Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Effectiveness of song-and-movement creative arts on children’s motor skills during the transition to Primary School Palupi, Warananingtyas; Novitasari, Danella Ayu; K.P., Alyana Suciparasati; Rahmawati, Anayanti; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Kusumadewi, Nurul; Sholeha, Vera; Ricardos, Glenn Webforges D.
Journal of Early Childhood Care and Education Vol. 9 No. 1 (2026): (In Progress)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jecce.v9i1.14930

Abstract

Purpose – Gross motor readiness is an important but often undervalued aspect of children’s transition from early childhood education to primary school. Although song-and-movement activities are widely used in Indonesian PAUD settings, their effects on children’s gross motor readiness are still rarely tested through structured intervention and standardized indicators. This study therefore examined the effectiveness of a structured song-and-movement intervention on gross motor development among preschool children during the transition to primary school. Design/methods/approach – A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used with 16 children aged 5–6 years in a PAUD institution in Karanganyar, Indonesia. The intervention was conducted over 8 weeks in 16 sessions using the “Aramsamsam” song-and-movement activity. Gross motor skills were assessed through five indicators: balance, strength, agility, coordination, and flexibility. Data were analysed using Shapiro-Wilk and paired-samples t-test. Findings – Children’s mean gross motor score increased from 8.81 (SD = 2.316) at pretest to 14.75 (SD = 3.088) at post-test. The difference was statistically significant (t = -20.102, df = 15, p < .001), with a very large effect size (Cohen’s d = 5.026; Hedges’ g = 4.899). The largest gains were found in coordination (1.43) and balance (1.37). Research implications/limitations – The findings suggest that structured rhythm-based movement activities may enhance motor readiness during school transition. However, the absence of a control group limits causal interpretation. Further randomized studies are recommended. Practical implications – Structured rhythm-based movement activities can be incorporated into early childhood classrooms as a playful strategy to support children’s motor readiness for school transition. Originality/value – This study contributes empirical evidence from Indonesia on the role of rhythm-structured song-and-movement activities in enhancing specific gross motor domains during the transition to primary school.
STRATEGI ORANG TUA DAN GURU MENGEMBANGKAN KEAKSARAAN AWAL KELOMPOK B SELAMA PANDEMI COVID-19 Dewi, Vivi Septa; Pudyaningtyas, Adriani Rahma; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 11, No 2 (2023): Kumara Cendekia
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i2.60201

Abstract

Kemampuan keaksaraan awal penting untuk dikembangkan sejak dini karena menjadi dasar kemampuan dalam membaca dan menulis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) strategi orang tua (kegiatan, metode, media, dan cara evaluasi) dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan awal kelompok B selama pandemi Covid-19, (2) strategi guru (kegiatan, metode, media, dan cara evaluasi) dalam mengembangkan kemampuan keaksaraan awal kelompok B selama pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini  adalah sebagai berikut, Pertama, strategi yang dilakukan oleh orang tua yaitu dengan memberikan kegiatan melihat video YouTube dan bermain menggunakan media permainan huruf. Orang tua mengajarkan keaksaraan awal secara bertahap mulai dari mengenal bentuk dan bunyi huruf sampai anak dapat membaca dan menulis awal. Media yang digunakan orang tua yaitu video YouTube, permainan huruf, dan buku. Orang tua melakukan evaluasi dengan cara tebak-tebakan huruf. Kedua, strategi guru dalam mengembangkan keaksaraan awal anak yaitu mengeja bersama melalui video dan foto, meniru tulisan, menyebutkan huruf sesuai nama hari, membentuk plastisin menjadi huruf, dan melaksanakan program permata baca. Guru menggunakan metode tanya jawab, pemberian tugas, dan pembiasaan. Guru menggunakan media video, foto, papan tulis, plastisin, dan buku permata baca. Guru melakukan evaluasi dengan cara memfoto hasil pekerjaan anak dan hasil perkerjaan anak yang dikumpulkan.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN EMOTION DIARY SEBAGAI STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI PADA ANAK Tito, Hanna Theodora; Syamsuddin, Muhammad Munif; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.69216

Abstract

Emosi merupakan pusat dalam kehidupan manusia. Sejak usia dini anak-anak sudah menunjukkan berbagai emosi dalam situasi sosial melalui pesan non verbal (misalnya menangis, berteriak, memukul). Untuk mengelola emosi yang kuat ini, anak-anak perlu belajar bagaimana mengatur emosi mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kemampuan regulasi emosi anak sebelum dan sesudah menggunakan emotion diary. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental. Penelitian eksperimental ini mengikuti one group pre-test post-test design dengan partisipasi dua puluh dua siswa TK usia 4-5 tahun. Regulasi emosi anak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (ρ ≤ 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotion diary cukup efektif untuk 2 siswa, kurang efektif untuk 12 siswa, dan tidak efektif untuk 8 siswa. Selain itu skor n-gain dalam penelitian ini mencapai 41,99 yang berarti emotion diary mampu meningkatkan regulasi emosi anak dalam kategori sedang. Hal ini mengindikasikan penggunaan emotion diary memiliki banyak manfaat yang dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosi pada anak usia 4-5 tahun. Maka penting bagi pelaku pendidikan di bidang anak usia dini untuk mendukung dan membantu anak dalam meningkatkan kemampuan regulasi emosi mereka.
PENGGUNAAN MEDIA DADU LITERASI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN Selviana, Sela; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99395

Abstract

Kemampuan berbicara pada anak usia dini dilakukan untuk bersosialisasi dengan cara komunikasi secara lisan untuk mengutarakan ide dan gagasannya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan berbicara anak belum optimal ketika pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media dadu literasi terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif dengan desain eksperimen One Group Pre-test-Post-test Design. Subjek penelitian terdiri dari 17 anak berusia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes lisan dan tes unjuk kerja. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan uji normalitas dan uji Paired Sample t-Test  pada taraf signifikansi 0,05 dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan media dadu literasi memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara dengan nilai signifikasi sebesar 0,000 (sig<0,05). Penggunaan media ini juga menyebabkan peningkatan rata-rata nilai pre-test dari 14,00 menjadi 21,12 pada post-test. Berdasarkan data tersebut, media dadu literasi terbukti berpengaruh terhadap kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun sehingga dinilai efektif.
PENGARUH METODE STORYTELLING TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN ANAK USIA 5-6 TAHUN Widyastuti, Widyastuti; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106648

Abstract

Perubahan sosial dan budaya merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam masyarakat yang terus berkembang. Penelitian ini dilakukan karena adanya perilaku sopan santun pada anak usia dini yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode storytelling terhadap perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu (quasi eksperimental research) dengan pendekatan kuantitatif serta menggunakan desain one group pretest posttest design. Sumber data penelitian ini meliputi perilaku sopan santun anak usia 5-6 tahun serta pengaruh metode storytelling dengan menggunakan boneka jari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 30 anak. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik observasi behavioral checklist untuk mengamati dan mencatat perilaku sopan santun anak sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. Teknik uji validitas yang digunakan adalah uji validitas isi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan treatment atau perlakuan dan sesudah diberikan treatment atau perlakuan. Implikasinya, teknik bercerita adalah cara yang ampuh untuk membentuk karakter anak dan dapat berpengaruh pada perkembangan pribadi anak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode storytelling berpengaruh positif terhadap perilaku sopan santun terhadap anak usia 5-6 tahun.
ANALISIS PELAKSANAAN PROSES PEMBELAJARAN PAUD MENUJU SEKOLAH RAMAH ANAK DI KOTA SURAKARTA Anggraini, Gita; Palupi, Warananingtyas; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.65183

Abstract

Sekolah ramah anak merupakan sekolah yang menciptakan kondisi lingkungan yang nyaman, aman dan menyenangkan sehingga dapat memberikan pelayanan berupa fasilitas dalam mengembangkan potensi yang dimiliki anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan proses pembelajaran PAUD yang sudah berdeklarasi menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Surakarta. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian survey. Penelitian ini termasuk kategori deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Lembaga PAUD / TK yang sudah berdeklarasi menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Surakarta dengan 30 guru sebagai responden penelitian. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling dengan kriteria sampel sekolah yang berdeklarasi menuju sebagai Sekolah Ramah Anak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket/kuesioner dan wawancara. Uji instrumen menggunakan validitas isi dan konstruk berupa uji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil  penelitian menunjukkan nilai skor pengolahan data pada Lembaga PAUD/TK yang sudah berdeklarasi menuju Sekolah Ramah Anak di Kota Surakarta dengan Jumlah subjek 30 guru PAUD berada pada persentase 94,522% dengan kriteria sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum guru telah melaksanakan proses pembelajaran di PAUD yang sudah berdeklarasi menuju Sekolah Ramah Anak di kota Surakarta dengan sangat baik.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR SIMBOLIK MELALUI MEDIA BILIK PINTAR PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Bazighoh, Putri Nabilah Almas; Sholeha, Vera; Rasmani, Upik Elok Endang
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.100477

Abstract

Kemampuan berpikir simbolik penting bagi anak usia dini karena berkaitan dengan pemahaman terhadap lambang, seperti huruf dan angka. Namun, kemampuan ini masih belum berkembang optimal pada sebagian anak, ditunjukkan dengan kesulitan memahami dan menggunakan simbol dalam kegiatan bermain. Penelitian ini bertujuan mengkaji penggunaan media bilik pintar sebagai alternatif untuk mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di salah satu PAUD Kota Surakarta. Subjek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di salah satu PAUD Kota Surakarta yang berjumlah 21 anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Mc Taggart yang merupakan pengembangan dari Kurt Lewin. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tiga kali pertemuan. Wawancara, observasi, tes dan dokumentasi adalah Teknik pengumpulan data yang digunakan. Teknik uji validitas data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan menggunakan model analisis dari Miles dan Huberman yang meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap indikator kemampuan berpikir simbolik anak, meliputi penggunaan benda sebagai simbol, pengenalan huruf dan angka, pemahaman makna simbol, serta ekspresi ide melalui simbol. Media bilik pintar terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP DISIPLIN DIRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Nafiah, Sarah Sausan; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100496

Abstract

Usaha dalam proses pendidikan menuju jenjang selanjutnya disebut dengan masa transisi. Keberadaan masa transisi menjadi bagian penting dalam kesiapan sekolah untuk beradaptasi di sekolah dasar. Kesiapan sekolah diwujudkan melalui proses pemenuhan masa transisi yang optimal dengan memerhatikan adanya beberapa dimensi kesiapan sekolah anak, salah satunya adalah disiplin diri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun karena pelaksanaannya masih belum optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian berjumlah 21 anak kelompok B di salah satu TK di Kecamatan Banjarsari. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan lembar instrumen behavioral checklist. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilks dengan teknik paired sample t-test. Analisis data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test meningkat lebih signifikan sebesar 25.71 dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test yaitu 17.19. Hasil uji t memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 <0,05 yang diartikan terdapat perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun. Pendekatan self-regulated learning dapat dijadikan sebagai bahan referensi keilmuan mengembangkan disiplin diri anak dalam memaksimalkan masa transisi menuju tahapan selanjutnya.
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM Adzani, Hafidzah Nur; Dewi, Nurul Kusuma; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.64842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran STEAM. Penelitian dilakukan di Surakarta dengan subjek penelitian adalah guru PAUD yang telah menerapkan STEAM dikelasnya. Jenis penelitian merupakan kuantitatif korelasi menggunakan dua instrument kuesioner yaitu kuesioner kompetensi pedagogik dan kuesioner pembelajaran STEAM sebagai teknik pengumpulan data. Hasil yang diperolah pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antar hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD dan penerapan pembelajaran STEAM dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Tingkat hubungan berada pada kategori sedang dengan nilai pearson correlation sebesar 0,446 dan bersifat positif yang dapat disimpulkan apabila guru dengan kompetensi pedagogik semakin tinggi maka telah menerapan pembelajaran STEAM dikelas yang semakin baik dan sebaliknya jika guru dengan kompetensi pedagogik rendah maka belum menerapkan pembelajaran STEAM secara baik.
EFEKTIVITAS APLIKASI ENGLISH FOR KIDS TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KOSAKATA BAHASA INGGRIS Azzahra, Luthfia Rani; Sholeha, Vera
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101976

Abstract

Rendahnya penguasaan kosakata bahasa Inggris pada saat ini menghambat perkembangan bahasa anak untuk berkomunikasi secara global. Salah satu kurangnya penguasaan bahasa Inggris adalah kurangnya penggunaan media pembelajaran yang digunakan. Penggunaan media interaktif seperti aplikasi English For Kids diharapkan memberikan stimulasi dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris sesuai tahapan perkembangan anak usia 5-6 tahun. Populasi pada penelitian ini berjumlah 86 siswa usia 5-6 tahun. Sedangkan sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 22 siswa usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain one group design. Teknik pengumpulan data menggunakan tes lisan dan tes unjuk kerja. Teknik uji validitas dan uji reliabilitas yang digunakan adalah SPSS 25 for Windows dengan rumus Cronbach’s. Uji normalitas menggunakan shapiro-wilk menunjukkan data berdistribusi normal. Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh penggunaan aplikasi English For Kids terhadap kosakata Bahasa Inggris anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest adalah 36,41%, meningkat menjadi nilai rata-rata posttest dengan nilai 63,59%. Perbedaan tersebut mengindikasikan adanya pengaruh positif penggunaan aplikasi English For Kids terhadap kemampuan anak mengenal kosakata bahasa Inggris. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa aplikasi English For Kids efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata bahasa Inggris pada anak usia 5-6 tahun.