Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemanfaatan Metode Universal Soil Loss Equation untuk Penentuan Kawasan Konservasi Lahan di Sub Daerah Aliran Sungai Cihaur Herliawati, Reisha; Awaliah, Khusnul; Nurrohman, Andy Wibawa; Ihsan, Haikal Muhammad
Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Geografi, Lingkungan dan Kesehatan
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jglk.3.2.21530

Abstract

Erosi tanah merupakan salah satu permasalahan utama dalam pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), khususnya pada wilayah dengan topografi curam dan intensitas hujan tinggi seperti DAS Citarum. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi laju erosi dengan metode Universal Soil Loss Equation (USLE) serta menentukan zonasi kawasan konservasi lahan di Sub DAS Cihaur. Data yang digunakan meliputi faktor erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), panjang dan kemiringan lereng (LS), penutup lahan (C), serta tindakan konservasi (P), yang dianalisis secara spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil analisis menunjukkan bahwa Sub DAS Cihaur memiliki variasi Tingkat Bahaya Erosi (TBE) dari sangat ringan hingga sangat berat. Sebagian besar wilayah termasuk kategori sangat ringan hingga ringan (±69,4%), sedangkan wilayah dengan kategori berat hingga sangat berat mencakup ±21,5% dari total area, yang umumnya berada di lereng curam dengan penggunaan lahan pertanian terbuka. Zonasi konservasi yang dihasilkan merekomendasikan perlindungan vegetasi alami dan pengendalian alih fungsi lahan pada TBE sangat ringan–ringan, konservasi vegetatif intensif seperti agroforestri, cover crops, dan rotasi tanaman pada TBE sedang, serta konservasi mekanik sederhana, revegetasi prioritas, dan penanaman strip rumput pada TBE berat–sangat berat. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa novelty pada penerapan USLE dalam konteks Sub DAS Cihaur yang belum banyak dikaji sebelumnya. Hasil penelitian tidak hanya menghasilkan prediksi kuantitatif erosi, tetapi juga memberikan dasar aplikatif bagi penentuan kawasan konservasi lahan, sehingga dapat mendukung strategi pengelolaan DAS Citarum Hulu yang berkelanjutan.
Identifikasi Lapisan Bawah Permukaan Untuk Analisis Potensi Longsor Di Daerah Cikidang, Kabupaten Majalengka Silmi Afina Aliyan; Totok Doyo Pamungkas; Nanin Trianawati Sugito; Dede Rohmat; Haikal Muhammad Ihsan; Vasha Namira Adzanah; Zaenal Mahfud; Sekar Ayu Pertiwi; Raffi Razan Fulvian; Aditya Surya Erlangga
BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 4 No. 2 (2025): BULLET : Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The geological conditions around Bantarujeg District exhibit diverse and intriguing features, especially in the area north to northwest of Cikidang village, characterized by elongated hills and steep slopes bordering the Ciwaru River to the east. Landslide potential in this region is influenced by various factors such as soil types, rock formations, subsurface materials, water saturation, slip planes, and gravity. This research aimed to mitigate landslide risks by analyzing subsurface geological conditions and structures to identify slope slip areas and predict the depth and type of layers beneath the northwest slope of Cikidang village using the Wenner-Schlumberger 2D geoelectric method. Measurements were taken along two lines: the mainline trending NW-SE and the crossline trending NE-SW. On the mainline, the topsoil layer (5.54 - 237 Ωm) is predicted to be less than 7 meters deep, with volcanic fragments (237 - 2,893 Ωm) at depths of 7 – 9.5 meters. Layers deeper than 9.5 meters exhibit resistivity values exceeding 2,893 Ωm. On the crossline, the topsoil layer (6.40 - 261 Ωm) is also less than 7 meters deep, with volcanic breccia (261 - 1,152 Ωm) at depths of 7 – 9.5 meters. Layers deeper than 9.5 meters have resistivity values exceeding 1,152 Ωm, indicating the presence of basaltic breccia in the lower layers.