Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PROFIL KOLABORASI GURU BK DENGAN GURU MATA PELAJARAN DALAM PELAKSANAAN LAYANAN BK DI SMA NEGERI 5 BUKITTINGGI Nova, Nabila Septia; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.34317

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi adanya guru BK yang kurang maksimal dalam mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar peserta didik, adanya guru mata pelajaran yang mungkin kurang tepat waktu dalam memberikan data peserta didik, adanya guru mata pelajaran yang masih kurang maksimal dalam memberikan kesempatan kepada peserta didik, adanya guru BK dengan guru mata pelajaran yang masih kurang kerjasama dalam merencanakan pengajaran perbaikan. Adanya guru BK yang kurang maksimal dalam mendorong dan melatih untuk mengembangkan keterampilan belajar peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: 1) Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar peserta didik. 2) memberikan data peserta didik. 3) memberikan kesempatan pada peserta didik kepada peserta didik yang membutuhkan layanan BK 4) mengembangkan keterampilan belajar peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif populasi sebanyak 52 teknik pengambilan sampel total sampling dengan jumlah sampel 52. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa : 1) Kolaborasi Guru BK dengan Guru mata pelajaran dalam pelaksanaan layanan BK di SMA Negeri 5 Bukittinggi berada pada kategori sangat sesuai . 2) Mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar peserta didik berada pada kategori sangat sesuai. 3) Memberikan data peserta didik berada pada kategori sangat sesuai. 4) Memberikan kesempatan kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan layanan BK berada pada ketegori sangat sesuai. 5) Mengembangkan keterampilan belajar peserta didik berada pada kategori sangat sesuai.Berdasarkan hasil penelitian kolaborasi Guru BK dengan Guru Mata Pelajaran dalam pelaksaana layanan Bk berada pada kategori sangat sesuai dan juga dipertahankan.
Meningkatkan Minat dan Disiplin Belajar Anak Suryadi, Suryadi; Dianto, Mori; Adison, Joni
PEMA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/pema.v5i3.1972

Abstract

Sekolah dasar merupakan hal yang mendasar dan sebagai penentu untuk bisa mengembangkan segala potensinya anak pada masa yang akan datang. Peserta didik yang memiliki kecerdasan emosional cenderung mampu untuk mengendalikan dirinya baik dalam hal belajar maupun kehidupan sosialnya. Untuk mencapai sebuah kesuksesan, maka perlu individu memiliki minat yang tinggi dan kedisplinan dalam belajar serta kegiatan lainnya. Untuk meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran. Dalam hal ini penting untuk memahaminya perlu kitaketahui apa itu minat?. Minat dapat diartikan sebagai sejauh mana seorang siswa tertarik atau terlibat dalam aktivitas tertentu. Ini bukan hanya masalah apakah siswa menyukai mata pelajaran tersebut atau tidak. Sebaliknya, minat mencakup sikap, motivasi, dan keterlibatan siswa dengan materi. Minat belajar siswa dapat berbeda-beda tergantung dari banyak faktor, seperti kepribadian, lingkungan, dan materi yang diajarkan. Siswa yang memiliki minat belajar yang tinggi cenderung lebih termotivasi untuk belajar dan mencapai prestasi yang lebih baik daripada siswa yang minat belajarnya rendah. Disiplin belajar sangat penting, karena sikap disiplin bertujuan agar dapat menjaga dari perilaku yang menyimpang dan hal-hal yang dapat menganggu dalam proses pembelajaran. Dengan disiplin membuat siswa terlatih dan mempunyai kebiasaan melakukan tindakan yang baik serta dapat mengontrol setiap tindakannya sehingga siswa akan taat, patuh dan tertib terhadap kegiatan belajar mengajar. Di dalam pembelajaran, disiplin sangat dibutuhkan karena tanpa adanya kesadaran melaksanakan aturan yang ditetapkan sebelumnya, pembelajaran tidak akan berjalan efektif dan optimal. Oleh karena itu, agar pembelajaran berjalan lancer, maka semua siswa harus disiplin baik disiplin mentaati peraturan sekolah, disiplin mengerjakan PR, disiplin dalam mengerjakan tugas, dan disiplin dalam belajar di rumah. Tingkat kedisiplinan belajar setiap siswa akan berbeda-beda. Siswa yang terbiasa dalam disiplin belajar akan mempergunakan waktu sebaik-baiknya di rumah maupun di sekolah sehingga akan menunjukkan kesiapannya dalam proses pembelajaran di sekolah, sedangkan siswa yang tidak disiplin belajar mereka kurang menunjukkan kesiapannya dalam belajar. Mereka akan menunjukkan perilaku yang menyimpang dalam proses pembelajaran seperti tidak mengerjakan PR, membolos, tidak memperhatikan penjelasan guru, melanggar tata tertib sekolah.
PENGARUH INTERAKSI TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU MEMBOLOS PESERTA DIDIK FASE F DI SMA N 13 PADANG Nabilahaya, Silfina; Adison, Joni; Solina, Wira
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 03 (2025): Volume 10 No. 03 September 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the existence of students who can be influenced by their peers to follow trends or follow modern developments such as truancy while in the school environment, whether or not they are influenced by their peers depends on the individual's perception of their group environment. Because the individual's perception of their peers will determine the decisions they will take later. Based on the problems above, your research aims to describe 1) Peer interaction. 2). Student truancy behavior.3) The influence of peer interaction on truancy. This research uses a quantitative research method of simple linear regression analysis with a population of 179, random sampling technique with a sample size of 124. The instrument used in this research is a statute. Data analysis in this research is percentage and simple linear regression.  The results of this study reveal that 1) Peer interaction on truancy behavior in other words the hypothesis is accepted that there is an influence of peer interaction on truancy behavior. 2). Peer interaction on truancy behavior in other words the hypothesis is accepted that there is an influence of peer interaction on truancy behavior in the sufficient category.
PROFIL MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X DAN IMPLIKASINYA DALAM PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMK NEGERI 7 PADANG Anggraini, Tyara; Solina, Wira; Adison, Joni
Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 11 No. 1 (2026): Regular Issue (In Progress)
Publisher : STKIP Pesisir Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34125/jmp.v11i1.1943

Abstract

This research is motivated by the low desire, interest, participation, understanding, and attention of students in participating in learning in class X of SMKN 7 Padang. This condition shows the need to map the profile of students' learning interests as the basis for planning more targeted Guidance and Counseling services. This study aims to determine the profile of students' learning interests based on the desire to participate in learning, interest in learning activities, active participation, understanding in participating in learning, and attention in other learning activities. The study used a quantitative descriptive approach with a population of 216 students and a sample of 60 people selected through the purposive simple random sampling technique. The research instrument was in the form of a learning interest questionnaire with 44 statements. Data analysis was carried out using analysis requirements test and descriptive analysis. The results showed that students' interest in learning was in the very high category in the aspect of wanting to participate in learning, understanding, and attention, as well as in the high category in the aspect of interest and participation. The results of this study are recommended as a basis for BK teachers in providing classical services related to the development of learning attitudes and disciplines.
Peran Orang Tua dalam Meningkatkan Pemahaman Gender Peserta Didik di SMK Negeri 1 Sijunjung Pratiwi, Ladinda; Chandra, Yasrial; Adison, Joni
Edukasiana: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/ejip.v5i1.2287

Abstract

Permasalahan Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemhaman orangtua tentang kesetaraan gender serta anggapan bahwa isu gender merupakan hal yang tabu untuk dibahas dengan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam meningkatkan pemahaman gender peserta didik, ditinjau dari tiga aspek: sebagai pendidik, pengajar, dan contoh teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan informan utama dua peserta didik dan empat informan tambahan. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara, dan analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sebagai pendidik, beberapa orang tua memberikan arahan terkait gender saat waktu luang; (2) sebagai pengajar, masih ditemukan penerapan stereotip gender oleh orang tua, khususnya ibu dari salah satu informan; dan (3) sebagai contoh teladan, terdapat orang tua yang memberikan contoh nyata dalam memahami peran gender. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi gender di kalangan orang tua untuk mendukung pemahaman yang lebih setara pada peserta didik.