Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Post Harvest Handling of Fish Through the Cold Chain at UPR Mandiri Abadi Rarassari, Madyasta Anggana; Saadah, Raudhatus; Inayatullah, Ahlam; Khairunnisa, Eka Nurriza; Ritonga, Nia Boru; Riani, Ira Gusti; Utami, Aldilla Sari; handayani, martatika; Puteri, Rizki Eka; Sari, Selly Ratna
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jpm.v5i2.2320

Abstract

Purpose: UPR Mandiri Abadi is a community hatchery unit that focuses on catfish production at the grow-out stage. The rearing process is carried out for three months with the harvest of catfish weighing 1 kg per 6 fish. Currently, catfish distribution is mostly in the South Sumatra area, such as restaurants and catfish pecel sellers. Because the distance is up to two hours between the UPR location in Kenten and the sales area in Indralaya, post-harvest handling using cold chains is the right solution to maintain fish quality. Method: In this service activity, the team provided counseling to UPR Mandiri Abadi members regarding post-harvest fish handling techniques using cold chains. Members actively participated by asking various questions regarding good cold chain procedures for fish shipments. Practical Applications: This service activity also includes training and outreach materials which are designed to be easily understood and applied by catfish farmers, especially in terms of shipping fish using a cold chain system. Conclusion: Through this outreach, UPR Mandiri Abadi can maintain the quality of fresher catfish so that it can attract more consumers and increase fish sales.
The Implementation of IoT to monitor water quality in snakehead (Channa striata) bio floc in Desa Marta jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu: Penerapan IoT dalam menjaga kualitas air Kolam Bioflok Budidaya Ikan Gabus Di Desa Marta Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Tompunu*, Alan Novi; Rarassari, Madyasta Anggana; Inayatullah, Ahlam; Claudya Nurcahaya; Muharramah, Ulfah; Seprianto, Dicky; Zamheri, Ahmad; Zakaria, Zakaria
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v8i2.16930

Abstract

Pokdakan Karya Mandiri Jaya is a group of fish farmers located in Marta Jaya Village, Ogan Komering Ulu Regency, South Sumatra Province. The main problem faced by Pokdakan Karya Mandiri Jaya is the relatively low survival rate of snakehead fish. This group is only able to produce 5000 snakehead fish larvae at a time spawning with the survival rate of the snakehead fish becoming adult snakehead fish around 70-75%. This is due to a decrease in water quality caused by the accumulation of leftover feed which is not handled regularly. Therefore, a system is needed to monitor pH, temperature and turbidity of water so that cultivators can take initial preventive measures. Service activities are carried out in three stages, the first stage was analytical situation, the second is planning and the last is implementation. The IoT device that was previously installed has already carried out the calibration process. The calibration results showed that the IoT tool can be used in the Pokdakan Karya Mandiri Jaya snakehead fish cultivation. It is hoped that from the application of IoT technology, Pokdakan Karya Mandiri Jaya can reduce the risk of death of snakehead fish and increase snakehead fish production.
Training And Mentoring On Traditional Pempek Food Packaging Technology At Pawon Paringgan UMKM: Pelatihan Dan Pendampingan Teknologi Pengemasan Makanan Traditional Pempek Di UMKM Pawon Paringgan Inayatullah, Ahlam; Utami, Aldilla Sari; Riani, Ira Gusti; Ritonga, Nia Boru; Handayani, Marta Tika; Muharramah, Ulfah
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 4 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/vxn2xs17

Abstract

Inovasi dan Teknologi sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dijual sehingga pelaku UMKM dapat meningkatkan nilai penjualan dan dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar. Pempek merupakan makanan olahan khas Sumatera Selatan yang memiliki umur simpan yang relative rendah sehingga diperlukan Teknik pengemasan yang dapat meningkatkan umur simpan produk pangan tersebut. UMKM Pawon Paringgan adalah kelompok UMKM yang memproduksi pempek dengan teknologi konvensional. Politeknik Negeri Sriwijaya dalam Program INOVOKASI yang diusung oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk UMKM Pawon Paringgan melalui pelatihan teknologi pengemasan menggunakan vacuum sealer. tujuan dari penggunaan vacuum sealer untuk meningkatkan umur simpan dan menjaga kualitas produk Pempek. Metode yang digunakan meliputi observasi, pelatihan dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 5,71 menjadi 8,06, dengan n-gain score sebesar 56,67%. Program ini efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap teknologi pengemasan, sehingga membuka peluang perluasan pasar untuk produk lokal
Pelatihan Pembuatan Pempek Wortel untuk Meningkatkan Nilai Gizi di UMKM Pawon Paringgan Palembang Ahlam Inayatullah; Aldilla Sari Utami; Nia Boru Ritonga; Ira Gusti Riani; Ulfah Muharramah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/4zqed976

Abstract

Permasalahan gizi di Indonesia mendorong perlunya inovasi pangan lokal yang dapat meningkatkan kualitas gizi masyarakat. UMKM Pawon Paringgan Palembang sebagai mitra kegiatan masih menghadapi kendala berupa keterbatasan inovasi produk, umur simpan singkat, serta pemasaran yang terbatas. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan pembuatan pempek fortifikasi wortel sebagai pangan fungsional sumber beta karoten. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan mitra dalam mengembangkan produk inovatif, memperbaiki nilai gizi pempek, dan memperkuat daya saing usaha. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan mitra secara aktif dalam tahapan identifikasi masalah, perancangan modul, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi. Hasil observasi menunjukkan seluruh peserta (15 orang) berhasil mengikuti tahapan pembuatan pempek wortel dengan baik, dengan rata-rata skor keterampilan 3,4 dari skala 4, di mana 40% peserta termasuk kategori sangat mampu. Produk pempek wortel yang dihasilkan juga memperoleh penerimaan baik melalui uji organoleptik terbatas, terutama pada atribut rasa (87% suka) dan warna (80% suka), meskipun aspek tekstur masih perlu dioptimalkan. Dukungan berupa peralatan produksi yang diserahkan turut memperkuat keberlanjutan usaha mitra dalam memproduksi dan memasarkan produk. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas UMKM serta berpotensi direplikasi untuk mengembangkan inovasi pangan lokal lain sebagai upaya mendukung peningkatan gizi masyarakat
Sosialisasi Pengolahan Ikan Gabus (Channa Striata) menjadi Produk Cookies sebagai Asupan Pendukung bagi Ibu Hamil di Desa Pulau Harapan Ira Gusti Riani; Madyasta Anggana Rarassari; Raudhatus Saadah; Eka Nurriza Khairunnisa; Ahlam Inayatullah
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/379sby33

Abstract

Kabupaten Banyuasin Tahun 2022 tercatat memiliki kasus stunting pada balita dengan jumlah balita sebanyak 2.092 jiwa. Artinya terdapat kasus anak stunting yang perlu menjadi pemikiran bersama dalam mengatasi permasalah yang terjadi. Ikan gabus merupakan ikan rawa yang memiliki habitat tinggi diwilayah desa pulau harapan kabupaten Banyuasin. Kebutuhan gizi protein tinggi sangat dibutuhkan untuk ibu hamil. Ibu hamil sering mengalami kendala malas mengkonsumsi makanan bergizi sehingga olahan cookies menjadi produk praktis yang dapat dipilih oleh ibu hamil. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan edukasi tambahan terkait makanan bergizi yang dapat dibuat dari ikan gabus untuk memenuhi asupan protein ibu hamil. Metode kegiatan pengabdian dilakukan dengan tiga langkah yakni melakukan survei mitra mengenai permasalahan mitra, melakukan sosialisasi edukasi mengenai olahan cookies berbahan dasar ikan gabus, dan evaluasi kegiatan dengan posttest-pretest dan analisa SWOT. Hasil kegiatan pengabdian adalah terdapat peningkatan pengetahuan dibuktikan dengan peningkatan hasil skor pretest dan posttest sebesar 22,4%. Evaluasi SWOT menunjukkan peluang untuk meningkatkan produksi menjadi produk pangan lokal yang berpotensi untuk dikomersilkan. Oleh karena itu tindak lanjut dalam kegiatan ini adalah melakukan pendampingan agar produk dapat dipasarkan.
Edukasi Nilai Gizi Pangan Lokal Melalui Pengenalan Pempek Fortifikasi Beta-Karoten Di Pondok Pesantren Amalul Khoir Ritonga, Nia Boru; Inayatullah, Ahlam; Utami, Aldilla Sari; Sulastriani, Sulastriani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/97evbk48

Abstract

Masih rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi berkontribusi terhadap tingginya masalah gizi di Indonesia, termasuk di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi gizi remaja melalui edukasi pangan lokal dengan media pempek fortifikasi beta-karoten di Pondok Pesantren Amalul Khoir. Kegiatan meliputi pembuatan pempek fortifikasi wortel, uji organoleptik, penyuluhan gizi, demonstrasi pengolahan, serta evaluasi pretest–posttest. Hasil uji organoleptik berdasarkan penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa fortifikasi wortel 10% merupakan formulasi paling disukai, terutama pada parameter warna (4,04), aroma (4,44), rasa (4,44), dan tekstur (3,88). Evaluasi pengetahuan terhadap 15 siswa menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai pretest 59,33 menjadi 75,33 pada posttest. Uji t-berpasangan menghasilkan t-hitung 5,37 (p < 0,01), menandakan peningkatan pemahaman yang sangat signifikan. Program ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pangan lokal efektif meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap kualitas pangan bergizi. Model kegiatan ini berpotensi diterapkan lebih luas sebagai pendekatan edukasi gizi yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai budaya lokal.