Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Korban Hidup Pasca Kecelakaan Lalu Lintas Syahputra, Novriandi; Petrus, Asan
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i4.16956

Abstract

 Abstrak: Kecelakaan lalu lintas merupakan insiden tersering yang ditemukan setiap tahun nya dan dilaporkan sebagai penyebab kematian terbesar di dunia. Korban merupakan seorang laki-laki  umur 56 tahun, dirujuk ke RSUP H. Adam Malik untuk dilakukan pemeriksaan karena kecelakaan lalu lintas pada 16 Januari 2023 pukul 21.00 WIB. Pasien merupakan seorang pengendara sepeda motor yang hendak melintas dari arah Medan menuju Bagan Batu. Kejadian bermula saat pasien mengambil jalur terlalu ke kanan sehingga tidak memperhatikan satu unit mobil barang datang dari arah yang berlawanan hingga menyebabkan kecelakaan. Hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah luka robekan pada area mulut, pangkal hidung, pipi hingga  lengan kanan dan  temuan luka lecet pada bahu  dan dahi pasien. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa sebagai negara hukum, pentingnya melakukan kualifikasi derajat luka kecelakaan lalu lintas untuk mengetahui penyebab serta memberikan kebijakan yang lebih baik dalam menangani kasus korban hidup  kecelakaan lalu lintas. 
Kematian Akibat Gantung Diri Petrus, Asan; Panggabean, Roulina Ratih Suci
JURNAL PANDU HUSADA Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v4i3.16580

Abstract

Abstrak: Penggantungan, atau gantung diri (hanging) didefinisikan sebagai kematian akibat asfiksia oleh karena terhalangnya udara masuk ke saluran pernapasan yang diakibatkan tekanan eksternal pada leher oleh pengikat pada leher dengan kekuatan beban tubuh korban  yang digantung seluruhnya atau sebagian. Kematian akibat bunuh diri banyak terjadi pada usia muda dan produktif, yaitu 46% pada usia 25-49 tahun, dan 75% pada usia produktif (15-64 tahun). Cara bunuh diri terbanyak adalah dengan gantung diri sebesar 60,9%. Kami melaporkan suatu kasus kematian laki-laki, berkhitan, dewasa, dikenal, dengan panjang badan 170 cm, perawakan kurus, warna kulit kuning langsat, rambut pendek, warna hitam, lurus, tidak mudah dicabut. Dari hasil pemeriksaan luar diambil kesimpulan bahwa, penyebab kematian korban diduga mati lemas oleh karena terhalangnya udara masuk ke saluran pernapasan yang disebabkan tekanan tali di leher akibat gantung diri. 
PROFILE OF VICTIMS OF SEXUAL VIOLENCE CASES AGAINST WOMEN EXAMINED AT THE HOSPITAL. Dr.PIRNGADI MEDAN PERIOD JANUARY 2021 TO JUNE 2023 Sidauruk, Horas Ahmad; Sitepu, Agustinus; Marbun, Doaris Ingrid; Petrus, Asan; Lubis, Adriansyah
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jfmi.2024.5.2.11948

Abstract

Background: Forms of violence against women include physical, sexual, economic, political, and psychological violence that can be carried out by individuals, communities, and the state. The types of sexual violence that can occur are crimes, sexual violence (sexual violance) and obscenity. The purpose of this study is "Knowing the profile of victims of sexual violence cases against women examined at the hospital Dr.Pirngadi Medan for the period January 2021 to June 2023. Method: This study was conducted by collecting data using secondary data, all medical records of sexual violence against women examined at the Emergency Department of the Hospital. Dr. Pirngadi Medan on Cases of Sexual Violence Against Women in the period January 2021 to June 2023 and the data listed variables that will be studied in accordance with the specific objectives of this study. Results: The number of cases of sexual violence against women examined at Dr. Pirngadi Medan Hospital from January 2021 to June 2023 was 610 victims. The highest number of cases of sexual violence based on age was in the age group of adolescents 12-25 years as many as 508 victims with a percentage of 83.3%. The number of women who experienced cases of sexual violence based on marital status, as many as 599 victims, namely with unmarried status, with a percentage of 98.2%, and the lowest as many as 11 victims, namely with marital status with a percentage of 1.8%. K
Pengawetan Jenazah dalam Kurikulum D-III Keperawatan Poltekkes Kemenkes Kabupaten Dairi Petrus, Asan; Sitorus, Mega Sari; N.G.B, Melvin; Siregar, Azzahra Wiana Kartika; Wahyudi, Reza; Sitompul, Imelda Melvani; Annaufal, Sistiandra Agung; Feng, Angel; Nasution, Sabila Tobiyah
RENATA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Kita Semua Vol. 1 No. 2 (2023): Renata - Agustus 2023
Publisher : PT Berkah Tematik Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61124/1.renata.15

Abstract

Suku Batak memiliki budaya yaitu jika ada anggota keluarga yang meninggal dunia maka harus dilakukan upacara pemakaman. Upacara pemakaman ini membutuhkan waktu beberapa hari, sehingga menjadi suatu kebutuhan jenazah yang meninggal perlu diawetkan. Tujuannya adalah agar selama upacara berlangsung tidak tetrganggu oleh adanya aroma yang tidak sedap karena proses pembusukan. Proses pengawetan jenazah ini seringkali dilakukan oleh tenaga kesehatan yang dimintakan oleh masyarakat dalam merupakan perawat atau bidan yang ada di desa tersebut. Dalam proses pengawetan jenazah oleh tenaga keperawatan seringkali menimbulkan ketidakpuasan bagi anggota keluarga, namun hingga saat ini masalah tersebut belum dapat diselesaikan. Pengawetan jenazah sebenarnya adalah kompetensi dokter ahli forensik, namun hal tersebut belum terpenuhi dalam 50 tahun kedepan untuk melakukan pengawetan jenazah di tengah masyarakat. Oleh karena itu kami berharap bagaimana supaya tenaga medis dalam hal ini perawat dan bidan mampu melakukan pengawetan jenazah dengan baik sehingga dipandang perlu supaya materi pengawetan jenazah ada dalam kurikulum pendidikan keperawatan dan kebidanan agar permasalahan (ketidakpuasan masyarakat) diatas dapat teratasi dalam waktu 3-4 tahun kedepan. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian pemahaman kepada institusi pendidikan dan dinas terkait tentang kebutuhan masyarakat adanya pelayanan kesehatan terutama pengawetan jenazah. Selanjutnya, pemberian materi (mata kuliah) pengawetan jenazah dalam kurikulum pendidikan keperawatan di Poltekkes Kemenkes sebagai muatan lokal. Metode pelaksanaan kegiatan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Kegiatan PKM ini menghasikan berupa meningkatnya pemahaman peserta tentang pengawetan jenazah dan pentingnya pengawetan jenazah dalam kurikulum pendidikan D-III Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kabupaten Dairi
Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Ulna Pada Suku Batak Tahun 2024 GomGom Butar Butar; Asan Petrus; Adriansyah Lubis; Abdul Gafar Parinduri; Doaris Ingrid Marbun
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang ulna pada suku Batak. Metode yang digunakan adalah analitik korelasi dengan desain potong lintang, melibatkan 52 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Data dikumpulkan melalui pengukuran panjang tulang ulna kanan dan kiri, serta tinggi badan responden. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas, uji korelasi Pearson, dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara panjang tulang ulna dengan tinggi badan, dengan nilai p < 0,05. Dua variabel independen sekaligus (panjang tulang ulna kanan dan kiri) memberikan estimasi terbaik untuk tinggi badan, dengan nilai korelasi yang sangat kuat (r > 0,9). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu kedokteran forensik dan identifikasi jenazah, khususnya pada populasi suku Batak.
Menentukan Jenis Diatome Dengan Cara Destruksi Asam Pada Air Sungai Bingai Kabupaten Langkat Pada Tahun 2022 Arizona Siregar, Ibnu; Petrus, Asan; Gafar Parinduri, Abdul
Journals of Ners Community Vol 14 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2845

Abstract

Korban mati tenggelam hampir selalu didapati dari waktu ke waktu. Ini tidak mengherankan karena di sekeliling kita ada selokan, sumur, kolam, sungai, danau atau laut, bahkan ember berisi air atau bak kamar mandi. Banjir bukan hal yang jarang terjadi, baru saja kita menghadapi korban mati tenggelam dalam jumlah ratusan ribu orang akibat gelombang Tsunami. Pemeriksaan korban yang diangkat dari air di luar musim banjir atau bencana, adalah kematian yang diragukan sebagai peristiwa pembunuhan. Penting sekali penentuan apakah korban masih hidup waktu masuk ke air atau sudah mati baru ditenggelamkan.Diatom sebagai alat bantu diagnostic untuk menginvestigasi kasus tenggelam perlu diperiksa untuk mengetahui lokasi tempat tenggelamnya mayat sebelum meninggal, dengan cara membandingkan diatom yang terdapat di tubuh korban dengan diatom air tempat mayat tersebut ditemukan atau diduga sebagai tempat mayat tenggelam.Jenis penelitian dilakukan secara diskriptif analitik yaitu untuk mengetahui jenis diatom pada sungai Bingai di Kabupaten Langkat dalam membantu menentukan TKP korban tenggelam. Penelitian ini dilaksanakan di sungai Bingai. Populasi penelitian adalah diatom di sungai Bingai yang ada di Kabupaten Langkat. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah air sungai tersebut.penelitian ini jenis diskriptif yaitu untuk mengetahui jenis diatom pada sungai Bingai tahun 2022 dengan pengambilan sampel air sungai pada bagian Hulu, Tengah dan Hilir, kemudian dilakukan perlakuan secara destruksi asam, lalu disentrifuge dan kemudian dilihat dibawah mikroskop.Mendapatkan berbagai jenis diatome yang dilaporkan dalam bentuk table gambar serta tabulasi profil diatome berdasarkan bentuk yang dijumpai masing-masing stasiun.didapatkan berbagai jenis diatome dan Bentuk- bentuk diatom pada masing-masing stasiun.
Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Kaki pada Etnis Batak Karo Tahun 2024 Julanda, Baari Putra; Petrus, Asan; Lubis, Adriansyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i3.3250

Abstract

Body height is a basic unit for assessing growth and nutrition, but measuring body height can be hindered by muscle weakness, joint problems, or spinal deformities. Estimating a person's height is an important parameter in forensic examinations. An alternative method for measuring a person's height in forensic cases, as well as when human body parts are found at mass disaster sites, is to calculate height according to identification perspectives. Furthermore, estimating stature from skeletal fragments is also of great interest in forensic science. Anthropometry is a systematic measurement method that expresses human body and skeletal dimensions quantitatively. Anthropometry is often viewed as a traditional tool and may be a basic tool in biological anthropology. This is due to the increasing number of disaster events causing mass deaths that require victim identification from fragmented human remains. Footprint analysis helps in estimating an individual's stature because of the strong positive correlation between stature and foot size; footprints are also considered indicators of a person's skeletal and body structure. Method: This research is an analytical study with a cross-sectional design aimed at examining the relationship between foot length and body height in the North Sumatran community, aged 21-25 years, of Batak Karo ethnicity. Results: Foot length and body height in males and females have a significant relationship with a p-value < 0.05 (P = 0.001), with a very strong correlation level; r > 0.8 (0.800-1.000). Foot length has a strong correlation with body height, making foot length a good predictor of body height.
Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Kaki pada Etnis Batak Karo Tahun 2024 Julanda, Baari Putra; Petrus, Asan; Lubis, Adriansyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i3.3250

Abstract

Body height is a basic unit for assessing growth and nutrition, but measuring body height can be hindered by muscle weakness, joint problems, or spinal deformities. Estimating a person's height is an important parameter in forensic examinations. An alternative method for measuring a person's height in forensic cases, as well as when human body parts are found at mass disaster sites, is to calculate height according to identification perspectives. Furthermore, estimating stature from skeletal fragments is also of great interest in forensic science. Anthropometry is a systematic measurement method that expresses human body and skeletal dimensions quantitatively. Anthropometry is often viewed as a traditional tool and may be a basic tool in biological anthropology. This is due to the increasing number of disaster events causing mass deaths that require victim identification from fragmented human remains. Footprint analysis helps in estimating an individual's stature because of the strong positive correlation between stature and foot size; footprints are also considered indicators of a person's skeletal and body structure. Method: This research is an analytical study with a cross-sectional design aimed at examining the relationship between foot length and body height in the North Sumatran community, aged 21-25 years, of Batak Karo ethnicity. Results: Foot length and body height in males and females have a significant relationship with a p-value < 0.05 (P = 0.001), with a very strong correlation level; r > 0.8 (0.800-1.000). Foot length has a strong correlation with body height, making foot length a good predictor of body height.
Korelasi Antara Panjang Tangan dengan Tinggi Badan pada Suku Melayu Jambi Nia Maimuria; Asan Petrus; Adriansyah Lubis
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KEDOKTERAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrike.v4i3.6926

Abstract

Hand measurements are known to provide a good estimate of a person's height, which is particularly useful in the process of identifying human remains that are dismembered or separated due to various circumstances. Such conditions often occur during mass disasters, murders, airplane crashes, train collisions, and highway accidents. In forensic anthropology, hand length is one of the body measurements that can help estimate height when complete body parts are not available. This study aims to examine the relationship between hand length and height specifically in individuals from the Jambi Malay tribe, one of the ethnic groups in Indonesia. The research design used is analytic with a cross-sectional approach. The type of data used is primary data, obtained directly from 56 respondents belonging to the Jambi Malay tribe, both male and female. Statistical analysis showed that all independent variables — the length of the right and left hands, both in men and women, as well as without gender distinction — had a significant relationship with height. This is indicated by a P-value < 0.05 (P = 0.001). These results suggest that hand length can be a reliable predictor of height in this ethnic group. The study also highlights the importance of conducting further research involving other body parts and ethnic groups to support broader forensic identification efforts.
Increased Knowledge of General Practitioners Gunungsitoli Regional Hospital regarding Visum Et Repertum Petrus, Asan; Gafar, Abdul; Prayugo, Bambang; Hidayat; Pase, M.A
ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2022): ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/abdimastalenta.v7i2.6870

Abstract

Based on a survey we conducted in November 2019 at Gunungsitoli Regional Hospital regarding visum et repertum of bodies that were not good quality, this activity aimed to improve the skills of general practitioners at Gunungsitoli Hospital, especially those on duty in the Emergency Unit in making reports in the form of visum et repertum. with good quality. The method is implemented in the form of a lecture followed by a question and answer. Results: Based on interviews, questions and answers, observations and pre-test results (mean score of 58) and post-test (mean score of 86), during the activity, the results of the increase in understanding of general practitioners at Gunungsitoli Hospital in making visum et repertum. With a good visum et repertum report, it will make clear an incident of a criminal act that occurred so that the settlement of the case in court gives the fairest possible decision.