Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Kesulitan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Problem Based Learning (PBL) pada Materi Aljabar di Kelas VII SMP Swasta PAB 19 Manunggal Lisdawati Lisdawati; Ahmad Calam; Ainul Marhamah Hasibuan
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 3 (2026): September
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i3.985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti berbagai tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas tujuh di SMP Swab PAB 19 Manunggal dalam menyelesaikan soal-soal aljabar melalui pendekatan Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL); 2) memastikan faktor-faktor mendasar yang berkontribusi terhadap kesulitan siswa dalam memahami konsep aljabar. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif yang melibatkan 47 siswa kelas VII-1 dan VII-2 sebagai partisipan. Data dikumpulkan melalui penilaian soal-soal aljabar dan wawancara selanjutnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa berada dalam kisaran sedang, dengan nilai rata-rata 71,3, nilai maksimum 98, dan nilai minimum 50. Tantangan yang dihadapi siswa meliputi kesulitan dalam memahami prinsip-prinsip aljabar dasar, menafsirkan soal naratif, mengembangkan model matematika, dan menerapkan teknik pemecahan masalah prosedural. Tantangan yang dihadapi berasal dari unsur internal, termasuk berkurangnya motivasi belajar, kurangnya minat pada materi pelajaran, dan kurangnya kemampuan dalam operasi aritmatika dasar. Selain itu, pengaruh eksternal turut berkontribusi terhadap kesulitan-kesulitan ini, seperti kurangnya ketersediaan soal latihan, strategi pembelajaran yang tidak efektif, dan ketidakpahaman siswa terhadap model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL). Oleh karena itu, sangat penting untuk menerapkan strategi pembelajaran yang lebih efektif, memberikan bimbingan intensif, dan memastikan latihan berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal aljabar.
Pembinaan Literasi Dan Numerasi Untuk Anak Desa Dengan Pendekatan TaRL Ainul marhamah hasibuan; Ermawati Ermawati; Nur Amalia; Taufiq Soubri; Angga Wadana; Anggun Nabila Putri; Sulastri Sulastri; Widya Afri Shintya
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.441

Abstract

Siswa dapat mencapai tujuan masa depan mereka melalui pendidikan. Pendidikan dapat membantu setiap individu mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Setiap orang dapat mencapai potensi maksimalnya dalam hal kemampuan psikomotorik, emosional, atau kognitif. Memberikan pencerahan kepada orang agar mereka dapat bermanfaat adalah tujuan lain dari pendidikan. Setiap orang memiliki kesempatan untuk mengejar profesi yang mereka pilih melalui proses pembelajaran pendidikan. Harjanti P. (2024) mengutip Eko W.S. (2024). Melalui penggunaan strategi pembelajaran TaRL, program layanan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dan numerasi anak-anak di daerah pedesaan yang tidak memiliki akses ke pelajaran tambahan setelah sekolah. Anak-anak di desa diberikan kelas gratis untuk meningkatkan motivasi dan antusiasme mereka dalam belajar, yang membantu mereka menjadi lebih mahir dalam membaca dan numerasi. Pendekatan ini melibatkan pengajaran langsung dan bimbingan.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran CORE Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa SMPN 3 Stabat Utami Rahmasari; Dewi Purnama Sari; Ainul Marhamah Hasibuan
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15878

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji dampak penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 3 Stabat dalam topik analisis data dan ukuran tendensi sentral. Penelitian ini melibatkan 64 siswa dari kelas VIII-1 dan VIII-2, yang dipilih melalui cluster random sampling, dengan menggunakan Nonequivalent Control Group Design. Data dikumpulkan melalui skor pretest dan posttest kemampuan komunikasi matematis siswa, kemudian dianalisis menggunakan tes prasyarat dan uji hipotesis dengan bantuan SPSS. Temuan penelitian menegaskan bahwa siswa di kelas eksperimen memperoleh skor posttest rata-rata yang lebih unggul dibandingkan dengan mereka di kelas kontrol, dan hasil Independent Sample T-Test menunjukkan Sig. < 0,05. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, dan Extending) memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa di SMPN 3 Stabat.
Analisis Pemahaman Relasional Terhadap Siswa Kelas X Pada Materi Relasi dan Fungsi Tri Adinda Meiranti; Ainul Marhamah Hasibuan; Dewi Purnama Sari
ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/anargya.v8i2.15996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman relasional siswa kelas X pada materi relasi dan fungsi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Pemahaman relasional diartikan sebagai kemampuan untuk mengaitkan ide-ide dengan cara yang rasional dan berarti, bukan semata-mata mengingat langkah-langkah prosedural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 14 siswa kelas X di Yayasan Al-Imam Kelumpang Kebun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman relasional, wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada siswa yang berada pada kategori tinggi, 6 siswa (42,86%) berada pada kategori sedang, dan 8 siswa (57,14%) berada pada kategori rendah. Siswa kategori sedang mampu menguasai sebagian besar konsep dasar, namun belum sepenuhnya konsisten dalam mengaitkan konsep dan menggunakan berbagai representasi. Sementara itu, siswa kategori rendah cenderung menghafal prosedur tanpa memahami makna konsep, kurang mampu menghubungkan konsep dengan konteks nyata, serta pasif dalam komunikasi matematis. Faktor yang memengaruhi perbedaan tingkat pemahaman tersebut meliputi kemampuan berpikir logis, penguasaan konsep dasar, keaktifan dalam pembelajaran, serta pengalaman belajar sebelumnya yang lebih menekankan hafalan prosedural. Penelitian ini merekomendasikan pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar konsep dan aplikasi kontekstual untuk meningkatkan pemahaman relasional siswa.    
PERBANDINGAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DENGAN PENDEKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIS PADA MATERI SEGI EMPAT Ainul Marhamah Hasibuan; Nur Annisa; Salwa Jafira; Yuda Tri Ananda; Risky Ramadhan
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 18 No. 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/06eb7z42

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan peningkatan kemampuan representasi matematis siswa kelas rendah pada materi segi empat antara pendekatan Pembelajaran Matematika Realistis (PMR) dengan pembelajaran konvensional. Metode: Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar, yang terbagi dalam kelas kontrol dan kelas eksperimen. Instrumen yang digunakan berupa tes kemampuan representasi matematis yang mencakup tiga indikator: representasi visual, simbolik, dan verbal pada materi segi empat (persegi dan persegi panjang). Data dianalisis menggunakan uji N-Gain untuk melihat peningkatan kemampuan representasi matematis antara pretest dan posttest. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan pendekatan PMR memiliki peningkatan (N-Gain) kemampuan representasi matematis yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan siswa pada kelompok kontrol dengan pembelajaran konvensional. Simpulan: Penggunaan konteks nyata dan proses matematisasi dalam PMR efektif dalam memfasilitasi siswa untuk beralih antar representasi, yang merupakan inti dari kemampuan representasi matematis. Pendekatan PMR direkomendasikan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa kelas rendah pada materi segi empat.
Pengaruh Pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Pada Materi Pecahan Ainul Marhamah Hasibuan; Siti Nuraida; Zakia Hanifatun Nisa; Nabilah Sakhi; Ridha Yani
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 3 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i3.1168

Abstract

Mathematical problem-solving skills are one of the important competencies that elementary school students must have, especially in learning mathematics on fractions. However, in reality, these skills are still relatively low, partly due to the use of learning approaches that lack context. This study aims to determine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) approach on the mathematical problem-solving skills of fifth-grade elementary school students on fractions. This study used a quantitative approach with a quasi-experimental method and a non-equivalent control group design. The study was conducted at PAB 29 Manunggal Private Elementary School with a sample of 27 students from fifth grade classes A and B. Class V A, as the experimental class, was given treatment using the CTL approach, while class V B, as the control class, used conventional learning. The research instrument was an essay test of mathematical problem-solving skills. The data were analyzed using parametric statistical tests with the Independent Samples t-test after meeting the prerequisites of normality and homogeneity. The results showed that the average post-test scores of the experimental class were higher than those of the control class, and there was a significant difference in mathematical problem-solving skills between the two classes. Thus, it can be concluded that the Contextual Teaching and Learning approach is effective in improving students' mathematical problem-solving skills.