Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Analisis Nitrat, Fosfat dan Amonia Muara Sungai di Pesisir Teluk Banten, Banten Rido Dermawan; Agung Setyo Sasongko; Yulda Yulda
Journal of Marine Research Vol 15, No 1 (2026): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v15i1.52743

Abstract

Muara sungai sebagai kawasan estuari memainkan peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, namun aktivitas antropogenik seperti pertanian, industri, dan pemukiman di sekitar Teluk Banten telah meningkatkan tekanan lingkungan yang menyebabkan pencemaran bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi nitrat, fosfat, dan amonia sebagai indikator kualitas air di tiga muara sungai di pesisir Teluk Banten. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, dan parameter fisik-kimia diuji menggunakan metode spektrofotometri serta instrumen laboratorium standar. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kandungan nitrat berada dalam kategori mesotrofik 2,71 mg/L, fosfat berada di atas baku mutu (>0,28 mg/L), dan amonia masih di bawah ambang batas (0,06-0,07 mg/L). Faktor lingkungan seperti suhu, pH, salinitas, oksigen terlarut, dan total padatan terlarut juga diamati untuk menentukan hubungan terhadap konsentrasi bahan organik. Hasil pengamatan   parameter fisik-kimia di tiga stasiun pengamatan menunjukkan bahwa suhu berada dalam kisaran normal yakni 28,83 °C, masih sesuai dengan baku mutu. Nilai pH relatif netral dengan rata-rata 7,65. Salinitas tercatat fluktuatif dengan rata-rata 25 ppt, di bawah baku mutu laut normal. Kandungan oksigen terlarut (DO) tergolong rendah yaitu 3,2 mg/L, berada di bawah ambang batas baku mutu (>5 mg/L), yang mengindikasikan kondisi perairan cenderung tercemar. Total Dissolved Solids (TDS) menunjukkan rata-rata 35,7 ppm tanpa acuan baku mutu spesifik, namun masih berada dalam kisaran umum perairan pesisir. Hasil penelitian menunjukkan indikasi eutrofikasi dan pencemaran sedang akibat tingginya masukan limbah domestik dan pertanian, yang dapat mengancam keberlangsungan biota perairan di sekitar Teluk Banten. River mouths, as estuarine areas, play an important role in maintaining the balance of coastal ecosystems, but anthropogenic activities such as agriculture, industry, and settlements around Banten Bay have increased environmental pressure, leading to organic material pollution. This study aims to analyze the concentration of nitrate, phosphate, and ammonia as indicators of water quality in three river estuaries along the coast of Banten Bay. Sampling was conducted using purposive sampling, and the physicochemical parameters were tested using spectrophotometry methods and standard laboratory instruments. The results show that the average nitrate content falls within the mesotrophic category 2.71 mg/L, phosphate levels are above the quality standard (>0.28 mg/L), and ammonia remains below the threshold (0.06-0.07 mg/L). Environmental factors such as temperature, pH, salinity, dissolved oxygen, and total dissolved solids were also observed to determine their relationship with organic material concentration. The results of the observation of physicochemical parameters at three observation stations show that the temperature is within the normal range, namely 28.83 °C, still in accordance with the quality standards. The pH value is relatively neutral with an average of 7.65. Salinity was recorded as fluctuating with an average of 25 ppt, below the normal marine water quality standards. The dissolved oxygen (DO) content is classified as low at 3.2 mg/L, below the standard quality threshold (>5 mg/L), indicating that the water conditions tend to be polluted. Total Dissolved Solids (TDS) showed an average of 35.7 ppm without a specific quality standard reference, but still within the general range of coastal waters. The results of the study indicate eutrophication and moderate pollution due to high levels of domestic and agricultural waste, which could threaten the sustainability of aquatic biota around Banten Bay. 
Kandungan Logam Berat Pada Ikan Pelagis di Pesisir Kota Cilegon Silvi Olivia Putra Nia; Agung Setyo Sasongko; Ahmad Beni Rouf
Journal of Marine Research Vol 14, No 2 (2025): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v14i2.44745

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kandungan logam berat tembaga (Cu) dan juga kadmium (Cd) pencemaran pada perairan muara sungai sekitar wilayah Kota Cilegon. Stasiun penelitian ditentukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dari observasi. Penelitian ini juga akan mengambil sampel organisme yaitu ikan pelagis yang ada di sekitar muara sungai. Selanjutnya dilakukan analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) untuk mengetahui kandungan logam pada organisme. Hasil penelitian sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menunjukkan perairan muara sungai di wilayah Kota Cilegon sebagian tidak terdeteksi adanya kandungan logam berat Kadmium (Cd), namun sebagian lagi terdeteksi adanya kandungan logam tembaga (Cu), sebesar 0,116 mg/L. Demikian pula organisme yang hidup di dalam perairan, yaitu ikan. Ikan pelagis kecil sering ditemui di berbagai muara sungai, ikan ini bersifat estuari (air tawar, dan air asin). Hasil pengamatan logam berat menunjukkan beberapa ikan (ikan belanak, ikan kaca asia, dan ikan mujair) yang sering ditemui mengandung logam berat kadmium (Cd) dan tembaga (Cu), dengan rata-rata logam kadmium (Cd) sebesar 1,2517 mg/kg dan rata-rata logam tembaga (Cu) sebesar 0,5527 mg/kg. Hasil ini tentu saja lebih dari batas standar baku mutu yang ada sesuai dengan Permen KP Nomor: 37/PERMEN-KP/2019 baku mutu tembaga (Cu) ialah 0,3 mg/kg dan sesuai dengan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2022 baku mutu Kadmium (Cd) ialah 0,05 mg/kg, sehingga ikan-ikan di perairan ini tidak bisa dikonsumsi.  This study was conducted to determine the content of heavy metals, such as copper (Cu) and cadmium (Cd), that are polluting the estuary waters around the Cilegon City area. The research station was determined using the purposive sampling method. The research was conducted in a quantitative descriptive study using primary data from observations. This study will also take samples of organisms, namely pelagic fish, around the estuary. Furthermore, heavy metal analysis was carried out using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) to determine the metal content in organisms. The results of the study following Government Regulation No. 22 of 2021 concerning the Implementation of Environmental Protection and Management showed that the waters of the river estuary in the Cilegon City area were partially undetectable for heavy metal Cadmium (Cd). Still, some were detected for copper (Cu), amounting to 0.116 mg / L. Similarly, the organisms living in the waters of the river estuary in the Cilegon City area were not detected. Similarly, the organisms that live in the waters are fish. Small pelagic fish are often found in various river estuaries; these fish are found in both freshwater and saltwater estuaries. The results of heavy metal observations show that some fish (mullet, Asian glassfish, and tilapia) are often found to contain heavy metals cadmium (Cd) and copper (Cu), with an average cadmium metal (Cd) of 1.2517 mg/kg and an average copper metal (Cu) of 0.5527 mg/kg. These results are of course more than the limit of the existing quality standards following KP Regulation Number: 37/PERMEN-KP/2019 copper (Cu) quality standard is 0.3 mg/kg and following the Food and Drug Administration Regulation Number 9 of 2022 the quality standard for Cadmium (Cd) is 0.05 mg/kg, so the fish in these waters cannot be consumed. 
HUBUNGAN BERAT LEBAR RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN TELUK BANTEN BANTEN Agung Setyo Sasongko
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 32, No 1 (2026): (Maret 2026)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.32.1.2026.47-53

Abstract

Teluk Banten merupakan salah satu lokasi penangkapan rajungan. Rajungan ini sangat diminati oleh konsumen. Hal ini dapat menyebabkan overfishing, hasil tangkapan yang tidak melihat kelayakan dan kondisi habitat rajungan. Metode penelitian yang digunakan adalah descriptive purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa jumlah jantan mencapai 354 ekor dan betina 193 ekor. Pertumbuhan rajungan jantan dan betina bersifat alometrik positif dengan nilai slope (b) W = 4.547L-4.06E2. Hal ini menunjukkan bahwa berat rajungan lebih cepat daripada pertumbuhan lebar karapas karena rajungan merupakan salah satu spesies yang tidak bermigrasi sehingga berat rajungan tidak berkurang akibat migrasi. Ukuran lebar karapas Jantan dan betina yang terbesar adalah 142 mm dan yang terkecil adalah 89 mm. Berat rajungan yang terbesar adalah 340 gr dan terendah adalah 35 gr. Parameter kualitas perairan habitat rajungan dengan suhu mencapai 29°C - 30°C, salinitasnya mencapai 25 ‰ - 28 ‰, dan pH 8,0 - 8.9. Kualitas air pada keadaan yang optimum dan masih layak untuk hidup dan berkembang biak.
Productivity of Purse Seine Fishing Gear at PPP Labuan, Pandeglang Regency: English Muhammad Andhika Wibawa Hermawan; Agung Setyo Sasongko; Yulda
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 9 No 1 (2025): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal Of Tropical Fisheries Management)
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.9.1.1-5

Abstract

This research intends to assess the productivity rate of the Purse Seine fishing method at the Coastal Fishing Port (PPP) Labuan in Pandeglang Regency and to develop sustainable management approaches. A quantitative descriptive approach was used to evaluate productivity through indicators like Catch Per Unit Effort (CPUE) and Maximum Sustainable Yield (MSY). Data were obtained through observations in the field, interviews with fishermen, and recording of catches in February 2024 by the marine and fisheries office in Labuan. The results showed a decrease in CPUE from 219.11 kg/trip. The CPUE results show that Purse Seine productivity in Labuan can be said to be good, but if it continues to be left unchecked it will result in a significant decrease in certain species such as tuna and squid obtained from data released from the Labuan marine and fisheries office. Therefore, there must be steps to prevent fluctuations in the Labuan fishing sector by applying an ecosystem-based approach (EAFM) to maintain the sustainability of the marine ecosystem in the Sunda Strait.
ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN PADA IKAN SEGAR DI PASAR TRADISIONAL KOTA SERANG Siti Komariah Maulia; Yulda Yulda; Agung Setyo Sasongko
JURNAL PERIKANAN TROPIS Vol 13, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpt.v13i1.12870

Abstract

Fish is an important food for their essential nutrients and has numerous health benefits. However, fishery products are highly perishable and prone to rapid quality deterioration. Although the use of formalin as a food preservative is prohibited, it is still frequently detected in fishery products. This study aims to determine formalin levels and evaluate the organoleptic characteristics of various fresh fish species sold at traditional markets in Serang City. The study used observational methods with purposive sampling. Formalin content was analyzed qualitatively, while organoleptic characteristics were assessed using hedonic testing based on appearance, gills, mucus, flesh, odor, and texture. The results showed that 3 out of 10 fish species tested positive for formalin: Milkfish, Tilapia, and Flounder fish. For Tilapia, the average scores were 6.99 (positive) and 6.48 (negative). For Flounder fish, the scores were 6.69 (positive) and 7.05 (negative). According to the Indonesian National Standard, the average organoleptic scores of milkfish (both positive and negative) and negative formalin flounder fell into the “Fresh Fish” category. Overall, there was only a slight difference in organoleptic scores between fish containing formalin and those without, making them difficult to distinguish by sensory evaluation alone.Keywords: fishery product, flounder fish, organoleptic, perishable, qualitative
Kandungan Logam Berat Besi (Fe) pada Sedimen Ekosistem Terumbu Karang di Perairan Pulau Kalih Selatan Banten Siti Nurjanah; Keyla Nazwasyawinka; Camelia Batun Abrar; Isra Amalia Nasution; Eki Naidania Dida; Agung Setyo Sasongko; Kukuh Widiyanto; Sri Yudawati Cahyarini
Buletin Oseanografi Marina Vol 14, No 2 (2025): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v14i2.69313

Abstract

Pulau Kalih Selatan terletak di sebelah barat laut Teluk Banten yang berdekatan dengan kawasan industri dan daerah penangkapan ikan menggunakan Keramba Jaring Apung (KJA). Pulau ini memiliki keanekaragaman hayati seperti ekosistem mangrove, terumbu karang, dan lamun. Kawasan Industri di sekitar pulau dapat berdampak pada ekosistem perairan salah satunya pencemaran logam berat besi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan logam berat besi (Fe) yang terakumulasi pada sedimen di Pulau Kalih Selatan. Sampel sedimen dikumpulkan dari lima stasiun menggunakan metode purposive random sampling. Logam Berat Fe dianalisis di Laboratorium Kimia BRIN KST Samaun Samadikun menggunakan metode Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS). Hasil yang diperoleh dari analisis logam berat Fe menunjukan sedimen di Pulau Kalih Banten memiliki konsentrasi logam berat Fe antara 1.771 mg/kg hingga 41.455 mg/kg, dengan nilai rata-rata 11.144 mg/kg. Kandungan Fe dalam sedimen di hampir seluruh titik lokasi pengambilan sampel berada di bawah baku mutu dari Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario, hal ini diduga logam berat Fe yang terdapat pada perairan mengalami pengenceran dan sebagian terbawa menuju ke laut lepas yang dipengaruhi gelombang dan arus yang dapat menyebarkan kandungan Fe di semua stasiun nilainya lebih kecil dari baku mutu.   South Kalih Island is located in the northwestern part of Banten Bay, adjacent to an industrial area and a fishing area using floating net cages (KJA). The island has biodiversity such as mangroves, coral reefs, and seagrasses. Industrial areas around the island can have an impact on aquatic ecosystems, one of which is heavy metal iron pollution. This study aims to identify the content of heavy metal iron (Fe) accumulated in sediments on South Kalih Island. Sediment samples were collected from five stations using purposive random sampling method. Fe heavy metals were analyzed at the BRIN KST Samaun Samadikun Chemistry Laboratory using the Flame Atomic Absorption Spectrophotometer (FAAS) method. The results obtained from the Fe heavy metal analysis showed that sediments in Kalih Island Banten had Fe heavy metal concentrations between 1,771 mg/kg to 41,455 mg/kg, with an average value of 11,144 mg/kg. The Fe content in sediments at almost all points of the sampling location is below the quality standards of the Guidelines for the Protection and Management of Aquatic Sediment Quality in Ontario, this is thought to be heavy metal Fe contained in the waters undergoes dilution and partially carried to the open sea which is influenced by waves and currents that can spread the Fe content at all stations the value is smaller than the quality standards. 
Pengaruh Suhu Permukaan Laut di Laut Natuna Utara Terhadap Variasi Konvektif dan Hujan Diurnal di Sumatra Selama Onset El Niño Cintya Azahra Putri; Agung Setyo Sasongko; Erma Yulihastin; Ferry Dwi Cahyadi; Risyanto Risyanto; Rahaden Bagas Hatmaja; Sanaullah Zehri
Buletin Oseanografi Marina Vol 15, No 1 (2026): Buletin Oseanografi Marina
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/buloma.v15i1.67416

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh variasi suhu permukaan laut (SPL) di Laut Natuna Utara (LNU) dan distribusi temporal dan spasial pada pola curah hujan harian di daratan Sumatra Tengah selama periode El Niño pada 2018 dan 2023. Penyelidikan itu berlangsung selama tiga bulan, dari November 2023 hingga Januari 2024. Studi ini bertujuan untuk menginvestigasi perubahan dalam pola hujan diurnal yang disebabkan oleh pengaruh SPL di LNU ketika El Niño dimulai, dan distribusi konvektif di Sumatra bagian tengah. Data yang digunakan adalah data satelit dari berbagai sumber yang diproses dalam bentuk spasial, untuk melihat perubahan signifikan secara deskriptif kualitatif, yaitu data hujan dari Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP) Gauge-Calibrated V6 dengan resolusi spasial 0,1 ̊ dan temporal 1 jam. Daerah Sumatra Tengah telah dianalisis lebih lanjut untuk perubahan pola hujan puncak harian, yaitu Riau dan Jambi. Riau sendiri tidak memiliki perubahan pola hujan diurnal maupun penurunan puncak sedangkan Jambi memiliki tiga variasi pada waktu penurunan intensitas hujan. Terjadinya pemanasan SPL di LNU menyebabkan perubahan pola hujan sore hari menjadi pagi hari terjadi lebih sering terutama pada periode 2023 daripada pada 2018. Pada tahun 2023, SPL di Laut Natuna Utara mendingin, meskipun begitu pengaruh musim membuat pola hujan yang dihasilkan memiliki indikasi hujan yang cukup bervariasi. Selain itu, pengaruh musim timur dan barat selama El Niño dimulai merupakan salah satu faktor utama dalam mengubah pola curah hujan harian.   The study aims to analyze the influence of sea surface temperature variations (SST) in the Northern Natuna Sea (NNS) and temporal and spatial distribution on daily rainfall patterns on the mainland of Central Sumatra during the El Niño period in 2018 and 2023. The investigation lasted for three months, from November 2023 to January 2024. The study aims to investigate changes in the diurnal rain patterns caused by the influence of SST in the NNS when El Niño began, and the convective distribution in central Sumatra. The data used is satellite data from various sources processed in spatial form, to see significant qualitatively descriptive changes, namely rainfall data from the Global Satellite Measurement of Precipitation (GSMaP) Gauge-Calibrated V6 with a space resolution of 0.1 ̊ and 1 hour temporal. The region of Central Sumatra has been further analyzed for changes in daily peak rain patterns, namely Riau and Jambi. Riau itself has no changes in diurnal rain pattern nor peak decreases while Jambi has three variations at times of decrease in rain intensity. The occurrence of SST warming in NNS caused the change of rain patterns in the afternoon to the morning occurred more often especially in the period of 2023 than in 2018. In 2023, SPL in the NNS cooled, although then the influence of the season made the resulting rain pattern have indications of rain quite varied. In addition, the influence of the eastern and western seasons during the El Niño onset was one of the key factors in changing the daily rainfall patterns.
Evaluasi Workshop Penulisan Tugas Akhir dan Karya Tulis Ilmiah Bidang Pengolahan Hasil Perikanan Zhafira, Nurhasanah; Prasetyo, Himawan; Cahyadi, Ferry Dwi; Sasongko, Agung Setyo
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v1i2.90817

Abstract

A scientific paper is a final assignment for students obtaining a bachelor's degree. Final-year students writing their final assignments often experience difficulties, especially when processing and analysing research data. Based on these problems, training workshops were conducted to write final assignments and scientific papers in fishery product processing. The training includes providing material, practical analysis of fishery product processing research data using the SPSS software, and evaluation of activities. This research aims to evaluate the training process, including responses to aspects of knowledge, skill, and attitudes of the training participants. The response questionnaire data used a semantic scale of 1-5 with the categories not (1), somewhat (2), quite good (3), good (4), and very good (5) analysed descriptively. This workshop activity was satisfactory for the participants who took part, with an average assessment of the aspects of knowledge, skill, and attitudes of the participants 3.3, which was included in the good category.
Efektivitas Media Pembelajaran Berbasis Google Sites pada Materi Pengolahan Hasil Perikanan Standar Ekspor di SMKN 7 Kota Serang Fatimah, Anisa Siti; Satibi, Ahmad; Sasongko, Agung Setyo
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 1, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v1i2.90819

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of using learning media based on google sites in class XI SMK Negeri 7 Serang City. Research on the effectiveness of google sites-based learning media in class XI fishery product processing at SMKN 7 Serang city can be a reference for Google Sites-based learning media to achieve the needs of students in doing the learning. The research implementation method uses descriptive quantitative research. The descriptive quantitative approach in this study is data analysis using ADDIE and student quessionery. The results of the t- test above show that the average pretest score is 5,667 and the post-test average value is 8,286, thus the average value after using the google sites learning media is greater than before applying the learning media in student learning activities at SMKN 7 Serang City. This means that there is an increase in learning outcomes in export standard fishery product processing subjects using google sites learning media.
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN PRODUKSI PAKAN ALAMI DAN BUATAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DI SMK NEGERI 1 WARUNGGUNUNG Umi, Annisa Jauhari; Rudi, Mad; Sasongko, Agung Setyo
Jurnal Pendidikan Perikanan Kelautan (Journal of Fisheries and Maritime Studies) Vol 4, No 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jppk.v4i1.90823

Abstract

Warna merupakan indikator keindahan ikan cupang, semakin cerah warna pada ikan, semakinmenarik dan semakin mahal harganya. Namun pada saat memlihara warna ikan seringmenjadi kusam, kualitas warna menurun, membuat tidak menarik lagi. Ikan cupang dapatmemakan hewan hidup. Memberi pakan yang buruk dapat menyebabkan stres dan kematianbagi cupang. Oleh karena itu, pakan ikan merupakan salah satu hal yang menentukankeberhasilan budidaya ikan, dan pakan yang dapat dimakan ikan serta memiliki nilai giziyang baik adalah pakan alami. Penelitian ini menggunakan dilakukan di LaboratoriumBudidaya, UPI Kampus Serang. Rancangan percobaan yang dilakukan adalah RancanganAcak Kelompok dengan 4 perlakuan 3 kali pengulangan meliputi perlakuan 1 (Hanya pakanalami Artemia salina), Perlakuan 2 (Pemberian Spirulina platensis dengan berat 0,5 g padaArtemia salina), Perlakuan 3 (Pemberian Spirulina platensis dengan berat 1 g pada Artemia salina), dan Perlakuan 4 (Pemberian Spirulina platensis dengan berat 1,5 g pada Artemiasalina). Hal ini menunjukkan bahwa Penambahan Spirulina platensis pada pakan alamiArtemia salina yang diberikan pada ikan cupang mampu meningkatkan perubahan warna ikancupang namun tidak memberikan dampak terhadap kelangsungan hidupnya. PemberianSpirulina platensis dengan berat 1,5 g pada Artemia salina memberikan pengaruh terbaikdengan rata-rata pertumbuhan panjang dan bobot sebesar 0,78 cm dan 0,56 gram yangmemiliki tingkat kelangsungan hidup 83%. Penelitian ini masih menggunakan pakan alamiArtemia salina yang diberi Spirulina platensis dengan hasil kurang sesuai terhadap hipotesisawal, sehingga peniliti menyarankan penelitian lanjutan. Seperti menggunakan pakan yangdigunakan adalah pakan buatan yang diberi spirulina sehingga dapat memberikan dampakpada kelangsungan hidup.
Co-Authors Aang Fuad Hasan Aang Fuad Hasan Abrar, Camelia Batun Ahmad Al Fauzan Ahmad Beni Rouf Ahmad Satibi Ahmad Satibi Alpina, Alpina Amalia Nasution, Isra Andrian Tri Jaka Surya Andrian Tri Jaka Surya Anggraeni Saputri, Sindi Anwar, Yanto Ardana Kurniaji Assifa, Siti Rohmah Ayang Armelita Rosalia Bella Dinda Rahayu Bella Dinda Rahayu Beni Rouf, Ahmad Camelia Batun Abrar Choerun Nissa, Rossy Cintya Azahra Putri Deri Hendriawan Dida, Eki Naidania Dinar Sartika Dinnar Dwi Fahira Dwi Amanda Utami Dwi Handayani Eki Naidania Dida Erma Yulihastin Fateha, Fateha Fatimah, Anisa Siti Fauzan, Ahmad Al Ferry Dwi Cahyadi Fitri Ratnasari Hana Azalia Hidayat Hidayat Himawan Prasetiyo Himawan Prasetyo, Himawan Ishak Ariawan Isra Amalia Nasution Jannah, Neisya Rachmah Raudhatul Keyla Nazwasyawinka Kukuh Widiyanto Kukuh Widiyanto Ling, Maria Goreti Lio Yonanto Lio Yonanto Mad Rudi Maharani, Ni Made Sri Maria Goreti Ling Muhamad Renaldi Apriansyah Muhammad Andhika Wibawa Hermawan Muhammad Nur Salim Muhammad Nurshalim Narpati Zayni Khalis Nazwasyawinka, Keyla Ni Made Sri Maharani Nur Fidya Destianti Nur Fidya Destiyanti Nuraulia, Resti Eka Prasetiyo, Himawan Putri, Amelia Herdani Raden Moch Thoriq Aziz Rahaden Bagas Hatmaja Rahayu, Shafa Surya Rahmawati, Lutviah Ramadhan, Rizky Ahmad Rido Dermawan Rifqi Saeful Islam Rikza Agung Pambudi Risma Millenia Cantika Risyanto Risyanto Rizky Ahmad Ramadhan Rosyadi, Kartika Ilma Rudi, Mad Saleha, Amalia Narya Salsabilla, Dewi Firda Sanaullah Zehri Satibi, Ahmad Sihono Sihono Silvi Olivia Putra Nia Sinurat, Ellya Siti Komariah Maulia Siti Nurjanah Siti Nurjanah Sri Yudawati Cahyarini Sri Yudawati Cahyarini Tarigan, Daniel Julianto Tiofanni Ayuningsih Umi, Annisa Jauhari Utami, Dwi Amanda Veronika Diah Simanulang Willdan Aprizal Arifin Windi Nur Widianingsih Yulda Zhafira, Nurhasanah Zuhdi, Imam