Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Benih Mandiri untuk Meminimalisir Biaya dan Ketergantungan pada Kegiatan Pembesaran Ikan Nila Serdiati, Novalina; Nasmia, Nasmia; Antara, Made; Tahya, Akbar Marzuki; Safir, Muhammad
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 9, No 2: Oktober 2023
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v9i2.22474

Abstract

The village of Tulorantea is one of the villages where the community is engaged in tilapia fish farming. The tilapia fingerlings used are generally imported from other regions at a relatively high cost ( Rp. 1000/individual with a size of 3-5 cm), and they are often ordered in large quantities. This situation poses a threat to the sustainability of small-scale tilapia farming. In addition, the profits obtained by fish farmers at the end of the cultivation period are relatively low. One of the efforts to address this issue is the use of self-produced fingerlings. This can be achieved successfully if the breeding process of tilapia is well understood by the farmers. Therefore, the purpose of this community service is to provide farmers with an understanding of the proper methods for tilapia breeding to produce self-produced fingerlings and strategies for marketing quality fishery products. This activity is conducted in the form of counseling, with participants from the village government and fish farmers. Two weeks after the counseling, 100 potential breeders (25 males and 75 females) and net cages for acclimatizing the potential breeders are handed over to the fish farmers. The results of the activity show that the fish farmers are very enthusiastic about participating in the program and becoming involved in tilapia breeding to produce self-produced fingerlings to support their farming activities. In conclusion, problem-based counseling activities aimed at addressing the challenges faced by fish farmers have increased the enthusiasm of fish farmers in their efforts to achieve optimal production.
Optimalisasi Tambak Ikan Bandeng Non-Produktif dengan Budidaya Gracilaria Sp sebagai Solusi Kelangkaan Pupuk bagi Petani Tambak Safir, Muhammad; Tahya, Akbar Marzuki; Serdiati, Novalina; Rusaini, Rusaini; Mangitung, Seftina Fifi
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 10, No 2: Oktober 2024
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v10i2.27393

Abstract

The enactment of PERMENTAN Number 10 of 2022 (Ministerial Regulation of Agriculture), which serves as a reference, indicates that pond farmers do not have the right to receive subsidized fertilizers. Additionally, the scarcity and rising prices of non-subsidized fertilizers in the market have led to a decrease in the productivity of fish and shrimp ponds, particularly those managed using conventional systems. This situation has also resulted in a decline in the income of the community as business actors. The objective of this community service activity is to provide guidance on cultivating Gracilaria sp. seaweed as one of the potential commodities that can be developed to maximize pond productivity. The socialization materials about seaweed Gracilaria sp. and its cultivation include preparation stages, seed spreading, monitoring, fertilization, harvesting, drying, storage in warehouses, and seaweed packaging. The results of this activity show the participants' enthusiasm to experiment with seaweed cultivation in one of the participants' ponds. Once it grows well, other farmers will begin to cultivate it. Farmers have understood about Gracilaria sp. seaweed and its cultivation, and they desire the realization and support of seaweed cultivation.
Perkembangan Molting Kepiting Bakau yang dikondisikan dalam Siklus Gelap-Terang Pada Wadah Pemeliharaan Resirkulasi Tertutup Tahya, Akbar Marzuki; Ikbal; Sunarti
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i2.829

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) mengalami proses molting sebagai bagian penting dalam pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya. Molting merupakan fenomena fisiologis yang kompleks, dipengaruhi oleh faktor internal seperti kontrol hormonal dan faktor eksternal seperti lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi fotoperiode terhadap percepatan molting kepiting bakau dengan mengamati retraksi epipodit, retraksi kutikula, kadar glukosa, dan pertumbuhan bobot. Percobaan dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan periode gelap dan terang (T12G12: Terang 12 jam, Gelap 12 jam; T10G14: Terang 10 jam, Gelap 14 jam; T8G16: Terang 8 jam, Gelap 16 jam; T6G18: Terang 6 Jam, Gelap 18 jam; dan T4G20: Terang 4 Jam, Gelap 20 jam), dengan tujuh kali ulangan sehingga diperoleh 35 unit percobaan. Kepiting dipelihara dalam ruangan dengan pencahayaan yang dikontrol menggunakan lampu 9 Watt dan diukur menggunakan lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan fotoperiode berpengaruh terhadap progres molting. Retraksi kutikula mulai diamati pada hari ke-10 pada perlakuan T12G12 dan T10G14. Selain itu, perlakuan T10G14 (10 jam terang, 14 jam gelap) menghasilkan pertumbuhan bobot tertinggi, yaitu 3,618 gram selama pemeliharaan. Dengan demikian, fotoperiode optimal dapat digunakan sebagai strategi untuk mempercepat molting dan meningkatkan pertumbuhan kepiting bakau dalam sistem budidaya terkontrol.
Physiological Response and Growth of Nile Tilapia Oreochromis Niloticus Fed with Feed Containing Fermented Banana Peel Flour: Peubah Fisiologis dan Pertumbuhan Ikan Nila Oreochromis niloticus yang diberi Pakan mengandung Tepung Kulit Pisang Terfermentasi Tahya, Akbar Marzuki; Serdiati, Novalina; Safir, Muhammad; Ibrahim, Fadhila A; Yusuf, Sunarti; Jamaluddin, Ruqayyah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 26 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v26i2.2025.92-100

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan budidaya terutama pada skala intensif salah satunya ditentukan oleh pakan buatan. Karenanya, pakan buatan menghabiskan porsi terbesar biaya operasional dalam suatu kegiatan budidaya. Penelitian tentang penggunaan bahan pakan alternatif banyak dilakukan untuk menekan besarnya biaya pakan ikan. Salah satunya adalah pemanfaatan limbah kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat untuk melihat pertumbuhan dan respon fisiologis ikan nila yabf diberi pakan mengandung tepung kulit pisang yang difermentasi Saccharomycess cerevisiae sehingga mendapatkan informasi yang lebih dalam mengenai potensi tepung kulit pisang terfermentasi untuk dijadikan bahan baku pakan menggantikan bahan baku pakan import yang memiliki harga tinggi seperti tepung ikan dan kedelai. Kulit pisang yang digunakan adalah jenis pisang kepok matang yang dihaluskan dan difermentasi denga ragi roti S. cerevisiae sebanyak 2%. Dosis yang digunakan adalah 0%, 10%, 15% dan 20%. Parameter yang diujikan adalah pertumbuhan bobot mutlak, TKO, gula darah dan IHS. pertumbuhan bobot mutlak, TKO, gula darah dan IHS terbaik terlihat pada perlakuan 15% kemudian diususl oleh perlakuan 20%, 10% dan terakhir adalah kontrol 0%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa tepung kulit pisang terfermentasi dapat dijadikan sebagai bahan baku pakan untuk mengurangi penggunaan bahan baku pakan import seperti tepung ikan dan tepung kedelai.
Fermented Feed with Different Concentration of Lactobacillus sp. on the Growth of Whiteleg Prawn (Penaeus vannamei): Pengaruh Konsentrasi Probiotik (Lactobacillus sp.) Berbeda dalam Pakan Komersil Terfermentasi terhadap Pertumbuhan Udang Kaki Putih (Penaeus vannamei) Geonges, Andika; Nasmia, Nasmia; Tahya, Akbar Marzuki; Rosyida, Eka; Safir, Muhammad; Rukka, Andi Heryanti; Madinawati, Madinawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 25 No. 1 (2024): Jurnal Ilmiah AgriSains
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v25i1.2024.11-20

Abstract

Probiotik, sebagai mikroorganisme hidup yang memberikan manfaat kesehatan bagi inangnya ketika diberikan dalam jumlah yang sesuai, memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pakan dan kesehatan udang, serta memperbaiki kualitas lingkungan perairan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konsentrasi probiotik (Lactobacillus sp.). dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan udang kaki putih (Penaeus vannamei). Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari pada bulan Oktober-November 2022. Penelitian ini menggunakan metode rancagan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu penambahan probiotik Lactobacillus sp. dengan konsentrasi berbeda dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Data laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, dan kelangsungan hidup dianalisi ragam (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan diuji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Data diolah menggunakan program software Microsoft Excel 2010 dan Minitab 16. Hasil analisis ragam (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% menunjukkan bahwa penambahan probiotik bakteri Lactobacillus sp. dengan konsentrasi berbeda dalam pakan komersil terfermentasi berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan spesifik udang kaki putih. Penggunaan probiotik Lactobacillus sp. pada pakan dengan konsentrasi 16% menghasilkan laju pertumbuhan spesifik tertinggi sebesar 6,02±0,36%, rasio konversi pakan terendah sebesar 1,73±0,18 dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 75%.
EVALUASI PENAMBAHAN TEPUNG KULIT PISANG TERFERMENTASI TEHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Yusuf, Sunarti; Riana, Andi Dyna; Tahya, Akbar Marzuki; Djamaluddin, Ruqayyah
Jurnal Riset Akuakultur Vol 17, No 3 (2022): (September) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Jembrana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jra.17.3.2022.169-178

Abstract

Penggunaan bahan aditif dari produk limbah pertanian pada pakan ikan adalah salah satu solusi untuk menekan tingginya biaya pakan di system budidaya ikan. Tujuan penelitian adalah untuk melihat potensi pemberian tepung kulit pisang kepok (Musa paradisiaca) yang difermentasi ragi roti Saccharomyces cerevisiae sebagai feed additive pada benih ikan nila. Bahan yang digunakan adalah kulit pisang kepok matang yang difermentasi dengan S. cerevisiae. Hewan uji yang digunakan adalah benih ikan nila dengan bobot 2-3 g. Hewan uji diberi pakan tiga kali sehari menggunakan pakan yang mengandung tepung kulit pisang terfermentasi sesuai perlakuan yaitu A (0%), B (10%), C (15%), dan D (20%) sebanyak 5% dari bobot tubuh. Parameter yang diamati meliputi perubahan nutrisi pada kulit pisang kepok yang difermentasi, kelangsungan hidup, dan laju pertumbuhan mutlak benih ikan nila.  Hasil analisis proksimat pada fermentasi kulit pisang menunjukkan perubahan pada semua komponen nutrisi yang diamati meliputi nilai kandungan air yang relatif konstan pada semua hari, kadar abu mengalami sedikit peningkatan dari 0,910% menjadi 1,103%, kandungan lemak mengalami penurunan dari 1,265% menjadi  0,766%, kandungan protein mengalami peningkatan di hari pertama yaitu 13,304%, dan karbohidrat mengalami fluktuasi hingga mengalami penurunan drastis hari pertama kemudian cenderung mengalami peningkatan pada hari ke-4 hingga ke-5. Tingkat pertumbuhan mutlak, feed conversion ratio, dan efisiensi pemanfaatan pakan memperlihatkan nilai yang tidak berbeda nyata pada semua perlakuan (P>0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada pakan buatan mampu mencukupi kebutuhan benih ikan nila untuk melakukan pertumbuhan tetapi penambahan kulit pisang kepok yang difermentasi dengan S. cerevisiae tidak menunjukkan dampak yang signifikan pada benih ikan nila.The application of agricultural by-products as fish feed additives is one of the environmentally-friendly solutions to reduce the cost of feed in aquaculture. The purpose of the research was to examine the potential usage of banana peel flour from Musa paradisiaca fermented using Saccharomyces cerevisiae as a feed additive for farmed tilapia fish. The treatments were the addition of different amounts of matured banana peels flour fermented with S. Cerevisiae in the feed, i.e., treatment A (0%), B (10%), C (15%) and D (20%). Other ingredients in the feed were maintained at constant proportions. The test animals used were tilapia fish fries weighing 2-3 g. The test animals were fed with the feed treatments at 5% of body weight three times a day. The parameters observed included changes in nutritional values of the fermented banana peel flour and the survival rate and absolute growth rate of tilapia fry. The proximate analysis of the fermented banana peels showed value changes in all observed nutrient components, including a slight increase in ash content from 0.910% to 1.103%, a decrease in fat content from 1.265% to 0.766%, an increase in protein content in the first day, i.e., 13.304%, and fluctuations in carbohydrate content which exhibited a drastic decrease on the first day and then tended to increase in the fourth and fifth days. Only water content values showed a relatively constant value on all days. The absolute growth rate, feed conversion ratio, and feed utilization efficiency showed no significant difference in all treatments (P>0.05). This study concludes that the overall nutrient content in the artificial feed is sufficient to meet the growth development of tilapia fry. Despite that, there was no significant growth improvement of tilapia fry due to the addition of fermented banana peels with S. cerevisiae.