja waktu konstruksi, membandingkan volume pekerjaan hasil perhitungan BIM dengan volume pekerjaan perhitungan BQ. Pemodelan 3D dilakukan sesuai dengan shop drawing. Pemodelan 4D dilakukan sesuai master schedule untuk melakukan visualisasi penjadwalan gedung. Pemodelan 5D dilakukan dengan report hasil volume perhitungan BIM dan dibandingkan dengan perhitungan berdasarkan dokumen BQ. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek, terjadi keterlambatan proyek dengan keterlambatan paling besar pada bulan April 2022 dengan nilai keterlambatan sebesar -5,24%. Keterlambatan terjadi karena faktor cuaca dan dilakukan adendum dengan menambah tenaga kerja untuk mempercepat pekerjaan proyek. Perhitungan BIM didapatkan lebih kecil dibandingkan dengan perhitungan BQ dengan jumlah perbedaan volume beton sebesar 20,85% lebih kecil dan berat tulangan besi sebesar 26,32% lebih kecil dibanding BQ.
Analisis Kekuatan Struktur Pada Bangunan 8 Lantai Berdasarkan Respon Spektrum SNI 03-1726-2019 Menggunakan SAP2000 Hukama, Raihan Daffa; Erizal
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 3: Desember 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.03.127-136

Abstract

Suatu struktur bangunan gedung terdiri atas beberapa elemen struktur penyusunnya seperti kolom, balok, pelat lantai, shearwall, pondasi, dan rangka atap. Indonesia merupakan daerah rawan terhadap gempa karena dilalui oleh jalur pertemuan 3 lempeng tektonik. Provinsi Jawa Barat mengalami sebanyak 141 gempa bumi pada bulan Januari 2023 menurut Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kabupaten Bogor mengalami gempa bumi sebanyak 16 kali dalam rentang tahun 2012-2022. Upaya mitigasi kegagalan struktur di Indonesia akibat gempa sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisi kinerja struktur bangunan tersebut terhadap gempa. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemodelan menggunakan software SAP2000 serta menganalisis kekuatan struktur pada bangunan 8 lantai terhadap gempa dengan mengacu pada SNI 1726-2019 tentang tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur bangunan gedung dan non gedung. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga skenario dengan metode respon spektrum. Pengujian kuat tekan beton digunakan menggunakan hammer test. Penyesuaian as built drawing perlu dilakukan karena terdapat perbedaan antara gambar rencana dengan kondisi existing. Pada hasil identifikasi kegagalan struktur Gedung X terdapat kegagalan pada saat beban gempa diinputkan. Terdapat 2 frames yang mengalami overstress pada skenario tiga. Berdasarkan hasil analisis simpangan antar lantai dan efek P-Δ, Gedung X dinilai aman karena nilai yang didapat tidak melebihi simpangan izin dan batas stabilitas struktur. Rekomendasi ini bertujuan untuk perencanaan pembangunan berikutnya. Rekomendasi struktur berupa penambahan dimensi kolom menjadi 500 mm 500 mm, serta pembesaran diameter tulangan menjadi 32 mm.
Evaluasi Kinerja Struktur Gedung Bertingkat di Jakarta Menggunakan Pushover Analysis M. Nasution, Idham; Erizal; Fauzan, Muhammad
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.199-210

Abstract

Gempa bumi menjadi bencana yang sering terjadi di Indonesia salah satunya di wilayah DKI Jakarta. Gempa bumi diasumsikan sebagai beban lateral yang nantinya didistribusikan ke semua struktur gedung dan menyebabkan bangunan bergeser. Beban geser yang nilainya melebihi dari nilai beban geser maksimum akan membuat struktur mengalami keruntuhan sehingga perencanaan struktur sangat diperlukan untuk mengantisipasi kerusakan parah yang terjadi di struktur tersebut. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui tingkat kinerja struktur gedung eksisting terhadap gempa. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi tingkat kenerja struktur terhadap gempa menggunakan acuan ASCE 41-17 yang mengatur cara evaluasi seismik dan retrofit bangunan eksisting pragempa dengan tahapan pemodelan struktur (menggunakan ETABS), pembebanan gravitasi, pembebanan respon sprektrum, pemodelan sendi plastis, serta evaluasi analisis pushover. Hasil evaluasi menghasilkan bahwa gedung masih mampu menahan gaya gempa BSE-1E dan BSE-2E serta masih memiliki kekuatan untuk menahan gaya gempa sampai perpindahan target awal. Hasil simpangan yang dihasilkan memiliki nilai dibawah batas izin untuk arah-X dan Y pada level gempa BSE-1E sebesar 202,504 mm, 196,176 mm dan BSE-2E sebesar 274,352 mm, 266,56 mm. Sendi plastis terbentuk pertama kali pada elemen balok selanjutnya pada kolom. Tingkat kinerja struktur gedung untuk gempa BSE-1E berada pada level immediate occupancy (IO) dan gempa BSE-2E berada pada level Damage control (DC). Rasio daktilitas struktur gedung berada pada rentang 1,5 sampai 5,3 sehingga dapat dikatakan struktur gedung memiliki daktilitas parsial.
Analisis Seismik Struktur Bangunan Mengunakan ASCE 41-17 dan SNI 1726:2019 Febrianto, Ari; Erizal; Putra, Heriansyah
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 9 No. 2: Oktober 2024
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.9.2.211-220

Abstract

Indonesia memiliki tingkat kejadian gempa yang cukup tinggi, tercatat 71.628 kejadian gempa bumi dari tahun 2009 hingga 2019, selain itu juga ditemukan kejadian gempa di Indonesia yang diakibatkan oleh sesar aktif yang belum teridentifikasi sebelumnya seperti gempa bumi Cianjur November 2022, Kondisi ini menuntut adanya pembaharuan standar gempa di Indonesia, Pembaharuan ini menyebabkan peningkatan beban gempa di beberapa wilayah Indonesia mencapai 27% hingga 69%, SNI 1726:2019 adalah standar gempa terbaru di Indonesia menggantikan SNI 1726-2012 yang dianggap tidak memadai sebagai panduan struktur tahan gempa. Bangunan gedung XYZ 8 lantai yang di bangun pada tahun 2001 sebelum penerapan SNI 1726:2019 perlu dilakukan evaluasi untuk melihat kinerja struktur terhadap standar yang terbaru. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi bangunan XYZ menggunakan SNI 1726:2019, SNI 2847:2019 dan ASCE 41-17 untuk meninjau kapasitas struktur. Hasil evaluasi dengan SNI 1726:2019 dan ASCE 41-17 menyimpulkan struktur yang di evaluasi dengan SNI dan ASCE sama-sama tidak memenuhi persyaratan yang di tinjau dari simpangan antar lantai dan pushover, pada pemeriksaan elemen terdapat perbedaan yang signifikan terhadap jumlah elemen yang tidak memenuhi syarat standar, evaluasi dengan SNI menemukan 140 balok dengan rata-rata DCR = 1.09 dan 120 pada kolom dengan rata-rata DCR = 1.33, evaluasi dengan ASCE demand BSE-1E tidak satupun elemen melampaui kinerja keselamat LS, namun saat demand BSE-2E ditemukan 8 elemen kolom lantai dasar yang melampaui kinerja CP, sendi plastis terlebih dahulu terjadi pada kolom lantai dasar tidak memenuhi persyaratan strong column weak beam, kondisi ini dapat membahayakan karena menyebabkan kegagalan struktur secara tiba-tiba, sehingga direkomendasikan melakukan perkuatan dengan metode jacketing. Evaluasi SNI 1726:2019 dan ASCE 41-17 memiliki metode yang berbeda namun dapat di simpulkan evaluasi dengan ASCE 41-17 memiliki hasil perhitungan yang lebih efisien.
Improvement of the Shear Strength and Reduction of the Permeability of Sandy Soil using Soybean Crude Urease Calcite Precipitation (SCU-CP) Erizal; N Annisa, Chika; Putra, Heriansyah; Apriadi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 1: April 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.1.27-34

Abstract

Calcite precipitation is a sustainable soil improvement method because it can increase soil strength and is environmentally friendly. This study aimed to evaluate the use of an innovative soil improvement method, namely soybean crude urease calcite precipitation (SCU-CP), in modifying the strength and permeability of sandy soil. Two types of reagents based on their purity, namely pro analysis (PA) and technical (technical grade), combined with two types of soybeans, namely seeds (conventional) measuring 0.1–0.5 mm and manufactured soybean powder measuring <0.1 mm, were used in this study as the main ingredients in the preparation of calcite. This research was conducted using various tests, including test-tube testing, soil characterization, compressive strength testing (UCS), and permeability testing. The results showed that the variation in reagent purity had no significant effect on the sand soil parameters. Technical and pro-analytical reagents can produce significant soil strength in soils with UCS values >50 kPa and reduce permeability by 50%. Meanwhile, soybean type is an important parameter affecting soil strength in the SCU-CP method. The smaller size of the soybean can lead to a large amount of soybean content in the SCU-CP solution, which affects the disruption of the calcination and bonding process in the soil. This study also showed that the variation in curing time had no significant effect on the soil properties. This study concluded that the particle size of soybean powder is an important factor in the SCU-CP method.
Risk Analysis of Time and Cost Factors in the Renovation Project at Vimala Hills Residential Area Vigie Priantika Putra Hutama; Erizal; Satyanto Krido Saptomo; Naufal Rudini
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.385-396

Abstract

Construction projects always have uncertainties even in small projects, especially in terms of time and cost. This study aims to identify and analyze the dominant risks in home renovation projects in Vimala Hills Bogor and design mitigation strategies. Data collection was carried out by distributing questionnaires to all project implementers. Data analysis used the severity index method to measure frequency and severity combined with biserial point tests and KR-20 to measure the validity and reliability of 15 risk variables with 30 respondents directly involved in the project. The results showed that there were two dominant risks in the high category, namely bad weather conditions (frequency of 80,00%, impact of 77,50%, and risk value of 16) and change of work (frequency of 56,67%, impact of 64,17%, and risk value of 12). Other risks are in the medium to low category. The mitigation strategies implemented include adjusting work schedules based on weather forecasts, protecting work areas, finalizing the design before construction begins, and implementing formal procedures for work changes. After mitigation, the risk value of the two dominant variables dropped to the low category. These findings confirm the importance of implementing risk management even on small scale projects to prevent delays and cost overruns and increase efficiency so that contractors can achieve optimal project goals in the future.
Evaluation of the Seismic Performance of The X Building Structure in West Jakarta Using Nonlinear Pushover Static Analysis Faradhilla, Nafisha; Erizal; Sekar Mentari
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.307-318

Abstract

Jakarta, which is close to the earthquake path, has a high potential for seismic hazards, so building structures must be designed to withstand earthquakes. The X Building, located in West Jakarta, is expected to have an earthquake-resistant structure, evaluated using pushover analysis. This study aims to assess the performance of the X Building structure against earthquake loads using pushover analysis with ETAS software. X Building underwent translation in patterns 1 and 2, followed by rotation in pattern 3. The value of the structure period in the X direction is 2.578 seconds, and in the Y direction is 2.252 seconds. The mass participation requirement has been met, with a participation rate of 90% or higher in all three directions. There is torsional irregularity in the Y direction. The dynamic shear force after scaling is 10,503.93 kN (X) and 10,503.94 kN (Y). When the performance point is reached, the roof displacement is 623.182 mm (X) and 513.267 mm (Y). The total number of plastic hinges is 2774 in the X direction and 2330 in the Y direction. The structural performance level obtained is Damage Control (DC). The ductility value in the X direction is 1.31, and in the Y direction is 1.12.
Analysis of Road Surfacing Using the Pavement Condition Index (PCI) and Surface Distress Index (SDI) Vikram, Dio; Erizal; Apriadi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 10 No. 2: October 2025
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.10.2.337-346

Abstract

A roadway is an important infrastructure for the smooth flow of the economy. High traffic volume and frequent use decrease the quality of the road and affect traffic comfort. It is important to maintain roads regularly, effectively, and efficiently. The PCI and SDI methods are effective ways to evaluate road damage advantages reflecting the actual condition of the damage. This study aim to analyze the condition of the road and comparing the maintenance cost based on assessment result from this two methods. The location conducted on connecting road at Cilubang Mekar Road in the city of Bogor. The survey covered damage such as alligator cracking, edge cracking, shoulder settlement, patching, potholes, and deterioration. The PCI value was 66.92, indicating a moderate rating, and the SDI value was 35, indicating a good rating. The recommended methods for handling the severity using the City Road Maintenance System Guidelines No. 02/P/BM/2025 are P2 (paving), P5 (patching), P6 (leveling), and U3 (regrading). An overlay of 4 cm is also recommended. The estimated cost of repairing the Cilubang Mekar road is Rp 50,021,000 based on the PCI method and Rp 30,336,000 based on the SDI method. However, since patching and potholes significantly impact the road, it is sufficient to use the SDI method for repairs.