Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

INVESTIGATING THE STUDENTS’ PEER INTERACTION PATTERN TO COMPREHEND TEXT EXPLANATION IN 3STM CLASSROOM Nugraheni1, Puteri Ainiyyah; Sumarta, Sumarta; Dewi, Indah Purnama
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 24 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10434045

Abstract

This research is about investigating the students’ peer interaction patterns to comprehend text explanations in the 3STM classroom. Student interaction in group discussions can reveal how well they understand the subject. Students that actively participated in the discussion group displayed a comprehension of the material being discussed. This research employed a descriptive case study. The data was obtained by observation and interviews. The research subjects were 36 students from class XI SMA Negeri in Cikarang Barat, arranged into groups of 5-6 people. This study aims to find what patterns does the students use to deliver their comprehension through group discussion in the 3STM classrooms and what factors cause the patterns to appear. Student interaction is analyzed using the IBIS model by Kunz & Rittel (1970), and there are three elements, namely: issues, positions, and arguments. The 3STM was used in this study to assist students understanding of English texts. The results found that two interaction patterns emerged in this study Detailed Knowledge Exchange and Partial Knowledge Exchange. The emergence of these two patterns was caused by factors such as discussion partners, students' knowledge of the topic being discussed, students' courage in expressing their opinions, and a lack of mastery of English vocabulary and grammar.
Investigating Secondary Students’ Attitude In Reading Towards The Utility Of Audiobooks In The Classroom Rizki, Rafie Andika; Dewi, Indah Purnama; Sumarta, Sumarta
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 7 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.11196808

Abstract

Konsep sikap sendiri dibagi menjadi tiga komponen berbeda (afektif, kognitif, dan perilaku). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh buku audio sebagai media pembelajaran untuk melihat hasil negatif dan positif sikap siswa sekolah menengah terhadap penggunaan buku audio di kelas membaca. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan studi kasus untuk melakukan penelitian ini. Peneliti akan melakukan penelitian pada siswa sekolah menengah di Karawang. Purposive sampling dipilih dalam penelitian ini, partisipan yang dipilih adalah siswa yang aktif saat pembelajaran membaca menggunakan audiobook di kelas. Peneliti melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan teknik semi terstruktur untuk mengumpulkan data. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis tematik. Penelitian ini menemukan bahwa siswa memiliki sikap positif pada ketiga komponen sikap siswa. Pada ranah afektif siswa merasakan penggunaan audiobook dalam pembelajaran terasa sangat menyenangkan, menarik, dan juga siswa menjadi lebih semangat untuk terus belajar. Selanjutnya dalam ranah perilaku. Telah diamati bahwa memasukkan buku audio ke dalam lingkungan pendidikan dapat meningkatkan motivasi siswa dan mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif di kelas. Selain itu, dalam hal kognisi, siswa telah melaporkan bahwa pemanfaatan buku audio dapat meningkatkan pemahaman dan menawarkan pendekatan pembelajaran yang lebih efisien dan efektif.
PELESTARIAN DAN PEMBERDAYAAN SUMBER DAYA ALAM DESA MULYASARI MELALUI KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA UNSIKA Dewi, Indah Purnama
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1463

Abstract

Desa Mulyasari merupakan salah satu desa di kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Indonesia dengan jumlah penduduk sebanyak 6.817 jiwa pada tahun 2024. Desa ini memiliki sejumlah potensi yang dapat dikembangkan khususnya dalam bidang pertanian. Namun, potensi tersebut belum dioptimalkan secara maksimal. Masyarakat Desa Mulyasari masih memiliki keterbatasan dalam mengembangkan potensi tersebut, serta masih terdapat sejumlah masalah yang harus diberi solusi diantaranya adalah, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah, permasalahan stunting, maraknya kasus bullying, usaha masyarakat yang belum mengikuti perkembangan zaman, tidak adanya aktivitas selama 3 bulan di green house Desa Mulyasari, dan tidak adanya pojok baca di PAUD desa Mulyasari. Secara umum, tujuan yang ingin dicapai dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa (UNSIKA) dalam konteks pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui serangkaian program dan kegiatan KKN UNSIKA yang dilaksanakan oleh mahasiswa UNSIKA. Metode yang digunakan dalam KKN ini merupakan metode penyuluhan yang terdiri dari enam tahapan kegiatan yaitu: 1) Penetapan struktur organisasi. 2) Observasi mitra KKN. 3) Perumusan program kerja dengan menyesuaikan hasil observasi. 3) Pelaksanaan. 4) Evaluasi kegiatan. 5) Laporan akhir. Melalui program KKN UNSIKA di Desa Mulyasari menghasilkan tujuh program unggulan untuk meningkatkan tingkat kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan masyarakat di Desa Mulyasari. Program-program tersebut, diantaranya adalah: 1) Sosialisasi Stunting dengan pemberian PMT. 2) Pembuatan logo dan Sosial Media untuk UMKM Susu Kedelai. 3) Media pembelajaran literasi untuk seluruh PAUD yang ada di desa Mulyasari. 4) Membuat Plang jalan di beberapa sisi jalan desa mulyasari. 5) Menghidupkan kembali Green House Hidroponik. 6) Menghasilkan komposter pupuk organik padat dan cair. 7) Melakukan kegiatan sosialisasi anti bullying dan etika untuk seluruh SD yang ada di desa Mulyasari. Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis yang dilakukan oleh para mahasiswa UNSIKA, dapat disimpulkan bahwa Desa Mulyasari memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan. Dengan pengelolaan yang baik dan optimal, potensi-potensi tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mulyasari.
PELATIHAN LITERASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PERLINDUNGAN KEAMANAN DI DUNIA MAYA BAGI PARA GURU Ambarwati, Evi Karlina; Hernawan, Yosep; Dewi, Indah Purnama; Utami, Praditya Putri; Nurwinda, Sulistia; Alqoyyumi, Nabila
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1742

Abstract

Information Communication Technology (ICT) is rapidly developingy. The internet is the newest and most important technology that everyone use as a means of entertainment, communication and social interaction, as well as public health and welfare. However, the increasingly massive use of the internet has an impact on skills in finding, consuming and communicating digital content as well as the security of user data which can be misused by irresponsible parties. In line with developments in learning technology, the government priorities in education digitalization programs,so  teachers need to have digital literacy. The implementation of this Community Service is an assistance in strengthening the competency of RA At-Taqwa Kelapadua Tanjungbungin teachers, Pakisjaya District, Karawang Regency through digital literacy and cyber security training. The results of the activity show that the teachers have digital literacy knowledge in the "good" category in the aspects of Data Literacy, Communication and Collaboration, Digital Content Creation, Problem Solving and Security. Various efforts still need to be made so that teachers' digital literacy can be better through structured teacher professional competency improvement programs and curriculum reform at teacher education institutions.
PENGUATAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DALAM INTEGRASI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN Ambarwati, Evi Karlina; Dewi, Indah Purnama; Puspitaloka, Nina; Utami, Praditya Putri; Ahmad, Yousef Bani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.17626

Abstract

ABSTRAKKompetensi profesional seperti tertuang dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 menuntut para guru untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk menjalankan profesi sekaligus beradaptasi dengan perubahan, salah satunya adalah adaptasi terhadap perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Namun, para guru diketahui enggan untuk mengembangkan kemampuan terkait penggunaan teknologi pembelajaran dan memiliki kompetensi TIK yang rendah. Permasalahan yang sama dihadapi oleh mitra yaitu rendahnya pengetahuan tentang penggunaan TIK pada proses pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguatkan kapasitas profesional guru terkait penggunaan teknologi pembelajaran di SMK Bhinneka Karawang. Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk diskusi terpumpun dan melibatkan 25 orang peserta. Topik diskusi terpumpun terdiri dari (1) Pembelajaran Abad ke-21, (2) Teacher Character Development dan (3) Guru profesional di era pendidikan abad ke-21. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan pengetahuan guru tentang pentingnya kemampuan penggunaan TIK dalam pembelajaran berkategori sedang sebesar 0,54. Kata kunci: kompetensi profesional guru; pendidikan abad ke-21; teknologi pendidikan ABSTRACTProfessional competence as stated in Law Number 14 of 2005 article 8 about Teachers and Lecturers states that teachers must own knowledge and skills to carry out the profession and adapt with the changes. The world of education is constantly transforming, especially with the development of Information and Communication Technology (ICT) and the government's priority in the education digitization program. However, teachers are found to be reluctant to develop skills to use educational technology. The same problem occurs in SMK Bhinneka Karawang where teachers lack of knowledge on integrating ICT in the learning process. Therefore, this community service activity was carried out to strengthen the professional capacity of teachers regarding the use of education technology at SMK Bhinneka Karawang. The activity was held in the form of a focus group discussion and involved 25 participants. The topics for the discussion consist of (1) 21st Century Learning, (2) Teacher Character Development and (3) Professional teachers in the 21st century education era. The results of this community service activity showed an average increase in the average teacher's knowledge about the importance of the ability to use ICT in learning by 0.54. Keywords: 21st century education; teacher professional competence; education technology
CERITA SEBAGAI JENDELA DUNIA: PELATIHAN READ-ALOUD BAGI GURU UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA DAN BERPIKIR KRITIS Ambarwati, Evi Karlina; Dewi, Indah Purnama; Utami, Praditya Putri; Hufad, Achmad; Nuraini, Intan; Safitri, Gita Andien; Fauziah, Zahra Ardeassyifa
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3166

Abstract

Literasi yang kuat merupakan pondasi utama dalam membangun Sumber Daya Manusia Indonesia yang kompetitif di era global. Dengan kemampuan membaca dan berpikir kritis, siswa tidak hanya mampu menyerap pengetahuan secara efektif tetapi juga mengolah informasi menjadi solusi kreatif untuk menghadapi tantangan masa depan. Read-aloud bukan sekadar aktivitas membacakan teks, melainkan metode efektif untuk menumbuhkan minat baca, memperkaya kosakata, dan melatih pemahaman siswa. Guru yang terlatih dalam read-aloud dapat menciptakan generasi pembelajar yang tidak hanya melek huruf tetapi juga mampu berpikir analitis dan komunikatif. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas guru SDN Belendung III Kabupaten Karawang dalam menerapkan read-aloud dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui interaksi bacaan. Metode kegiatan meliputi pelatihan guru secara praktis, demonstrasi read-aloud, pembelajaran berbasis buku, observasi kelas, serta pengisian lembar perencanaan membacakan nyaring. Data evaluasi dikumpulkan melalui rekaman video praktik, kuesioner persepsi, dan lembar evaluasi. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan nyata pada guru, siswa, dan lingkungan belajar. Guru menjadi lebih terampil merencanakan dan menyajikan pembacaan nyaring, memilih buku relevan, serta mengajukan pertanyaan berbasis bukti. Siswa lebih aktif dalam diskusi, menunjukkan peningkatan kemampuan mengidentifikasi gagasan utama, membuat inferensi sederhana, dan mengaitkan isi cerita dengan pengalaman pribadi. Namun, fasilitas literasi sekolah perlu ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan lebih efektif. Secara keseluruhan, program ini mendorong budaya literasi dan partisipasi siswa yang konsisten. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelatihan read-aloud mampu meningkatkan literasi kelas dan berpikir kritis siswa secara berkelanjutan dan memberikan manfaat luas.
Integrating Miro into The Picture Word Inductive Model (PWIM) to Enhance Collaborative Writing in EFL Instruction: Dewi, Adinda Kharisma; Sumarta; Dewi, Indah Purnama
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 9 No. 1 (2026): VOLUME 9 NUMBER 1, JANUARY 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the integration of Miro, a digital visual collaboration platform, into the Picture Word Inductive Model (PWIM) to enhance collaborative writing among eighth-grade students in an English as a Foreign Language (EFL) context. Employing a qualitative case study design, data were collected through classroom observations, student interviews, and document analysis of student writing. The integration of Miro addressed key challenges in vocabulary development and idea organization, while also fostering student engagement, peer interaction, and structured language production. Students reported increased motivation, reduced writing anxiety, and greater confidence in expressing their ideas. Miro’s visual tools supported brainstorming, sequencing, and revision activities, enabling learners to develop not only their linguistic abilities but also critical thinking and digital communication skills. The findings highlight the pedagogical value of combining inductive teaching models with interactive digital platforms to support student-centered, collaborative learning in EFL instruction.
Exploring Junior High School Students’ Experiences in Multimodal Task-Based Language Learning: English Hidayah, Dahnia Putri; Saefullah, Hilmansyah; Dewi, Indah Purnama
PROJECT (Professional Journal of English Education) Vol. 9 No. 2 (2026): VOLUME 9 NUMBER 2, MARCH 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates how junior high school students engage with digital multimodal composing (DMC) tasks through a task-based language teaching (TBLT) framework in an English as a Foreign Language (EFL) context. Conducted as a qualitative case study, the research involved classroom observations, interviews, and analysis of students’ digital poster projects. The findings reveal that students approached the multimodal tasks through collaborative planning, negotiation of design, and creative problem-solving using digital tools. While linguistic and technical challenges occasionally hindered their progress, students displayed increasing autonomy, digital awareness, and confidence in expressing ideas through multimodal texts. These results suggest that integrating DMC into TBLT not only strengthens students’ writing competence but also cultivates meaningful participation in digital literacy practices. The study provides insights into how task-based multimodal projects can bridge language learning and digital communication for young EFL learners.