Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Payangga (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) di Sungai Cikaso, Sukabumi: Length-Weight Relationship and Condition Factors of Snakehead gudgeon (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) in the Cikaso River, Sukabumi Baihaqi, Faqih; Annida, Shafira Bilqis; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.324

Abstract

Sungai Cikaso merupakan sebuah ekosistem perairan yang mengalir sepanjang sekitar 60 km di bagian tenggara Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Sungai ini dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber perairan utama yang memiliki keragaman hayati perikanan yang melimpah. Salah satu spesies ikan yang dapat ditemukan di wilayah ini adalah Giuris margaritacea, yang oleh penduduk lokal disebut sebagai ikan Payangga. Ikan Payangga menjadi salah satu ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Namun, penelitian ilmiah terkait aspek biologi ikan Payangga, terutama mengenai pertumbuhannya dan faktor kondisinya, masih sangat terbatas hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Payangga di Sungai Cikaso, Sukabumi. Data diperoleh dari 502 ikan yang berhasil terkoleksi menggunakan alat tangkap bubu selama periode penelitian sejak Januari hingga Desember 2021. Panjang total ikan Payangga terukur antara 98–238 mm dengan bobo tantara 28-244 gram. Hubungan panjang-berat ikan Payangga mengikuti persamaan kurva logistik W = 0,0008 L2,3048 dengan nilai determinasi sebesar 98,2%, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara panjang dan berat ikan. Faktor kondisi ikan Payangga bervariasi antara 0,87 hingga 1,26, dengan nilai tertinggi terjadi pada awal musim kemarau pada bulan Mei dan nilai terendah pada awal musim penghujan di bulan Agustus. Hasil penelitian ini memberikan informasi yang berguna terkait aspek biologi ikan Payangga, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan dan konservasi spesies ini di perairan Sungai Cikaso.
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN LAYUR YANG DIDARATKAN DI PPI CIKIDANG SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI Pratama, Gilar Budi; Khoerunnisa, Nurani; Wicaksono, Anjas
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.%p

Abstract

Penelitian ini menganalisis sebaran suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan produksi ikan layur di PPI Cikidang dari tahun 2017 hingga 2021. Data menunjukkan bahwa suhu permukaan laut berkisar antara 27.89°C hingga 28.95°C, dengan variasi musiman yang mencolok, dan konsentrasi klorofil-a berfluktuasi dari 0.065 mg/m³ hingga 3.565 mg/m³. Produksi ikan layur tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan terendah pada bulan Mei atau Juli setiap tahun. Analisis korelasi mengungkapkan bahwa suhu permukaan laut memiliki hubungan negatif signifikan dengan produksi ikan layur (r = -0.344, p-value < 0.05), sementara konsentrasi klorofil-a tidak menunjukkan pengaruh signifikan (r = 0.240, p-value > 0.05). Penangkapan ikan layur paling intensif terjadi dari Juli hingga Desember, dengan nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP) lebih dari 100% pada periode tersebut. Dampak pandemi COVID-19 terlihat dari penurunan produksi ikan layur yang signifikan pada tahun 2020 dan 2021, akibat penurunan permintaan dan gangguan aktivitas penangkapan. Temuan ini menegaskan bahwa suhu permukaan laut berperan penting dalam produksi ikan layur, sedangkan konsentrasi klorofil-a dan faktor eksternal seperti pandemi memiliki pengaruh yang lebih kecil.KATA KUNCI: COVID-19, klorofil-a, musim penangkapan ikan, produksi ikan layur, suhu permukaan laut.