Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

THE EFFECT OF THE ULOS LEARNING MODEL ON CRITICAL THINKING SKILLS OF GRADE XI SMA NEGERI 2 PEMATANGSIANTAR IN THE 2025/2026 ACADEMIC YEAR Lestari Maria Esterlina Silalahi; Apriani Sijabat; Ady Frenly Simanullang
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 11 (2025): OCTOBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v4i11.1245

Abstract

This study aims to investigate the effect of the ULOS learning model on the critical thinking skills of eleventh-grade students at SMA Negeri 2 Pematangsiantar in the 2025/2026 academic year. The ULOS learning model, which stands for Use the Essential Question, Let’s Design Project and Do It, Observe Result Project and Discussion, Summarize and Reflect, is a project-based learning approach grounded in constructivist theory and integrated with local cultural values. This model encourages students to develop critical thinking and creativity through contextual problem-solving and collaborative learning experiences. The research employed a quantitative quasi-experimental design with a Pretest-Posttest Control Group Design. The population consisted of all eleventh-grade science students, and two classes were selected as samples using a simple random sampling technique. The experimental class was taught using the ULOS learning model, while the control class received conventional instruction. Data were collected using essay tests designed to measure five indicators of critical thinking skills—providing simple explanations, building basic skills, drawing conclusions, providing further explanations, and setting strategies and tactics. The collected data were analyzed using normality, homogeneity, and independent sample t-tests. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups, indicating that the ULOS learning model had a positive effect on students’ critical thinking skills in physics learning. The implementation of ULOS created an active, collaborative, and culturally meaningful learning environment that enhanced students’ analytical and reflective abilities. The study concludes that the ULOS learning model is an effective pedagogical approach for improving students’ critical thinking skills and promoting culturally responsive education within the framework of the Merdeka Curriculum. The results suggest that teachers should adopt innovative, student-centered learning models such as ULOS to foster higher-order thinking and cultural awareness in science education.
Pendampingan Pembuatan Media Ajar Inovatif Berbasis AI Bagi Guru SDN 091488 Bah Sampuran dalam Upaya Mendukung Merdeka Belajar Nancy Angelia Purba; Ady Frenly Simanullang; Joice Diva Thantri S; Rachel Abigael Lumbantoruan; Hotmaida Sinaga
JURNAL ABDIMAS MADUMA Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober, 2025
Publisher : English Lecturers and Teachers Association (ELTA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/jam.v4i3.525

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SD Negeri 091488 Bah Sampuran dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) untuk menciptakan media ajar yang inovatif, mendukung pelaksanaan Merdeka Belajar. Masalah utama yang dihadapi oleh mitra adalah terbatasnya sarana prasarana berbasis teknologi dan kurangnya pemahaman guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Metode pelaksanaan mencakup edukasi, pelatihan, dan pendampingan yang dilakukan secara bertahap. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan guru serta penilaian keterampilan dalam menghasilkan produk media ajar berbasis AI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan guru sebesar 49,4% serta keterampilan dalam menciptakan media ajar digital, seperti buku digital interaktif, presentasi berbasis Canva AI, dan Lembar Kerja Siswa (LKS) berbasis AI. Selain itu, 92% peserta menyatakan kepuasan terhadap kegiatan tersebut. Dengan demikian, pendampingan ini berhasil meningkatkan kemampuan digital guru sekaligus menghasilkan produk yang nyata untuk mendukung pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan sesuai dengan prinsip Merdeka Belajar Kata Kunci: Artificial Intelligence; media ajar inovatif; kecakapan digital; Merdeka Belajar
Penerapan Riset Mesin Pencacah Jagung Ramah Lingkungan serta Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung menjadi Pupuk Organik Bagi Kelompok Tani GABEMA : Pengabdian Winarto Silaban; Ady Frenly Simanullang; Winfrontstein Naibaho; Hanyska; Annisa Aulia; Tio Andini Natasya Sirait; Dio Alfin Pratama Saragih
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7602

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk menerapkan hasil riset berupa mesin pencacah jagung ramah lingkungan serta meningkatkan pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik bagi Kelompok Tani GABEMA. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah proses pengolahan jagung yang masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama, kurang efisien, serta menghasilkan limbah tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara optimal. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan edukasi, demonstrasi teknologi, pelatihan penggunaan mesin pencacah jagung, serta praktik pengolahan limbah tongkol jagung menjadi pupuk organik. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang merupakan anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penerapan teknologi tepat guna dalam proses pencacahan jagung serta pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. Mesin pencacah jagung yang diperkenalkan mampu membantu meningkatkan efektivitas proses pengolahan hasil pertanian dengan konsep ramah lingkungan, sedangkan limbah tongkol jagung dapat diolah menjadi pupuk organik yang berpotensi mendukung peningkatan kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelompok tani, menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien, serta mendukung prinsip ekonomi sirkular melalui pemanfaatan kembali limbah pertanian menjadi produk bernilai guna.
Pengembangan Bahan Ajar Kimia Interaktif Berbasis Proyek dan Etnosains untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Mahasiswa pada Pengajaran Laju Reaksi Eva Pratiwi Pane; Ady Frenly Simanullang; Ivan Samuel; Sunggul Pasaribu; Bernard Simanjuntak; Dian Arisetya
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 2 (2026): April - June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.2.615-622

Abstract

Project-based learning is a learning strategy where students must build their own content knowledge and demonstrate new understanding gained through various forms of representation. Learning containing ethnoscience based on local wisdom, invites students to be close to their surrounding environment and be able to understand the phenomena that occur around them so that they can create a generation of products that are responsive and sensitive to the social and cultural environment of the nation. Chemistry learning can be integrated into ethnoscience because it involves contextual experiences in everyday life about local wisdom as learning materials and phenomena that exist in society. This study aims to develop interactive teaching materials based on projects and ethnoscience on the material of reaction rates that can improve students' creative thinking skills. This study uses the type of Research and Development (R&D) development research, with the ADDIE model. Data collection techniques are observation techniques, written tests, questionnaires and documentation. The results of the study obtained: (1) The proportion of students' creative thinking skills completion in the experimental class and control class is more than 75%; (2) The average creative thinking skills of students using interactive teaching materials based on projects and ethnoscience on the material of reaction rates is greater than the completion value.; (3) Analysis of two-way tests proves that the application of interactive project-based and ethnoscience-based teaching materials on reaction rate material has an effect on students' creative thinking skills; (4) Analysis of the N-Gain test of the experimental class and control class shows a moderate increase, namely 0.4 and 0.3.