Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Edukasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan Wahidah, Nurul Jannatul; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Maulina, Rufidah; Maulida, Luluk Fajria; Nurhidayati, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12985

Abstract

ABSTRAK Edukasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) yang diberikan kepada kader kesehatan telah menjadi salah satu pendekeatan yang penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kader merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan program KBPP karena pemahaman kader tentang konsep KBPP dapat membantu msyarakat merencanakan dan merawat kehidupan keluarga yang sehat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dampak edukasi KBPP bagi kader dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka dalam memberikan layanan KBPP yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Optimalisasi Peran kader meliputi kegiatan Assesment yakni analisis kebutuhan sasaran; Planning and Development yakni menentukan tujuan, strategi, dan sumber daya; Implementation yakni melaksanakan rencana yang telah disusun, dan Evaluation yakni mengevaluasi ketercapaian kegiatan. Kegiatan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Joyosuran Surakarta, pada bulan Juni 2023 dengan sasaran 29 kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi KBPP telah memberikan manfaat yang signifikan bagi kader, meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai metode KBPP, dan meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi tentang KBPP pada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya eduiasi KBB bagi kader sebagai strategi untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan KBPP di masyarakat.  Kata Kunci: Edukasi, Keluarga Berencana Pasca Persalinan, Kader, Pengetahuan  ABSTRACT Postpartum Family Planning (KBPP) provided to health cadres has become an important approach in efforts to improve the qulity of life in the community. Cadres are at the forefront of implementing the KBPP program because their understanding of the KBPP concept can help te community plan and care for healty family lives. This community sevice aims to assess the impact of KBPP education on cadres in enhancing their knowledge, skills, and abilities to provide good quality in KBPP services. The method used in this community service was Cadre Role optimizing, including Assessments, that’s analysing the target’s need; Planning and Development, that’s determining objectives, strategies, and resources; Implementation, thatas implementing the prepared plan; and Evaluation, that’s evaluating the achievement of the implementation. This activity was conducted in the Joyosuran Healt’s Centres, Surakarta in June 2023, targeting 29 health cadres. This community service activity has shown that KBPP education has provided significant benefits to the cadres, increasing their knowledge of various KBPP methods and enhancing their skills in providing KBPP education to the community. This community services activity empasize the importance of KBPP education for cadres as a strategy to improve access and quality of KBPP services in the community. Keywords: Education, Postpartum Family Planning, Cadre, Knowledge
Pop-Up Book “Siasui” sebagai Langkah Peningkatan Breastfeeding Self Efficacy pada Ibu Hamil Trimester III Maulida, Luluk Fajria; Maulina, Rufidah; Wahidah, Nurul Jannatul; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Nurhidayati, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12823

Abstract

ABSTRAK Rendahnya tingkat pemberian ASI eksklusif berbanding lurus dengan kurangnya kepercayaan diri ibu (breastfeeding self-efficacy). Hampir 2 dari 3 bayi tidak disusui secara eksklusif selama 6 bulan dan tidak membaik dalam dua dekade terakhir. Menyusui merupakan salah satu cara paling efektif untuk memastikan kesehatan dan kelangsungan hidup anak. Pemberian Pendidikan kesehatan tentang menyusui dapat dilakukan ketika ibu memasuki trimester ketiga sebagai langkah persiapan menjadi orang tua pencetak generasi emas. Meningkatkan kepercayaan diri ibu hamil untuk siap menyusui dan harapannya mereka dapat mengatasi hambatan ketika menyusui. Pengabdian ini dilakukan metode penyuluhan dan demostrasi dengan media Pop-Up book “SIASUI”. Pelaksanaan penyuluhan dan demonstrasi dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Mondokan. Setelah pemberian intervensi berupa penjelasan materi mengenai ASI, responden pada kelompok intervensi memiliki rerata breastfeeding self-efficacy 79 (SD=6.1) sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 76.6 (SD=8.6). Pop-up book “SIASUI” dapat menjadi alternatif media dalam meningkatkan breastfeeding self-efficacy pada ibu hamil. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Efikasi Diri, Penyuluhan, Pop-Up Book  ABSTRACT The low rate of exclusive breastfeeding is directly associated with mothers' lack of self-confidence, or breastfeeding self-efficacy. Nearly two out of three babies are not exclusively breastfed for the recommended six months, and this situation has shown little improvement over the last two decades. Breastfeeding stands as one of the most effective means to ensure the health and survival of children. Providing health education about breastfeeding during the third trimester can serve as a preparatory step towards nurturing a generation of capable parents. The aims of this study is to enhance the confidence of pregnant women in their readiness to breastfeed, with the hope that they can effectively overcome obstacles encountered during the breastfeeding process. This service was carried out through counseling and demonstrations, using the "SIASUI" pop-up book as a media for education. Counseling and demonstrations were conducted within the Mondokan Community Health Center's, Sragen, Central java. Following the intervention, which included the explanation of material related to breastfeeding, the respondents in the intervention group had an average score of 79 (SD=6.1), while the control group scored an average of 76.6 (SD=8.6). The "SIASUI" pop-up book can be considered as alternative media for enhancing breastfeeding self-efficacy in pregnant women. Keywords: Exclusive Breastfeeding, Self-Efficacy, Counseling, Pop-Up Book
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 12-59 BULAN Sinaga, Ruth Dearani; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wiboworini, Budiyanti; Wahidah, Nurul Jannatul; Sari, Atriany Nilam
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8931

Abstract

Stunting menggambarkan status gizi kurang yang bersifat kronik pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan. Kejadian stunting terbesar di Kota Surakarta terdapat di wilayah Puskesmas Sangkrah yaitu 17,4% dan jumlah anak dengan stunting terbanyak terdapat di Kelurahan Semanggi yaitu 39,1%. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-fakor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 12-59 bulan di Kelurahan Semanggi Kota Surakarta. Jenis penelitian ini analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Didapatkan sebanyak 82 ibu yang mempunyai anak usia 12-59 bulan dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan memakai lembar kuesioner, kemudian dianalisis dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi stunting sebesar 26,8% dan tidak stunting sebesar 73,2%. Faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif (p<0,05). Faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah tinggi badan ibu, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, riwayat imunisasi, dan riwayat infeksi (p>0,05). Simpulan penelitian ini faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu berat badan lahir dan riwayat ASI eksklusif.
DETERMINAN TINGKAT KECEMASAN IBU HAMIL RISIKO TINGGI TRIMESTER 3 Mufidah, Amatullah; Putri, Noviyati Rahardjo; Kusmawati, Iffah Indri; Nurhidayati, Siti; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 6 No. 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v6i2.11768

Abstract

Ibu hamil risiko tinggi mengalami depresi dan kecemasan tiga kali lebih besar daripada ibu hamil normal. Hal itu berdampak negatif pada perkembangan anak dan risiko depresi pascapersalinan. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapa faktor pada tingkat kecemasan ibu hamil risiko tinggi trimester 3. Metode pada penelitian  ini cross-sectional dengan populasi ibu hamil trimester 3 dengan jumlah sampel 41 orang menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan lembar identitas responden, Kartu Skor Poedji Rochyati, Perinatal Anxiety Screening Scale (PASS), dan kuesioner spiritual support. Analisis statistik dilakukan menggunakan Spearman Rank Correlation (rho). Hasil analisis statistik diperoleh p-value untuk masing-masing variabel, yaitu usia (p: 0,932), paritas (p: 0,865), pekerjaan (p: 0,808), penghasilan keluarga (p: 0,239), dan spiritual supportl (p: 0,121). Oleh karena itu, dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan usia, paritas, pekerjaan, penghasilan keluarga, dan spiritual support pada ibu hamil risiko tinggi di Puskesmas Gondangrejo. Sehingga, penelitian selanjutnya terkait variabel kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi dapat dikaitkan dengan faktor-faktor lain.
Hubungan Tingkat Dismenorea Primer dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret Candra, Afit; Nurinasari, Hafi; Nugraheni, Angesti; Sari, Atriany Nilam; Wahidah, Nurul Jannatul
JURNAL KESEHATAN REPRODUKSI Vol 11, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkr.76523

Abstract

Latar Belakang: Pembelajaran jarak jauh menjadi alternatif yang diterapkan pada setiap universitas di masa pandemi covid-19. Kesehatan fisik dan konsentrasi yang baik sangat diperlukan agar pembelajaran jarak jauh tetap efektif. Salah satu masalah kesehatan yang sering dialami mahasiswi dan dapat mengganggu efektivitas proses belajar adalah dismenorea primer. Kondisi ini menimbulkan nyeri menstruasi yang dapat menurunkan konsentrasi, aktivitas belajar, serta produktivitas mahasiswi.Tujuan: Menganalisis hubungan tingkat dismenorea primer dengan aktivitas belajar mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret.Metode: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswi Kebidanan Sarjana Terapan Universitas Sebelas Maret dengan jumlah sampel 53 mahasiswi yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman.Hasil dan Pembahasan: Hasil uji Spearman didapatkan hasil ρ-value signifikan (ρ < 0,05) dengan koefisien korelasi r = -0,616. Semakin tinggi tingkat dismenorea primer maka semakin menurun aktivitas belajar.Kesimpulan:  Terdapat hubungan antara tingkat dismenorea primer terhadap aktivitas belajar.
PENGARUH ELANA (EDUKASI LAKTASI ANTENATAL) TERHADAP PENGETAHUAN DAN EFIKASI DIRI MENYUSUI IBU HAMIL Maulida, Luluk Fajria; Nurhidayati, Siti; Maulina, Rufidah; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Wahidah, Nurul Jannatul
Jurnal Reproductive Health Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Health Reproductive
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jrh.v10i2.6531

Abstract

Latar Belakang : Memberikan ASI bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga perjalanan emosional yang membutuhkan keyakinan diri serta pemahaman yang baik sejak masa kehamilan. Beberapa ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif karena merasa ragu dan kurang memahami cara menyusui dengan benar. Untuk itu, memberikan informasi tentang menyusui selama kehamilan bisa membantu ibu mempersiapkan diri menghadapi proses ini. Tujuan: untuk menilai pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap pengetahuan dan efikasi diri ibu dalam menyusui. Metode : Quasi-Experimental Design: One-Group Pretest–Posttest yaitu satu kelompok mengikuti ELANA. Penilaian dilakukan sebelum (pre-test) dan sesudah intervensi (post-test) dengan kuesioner yang menilai pengetahuan menyusui dan juga untuk mengukur seberapa percaya diri ibu bisa menyusui (BSES-SF). Responden sejumlah 50 ibu hamil di wilayah Sidomukti, yang sehat dan bersedia mengikuti edukasi ini. Uji analisis menggunakan uji wilcoxon. Hasil : Analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan ibu setelah intervensi, dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05). Selain itu, efikasi diri juga mengalami peningkatan bermakna, dengan p-value = 0,006 (p < 0,05). Hasil ini menerangkan adanya perbedaan signifikan antara skor pengetahuan dan efikasi diri pada pretest dan posttest. Kesimpulan: ada pengaruh ELANA (Edukasi Laktasi Antenatal) terhadap Pengetahuan dan Efikasi Diri Menyusui Ibu Hamil.
The Effect of Education on the Utilization of Hypnotherapy in Antenatal and Intrapartum Care on Midwives’ Knowledge Wirenviona, Rima; Rahmi, Fani Syinthia; Ramadhaniati, Fitri; Susanti, Nurul Fatimah; Wahidah, Nurul Jannatul
Open Access Health Scientific Journal Vol. 7 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Griya Eka Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55700/oahsj.v7i1.159

Abstract

Background: Hypnotherapy is a non-pharmacological approach that has increasingly been applied in midwifery care, particularly in antenatal and intrapartum services, to assist pregnant women in managing anxiety and pain and to enhance comfort during childbirth. However, the utilization of hypnotherapy in health services remains limited, partly due to insufficient knowledge and understanding among midwives regarding its concepts and applications.Methods: This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study was conducted among midwives providing antenatal and intrapartum care in healthcare facilities. Samples were selected using a total sampling technique. Data were collected using a questionnaire measuring knowledge related to the utilization of hypnotherapy. Data analysis was conducted using univariate and bivariate statistical analyses.Results: The findings demonstrated an increase in the mean knowledge scores of midwives after receiving education on hypnotherapy utilization compared to before the intervention. Statistically, education on hypnotherapy utilization had a significant effect on improving midwives’ knowledge.Conclusion: Education on the utilization of hypnotherapy in antenatal and intrapartum care significantly improves midwives’ knowledge. These findings are expected to serve as a foundation for the development of training programs and the implementation of hypnotherapy as part of comprehensive midwifery care.
HUBUNGAN POLA ASUH DAN SCREEN TIME DENGAN PERKEMBANGAN EMOSIONAL ANAK PRASEKOLAH Hanifah, Yasmin Hanah; Sumardiyono, Sumardiyono; Sukamto, Ika Sumiyarsi; Wahidah, Nurul Jannatul; Maulida, Luluk Fajria
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v12i1.2214

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan emosional anak prasekolah dipengaruhi oleh lingkungan keluarga, terutama pola asuh dan screen time. Pola asuh yang tidak sesuai serta penggunaan media digital berlebihan dapat menghambat kemampuan regulasi emosi anak. Tujuan: Menganalisis hubungan antara pola asuh dan screen time dengan perkembangan emosional anak prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 72 orang tua anak prasekolah usia 3-6 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Parenting Style and Dimensions Questionnaire (PSDQ), kuesioner screen time, serta Kuesioner Masalah Perilaku Emosional (KMPE). Pengambilan data dilakukan pada September-Oktober 2025 dan dianalisis menggunakan uji regresi logistik ordinal. Hasil: Pola asuh otoriter dan permisif berhubungan signifikan dengan perkembangan emosional anak prasekolah (p
Continuity of Care Midwifery Services for Mrs. P, 24 Years Old, at Mojogedang I Community Health Center, Karanganyar Kamila, Nudiya Salwa Syifa; Wahidah, Nurul Jannatul; Suharsi, Suharsi; Sukamto, Ika Sumiyarsi
Devotion : Journal of Research and Community Service Vol. 7 No. 2 (2026): Devotion: Journal of Community Research
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/devotion.v7i2.25645

Abstract

Maternal and infant mortality rates remain major health challenges in Indonesia, underscoring the need for improved healthcare access and quality. Continuity of Care (CoC) addresses this issue through integrated monitoring from pregnancy to family planning. This qualitative case study applies the CoC approach to provide continuous midwifery care for Mrs. P at Puskesmas Mojogedang I (Mojogedang I Community Health Center). This research aims to explore aspects related to continuous midwifery care for Mrs. P and her baby through midwifery care processes during pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, and family planning. The third-trimester visit results showed that Mrs. P had second-degree obesity. During the delivery process, there was a second-degree perineal rupture, and Mrs. P experienced postpartum hemorrhage due to retained placenta fragments. No complications were found in the newborn. The baby, a female, was born on September 21, 2024, at 2:50 PM WIB, with a birth weight of 3,050 grams and a length of 49 cm. Uterine involution during the postpartum period progressed normally, and the mother chose intrauterine contraceptive use with an IUD (Intrauterine Device). The case assessment from pregnancy to delivery showed a correlation between second-degree obesity and the occurrence of postpartum hemorrhage due to retained placenta fragments. No discrepancies were found between theory and practice.
Pertama Mendengar, Terakhir Dilatih: Analisis Jalur Peran Bidan dalam Kesehatan Mental Perinatal di Indonesia Maulina, Rufidah; Khuzaiyah, Siti; Setyaningrum, Agustina Catur; Sari, Atriany Nilam; Novika, Revi Gama Hatta; Wahidah, Nurul Jannatul; Nurhidayati, Siti; Maulida, Luluk Fajria; Tursina, Elsa
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 16 No 2 (2025): Jurnal Kesehatan Volume 16 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v16i2.1330

Abstract

Background: Perinatal mental health disorders significantly contribute to maternal and neonatal morbidity, particularly in low- and middle-income countries (LMICs) such as Indonesia. Midwives, as frontline maternal healthcare providers, are uniquely positioned to screen for and support women experiencing mental health disorders. However, their involvement remains limited due to systemic, educational, and institutional barriers. Purpose: This study aims to understand the factors influencing midwives' knowledge and utilization of perinatal mental health screening services in Indonesia. Methods: A secondary analysis was conducted using cross-sectional data from an online survey of 300 midwives across Indonesia between June-August 2024. Variables included demographic characteristics, training experience, access to mental health resources, screening knowledge, and utilization behavior. Descriptive statistics and path analysis were used to examine direct and indirect influences on screening utilization. Results: Despite an average of 15 years of clinical experience, only 9.7% of midwives had used mental health screening tools. Just 8.7% had received formal mental health training, and only one-third had access to relevant guidelines. Screening knowledge was significantly predicted by access to structured information sources (β = 1.42; p < 0.001) and directly influenced screening utilization (β = 3.05; p < 0.001). Indirect factors, such as duration of service or interest in training, had no significant effect. Public health outreach and structured training improved access to learning materials. Conclusion: Despite strong interest among midwives, gaps in training, resources, and institutional support hinder effective mental health screening. Strengthening structured training programs and improving access to information are essential steps toward empowering midwives in perinatal mental health care. However, as most participants were from Western Indonesia, these findings should be interpreted with caution, and future studies should include broader geographic representation to better capture the national context