Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Rancang Bangun Sistem Basis Data untuk Menunjang Pengelolaan Perikanan Tuna Cakalang dan Tongkol di Perairan Natuna Gilar Budi Pratama; Tri Wiji Nurani; Ronny Irawan Wahju
Akuatika Indonesia Vol 5, No 2 (2020): Jurnal Akuatika Indonesia (JAkI)
Publisher : Direktorat Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Universitas Padjadjaran, Grha. Kandaga (P

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jaki.v5i2.28340

Abstract

Salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan akurasi data hasil tangkapan adalah dengan meluncurkan program sistem basis data bernama Satu Data. Namun pendataan dengan sistem tersebut masih belum mencapai tempat pendaratan ikan yang kecil, salah satunya di Natuna. Pendaratan ikan di Natuna dilakukan di dermaga-dermaga kecil yang tersebar di sepanjang pantai. Hal ini akan menyebabkan data hasil tangkapan tidak tercatat dan terintegrasi dengan baik. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi tempat-tempat pendaratan ikan nelayan kecil di sekitar Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Natuna, melakukan penilaian pendataan yang dilakukan dermaga-dermaga kecil di daerah Bunguran Timur serta kemudian menyusun dan mengimplementasikan sebuah sistem database perikanan berbasis website yang dapat digunakan untuk melakukan pendataan hasil tangkapan. Data yang digunakan adalah data dermaga pendaratan ikan di Bunguran Timur, mekanisme pendataan hasil tangkapan yang sekarang dilakukan dan produksi perikanan di dermaga pendaratan ikan. Metode analisis yang digunakan adalah deskriptif, deskriptif komparatif dan pengembangan sistem informasi. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan dermaga-dermaga pendaratan ikan dan mekanisme pendataan hasil tangkapan, sedangkan deskriptif komparatif untuk membandingkan metode pendataan hasil tangkapan yang digunakan di setiap dermaga dengan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di Natuna. Pengembangan sistem informasi bertujuan menghasilkan sistem pendataan hasil tangkapan yang efektif berdasarkan kebutuhan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem basis data yang digunakan sebagai sistem pendataan hasil tangkapan ikan berbasis online yang bernama Nelayanku Heroku. Nelayanku Heroku memiliki tiga menu utama berupa menu dashboard, menu nelayan dan menu data tangkapan.
PEMODELAN KESESUAIAN HABITAT IKAN PELAGIS BERBASIS KONDISI OSEANOGRAFI DI PERAIRAN PALABUHANRATU Gilar Budi Pratama; Tri Wiji Nurani; Mustaruddin Mustaruddin; Yeni Herdiyeni
BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap Vol 14, No 3 (2022): (DESEMBER) 2022
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/bawal.14.3.2022.161-171

Abstract

Palabuhanratu merupakan pusat kegiatan potensial perikanan tangkap di Kabupaten Sukabumi. Salah satu tangkapan ikan yang dominan didaratkan di lokasi ini adalah kelompok jenis ikan pelagis. Kelompok jenis ikan pelagis memiliki sifat bergerombol (schooling) dalam bermigrasi. Sebaran dan kelimpahannya dipengaruhi oleh beberapa parameter oseanografi seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil- a, salinitas, arus hingga kedalaman perairan. Keberhasilan upaya penangkapan ikan sangat tergantung pada ketepatan dalam memprediksi daerah penangkapan. Pendugaan daerah penangkapan ikan, dapat dilakukan dengan pemahaman terhadap kondisi parameter oseanografi. Data parameter oseanografi selain berasal dari hasil pengukuran in-situ juga dapat memanfaatkan data hasil pantauan sensor satelit penginderaan jauh. Penelitian ini mengkaji kesesuaian habitat ikan pelagis berbasis kondisi oseanografi hasil pengukuran sensor satelit penginderaan jauh. Analisa kesesuaian habitat menggunakan pemodelan Maximum Entropy (Maxent).  Hasil analisa kemudian ditransformasikan untuk menduga zona potensial penangkapan ikan dalam bentuk model. Hasil yang diperoleh menunjukkan nilai uji kontribusi dan jackknife yang menyatakan salinitas sebagai parameter oseanografi yang memiliki tingkat informasi paling tinggi dalam pembangunan model. Response curve menunjukkan parameter klorofil-a yang optimal bagi ikan pelagis pada rentang 0,015 mg/m3 hingga 0,25 mg/m3, suhu optimal pada rentang 26,3 oC hingga 27,7oC, kecepatan arus yang optimal pada 0,37m/s, salinitas yang optimal berkisar 32,15 PSU hingga 32,5 PSU dan batimetri yang optimal pada kedalaman 200 hingga 5000 meter.Palabuhanratu is a potential activity for capture fisheries in Sukabumi Regency. One of the dominant fish catches landed at this location is the pelagic fish species. The pelagic fish species has a schooling characteristic in migrating. Their distribution and abundance are influenced by several oceanographic parameters such as sea surface temperature, chlorophyll-a concentration, salinity, currents, and depth of the waters. The success of fishing efforts is very dependent on the accuracy in predicting the fishing area. Estimation of fishing areas can be done by understanding the condition of oceanographic parameters. Apart from in-situ measurement results, oceanographic parameter data can also utilize data from monitoring by remote sensing satellite sensors. This study examines the suitability of pelagic fish habitat based on oceanographic conditions measured by remote sensing satellite sensors. Habitat suitability analysis using Maximum Entropy (Maxent) modeling. The results of the analysis are then transformed to estimate potential fishing zones in the form of a model. The results obtained show the contribution and jackknife test values which state salinity as an oceanographic parameter that has the highest level of information in model development. The response curve shows the optimal chlorophyll-a parameters for pelagic fish in the range of 0.015 mg/m3 to 0.25 mg/m3, optimal temperature in the range of 26.3oC to 27.7oC, optimal current velocity of 0.37m/s, Optimal salinity ranges from 32.15 PSU to 32.5 PSU and optimal bathymetry at depths of 200 to 5000 meters.
HUBUNGAN PARAMETER OSEANOGRAFI PERAIRAN TERHADAP POLA MUSIM IKAN PELAGIS DI PERAIRAN PALABUHANRATU Gilar Budi Pratama; Tri Wiji Nurani; Mustaruddin Mustaruddin; Yeni Herdiyeni
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3135.795 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.13.67-78

Abstract

Pola musim penangkapan dan kelimpahan ikan pelagis dipengaruhi oleh dinamika nilai klorofil-a dan suhu permukaan laut. Informasi pola musim penangkapan ikan dan hubungannya terhadap parameter oseanografi dapat membantu nelayan dalam meningkatkan efisiensi penangkapan. Oleh karenanya penelitian ini bertujuan menentukan pola musim penangkapan ikan pelagis di Perairan Palabuhanratu dan mengindentifikasi dinamika klorofil-a dan suhu permukaan laut serta hubungannya terhadap produksi perikanan pelagis. Data yang digunakan berupa data produksi perikanan pelagis tahun 2016-2020, dan data citra klorofil-a serta suhu permukaan laut. Data dianalisis menggunakan metode rata-rata bergerak dan korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan musim penangkapan ikan cakalang, tongkol, tenggiri, dan layaran secara umum terjadi di musim timur. Terdapat hubungan yang erat antara produksi perikanan tongkol dan cakalang terhadap fluktuasi bulanan nilai suhu permukaan laut dan klorofil-a (p-value < 0,05). Kenaikan konsentrasi klorofil-a dan penurunan nilai suhu permukaan laut akan diikuti peningkatan produksi perikanan tongkol dan cakalang di perairan Palabuhanratu. Indeks korelasi ikan cakalang terhadap klorofil-a masuk pada kategori kuat (r = 0,697), sedangkan pada ikan tongkol masuk pada kategori sedang (r = 0,485). Indeks korelasi ikan cakalang dan tongkol terhadap suhu permukaan laut masuk pada kategori sedang (0,40 < r < 0,599).
DINAMIKA MUSIM PENANGKAPAN IKAN CAKALANG DAN TONGKOL DI PERAIRAN PALABUHANRATU Nurani, Tri Wiji; Prihatin Ika Wahyuningrum; Muhammad Iqbal; Nurani Khoerunnisa; Gilar Budi Pratama; Elvanri Anggi Widianti
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jmf.v12i2.37112

Abstract

The monthly fluctuation of fish catch is closely related to the presence of fish or the fishing season. Information about the fishing season is important to improve the efficiency and effectiveness of fishing carried out by fishermen. Skipjack and longtail tuna are important catches landed by fishermen in Palabuhanratu fishing port, with fishing grounds in the waters around Palabuhanratu. This study aims to describe the dynamics of the catch and the effort to catch skipjack tuna and longtail tuna that land their fish in the Palabuhanratu fishing port and determine the fishing season. The data used is the Palabuhanratu fishing port fisheries statistical data for the 2015-2019 period. Data analysis used catch per unit effort (CPUE) analysis and moving average method. The results showed that the CPUE value of skipjack tuna fluctuates tends to increase by 0,009 tons per trip in 2016 and reaches the highest in 2017 which is around 3,068 tons per trip. The CPUE value of longtail tuna tends to increase from 0,021 tons per trip in 2015 to 0,266 tons per trip in 2019. The skipjack tuna fishing season in Palabuhanratu Waters occurs in March, July to November, while the longtail tuna fishing season occurs from July to November. Keywords: Longtail tuna, fishing season index, moving average model, Palabuhanratu, skipjack tuna
Komposisi dan Diversitas Hasil Tangkapan Pancing Ulur di Pulau Panggang Kepulauan Seribu, DKI Jakarta Khoerunnisa, Nurani; Ayu Sri Wijayanti, Lady; Budi Pratama, Gilar; Dzulpikah Darojat, Hanif
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 7 No 2 (2024): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v7i2.4192

Abstract

Nelayan di Pulau Panggang dan Kepulauan Seribu sering melakukan operasi penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap pancing ulur. Penangkapan ikan dengan pancing ulur dinilai efektif dalam menangkap ikan karena ramah lingkungan. Namun demikian, penelitian yang menyatakan seberapa selektifnya alat tangkap ini dengan menunjukkan komposisi dan indeks keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur masih sedikit. Kurangnya penelitian ini mengakibatkan kekurangan data sebagai dasar untuk pengambilan kebijakan pengelolaan sumber daya. Tujuan penelitian adalah menghitung komposisi spesies hasil tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menghitung komposisi jenis tangkapan dan keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap pancing ulur dengan menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Alat tangkap pancing ulur di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu berhasil menangkap 10 jenis ikan pelagis dan demersal, yaitu tenggiri (Scomberomorus commerson), layaran (Istiophorus sp), tongkol (Auxis thazard), lemadang (Coryphaena hippurus), cendro (Tylosurus crocodilus), cucut (Rhizoprionodon acutus), dan ikan gabus (Channa striata). Sementara itu, ikan demersal yang cenderung hidup di dasar laut terdiri dari ikan kakap (Lutjanus argentimaculatus), lencam (Lethrinus sp), dan ikan kerapu (Ephinepelus sp). Jenis ikan yang paling banyak tertangkap adalah ikan tenggiri (33%), sedangkan ikan budun merupakan jenis ikan yang paling sedikit tertangkap (1%). Indeks keanekaragaman menghasilkan nilai H' = 1,96, artinya keanekaragaman hasil tangkapan pancing ulur di Pulau Panggang termasuk dalam kategori sedang. Nilai ini menunjukkan bahwa keanekaragaman alat tangkap tergolong tinggi, tetapi selektivitasnya tergolong rendah.
Pengembangan E-Modul Interaktif pada Mata Kuliah Praktikum Pajak Penghasilan : Development of Interactive E-Modules in Income Tax Practicum Courses Pramesti, Retta Farah; Hanjani, Tantri Annisa; Pratama, Gilar Budi; Purba, Efri Elsridayani
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 03 (2024): Research Articles, December 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i03.5221

Abstract

This study aims to overcome the problem of non-standardized teaching materials and low practical skills of students in the Income Tax (PPh) Practicum course. This challenge impacts the effectiveness of learning and students' readiness to understand and apply the concept of PPh. Therefore, it is necessary to develop innovative, interactive, and relevant teaching materials to improve students' understanding of the material, learning motivation, and practical skills. The practicum module is an important thing to prepare in practicum learning as a tool that supports student learning to be more effective and efficient in understanding the existing material. This study uses the Research and Development (RnD) method with the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research stages include needs analysis, interactive module design, development and limited trials on 37 students, and evaluation of the module's feasibility by experts and users. The developed e-module is feasible, with a score of 80% for content quality, learning objectives, and instructional, and 100% for the quality of interactive teaching materials. The level of student satisfaction reached 89.2%, while the quality of the questions was assessed at 91.9%, indicating the module's effectiveness in improving students' understanding, learning motivation, and practical skills. This study successfully developed an interactive-based PPh Practicum e-module, which was feasible and effective in enhancing students' knowledge, motivation, and practical skills. Further research is recommended to expand the module's implementation and integrate tax software to support students' readiness in the world of work.
Keanekaragaman Hasil Tangkapan Hand Line di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Gilar Budi Pratama; Nurani Khoerunnisa; Rian Hidayat
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perairan laut Maluku yang merupakan bagian dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 715 memiliki tingkat biodiversitas tinggi dengan potensi perikanan yang dimanfaatkan masyarakat melalui aktivitas penangkapan ikan, dominan menggunakan alat tangkap hand line. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keanekaragaman hasil tangkapan alat tangkap hand line di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, berdasarkan data statistik tahun 2023. Analisis dilakukan menggunakan metode deskriptif dan perhitungan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hand line mampu menangkap 34 jenis ikan dengan total produksi mencapai 1.570,42 ton. Nilai indeks keanekaragaman (H’) sebesar 2,61 mengindikasikan keanekaragaman sedang, mencerminkan keragaman spesies yang cukup baik namun selektivitas alat tangkap masih perlu diperhatikan. Tingkat keanekaragaman ini menunjukkan potensi diversifikasi usaha perikanan yang mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekaligus pengelolaan sumber daya laut secara bertanggung jawab.
Pengelolaan Aktivitas Penangkapan Madidihang (Thunnus albacares) yang Didaratkan di TPI Berbasis Musim Penangkapan Gilar Budi Pratama; Ainun Apriliyani Muhyun; Apriliani, Izza Mahdiana
Jurnal Pembangunan Perikanan dan Agribisnis Vol 12 No 1 (2025): Vol 12 No 1 2025
Publisher : 2339-1324

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola musim penangkapan ikan Madidihang (Thunnus albacares) yang didaratkan di PPN Ternate antara tahun 2021 hingga 2023. Data produksi perikanan menunjukkan fluktuasi, dengan produksi tertinggi pada November 2023 (148,04 ton) dan terendah pada Juli 2021 (3,72 ton). Upaya penangkapan madidihang juga mengalami fluktuasi, dengan jumlah trip tertinggi pada November 2023 (1.138 trip) dan terendah pada April 2023 (329 trip). Musim penangkapan ikan dianalisis menggunakan Indeks Musim Penangkapan (IMP), yang dihitung berdasarkan data produksi dan upaya penangkapan. Hasil analisis menunjukkan bulan Januari, Februari, November, dan Desember sebagai musim penangkapan dengan nilai IMP lebih dari 100%, sedangkan bulan lainnya termasuk dalam musim bukan penangkapan. Pola musim penangkapan ini dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan migrasi ikan. Pengetahuan mengenai musim penangkapan yang spesifik dapat menjadi acuan penting dalam pengelolaan perikanan yang lebih efisien dan berkelanjutan, dengan mengoptimalkan upaya penangkapan selama musim puncak dan memberikan waktu bagi regenerasi stok ikan pada periode non-puncak. Kebijakan pengelolaan yang berbasis musim penangkapan dapat membantu melindungi populasi ikan madidihang dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.
STUDI LITERATUR: PENGARUH PARAMETER OSEANOGRAFI TERHADAP KELIMPAHAN IKAN PELAGIS Pratama, Gilar Budi; Baihaqi, Faqih; Aisyah, Aisyah
OCTOPUS: JURNAL ILMU PERIKANAN Vol 13, No 2 (2024): OCTOPUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan pelagis hidup di lapisan tengah hingga permukaan laut dan bermigrasi dalam kelompok untuk mencari habitat optimal. Migrasi mereka dipengaruhi oleh parameter oseanografi seperti salinitas, arus laut, konsentrasi klorofil-a, dan suhu permukaan laut (SPL),. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara parameter oseanografi dan kelimpahan ikan pelagis melalui studi literatur. Data oseanografi berbasis satelit, seperti MODIS, dapat memberikan informasi penting untuk memprediksi zona potensial penangkapan ikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa SPL dan klorofil-a berperan penting dalam mendukung produktivitas perikanan. Konsentrasi klorofil-a tinggi mencerminkan produktivitas primer yang mendukung rantai makanan ikan pelagis. Selain itu, salinitas dan arus berkontribusi pada distribusi plankton sebagai sumber makanan utama. Pemahaman dinamika oseanografi membantu meningkatkan efisiensi penangkapan dan mendukung pengelolaan perikanan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan memberikan informasi bagi pemerintah dan nelayan dalam menentukan kebijakan dan strategi penangkapan yang lebih efektif.
Komposisi dan Nilai Ekonomi Hasil Tangkapan Jaring Insang Menggunakan Lampu Atraktor Celup Muhyun, Ainun Apriliyani; Puspito, Gondo; Mustaruddin, Mustaruddin; Pratama, Gilar Budi
FISHIANA Journal of Marine and Fisheries Vol. 4 No. 1 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Perikanan UCM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/fishiana.v4i1.270

Abstract

Pemanfaatan cahaya sebagai atraktor dalam penangkapan ikan telah berkembang sebagai strategi untuk meningkatkan efektivitas hasil tangkapan, salah satunya pada alat tangkap jaring insang. Penelitian bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan nilai ekonomi ikan hasil tangkapan jaring insang yang dioperasikan pada malam hari menggunakan lampu atraktor celup. Metode penelitian yang digunakan bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh dari 23 trip penangkapan di perairan Kepulauan Selayar yang mencakup jumlah, berat, dan jenis ikan, serta data harga jual per spesies. Hasil penelitian menunjukkan jaring insang menangkap 19 jenis ikan yang didominasi oleh ikan bernilai ekonomi tinggi dari genus Lethrinus, Siganus, dan Lutjanus.Total nilai ekonomi tangkapan mencapai Rp10.756.855, dengan rata-rata penerimaan per trip sebesar Rp467.689 dan R/C ratio > 1, yang menunjukkan bahwa kegiatan pengoperasian jaring insang dengan bantuan cahaya layak secara finansial. Hasil penelitian membuktikan bahwa penerapan penggunaan lampu atraktor celup berpotensi menjadi salahsatu strategi teknologi sederhana yang efektif dalam meningkatkan produktivitas dan pendapatan nelayan tradisional.