Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh Mendengarkan Murottal Al-Qur’an terhadap Tingkat Anxietas Ibu Hamil Trimester III di Rumah Sakit Sitti Khadijah Muhammadiyah I Cabang Makassar Asikin, M. Sabirin; Said, Masita Fujiko M.; Khalid, Nur Fadhillah; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Amalia, Rizki
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 1 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi murottal merupakan terapi pendengaran yang dapat digunakan untuk mengurangi kecemasan pada pasien. Mendengarkan lantunan murrotal dapat merangsang otak untuk memproduksi Gamma Amino Butyric Acid (GABA), yang berperan dalam mengurangi neurotransmiter yang terkait dengan kecemasan, depresi, dan stress. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mendengarkan murottal Al-Qur’an terhadap tingkat anxietas ibu hamil trimester III berdasarkan frekuensi pemberian 3 kali, 5 kali, dan 7 kali murottal Al-Qur’an dalam seminggu di RSIA Sitti Khadijah Muhammadiyah I Cabang Makassar tahun 2024. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental terhadap 30 responden yang merupakan ibu hamil trimester 3. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan nilai p sebelum dan setelah pemberian 3 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,083 > 0,05 sehingga tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Nilai p sebelum dan setelah pemberian 5 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,008 < 0,05 sehingga memiliki perbedaan yang signifikan. Dan nilai p sebelum dan setelah pemberian 7 kali murottal dalam 1 minggu yaitu 0,004 < 0,05 sehingga memiliki perbedaan yang signifikan. Maka dapat disimpulkan, terdapat pengaruh dan perbedaan signifikan pada pemberian murottal Al-Qur’an dengan frekuensi 5 kali, dan 7 kali dalam 1 minggu dalam menurunkan tingkat anxietas ibu hamil trimester 3.
Effects of omega-3-enriched eggs on HDL cholesterol: an in vivo study Sahabuddin, Ratu Balqis Naailah; Kamaluddin, Irna Diyana Kartika; Khalid, Nur Fadhillah; Gayatri, Sri Wahyuni; Masdipa, Andi
MEDISAINS: Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Kesehatan Vol. 23 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v23i3.28908

Abstract

Background: Low high-density lipoprotein (HDL) cholesterol remains an important risk factor for cardiovascular disease. Functional foods enriched with omega-3 fatty acids may offer a practical dietary approach to improving lipid profiles. Purpose: To evaluate the effects of omega-3 enriched eggs on HDL cholesterol levels in Wistar rats compared with regular eggs and a standard diet. Methods: Fifteen male Wistar rats were randomly assigned to three groups: control (standard diet), regular egg, and omega-3 enriched egg. Egg yolk preparations were administered orally via gastric gavage for 14 days. HDL cholesterol was measured before and after the intervention using an enzymatic colorimetric assay. Data were analyzed using paired t-tests for intragroup comparisons and one-way ANOVA with Tukey post-hoc testing for between-group differences. Results: The omega-3 enriched egg group showed a significant increase in HDL cholesterol (from 39.83 ± 6.08 to 66.32 ± 4.35 mg/dL; p = 0.001), while increases in the regular egg (p = 0.093) and control groups (p = 0.454) were not significant. ANOVA indicated significant differences among groups (F (2,12) = 6.308, p = 0.013), with post-hoc analysis confirming higher HDL levels in the omega-3 group compared with the control group (p = 0.011). Conclusion: Omega-3 enriched eggs elicited a substantial increase in HDL cholesterol compared with regular eggs and a standard diet, supporting their potential as a functional food for improving lipid profiles. Further studies with larger samples, extended intervention periods, and human participants are recommended to validate their clinical relevance.
The Relationship Between Social Media Education and Donor Motivation and the Prevalence of Voluntary Blood Donors in Makassar City Sodeali, Naufal Imtimad; Julyani, Sri; Pramono, Sigit Dwi; Irmayanti, Irmayanti; Khalid, Nur Fadhillah
Syifa'Medika Vol 16, No 2 (2026): Syifa Medika: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i2.10732

Abstract

Ketersediaan darah sangat bergantung pada partisipasi pendonor darah sukarela, namun di Indonesia, termasuk Kota Makassar, pasokan darah masih menghadapi tantangan keberlanjutan. Di era digital, media sosial berpotensi menjadi sarana edukasi kesehatan yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi donor darah, tetapi efektivitasnya dalam konteks lokal belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi melalui media sosial terhadap motivasi pendonor darah sukarela, hubungan motivasi pendonor dengan prevalensi pendonor darah sukarela, serta distribusi pemanfaatan media sosial oleh pendonor darah di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 98 pendonor darah dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur efektivitas edukasi media sosial dan tingkat motivasi pendonor, sedangkan data sekunder prevalensi pendonor diperoleh dari UTD PMI Kota Makassar dan UDD PMI Provinsi Sulawesi Selatan. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar sebesar 4,17%, melebihi standar minimal WHO. Sebagian besar responden memanfaatkan media sosial secara sering hingga sangat sering, dengan Instagram sebagai platform utama. Mayoritas responden menilai media sosial efektif sebagai sumber edukasi donor darah, dan tingkat motivasi pendonor berada pada kategori tinggi hingga sedang. Terdapat hubungan yang signifikan antara efektivitas penggunaan media sosial dan tingkat motivasi pendonor darah sukarela (p = 0,038). Edukasi melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan motivasi pendonor darah dan berkontribusi terhadap tingginya prevalensi pendonor darah sukarela di Kota Makassar.
PkM Penguatan Resiliensi Santri dengan Metode Thibbun Nabawi di Pondok Pesantren Wihdatul Ulum Yayasan Wakaf UMI Desa Bontokassi Gowa Ilma Khaerina Amaliyah; Bakhtiar, Ilma Khaerina Amaliyah; Khalid, Nur Fadhillah
Jurnal Pengabdian Kedokteran Indonesia Vol 7 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/20xm7674

Abstract

PkM Penguatan Resiliensi Santri dengan Metode Thibbun Nabawi di Pondok Pesantren Wihdatul Ulum Yayasan Wakaf Umi Desa Bontokassi Gowa. Pondok Pesantren Wihdatul Ulum merupakan salah satu pesantren binaan Yayasan Wakaf UMI yang berlokasi di Desa Borisallo, Kabupaten Gowa. Dalam sistem pendidikan pesantren, santri menjalani kehidupan yang padat dan penuh tuntutan spiritual serta akademik. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok mitra melalui edukasi dan pembentukan modul. Dengan pendekatan partisipatif dan teknologi tepat guna, mitra akan dibimbing untuk meningkatkan pengetahuan dan menggunakan modul serta membangun sistem yang berkelanjutan. Produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan resiliensi santri dan membangun ketahanan mental. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan dengan tahapan meliputi: sosialisasi & koordinasi awal, pelatihan dasar kesehatan mental islami, praktik modul santri tangguh, pembentukan sistem pendampingan internal, monitoring & evaluasi awal, finalisasi & penyerahan produk luaran.  Luaran kegiatan meliputi: (1) publikasi hasil kegiatan pada jurnal dan/atau media lokal, (2) dokumentasi video/foto dan poster sebagai sarana edukasi, (3) produk berupa modul santri tangguh, serta (4) terciptanya sistem ketahanan santri yang berkelanjutan. Melalui program ini, mitra diharapkan mampu meningkatkan resiliensi, mengembangkan keterampilan, dan menciptakan sistem ketahanan yang berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini tidak hanya mendorong peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membangun sistem ketahanan dalam skala lokal. Pengabdian ini menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan ketahanan mental dan kesejahteraan masyarakat.