Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENYINTAS COVID-19 UNTUK MENCEGAH KEJADIAN DEPRESI DALAM MENJALANI ISOLASI MANDIRI Ivanna Beru Brahmana; Ayu Laksmi Salsabila; Rizky Aprilia Kusumawardhani; Naufal Hanif Amrulloh; Desma Ayu Lestari; Fitri Khoirunnisa; Ravikha Aprilia Ganarsih
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6822

Abstract

Abstrak: Latar belakang: Pandemi Covid-19 datang tidak terduga. Jumlah korban terkonfirmasi positif Covid-19 semakin meningkat. Isolasi mandiri (isoman) tanpa bertemu dan bersosialisasi dengan orang lain, ancaman risiko memberatnya kondisi penyakit hingga fatal merupakan pengalaman yang mengerikan bagi para penyintas yang berisiko menimbulkan depresi. Upaya pendampingan bagi mereka merupakan upaya yang mulia, untuk ketenangan penyintas dalam menjalani hari-hari yang menegangkan. Tujuan: Mendampingi penyintas Covid-19 secara batin dan memantau perkembangan kondisi kesehatan dari hari ke hari.  Metode: Menyapa penyintas secara online melalui whatsapp dan mengetahui perkembangan kondisi kesehatan penyintas melalui google-form. Hasil & implikasi: Pendampingan selama 10 hari dilakukan pada 2 keluarga yang melakukan isoman sebagai kegiatan KKN Mahasiswa Program Pendidikan Kedokteran di bulan Februari-Maret 2021. Penyintas merasakan ketenangan batin dengan adanya kegiatan pendampingan dari mahasiswa KKN. Kedua keluarga juga merasakan ketenangan karena mengetahui perkembangan kesehatan mereka ke arah perbaikan. Informasi tentang Covid yang diberikan mahasiswa dirasakan sangat bermanfaat bagi tiap anggota keluarga, waktu terisi dengan kegiatan yang berguna, dan mengurangi risiko depresi. Kesimpulan: Kegiatan pendampingan penyintas Covid-19 oleh mahasiswa KKN PSPD FKIK UMY dirasakan bermanfaat dan memberikan kepuasan seluruh  anggota keluarga penyintas, sekaligus sebagai bukti kepedulian mahasiswa terhadap sesama dan melatih soft skill mereka.Kata Kunci: Covid-19, depresi, mahasiswa, pendampingan, penyintas. Abstract:  The Covid-19 pandemic came unexpectedly. The number of confirmed cases of Covid-19 is increasing. Independent isolation (isoman) without meeting and socializing with other people, the risk of worsening the disease condition to fatal is a terrible experience for survivors at risk of causing depression. Assistance efforts for them is a noble effort for the peace of the survivors in living stressful days. Objective: To spiritually accompany Covid-19 survivors and monitor the development of health conditions from day today. Method: Greet the survivors online via WhatsApp and find out the survivor's health condition progress through the google-form. Results & implications: Mentoring for ten days was carried out on two families who did isoman as a KKN activity for Medical Education Program Students in February-March 2021. Survivors felt the peace of mind with mentoring activities from KKN students. Both families also feel calm because they know the progress of their health towards improvement. Information about Covid provided by students is beneficial for each family member; time is filled with functional activities and reduces the risk of depression. Conclusion: Assistance activities for Covid-19 survivors by KKN PSPD FKIK UMY students were felt to be helpful and provide satisfaction for all family members of survivors, as well as proof of students' concern for others and practice their soft skills. Keywords: Covid-19, depression, students, mentoring, survivors.
LEUCORRHOEA EDUCATION AND TREATMENT FOR YOUNG WOMEN AS PRECAUTIONS FOR RISKY DISEASES Ivanna Beru Brahmana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.6814

Abstract

Abstrak:  Latar belakang: Lekorea (keputihan) pada remaja putri merupakan hal yang biasa dikeluhkan. Oleh karena dianggap hal yang biasa inilah, terkadang remaja putri tidak menyadari bahwa keputihan yang dialaminya sudah mulai berisiko terhadap kesehatan reproduksinya. Hal ini dapat menimbulkan masalah pada saat remaja putri tersebut menikah, berupa kebuntuan di saluran tuba, oleh karena proses infeksi. Tujuan: Memberikan edukasi tentang lekorea pada remaja putri, tanda dan risiko yang kemungkinan terjadi apabila lekorea tidak ditangani dengan baik. Metode: Penyuluhan tentang lekorea, tanda, dan risikonya. Pretes dan postes dilakukan pada peserta untuk mengetahui pengetahuan mereka sebelum diberikan penyuluhan dan seberapa besar peningkatan pemahaman mereka setelah pemberian penyuluhan. Tanya jawab melengkapi sesi diskusi untuk lebih menguatkan pemahaman materi dan mengukur tingkat antusiasme peserta pengabdian terhadap materi yang disampaikan. Hasil: Penyuluhan dihadiri oleh 70 remaja putri, yang mengikuti pretes dan postes sebanyak 65 orang, dengan nilai pretes 36,9 dan nilai postes meningkat menjadi 80,8. Sekitar 50% peserta menyatakan informasi mengenai lekorea mereka dapatkan dari media massa atau sosial media. Kesimpulan: Penyuluhan dengan metode yang mengena efektif meningkatkan pemahaman peserta pengabdian dibandingkan sebelum dilakukan penyuluhan. Abstract:  Background: Leucorrhoea in adolescent girls is a common complaint. Because it is considered normal, sometimes young women do not realize that the vaginal discharge they are experiencing has begun to risk their reproductive health. This can cause problems when the young woman is married, in the form of deadlock in the fallopian tubes, due to the infection process. Objective: To educate leucorrhoea adolescent girls about the signs and risks that may occur if leucorrhoea is not treating correctly.Methods: Analyzing leucorrhoea through signs and risks. Pre-test and post-test were conducted on participants to find out their knowledge before being given counselling and how much their understanding increased after giving counselling. Questions and answers complete the discussion session to further strengthen the understanding of the material and measure the level of enthusiasm of the service participants for the material presented. Results: The counselling was attended by 70 young women that took the pre-test and post-test of 65 people. The pre-test score of 36.9, and a post test score increased to 80.8. Around 50% of participants stated that their information about leucorrhoea was obtained from mass media or social media. Conclusion: Counselling with effective methods increases the understanding of service participants compared to before counselling.
COUNSELING MENOPAUSE: HEALTHY AND HAPPY IN APPROACHING AGE 50 YEARS Ivanna Beru Brahmana; SN Nurul Makiyah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4152

Abstract

Abstrak: Menopause merupakan keadaan tidak keluarnya darah menstruasi pada seorang wanita sekitar usia 50 tahun, setidaknya selama setahun berturut-turut. Kondisi menopause merupakan hal alamiah, yang akan dialami setiap wanita pada usia tersebut. Keluhan meopause beraneka ragam, mulai dari yang sederhana hingga yang mengganggu aktifitas sehari-hari. Hal ini menimbulkan kegalauan bagi wanita usia jelita (jelang lima puluh tahun). Tujuan kegiatan ini memberikan penyuluhan tentang pengetahuan dan sikap terhadap menopause pada wanita usia sekitar 50 tahun. Metode pelaksanaan kegiatan melalui penyuluhan tentang menopause dan diskusi berupa tanya jawab dari peserta pengabdian.  Pretest dan postest dilakukan pada kegiatan ini untuk mengetahui seberapa besar pemahaman peserta tentang menopause sebelum penyuluhan dan seberapa besar peningkatan pemahaman mereka setelah pemaparan materi. Antusiasme peserta terlihat pada sesi tanya jawab dilanjutkan diskusi. Penyuluhan dihadiri oleh 17 ibu-ibu usia sekitar 50 tahun dengan rerata hasil pretest sebesar 63,24± 11,17 dan posttest sebesar 93,53 ± 4,93. Kesimpulan: Penyuluhan tentang menopause menambah wawasan peserta pengabdian dan penyuluhan memberikan manfaat dengan peningkatan pemahaman peserta pengabdian terhadap materi yang dipaparkan.Abstract: Menopause is a state of no menstrual blood discharge in a woman around the age of 50 years, at least for a year in a row. The condition of menopause is a natural thing experienced by every woman. There are various complaints of menopause, ranging from simple ones to those that interfere with daily activities. This raises confusion for beautiful women (ahead of fifty years). Objective: This research provide education about knowledge and attitudes towards menopause in women around 50 years old. Method: used form counselling of menopause the community service participants. Pre-test and post-test aim to find out how much the participants understood the menopause before counselling and understanding had increased after the presentation of the material. The enthusiasm of the participants was seen in the question and answer session followed by discussion. Results: The counselling was attended by 17 mothers around 50 years of age with a mean pre-test of 63.24 ± 11.17 and post-test of 93.53 ± 4.93. Conclusion: Counselling about menopause adds to the knowledge of service participants, and counselling provides benefits by increasing the participants' understanding of the material presented.
PENGABDIAN INTERNASIONAL BERBAGI ILMU SESUAI BIDANG KEPAKARAN TENTANG VAKSINASI COVID DAN HPV Ivanna Beru Brahmana; Farindira Vesti Rahmasari
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 5, No 1 (2021): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v5i1.6425

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Kondisi pandemi saat ini memberikan kemudahan diadakan pertemuan antarnegara melalui webinar. Beragamnya kepakaran mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Thailand memungkinkan saling bertukar ilmu dengan para pakar di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY). Selain saling bertukar pengetahuan dan pengalaman, sekaligus pelepas rindu kampung halaman. Tema yang dipilih merupakan trending topic tentang vaksinasi, sekaligus mengupas tentang kesehatan reproduksi, yaitu: Vaksinasi Covid dan HPV. Tujuan: Mengadakan pengabdian internasional melalui webinar antara FKIK UMY dan PERMITHA (perkumpulan mahasiswa Indonesia di Thailand) untuk meningkatkan pemahaman tentang vaksinasi Covid-19 dan HPV. Metode: sosialisasi tentang vaksinasi Covid-19 dan HPV oleh 4 dosen FKIK UMY melalui webinar, dengan peserta mahasiswa, dosen, masyarakat umum dari Indonesia dan mahasiswa Indonesia yang berada di Thailand. Tanya jawab dan diskusi dilakukan setelah penyampaian materi. Kemanfaatan pengabdian ini disampaikan oleh peserta berdasarkan pertanyaan yang disampaikan moderator. Hasil: Pengabdian internasional dihadiri oleh 60 peserta dari Indonesia dan Thailand. Antusiasme peserta tampak dari 13 pertanyaan yang diajukan. Pengabdian internasional ini dirasakan memberikan kemanfaatan yang tinggi, efektif sebagai ajang berbagi ilmu, terjalin silaturahmi sekaligus pelepas rindu kampung halaman. Peningkatan pengetahuan peserta dinilai dengan terjawabnya semua pertanyaan yang diajukan peserta dan peserta menyatakan puas dengan jawaan yang diberikan. Dengan demikian pemahaman peserta setelah webinar mengalami peningkatan dibandingkan sebelum kegiatan. Kesimpulan: Pengabdian internasional yang diisi oleh para pakar di bidangnya banyak memberikan kemanfaatan bagi seluruh peserta, dan mengharapkan pengabdian internasional bisa berkelanjutan. Kata kunci: Covid-19; HPV; pengabdian internasional. ABSTRACTBackground: Webinar becomes the only option to held a meeting between countries in this pandemic. The diversity of expertise of Indonesian students studying in Thailand allows the exchange of knowledge with experts at the Medical Faculty and Health Sciences, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY). In addition to exchanging knowledge and experience, as well as releasing homesickness. The chosen theme is a trending topic about vaccination, as well as discussing reproductive health, so the topic: Covid and HPV vaccinations was raised. Objective: To conduct international service through a webinar between FKIK UMY and PERMITHA (Indonesian student association in Thailand) to increase understanding about Covid-19 and HPV vaccination. Methods: providing information about Covid-19 and HPV vaccinations by four FKIK UMY lecturers through a webinar, with students, lecturers, the general public from Indonesia and Indonesian students in Thailand participating. Questions and answers and discussions were held after the presentation. The benefits of this service were conveyed by participants based on questions submitted by the moderator. Result: The international service was attended by 60 participants from Indonesia and Thailand. The enthusiasm of the participants can be seen from the 13 questions asked. This international service is felt to provide high benefits, is effective as a place to share knowledge, establish friendship as well as release homesickness. The increasing of knowledge was marked by answered all of questions and satisfying all of participants. It means understanding of participants after webinar was higher than before. Conclusion: International service that is filled by experts in their fields provides many benefits for all participants, and we hope that international service can be sustainable. Keywords: Covid-19; HPV; international service.
PENGABDIAN EDUKASI IBU HAMIL DAN PEMERIKSAAN USG GRATIS Ivanna Beru Brahmana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7929

Abstract

ABSTRAKMasalah: Rendahnya pemahaman ibu hamil tentang pentingnya ante natal care (ANC) berisiko bagi janin dalam kandungan. Pemeriksaan ANC dengan pemeriksaan ultra sono grafi (USG) memberikan informasi yang lebih akurat tentang kondisi janin. Ukuran janin normal atau tidak, jumlah janin, volume air ketuban, letak plasenta, berat badan janin sesuai, lebih besar atau lebih kecil daripada usia kehamilan dapat diukur dengan USG. Tujuan: meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan ANC pada ibu hamil dan menilai kesejahteraan janin dalam kandungan dengan pemeriksaan USG gratis. Metode: dengan melakukan penyuluhan, didahului pretes, postes setelah penyampaian materi, diakhiri dengan pemeriksaan USG gratis. Peserta pengadian berjumlah 26 orang ibu hamil, yang berasal dari lingkungan sekitar pengabdian. Hasil: Nilai postes mengalami peningkatan dibandingkan nilai pretes, yaitu 95% dari 68%. Penyuluhan berjalan lancar dan semua peserta menunjukkan antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan peserta pengabdian. Pemeriksaan USG gratis diikuti oleh semua peserta pengabdian, dengan hasil normal dan janin sehat. Saat ANC, ibu hamil diberikan konseling tentang KB pasca persalinan (KBPP).  Kesimpulan: Penyuluhan meningkatkan pemahaman ibu hamil tentang pentingnya pemeriksaan ANC dan pemeriksaan USG gratis menunjukkan kesejahteraan janin baik. Pengabdian diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta pengabdian. Manfaat pengabdian sangat dirasakan oleh seluruh peserta pengabdian. Kata kunci: ante natal care; ibu hamil; penyuluhan; USG.  ABSTRACTProblem: The low understanding of pregnant women about the importance of ante natal care (ANC) poses a risk to the fetus in the womb. ANC examination with ultrasound examination provides more accurate information about the condition of the fetus. The size of the fetus is normal or not, the number of fetuses, the volume of amniotic fluid, the location of the placenta, the appropriate weight of the fetus, greater or less than the gestational age can be measured by ultrasound. Objective: to increase the understanding of pregnant women about the importance of ANC examination in pregnant women and to assess the welfare of the fetus in the womb with a free ultrasound examination. Methods: by conducting counseling, preceded by a pretest, posttest after the delivery of the material, ending with a free ultrasound examination. The trial participants totaled 26 pregnant women, who came from the community around the service. Results: The posttest score increased compared to the pretest score, which was 95% from 68%. The counseling went smoothly and all participants showed enthusiasm, it could be seen from the many questions from the service participants. Free ultrasound examination was attended by all service participants, with normal results and healthy fetuses. During ANC, pregnant women are given counseling about postpartum family planning (PPFP). Conclusion: Counseling increases the understanding of pregnant women about the importance of ANC examination and free ultrasound examination shows good fetal well-being. The service was enthusiastically followed by all the service participants. The benefits of service are felt by all service participants. Keywords: ante natal care; pregnant mother; counseling; ultrasound.
PENGABDIAN EVALUASI AKSEPTOR INTRA UTERINE DEVICE (IUD) INTERVAL DI MASA PANDEMI Ivanna Beru Brahmana; Shanti Wardaningsih
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.46 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4027

Abstract

ABSTRAKMasalah: Jenis KB Intra Uterine Device (IUD) merupakan metode KB Jangka Panjang (MKJP) yang banyak dipilih akseptor. Kebutuhan evaluasi pemakaian IUD diperlukan akseptor untuk mengetahui risiko ataupun keluhan yang dirasakan. Tujuan: melakukan evaluasi pemakaian IUD interval di masa pandemi ini dengan menjaga protokol kesehatan. Metode: Bentuk pengabdian berupa: 1. Penyuluhan tentang IUD dan kemungkinan keluhan yang dirasakan oleh akseptor secara online melalui media whatsapp (wa), sekaligus koordinasi kegiatan; 2. Anamnesis ada tidaknya keluhan keputihan dan memeriksa posisi IUD dengan pemeriksaan USG; dan 3. Penjelasan terhadap keluhan dan hasil pemeriksaan. Keluhan akseptor disampaikan dalam anamnesis yang dilakukan sebelum pemeriksaan, dan penjelasan dilakukan setelah pemeriksaan, sekaligus edukasi dan motivasi pada akseptor sesuai keluhan dan hasil pemeriksaan.  Pelaksanaan pengabdian dengan mematuhi protokol kesehatan, sehingga maksimal lima akseptor per hari pemeriksaan. Pengabdian dilakukan bertahap, hingga 27 akseptor IUD interval yang mendaftar sebagai peserta pengabdian seluruhnya terlayani. Hasil: Keluhan keputihan dirasakan oleh 48,1% (13/27) peserta, posisi IUD tetap berada dengan baik di dalam rahim didapatkan 92,6% (25/27) peserta, seluruh peserta 100% (27/27) merasa nyaman dan menyatakan pengabdian ini bermanfaat. Kesimpulan: Pengabdian di masa pandemi tetap bisa dilakukan dengan menjaga protokol kesehatan. Pengabdian pemeriksaan IUD interval dirasakan sangat bermanfaat bagi para peserta di masa pandemi. Kata kunci: akseptor; IUD interval; keputihan; pandemi. ABSTRACTProblem: Type of FP Intra-Uterine Device (IUD) is a long-term family planning method (MKJP). The need to evaluate the use of the IUD requires acceptors to determine the risk of complaint that is felt. Aim: To evaluate the use of IUDs during this pandemic has been done by maintaining health protocols. Methode: The service includes 1. Counseling about IUDs and possible complaints felt by online via WhatsApp (wa); 2. Anamnesis whether there are complaints of vaginal discharge and check the position of the IUD by ultrasound examination; and 3. Explanation of complaints and examination results. The acceptor's complaint is carried out before the examination, but after examination is the explanation. The service implementation adheres to health protocols so maximum acceptors is five per day of examination. The service up to 27 interval IUD acceptors who registered as community service participants. Results: Complaints of vaginal discharge were  48.1% (13/27) of participants. And also, the IUD position remained well in the womb were 92.6% (25/27) of participant. All participants 100% (27/27) felt comfortable and expressed used devotion. Conclusion: The service of interval IUD examinations was felt to be very beneficial for participants during a pandemic. Keywords: acceptor; interval IUD; vaginal discharge; pandemic.
EDUKASI PENCEGAHAN KANKER SERVIKS  SECARA PRIMER & SEKUNDER BAGI DOSEN FKIK UMY Ivanna Beru Brahmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1006.612 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.63

Abstract

Kanker serviks merupakan jenis kanker yang menduduki peringkat tertinggi yang diderita wanita Indonesia. Tidak kurang dari 15.000 kasus kanker serviks terjadi setiap tahunnya di Indonesia. Pencegahan kanker serviks dilakukan secara primer dan sekunder. Pencegahan primer dengan vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV), yang sekunder dengan pemeriksaan Pap Smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA). FKIK UMY sebagian besar dosen pengampu adalah dosen-dosen wanita. Memberikan edukasi tentang kanker serviks dengan upaya pencegahan primer dan sekunder. Bentuk pengabdian berupa: minisimposium dan tanya jawab tentang kanker serviks, pemeriksaan Pap Smear, dan vaksinasi HPV. Peserta awal direncanakan terbatas dosen putri di FKIK UMY, bertambah dengan hadirnya dosen non FKIK. Minisimposium dihadiri 55 (55/101) dosen putri FKIK UMY dan non FKIK, dari 101 peserta vaksinasi. Peserta vaksinasi adalah ibu dosen beserta putrinya, bisa dikatakan hampir 100% peserta vaksinasi terwakilkan. Pemeriksaan Pap Smear dilakukan di AMC 74,5% (38/51) dan 25,5% (13/51) di luar AMC. Sebanyak 39,47% (15/38) menyampaikan rasa takut sebagai alasan utama tidak melakukan pemeriksaan Pap Smear, diikuti rasa malu 26,32% (10/38), tidak sempat atau tidak punya waktu luang untuk melakukan pemeriksaan sebanyak 21,05% (8/38), dan lain-lain sebanyak 13,16% (5/38). Seratus persen peserta yang dimintai pendapatnya secara acak menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini sangat bermanfaat, dan kegiatan serupa perlu dilanjutkan untuk lingkup yang lebih luas. Simpulan berupa edukasi pencegahan kanker serviks bagi dosen wanita sangat perlu dilakukan. Pemeriksaan Pap Smear dan vaksinasi HPV perlu dilakukan lebih menyeluruh di lingkungan kampus UMY. Luaran pengabdian adalah publikasi di jurnal nasional
Pengkaderan Kelompok Peduli Kesehatan Reproduksi Wanita Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Reproduksi Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana; Inayati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.029 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.454

Abstract

Data Dinas Kesehatan Klaten, kejadian penyakit reproduksi wanita meningkat 3 tahun terakhir diKlaten, termasuk Kecamatan Bareng Lor, Klaten Utara. Penyebabnya adalah, tingkat pengetahuan yangkurang, malu konsultasi dan kesadaran berobat yang masih rendah. Kami bekerjasama denganMuhammadiyah Bareng Lor untuk memudahkan koordinasi. Tujuan pengabdian masyarakat inimeningkatkan pengetahuan dengan ceramah, pelatihan skrining dan pembentukan kelompok pedulikesehatan reproduksi wanita di wilayah Bareng Lor, Klaten Utara. Metode pelaksanaan kegiatan yaitusosialisasi kesehatan reproduksi wanita dengan ceramah, tanya jawab, pelatihan dan pemilihan kaderberdasarkan kriteria yang ditentukan. Kader terpilih 8 dari 51 peserta diharapkan dapat memberikanpenyuluhan kepada masyarakat dan menemukan kasus berisiko penyakit reproduksi. Awal kegiatan kadermenemukan 30 kasus wanita dengan resiko penyakit reproduksi dan menindaklanjuti pemeriksaan swabvagina, pemeriksaan ginekologi dan ultrasonografi. Hasil pemeriksaan ginekologi, semua wanita keputihandengan hasil mikrobiologi 7 peserta (24,14%) keputihan normal/fisiologis dan 75,16% keputihanpatologis. Hasil USG ginekologi 24 (80%) peserta normal dengan 5 IUD in situ, kehamilan 2 (6,67%),dan abnormal 4 (13,33%). Kesimpulan: skrining pemeriksaan kesehatan organ reproduksi secara dinidapat menemukan kasus serta melakukan tindaklanjut untuk menurunkan angka kesakitan dankematian. Kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dengan meningkatnya kesadaran masyarakatterhadap kesehatan reproduksi dan meningkatkan kunjungan ke pelayanan kesehatan.
Desa Peduli Peri (Pembinaan Dan Edukasi Penyakit Reproduksi Infeksi) Di Desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten Inayati Inayati; Ivanna Beru Brahmana; Ana Majdawati
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.871 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.478

Abstract

Keputihan merupakan keadaan yang alami atau patologis sebagai gejala penyakit yang tidak disadarimasyarakat. Keputihan patologis disebabkan infeksi gonorrea sekitar 6,89 %. Tenaga kesehatan masihkurang mampu melakukan pemeriksaan swab vagina untuk deteksi infeksi reproduksi dengan keputihan.Pengetahuan masyarakat tentang keputihan patologis dan ketrampilan tenaga kesehatan melakukanpemeriksaan swab vagina perlu ditingkatkan. Metode ceramah bagi masyarakat dan pembentukankelompok peduli PERI (Pembinaan Dan Edukasi Penyakit Reproduksi Infeksi) dan pelatihan ketrampilanpemeriksaan swab vagina bagi 11 orang tenaga kesehatan. Peserta ceramah dan pemeriksaan swab vaginadilakukan pada 32 orang masyarakat desa Tempursari, Kecamatan Ngawen, Klaten Nilai pengetahuaninfeksi reproduksi masyarakat masih rendah, nilai rata-rata pretest dan post test 44 dan 52. Kelompok Peduli Peri telah terbentuk. Pelatihan pemeriksaan Swab Vagina bagi tenaga kesehatan , hasil nilai rata-rata ketrampilan baik yaitu 89,7. Hasil pemeriksaan swab vagina ditemukan 30 orang dengan bakteri patogenik dan 2 orang normal dan ditindaklanjuti sebagai temuan kasus dan konsultasi dokter.Pengetahuan masyarakat dan kesadaran pemeriksaan swab vagina perlu ditingkatkan untuk mengetahuipenyebab keputihan sehingga pengobatan tepat. Pencapaian upaya deteksi kesehatan reproduksi daninfeksi meningkat berupa temuan kasus baru sehingga menekan angka kesakitan keputihan patologis padawanita dan tercapai kesehatan reproduksi lebih baik di wilayah Puskesmas Ngawen Klaten
PEMBERDAYAAN GENERASI MILENIAL 4.0 SEBAGAI PEER MENTOR TEMAN SEBAYA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Inayati Inayati; Ana Majdawati; Ivanna Beru Brahmana
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 3. Kesehatan Keluarga dan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.916 KB) | DOI: 10.18196/ppm.43.577

Abstract

Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) adalah kesehatan sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja. Populasi dunia 50% remaja < 25 tahun dan 20-25% remaja penderita HIV. Infeksi menular seksual terjadi pada remaja perempuan 15-29 tahun . Remaja memerlukan ketersediaan pelayanan kesehatan reproduksi . Perkembangan Iptek mempengaruhi remaja berimajinasi dan perlu difasilitasi dalam mengakses sehingga menjadi remaja generasi milenial 4.0 yang kompeten . Tujuan : pemberdayaan generasi milenial 4.0 dalam KRR dengan pembentukan dan pemberdayaan kelompok peduli KRR ( KP- KRR) yang dibekali pelatihan pembuatan media ajar tentang KRR untuk memberikan kegiatan peer mentoring teman sebaya pada 30 orang remaja Karang Taruna, Nasyiatul Aisyiyah (NA), dan Nahdlatul Ulama (NU). Hasil pengabdian terdapat beberapa media ajar meliputi poster, brosur, aplikasi Kahoot dan Google Form dengan nilai kelayakan rata-rata 12, 2 ( rentang nilai 0 – 15). Hasil Peer mentoring KP-KRR teman sebaya menggunakan media ajar yang dibuat mampu meningkatkan pengetahuan KRR dengan nilai rata-rata pretes 35,7 dan posttest 72,8.