Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

WORKING TIME EFFICIENCY AND FACILITIES UTILIZATION OF PT. PROSKUNEO KADARUSMAN SHIPYARD MUARA BARU JAKARTA Zamira, Nasywa Aurellia; Apriliani, Izza Mahdiana; Zahidah; Putra, Pringgo Kusuma Dwi Noor Yadi; Pratama, Gilar Budi
Jurnal Penelitian Perikanan Laut (Albacore) Vol 9 No 3 (2025): Albacore
Publisher : Departemen PSP IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/core.9.3.459-469

Abstract

Shipyard is one of the port facilities that serves as a means of maintaining the ship before returning to fishing activities. PT. Proskuneo Kadarusman shipyard needs to maintain its existence in order to remain the shipyard of choice for ship owners through the speed of processing time of the services provided. This research aims to determine the most efficient time in the ship repair process at PT. Proskuneo Kadarusman shipyard. This research was conducted in January 2025 using a case study method of fishing vessel repair activities based at PPS Nizam Zachman Jakarta. The data obtained was then analyzed through a network with the critical path method and to identify the level of utilization of its facilities. The results showed that routine maintenance or minor repairs of fishing vessels and repairs accompanied by engine repairs can be completed within 4 days with an effectiveness of 66.67% of the time allocated by the shipyard. The utilization level of shipyard facilities from 30 GT fishing vessel repair activities is worth 66.67-100% which that the utilization of the work area is optimal. Factors that affecting ship repair work time are the condition of shipyard facilities, material availability, and the level of ship damage. Key words: critical path method, fishing vessel, network analysis, ship repair
Preliminary Study of Surface Water Quality Based on DO and BOD Parameters in Pangandaran Reservoir Wijayanti, Lady Ayu Sri; Khoerunnisa, Nurani; Asri, Helmalia; Veronica, Veronica; Al Iksani, Irna Salwa; Anggraeni, Mella; Pratama, Gilar Budi; Habibie, Sitty Ainsyah
Tomini Journal of Aquatic Science VOLUME 4 ISSUE 1, NOVEMBER 2025
Publisher : Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/tjas.v4i1.33138

Abstract

Pangandaran Reservoir, located in Pangandaran Regency, West Java, serves as a water conservation facility and supports aquaculture activities. Its water quality, particularly in terms of dissolved oxygen (DO) and biochemical oxygen demand (BOD₅), is a key indicator for maintaining the reservoir's ecological and socio-economic functions. This study aims to analyze DO and BOD₅ parameters in Pangandaran Reservoir and evaluate their compliance with applicable water quality standards. Sampling was conducted in May 2025 at four stations representing both the inflow area and the inner reservoir waters. DO levels were measured using the Winkler titration method, while BOD₅ was determined based on the difference in DO concentrations before and after a five-day incubation period. The results showed that water temperatures ranged from 32 to 32.5°C, slightly exceeding the water quality threshold, likely due to high solar radiation and limited vegetation cover. The pH ranged from 7 to 9, which is still within the safe range, with higher pH values observed in the inflow area, influenced by the dominance of limestone (karst) formations in the surrounding Pangandaran region. The highest DO concentration was recorded at Station 4 (4.32 mg. L-1), while the lowest was at Station 2 (3.40 mg. L-1). Conversely, the highest BOD₅ values were found at Station 2 (8.3 mg. L-1) and Station 1 (8 mg. L-1). The spatial distribution pattern indicates a negative relationship between DO and BOD₅, where high organic pollutant loads in the inflow area reduce dissolved oxygen levels. Overall, the water quality of Pangandaran Reservoir falls within Class 2 to Class 4 based on Government Regulation No. 82 of 2001, with signs of declining quality in the inflow area. Therefore, pollution source control and routine monitoring are essential to preserve the aquatic ecosystem of the reservoir.
Hubungan Panjang-Berat dan Faktor Kondisi Ikan Payangga (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) di Sungai Cikaso, Sukabumi: Length-Weight Relationship and Condition Factors of Snakehead gudgeon (Giuris margaritacea Valenciennes, 1837) in the Cikaso River, Sukabumi Baihaqi, Faqih; Annida, Shafira Bilqis; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i2.324

Abstract

Sungai Cikaso merupakan sebuah ekosistem perairan yang mengalir sepanjang sekitar 60 km di bagian tenggara Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Sungai ini dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai salah satu sumber perairan utama yang memiliki keragaman hayati perikanan yang melimpah. Salah satu spesies ikan yang dapat ditemukan di wilayah ini adalah Giuris margaritacea, yang oleh penduduk lokal disebut sebagai ikan Payangga. Ikan Payangga menjadi salah satu ikan yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Namun, penelitian ilmiah terkait aspek biologi ikan Payangga, terutama mengenai pertumbuhannya dan faktor kondisinya, masih sangat terbatas hingga saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan panjang-berat dan faktor kondisi ikan Payangga di Sungai Cikaso, Sukabumi. Data diperoleh dari 502 ikan yang berhasil terkoleksi menggunakan alat tangkap bubu selama periode penelitian sejak Januari hingga Desember 2021. Panjang total ikan Payangga terukur antara 98–238 mm dengan bobo tantara 28-244 gram. Hubungan panjang-berat ikan Payangga mengikuti persamaan kurva logistik W = 0,0008 L2,3048 dengan nilai determinasi sebesar 98,2%, yang menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara panjang dan berat ikan. Faktor kondisi ikan Payangga bervariasi antara 0,87 hingga 1,26, dengan nilai tertinggi terjadi pada awal musim kemarau pada bulan Mei dan nilai terendah pada awal musim penghujan di bulan Agustus. Hasil penelitian ini memberikan informasi yang berguna terkait aspek biologi ikan Payangga, yang dapat digunakan sebagai dasar untuk pengelolaan dan konservasi spesies ini di perairan Sungai Cikaso.
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN LAYUR YANG DIDARATKAN DI PPI CIKIDANG SERTA HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI OSEANOGRAFI Pratama, Gilar Budi; Khoerunnisa, Nurani; Wicaksono, Anjas
Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Vol 31, No 1 (2025): (Maret 2025)
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, BRSDM KP.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/jppi.31.1.2025.%p

Abstract

Penelitian ini menganalisis sebaran suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan produksi ikan layur di PPI Cikidang dari tahun 2017 hingga 2021. Data menunjukkan bahwa suhu permukaan laut berkisar antara 27.89°C hingga 28.95°C, dengan variasi musiman yang mencolok, dan konsentrasi klorofil-a berfluktuasi dari 0.065 mg/m³ hingga 3.565 mg/m³. Produksi ikan layur tertinggi terjadi pada bulan Agustus dan terendah pada bulan Mei atau Juli setiap tahun. Analisis korelasi mengungkapkan bahwa suhu permukaan laut memiliki hubungan negatif signifikan dengan produksi ikan layur (r = -0.344, p-value < 0.05), sementara konsentrasi klorofil-a tidak menunjukkan pengaruh signifikan (r = 0.240, p-value > 0.05). Penangkapan ikan layur paling intensif terjadi dari Juli hingga Desember, dengan nilai Indeks Musim Penangkapan (IMP) lebih dari 100% pada periode tersebut. Dampak pandemi COVID-19 terlihat dari penurunan produksi ikan layur yang signifikan pada tahun 2020 dan 2021, akibat penurunan permintaan dan gangguan aktivitas penangkapan. Temuan ini menegaskan bahwa suhu permukaan laut berperan penting dalam produksi ikan layur, sedangkan konsentrasi klorofil-a dan faktor eksternal seperti pandemi memiliki pengaruh yang lebih kecil.KATA KUNCI: COVID-19, klorofil-a, musim penangkapan ikan, produksi ikan layur, suhu permukaan laut.