Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Desa Peduli Peri (Pembinaan Dan Edukasi Penyakit Reproduksi Infeksi) Di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten Inayati Inayati; Ivanna Beru Brahmana; Ana Majdawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.871 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.478

Abstract

Keputihan merupakan keadaan yang alami atau patologis sebagai gejala penyakit yang tidak disadarimasyarakat. Keputihan patologis disebabkan infeksi gonorrea sekitar 6,89 %. Tenaga kesehatan masihkurang mampu melakukan pemeriksaan swab vagina untuk deteksi infeksi reproduksi dengan keputihan.Pengetahuan masyarakat tentang keputihan patologis dan ketrampilan tenaga kesehatan melakukanpemeriksaan swab vagina perlu ditingkatkan. Metode ceramah bagi masyarakat dan pembentukankelompok peduli PERI (Pembinaan Dan Edukasi Penyakit Reproduksi Infeksi) dan pelatihan ketrampilanpemeriksaan swab vagina bagi 11 orang tenaga kesehatan. Peserta ceramah dan pemeriksaan swab vaginadilakukan pada 32 orang masyarakat desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten Nilai pengetahuaninfeksi reproduksi masyarakat masih rendah, nilai rata-rata pretest dan post test 44 dan 52. Kelompok Peduli Peri telah terbentuk. Pelatihan pemeriksaan Swab Vagina bagi tenaga kesehatan , hasil nilai rata-rata ketrampilan baik yaitu 89,7. Hasil pemeriksaan swab vagina ditemukan 30 orang dengan bakteri patogenik dan 2 orang normal dan ditindaklanjuti sebagai temuan kasus dan konsultasi dokter.Pengetahuan masyarakat dan kesadaran pemeriksaan swab vagina perlu ditingkatkan untuk mengetahuipenyebab keputihan sehingga pengobatan tepat. Pencapaian upaya deteksi kesehatan reproduksi daninfeksi meningkat berupa temuan kasus baru sehingga menekan angka kesakitan keputihan patologis padawanita dan tercapai kesehatan reproduksi lebih baik di wilayah Puskesmas Ngawen Klaten
PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL 4.0 SEBAGAI PEER MENTOR TEMAN SEBAYA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Inayati Inayati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.916 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.577

Abstract

Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kesehatan sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja. Populasi dunia 50% remaja < 25 tahun dan 20-25% remaja penderita HIV. Infeksi menular seksual terjadi pada remaja perempuan 15-29 tahun . Remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi . Perkembangan Iptek mempengaruhi remaja berimajinasi dan perlu difasilitasi dalam mengakses sehingga menjadi remaja generasi milenial 4.0 yang kompeten . Tujuan : pemberdayaan generasi milenial 4.0 dalam KRR dengan pembentukan dan pemberdayaan kelompok peduli KRR ( KP- KRR) yang dibekali pelatihan pembuatan media ajar tentang KRR untuk memberikan kegiatan peer mentoring teman sebaya pada 30 orang remaja Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Nahdlatul Ulama (NU). Hasil pengabdian terdapat beberapa media ajar meliputi poster, brosur, aplikasi Kahoot dan Google Form dengan nilai kelayakan rata-rata 12, 2 ( rentang nilai 0 – 15). Hasil Peer mentoring KP-KRR teman sebaya menggunakan media ajar yang dibuat mampu meningkatkan pengetahuan KRR dengan nilai rata-rata pretes 35,7 dan posttest 72,8.
SEHAT DAN BUGAR PADA LANSIA DI ERA COVID 19 Farindira Vesti Rahmasari; Intan Hanifah Mutmainnah; Ivanna Beru Brahmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.655 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.633

Abstract

Untuk dapat menghadapi lanjut usia yang dapat menikmati hidupnya terutama di era COVID 19 dan tetap terjaga baik kesehatan maupun kebugarannya maka lansia harus melakukan aktivitas olahraga yang teratur, melakukan pola hidup yang sehat dan memiliki support system yang baik. Salah satu usaha untuk mencapai kesehatan dengan berolahraga sehingga bagi lanjut usia untuk dapat memperoleh tubuh yang sehat salah satunya harus rutin melakukan aktivitas olahraga. Dengan berolahraga secara teratur merupakan alternatif yang efektif dan aman untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jika dikerjakan secara benar. Analisis tingkat pengetahuan dan sikap setelah diberikan penyuluhan dengan judul sehat dan bugar bagi lansia. Penelitian dengan desain cross sectional dengan Pre Test dan Pos test menggunakan kuesioner melalui metode penyuluhan. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap dari lansia di PRA Nogotirto pasca intervensi.Lansia mampu dengan sadar dan mandiri untuk mengetahui kesehatan diri terutama di era COVID 19. Kesehatan olahraga bagi Lansia merupakan hal penting yang harus diprogramkan, baik dari petugas kesehatan, profesional olahraga, maupun masyarakat. Selain Olahraga gaya hidup sehat yang lain seperti makan dengan gizi seimbang menjadi syarat utama lansia.
Evaluasi Pemakaian Antibiotik Profilaksis Ceftriaxone Injeksi dan Cefadroxil Oral Terhadap Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Ivanna Beru Brahmana; Ika Setyawati
Smart Medical Journal Vol 3, No 2 (2020): Smart Medical Journal
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/smj.v3i2.42014

Abstract

Pendahuluan: Penyembuhan luka operasi sectio caesarea (SC) yang baik sangat diharapkan oleh setiap pasien dan dokter. Pemilihan antibiotik yang tepat dibutuhkan dalam penyembuhan luka operasi. Ceftriaxone injeksi merupakan antibiotik spektrum luas yang banyak dipakai sebagai antibiotik profilaksis SC. Cefadroxil oral dipilih sebagai antibiotik yang diberikan pada pasien post operasi SC. Penelitian ini bertujuan menilai efektifitas pemakaian ceftriaxone injeksi dan cefadroxil oral pada penyembuhan luka operasi post SC. Metode: Data diambil dari rekam medis pasien selama tiga tahun (tahun 2016-2018) pada saat kontrol di dokter praktek swasta di Klaten, Jawa Tengah. Kriteria inklusi adalah pasien yang menjalani operasi SC, hamil aterm, dan tidak menderita DM. Waktu kontrol antara dua sampai dengan tujuh hari setelah operasi SC. Data diolah secara deskriptif. Hasil: Didapatkan 73 subjek penelitian yang memenuhi kriteria inklusi. Waktu kontrol dua hari post SC didapatkan sebanyak 23,3% (17/73), tiga hari post SC sebanyak 21,9% (16/73), empat hari post SC sebanyak 23,3% (17/73), lima hari post SC sebanyak 21,9% (16/73), enam hari post SC sebanyak 2,7% (2/73), dan tujuh hari post SC sebanyak 6,8% (5/73). Kejadian luka infeksi ditandai dengan keluarnya cairan bernanah dari luka bekas operasi SC. Kejadian luka infeksi terjadi sebanyak 5,5% (4/73). Kejadian luka infeksi terjadi pada pasien yang kontrol pada hari kedua sebanyak tiga kasus dan kontrol pada hari keempat sebanyak satu kasus. Kesimpulan: Ceftriaxone injeksi dan cefadroxil oral efektif memberikan kesembuhan pada luka operasi post SC.Introduction: Good healing of caesarean section (CS) wound is highly expected by every patient and doctor. Selection of the right antibiotic is needed in healing wound surgery. Ceftriaxone injection and oral cefadroxil are widely used in CS prophylactic antibiotics. This study was to assess the effectiveness of the use of injection ceftriaxone and oral cefadroxil in wound healing in post CS.Methods: Data were collected from a patient's medical record for three years (2016-2018) at the time of control at a private practice doctor in Klaten, Central Java. Inclusion criteria were patients who underwent CS, term pregnant, and didn’t have DM. The control time is between two to seven days after CS. Data processed descriptively.Results: There were 73 study subjects who met the inclusion criteria. The control time of two days post CS was 23.3% (17/73), three days post CS were 21.9% (16/73), four days post CS were 23.3% (17/73), five days post CS were 21.9% (17/73) 16/73), six days post CS were 2.7% (2/73), and seven days post CS were 6.8% (5/73). The incidence of infection wounds is characterized by discharge of festering fluid from CS scars. The incidence of infection wounds occurs as much as 5.5% (4/73), who occurred in patients who were control on day two in three cases and controls on day four in one case.Conclusion: Ceftriaxone injection and oral cefadroxil are effective in healing postoperative wound healing.
PENGABDIAN SAFARI KB IUD DAN IMPLAN Ivanna Beru Brahmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.8735

Abstract

ABSTRAKIntra Uterine Device (IUD) dan implan merupakan dua jenis Metode KB jangka panjang (MKJP). Kedua alat kontrasepsi ini membutuhkan ketrampilan dalam melepas dan memasangnya.  Tri Darma Perguruan Tinggi mencakup bidang pengabdian, juga pendidikan dengan memberikan bimbingan dan pendampingan/supervisi pada dokter muda/koasisten. Tujuan meningkatkan ketrampilan para dokter muda/koasisten dalam melepas dan memasang IUD dan implan, serta meningkatkan cakupan MKJP pada akseptor KB. Metode: Praktek yang dilakukan dalam kegiatan Safari KB bekerjasama dengan BKKBN setempat dalam menjaring calon akseptor. Dokter muda/koasisten melakukan presentasi cara lepas pasang IUD dan implan pada manekin, mendapatkan feedback dari pengabdi sebagai dosen pembimbing, sebagai nilai pretes. Nilai postest didapatkan dokter muda/koasisten dengan melakukan tindakan lepas pasang IUD dan atau implan secara langsung pada akseptor di bawah bimbingan dan pengawasan/supervisi pengabdi 20 orang calon akseptor berhasil dilakukan lepas pasang IUD dan atau implan. Terjadi peningkatan nilai postest 95 dari nilai pretest 75 bagi dokter muda/koasisten. Bagi home base didapatkan peningkatan cakupan MKJP. Bimbingan dan pendampingan dokter muda/koasisten berhasil meningkatkan ketrampilan mereka dan dapat meningkatkan cakupan MKJP pada calon akseptor KB. Kata kunci: dokter muda; implan; intra uterine device (IUD); koasisten; safari KB. ABSTRACTIntra Uterine Device (IUD) and implant are two types of long-term family planning methods (MKJP). Both of these contraceptives require skills in removing and installing them. The Tri Dharma of Higher Education covers the field of service, as well as education by providing guidance and assistance/supervision to young doctors/coassistant. Objectives: to improve the skills of young doctors/coasants in removing and inserting IUDs and implants, as well as increasing MKJP coverage for family planning acceptors. Methods: The practice carried out in the Family Planning Safari activity is in collaboration with the local BKKBN in recruiting prospective acceptors.The young doctor/co-assistant made a presentation on how to remove the IUD and implant it on a mannequin, get feedback from the staff as a supervisor, as a pretest score. The posttest score was obtained by a young doctor/co-assistant by performing the act of removing the IUD and/or implant directly on the acceptor under the guidance and supervision/supervision of a servant. Results: 20 prospective acceptors were successful in removing the IUD and/or implant. There was an increase in the post-test score of 95 from the pre-test score of 75 for young doctors/co-assistants. For the home base, there is an increase in MKJP coverage. Conclusion: Guidance and mentoring of young doctors/coasants has succeeded in improving their skills and can increase MKJP coverage for prospective family planning acceptors. Keywords: young doctor; implants; intrauterine device (IUD); coassistant; family planning safari.
PEMERIKSAAN ULTRA SONO GRAFI DALAM KEHAMILAN ULTRA SONOGRAPHIC EXAMINATION OF PREGNANCY Ivanna Beru Brahmana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.8751

Abstract

Abstrak: Ultra sono grafi (USG) pada kehamilan menggambarkan keakuratan perkembangan janin, apakah sesuai, atau berlebih, atau terlalu kecil dibandingkan umur kehamilan. Risiko kelainan bawaan/kongenital pada janin sejak dalam kandungan pun dapat terdeteksi. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan ibu hamil (bumil)  tentang manfaat pemeriksaan USG. Metode: Memberikan penyuluhan dan pelayanan pemeriksaan USG gratis pada bumil yang datang memeriksakan kehamilan/ante natal care (ANC) ke puskesmas. Sebelum dan sesudah penyuluhan dilakukan pretes dan postes. Hasil & implikasi: Peserta sebanyak 20 orang bumil menunjukkan kehamilan yang sehat dan perkembangan janin yang sesuai dengan usia kehamilan. Nilai postes meningkat menjadi 75 dibandingkan nilai pretes 58. Kesimpulan: Penyuluhan dan pemeriksaan USG meningkatkan pengetahuan bumil dan memberikan informasi perkembangan janin dalam kandungan yang lebih akurat. Abstract: Ultrasound (USG) in pregnancy describes the accuracy of fetal development, whether it is appropriate, or excessive, or too small for gestational age. The risk of congenital/congenital abnormalities in the fetus since in the womb can also be detected. Objective: To increase knowledge of pregnant women (pregnant women) about the benefits of ultrasound examination. Methods: Provide counseling and free ultrasound examination services to pregnant women who come for antenatal care (ANC) to the puskesmas. Before and after the counseling, pretest and posttest were carried out. Results & implications: Participants as many as 20 pregnant women showed a healthy pregnancy and fetal development according to gestational age. The posttest score increased to 75 compared to the pretest score of 58. Conclusion: Counseling and ultrasound examinations increase pregnant women's knowledge and provide more accurate information on fetal development in the womb.
PENINGKATAN PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA AJAR BAGI GENERASI MILENIAL 4.0 Inayati Inayati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.239 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5099

Abstract

Abstrak: Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kesehatan sistem, fungsi dan reproduksi remaja. Populasi dunia 50% remaja < 25 tahun dan 20-25% remaja penderita HIV. Infeksi menular seksual terjadi pada remaja perempuan 15-29 tahun.  Remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi. Perkembangan Iptek mempengaruhi remaja berimajinasi dan perlu difasilitasi hal positif dalam mengakses informasi bagi remaja. Tujuan  pengabdian adalah pemberdayaan generasi milenial 4.0 dalam Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR).  Tahapan kegiatan meliputi pembekalan pengetahuan KRR, membentuk kelompok peduli KRR (KP-KRR) pada 30 orang remaja Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Nahdatul Ulama (NU) dan pelatihan pembuatan media ajar. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan nilai  pengetahuan KRR sebelumnya 54,2 menjadi  83,9 dan telah terbentuk kelompok peduli KRR (KP-KRR) Ngawen yang sudah menghasilkan media ajar berupa  poster, brosur, aplikasi Kahoot dan Google Form dengan nilai kelayakan rata-rata 12, 2 (rentang nilai 0 – 15). Peningkatan pemahaman KRR mampu menghasilkan media ajar sesuai generasi milenial 4.0. yang bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Abstract: Adolescent Reproductive Health (ARH) is adolescents health system, function and reproduction. World's population is 50% adolescents <25 years and 20-25% with HIV. Sexually transmitted infections occur in  15-29 yo girls.  Adolescents need the availability of reproductive health services. Development of science and technology affects imagination and needs to be facilitated adolescents accessing information. The purpose are to empower the millennial generation 4.0 in AHR. The activity stages include providing knowledge on AHR, forming a AHR-care group (AHR- CG ) consist of 30 youths from Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), and Nahdatul Ulama (NU) and training  to made teaching media. The results showed an increase AHR knowledge than previous  that 54.2 to 83.9 and  Ngawen AHR- CG had been formed which had produced teaching media such as posters, brochures, Kahoot applications and Google Forms with an average feasibility value of 12 , 2 (range of values 0 – 15). Increased understanding of AHR  is able to produce teaching media according to millennial generation 4.0. which can increase  the Reproductive Health (AHR) knowledge. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG COVID-19 MELALUI SOSIALISASI FAKTOR RISIKO, KOMORBID, DAN SKRINING COVID-19 Ivanna Beru Brahmana; Naufal Hanif Amrulloh; Fitri Khoirunnisa; Rizky Aprilia Kusumawardhani; Ravikha Aprilia Ganarsih; Desma Ayu Lestari; Ayu Laksmi Salsabila
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 2 (2022): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.719 KB) | DOI: 10.31764/jmm.v6i2.7187

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 menimbulkan duka mendalam dan trauma bagi sebagian masyarakat, terlebih yang terkonfirmasi positif Covid-19. Untuk itu upaya pengenalan faktor risiko, penyakit yang menjadi komorbid yang kemungkinan lebih rentan tertular Covid-19, dan pelaksanaan deteksi dini atau skrining Covid-19 perlu diketahui masyarakat. Dengan demikian upaya pencegahan tertular Covid-19, sekaligus memberikan rasa tenang pada masyarakat akan meningkat. Tujuan pengabdian untuk memberikan informasi apa saja yang menjadi faktor risiko, penyakit apa saja yang menjadi komorbid yang menyebabkan lebih rentan tertular Covid-19, sekaligus melakukan pemeriksaan deteksi dini atau skrining Covid-19 pada masyarakat. Pelaksanaan pengabdian berupa pretes, penyampaian materi penyuluhan, pengisian kuesioner dan pelaksanaan skrining, dan postes. Kegiatan pengabdian dihadiri oleh 29 peserta, 28 peserta mengikuti kegiatan dengan lengkap, 1 peserta hanya mengisi daftar hadir tanpa mengikuti kegiatan. Peningkatan softskill nilai postes 100% dari nilai pretes 70% menunjukkan perhatian peserta pengabdian terhadap materi yang disimak dengan baik oleh seluruh peserta pengabdian. Dari peserta yang mengikuti kegiatan pengabdian dengan lengkap, seratus persen peserta tidak mempunyai faktor risiko Covid-19,  juga tidak mempunyai faktor risiko komorbid Covid-19, dan hasil skrining 100% peserta tidak menunjukkan gejala menderita Covid-19. Seluruh kegiatan pengabdian dirasakan sangat bermanfaat bagi peserta pengabdian di masa pandemi ini.Abstract:  The Covid-19 pandemic has caused grief and trauma for some people, especially those who have been confirmed positive. Therefore, efforts to identify risk factors, comorbid diseases that are more susceptible to infection and screening for Covid-19 need to be known by the public. Thus, efforts to prevent the spread of Covid-19 and provide a sense of comfort to the community will increase. This service aimed to provide information on risk factors, a comorbid disease and also Covid-19 screening. Implementation of service in the form of pretest, delivery of counseling materials, filling out questionnaires, screening, and posttest. The service activity was attended by 29 participants, which is 28 participants followed all of activities, one person only sign attandence. An increase of softskill in the posttest score of 100% from the pretest score of 70% shows the dedication participants' attention to the material that was listened to well by all service participants. From all of participants who followed all of activities, one hundred percent of the participants did not have any risk factors for Covid-19, nor have any comorbid risk factors for Covid-19. All of the participants did not show any symptoms of Covid-19. All service activities have benefits for service participants during this pandemic.
Edukasi Pemeriksaan Pap Smear dan IVA Test sebagai Upaya Deteksi Kanker Serviks di Dusun Sleman III RW 10, Desa Triharjo, Sleman Ivanna Beru Brahmana; Galuh Suryandari
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.818 KB)

Abstract

Latar belakang: Pemeriksaan Pap Smear dan IVA test (Inspeksi Visual Asam Asetat) sebagai upaya deteksi dini kanker serviks sudah banyak dilakukan. Namun belum semua ibu-ibu yang mungkin terpapar terkena risiko kanker serviks sudah mengenal, apalagi melakukan pemeriksaan Pap Smear dan IVA test. Tujuan: mendapatkan informasi seberapa besar ibu-bu di Dusun Sleman III RW 10, Desa Triharjo, Sleman, mengenal dan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan Pap Smear dan IVA test, dan kemudian memberikan penyuluhan bagaimana pentingnya kedua jenis pemeriksaan tersebut untuk upaya deteksi dini kanker serviks. Metode: ceramah, diskusi dan tanya jawab, dan pengisian kuesioner. Peserta penyuluhan yang hadir sebanyak 26 peserta. Hasil dan implikasi: Hasil kuesioner menunjukkan jumlah peserta penyuluhan yang sudah pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear saja sebanyak 11,54% (3/26) , yang sudah melakukan pemeriksaan IVA test saja sebanyak 11,54% (3/26) , yang sudah pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear dan IVA test sebanyak 23,08% (6/26), sedangkan yang belum pernah melakukan pemeriksaan Pap Smear dan IVA test sebanyak 53,84% (14/26). Setelah dilakukan penyuluhan tentang pentingnya pemeriksan Pap Smear dan IVA test untuk deteksi dini kanker serviks sebanyak 100% (26/26) antusias untuk bisa melakukan pemeriksaan Pap Smear dan IVA test di kemudian hari. Luaran pengabdian berupa naskah publikasi di jurnal pengabdian nasional. Kesimpulan: Pemeriksaan Pap Smear dan IVA test belum banyak dikenal dan dilaksanakan oleh peserta penyuluhan. Penting dilakukan penyuluhan di tempat yang lebih luas, supaya pemeriksaan Pap Smear dan IVA test sebagai upaya deteksi dini kanker serviks bisa lebih rutin dilakukan.
PENGABDIAN PENCEGAHAN KANKER SERVIKS DENGAN VAKSINASI HUMAN PAPILLOMA VIRUS (HPV) Ivanna Beru Brahmana; Erna Rochmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 4 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i4.11679

Abstract

ABSTRAKKanker serviks dan kanker payudara merupakan penyakit kanker terbanyak diderita perempuan. Vaksinasi pencegahan kanker serviks telah beredar di masyarakat. Upaya pencegahan/preventif merupakan upaya yang sangat dianjurkan daripada upaya pengobatan/kuratif. Pemahaman upaya pencegahan ini masih sangat rendah, untuk itu diperlukan edukasi sebagai upaya meningkatkan cakupan vaksinasi. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pemahaman peserta tentang adanya vaksinasi pencegahan kanker serviks. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, dengan mitra TK Aisyiah Bustanul Atfhal An Nur, Desa Sidorejo, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, dengan peserta guru TK dan wali murid. Pemahaman peserta dinilai melalui pretest dan postest. Hasil pretest yang diikuti oleh 6 orang guru dan 15 wali murid sebesar 71,4 meningkat menjadi 98,2 saat postest. Seluruh peserta pengabdian merasa puas dengan pelaksanaan pengabdian dikarenakan materi dirasakan sangat mengena dan mereka butuhkan. Seluruh peserta merasakan manfaat dari pelaksanaan pengabdian yang dilakukan. Peserta berharap pengabdian dapat berlanjut di masa mendatang dengan pelaksanaan pemeriksaan Pap smear gratis dan pemberian vaksinasi. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah penyuluhan pencegahan kanker serviks dengan vaksinasi meningkatkan pemahaman peserta dari 71, 4 menjadi 98,2 dan banyak diminati oleh para peserta. Kata kunci: guru TK; kanker serviks; penyuluhan; vaksinasi HPV. ABSTRACTCervical cancer and breast cancer are the most common cancers affecting women. Cervical cancer prevention vaccination has been circulating in the community. Prevention/preventive efforts are highly recommended efforts rather than treatment/curative efforts. Understanding of this prevention effort is still very low, for this reason education is needed as an effort to increase vaccination coverage. The purpose of the service is to increase participants' understanding of cervical cancer prevention vaccination. The method used was counseling, with Aisyiah Bustanul Atfhal An Nur Kindergarten partners, Sidorejo Village, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta, with participants from kindergarten teachers and student guardians. Participants' understanding was assessed through pretest and posttest. The pretest results which were attended by 6 teachers and 15 parents of students amounted to 71.4 which increased to 98.2 during the posttest. All service participants were satisfied with the implementation of the service because the material felt very hit and they needed it. All participants felt the benefits of the service being carried out. Participants hope that the service can continue in the future by carrying out free Pap smear examinations and administering vaccinations. The conclusion that can be drawn is that counseling on prevention of cervical cancer by vaccination increased participants' understanding from 71.4 to 98.2 and was in great demand by the participants. Keywords: kindergarten teacher; cervical cancer; counseling; HPV vaccination.