Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Kelayakan dan Kepraktisan E-modul Berbasis SDGs dengan Conceptual Change Model with Cognitive Conflict Approach (CCM-CCA) Terintegrasi Kearifan Lokal untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Literasi Lingkungan Syarful Annam; Zulqifli Alqadri; Musawwir Usman; Shoffan Fatkhulloh
Journal of Classroom Action Research Vol. 8 No. 2 (2026): May 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v8i2.14431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan serta kepraktisan e-modul berbasis Sustainable Development Goals (SDGs) dengan pendekatan Conceptual Change Model with Cognitive Conflict Approach (CCM-CCA) yang terintegrasi kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate (terbatas). Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli serta angket kepraktisan guru dan siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif (Aiken’s V dan rumus persentase) dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi, ditinjau dari aspek isi, penyajian, bahasa, dan desain media dengan rata-rata indeks Aiken’s V 0,91. Integrasi isu-isu SDGs dengan konteks kearifan lokal serta penerapan sintaks CCM-CCA dinilai mampu memfasilitasi perubahan konseptual dan pembelajaran yang bermakna. Selain itu, hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa e-modul tergolong sangat praktis berdasarkan respon positif guru dan siswa dengan skor 88,3 dan 84,9, baik dari segi kemudahan penggunaan, kejelasan instruksi, maupun daya tarik tampilan. Sehingga e-modul berbasis SDGs dengan pendekatan CCM-CCA terintegrasi kearifan lokal dinyatakan layak dan praktis untuk digunakan sebagai bahan ajar inovatif yang berpotensi mendukung pengembangan berpikir kritis dan literasi lingkungan siswa.
Pelatihan Pemanfaatan Virtual Laboratory Berbasis PhET Simulation dalam Pembelajaran IPA bagi Guru di SMPN 27 Makassar Musawwir Usman; Banu Kisworo; Zulqifli Alqadri; Syarful Annam; Yulianti Yusal
Jurnal Pengabdian Pendidikan IPA Kontekstual Vol. 4 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Postgraduate Program, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppik.v4i2.1611

Abstract

Limited laboratory facilities and the low utilization of technology in science learning are among the main challenges in improving students’ conceptual understanding, particularly for abstract topics. One possible solution is the use of a virtual laboratory based on PhET Interactive Simulations. This Community Service Program (PKM) aims to enhance teachers’ understanding and skills in utilizing virtual laboratory-based learning media. The activity was conducted in the form of training for teachers at UPT SPF SMPN 27 Makassar using the Participatory Rural Appraisal (PRA) method. The implementation consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, questionnaires, and participant feedback. The results indicate that the training was successfully carried out and received positive responses from participants, with satisfaction levels categorized as very good (above 80%). Furthermore, teachers demonstrated improved understanding and skills in using PhET Simulation as a learning medium, particularly in explaining abstract science concepts. Therefore, this training can serve as an alternative solution to overcome laboratory limitations and support more interactive, visual, and meaningful learning.