Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal KACA

Signifikansi Simbolik dan Filosofi Lima Macam Buah dalam Tradisi Maulid di Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya Anwar, Muhsinul; Alawy, M Iqbal; Siregar, Wahidah Zein Br
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 15 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v15i1.816

Abstract

Penelitian ini membahas signifikansi simbolik dan filosofis lima macam buah; belimbing, pisang, jeruk, manggis, dan melon/apel yang disajikan dalam tradisi Maulid di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Tujuannya untuk mengeksplorasi makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam lima buah tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis teks untuk memahami bagaimana buah-buahan tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan teologis dan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap buah yang dipilih yaitu belimbing, pisang, jeruk, manggis, dan melon/apel, memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan konsep keberkahan, kejujuran, sifat lemah lembut, sifat bahagia, dan ketenangan. Selain itu, pemilihan lima buah ini juga merepresentasikan harmoni antara ajaran Islam dengan kearifan lokal, serta menjadi medium pembelajaran spiritual bagi santri dan jama'ah. Tradisi ini tidak hanya memperkaya ritual Maulid secara religius, tetapi juga memperkuat kohesi sosial di lingkungan pondok pesantren. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami interaksi antara elemen keagamaan dan kebudayaan lokal, serta peran tradisi ini dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai spiritual dan sosial komunitas masyarakat Islam.
Makna Simbolik dalam Pemilihan Warna Dekorasi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya Yasin, Nur; Siregar, Wahidah Zein Br
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1193

Abstract

Warna dekorasi yang dipilih pada eringatan Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya adalah putih tulang, kuning emas dan hijau tosca. Selain ada otoritasasi dari sang Mu’asis, tentu pemilihan tiga warna ini syarat akan makna dan tujuan yang jarang diketahui oleh masyarakat. Penelitian ini membahas tentang tiga macam warna; kuning emas, putih tulang dan hijau tosca yang dipilih untuk warna dekorasi dalam tradisi Maulid Nabi di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah. Tujuannya adalah untuk mengeksplorasi makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam tiga warna tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dengan menggunakan metode wawancara yang mendalam, observasi dan analisis teks untuk memahami alasan kenapa warna-warna tersebut dipilih berdasarkan teologis dan budaya. Hasil penelitian ini memberi petunjuk bahwa masing-masing warna yang dipilih yaitu putih tulang, hijau tosca dan kuning emas, memiliki beberapa makna simbolik yang erat kaitannya dengan kemuliaan, keindahan, kesucian, ketulusan, ketenangan, kedamaian, kearifan dan kehormatan serta simbol nuansa istana orang-orang saleh. Pemilihan tiga warna ini tentu juga untuk merepresentasikan adanya hubungan harmoni antara ajaran Islam dengan keaarifan lokal, serta sarana pembelajaran bagi santri, masyarakat dan semua jamaah yang hadir dalam acara ini. Secara religius tentu tradisi ini tidak hanya memperkaya ritual Maulid, lebih dari itu tentu hal ini merupakan wadah dalam memperkuat kohesi sosial yang ada dalam lingkungan Pondok Pesantren. Dengan demikian, tujuan penelitian ini memberi kontribusi yang nyata dalam memahami interaksi sosial masyarakat yang mencakup dari berbagai macam elemen masyarakat dan kebudayaan lokal, serta adanya peran tradisi dalam pelaksanaan Maulid ini dalam menjaga dan melestarikan nilai-nilai spiritual dan sosial komunitas masyarakat Islam.