p-Index From 2021 - 2026
6.468
P-Index
This Author published in this journals
All Journal MediaTor: Jurnal Komunikasi Teosofi: Jurnal Tasawuf dan Pemikiran Islam Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Kanal : Jurnal Ilmu Komunikasi KARSA: Jurnal Sosial dan Budaya Keislaman (Journal of Social and Islamic Culture) Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam Jurnal Orasi Isamic Communication Journal Communicatus: Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Komunikasi INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Tribakti: jurnal pemikiran keIslaman MUHARRIK: JURNAL DAKWAH DAN SOSIAL Al-Mada: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya Jurnal Profetik Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Translitera : Jurnal Kajian Komunikasi dan Studi Media Journal of Islamic Civilization Source: Jurnal Ilmu Komunikasi Proceedings of International Conference on Da'wa and Communication Coverage: Journal of Strategic Communication Medium : Jurnal Ilmiah Fakultas Ilmu Komunikasi Tuturlogi: Journal of Southeast Asian Communication Jurnal Ilmu Komunikasi Darmabakti : Junal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Kalijaga Journal of Communication Jurnal Studi Jurnalistik Meyarsa:Jurnal Ilmu Komunikasi dan Dakwah Jurnal Komunikasi Islam (J-KIs) Society : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Al-Ittishol : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Journal of Communication Studies Komunika: Jurnal Dakwah dan Komunikasi QOF: Jurnal Studi Al-Qur'an dan Tafsir KOMUNIDA: Media Komunikasi dan Dakwah Jurnal Komunikasi Global Gunung Djati Conference Series Journal of Indonesian Society Empowerment Jurnal Mediakita : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Kediri Journal of Journalism and Digital Media Journal of Islamic Communication Studies al-Balagh : Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Isamic Communication Journal

Representation of feminism in Miss & Mrs. Cops (John Fiske’s semiotic analysis) Lukman Hakim; Wina Kurnia
Islamic Communication Journal Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2023.8.1.12601

Abstract

Oppression of women is still common today. Feminism is a social movement that strives to uphold justice for women. Feminists are doing various ways to voice and resuscitate society about gender discrimination against women. Film media is one of the tools used by feminists to make people aware of the issue. Film media was chosen because the film is considered capable of influencing and shaping society based on the messages it conveys. "Miss Mrs Cops" is a blackhead action film that tells the struggle of policewomen in solving criminal cases. In the film, female characters are portrayed as conduits to convey the messages of feminism. This study aims to find out the meaning of semiotic codes regarding feminism at the level of reality, representation, and ideology. The study used qualitative research with John Fiske's semiotics analysis. The study results show that the representation of the message of feminism in this film is depicted on three levels. First, the level of reality through appearance, clothing, dialogue, environment, and behaviour. The camera provides code at both levels—representation through shooting and editing. The three levels of ideology are the thoughts or actions female characters carry. All three describe women as strong, brave, independent, and willing to do anything to defend women's rights and justice.  This study contributes to strengthening women's narratives in the public space where academically it is also a concern of Islamic communication. ***Penindasan terhadap perempuan masih sering terjadi hingga saat ini. Feminisme merupakan gerakan sosial yang berjuang dalam menegakan keadilan terhadap perempuan. Para feminis melakukan berbagai cara untuk menyuarakan dan menyadarkan masyarakat mengenai diskriminasi gender terhadap perempuan. Media film merupakan salah satu alat yang digunakan feminis untuk menyadarkan masyarakat mengenai isu tersebut. Media film dipilih karena dianggap mampu memengaruhi dan membentuk masyarakat berdasarkan pesan-pesan yang disampaikannya. Film “Miss Mrs. Cops” merupakan film action komedi yang menceritakan perjuangan polisi wanita dalam memecahkan kasus kriminal terhadap perempuan. Dalam film ini, karakter perempuan digambarkan sebagai penyalur untuk menyampaikan pesan-pesan feminisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui makna kode semiotika mengenai feminisme dalam level realitas, level representasi dan level ideologi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan analisis semiotika John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi pesan feminisme dalam film ini tergambar dalam tiga level. Pertama, level realitas melalui penampilan, pakaian, dialog, lingkungan, perilaku. Kedua level, representasi melalui pengambilan gambar, editing, camera memberikan kode. Ketiga level ideologi, pemikiran-pemikiran atau tindakan-tindakan yang dilakukan oleh tokoh perempuan. Ketiganya menggambarkan perempuan sebagai pribadi yang kuat, berani, mandiri dan rela melakukan apapun demi membela hak dan keadilan untuk perempuan. Kajian ini berkontribusi bagi penguatan narasi perempuan di ruang publik dimana secara akademis juga menjadi concern dari komunikasi Islam.
The implementation of the Islamic communication science–based MBKM curriculum at State Islamic Religious Higher Education Institutions Prilani; Hakim, Lukman
Islamic Communication Journal Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2025.10.2.21217

Abstract

The rapid advancement of information and technology has prompted higher education institutions, particularly State Islamic Religious Universities (PTKINs), to make precise calculations and analyze potential risks when implementing curricula. The Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy, introduced by the Ministry of Education, Culture, Research, and Technology, aims to prepare students for the challenges of the workforce through quality education. This study, therefore, aims to analyze the implementation of the MBKM curriculum in Islamic Communication Studies programs at State Islamic Religious Higher Education Institutions (PTKIN), which generally focus on three schemes: Pertukaran Mahasiswa Merdeka (Independent Student Exchange), internships, and research. This study employs a descriptive qualitative approach, collecting data through interviews, observations, and documentation. The study subjects include PTKIN leaders, program coordinators, and students from four selected PTKINs. Despite facing challenges such as differing understandings of the MBKM concept, mismatches between Graduate Learning Outcomes (CPL) and industry needs, and limitations in infrastructure, funding, and human resources, the findings indicate that the MBKM curriculum has been implemented effectively. These findings are expected to provide valuable insights for the future improvement and optimization of the MBKM program. ***** Perkembangan teknologi dan informasi yang pesat mendorong perguruan tinggi, khususnya Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN), untuk melakukan perhitungan yang akurat sekaligus menganalisis risiko terburuk yang akan dihadapi dalam implementasi kurikulum. Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjadi solusi untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja melalui pembelajaran yang berkualitas. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum MBKM pada Program Studi Komunikasi Islam di PTKIN yang rata-rata fokus pada tiga skema, yaitu; Pertukaran  Mahasiswa Merdeka, Magang, dan Riset. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Subjek penelitian melibatkan pimpinan PTKIN, pengelola program studi, dan mahasiswa dari empat PTKIN terpilih. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi kurikulum MBKM berjalan dengan baik, meskipun menghadapi kendala seperti perbedaan pemahaman konsep MBKM, ketidaksesuaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan kebutuhan industri, serta keterbatasan sarana prasarana, anggaran, dan sumber daya manusia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan dalam memperbaiki dan mengoptimalkan program MBKM di masa depan.