Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN DIET DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE II DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT SANSANI PEKANBARU Fadhli, Rohmi; Rizka Yuliana Turcia; Mersi Ekaputri
Jurnal Ilmu Keperawatan Vol 11 No 2 (2022): Al-Asalmiya Nursing: Jurnal Ilmu Keperawatan (Journal of Nursing Sciences)
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/keperawatan.v11i2.2287

Abstract

Tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet merupakan aspek yang menjadi poin penting bagipenderita DM. Ketidakpatuhan penderita DM terhadap dietnya dapat mengakibatkanketidakstabilan kadar gula darah dan meningkatkan faktor risiko terjadinya DM tipe II. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan diet dengan kadargula darah penderita diabetes mellitus tipe II di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Sansani.Jenispenelitian ini adalah deskriptif kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Sakit Sansani dengan 69 orang responden. Metodepengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Alat ukur yang digunakanadalah kuesioner. Analisa data terdiri dari Analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki pengetahuan kategori baiksebanyak 30 orang (43,5%), responden dengan kepatuhan diet kategori tidak patuh sebanyak 41orang (59,4), responden dengan kadar gula darah kategori normal yaitu sebanyak 31 orang(63,8%), dan ada hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan diet dengan kadar gula darahresponden secara signifikan, dimana P value < 0,05 yaitu 0,000. Hasil penelitian ini diharapkansebagai bahan masukan bagi Rumah Sakit dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatankhususnya pelayanan keperawatan yang berhubungan dengan diet pasien DM.Kata Kunci : Gula Darah, Kepatuhan Diet, Pengetahuan.
Pengaruh Teknik Distraksi Film Kartun Terhadap Tingkat Kecemasan Anak Usia 6-12 Tahun Pre Sirkumsisi Astuti, Epu Margi; Sapuan, Sapuan; Ramadia, Arya; Fadhli, Rohmi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.4056

Abstract

Tindakan sirkumsisi termasuk dalam kategori bedah minor. Walaupun sirkumsisi dikatakan sebagai tindakan operasi kecil atau minor, namun hal tersebut tidak boleh dianggap kecil oleh pasien karena dapat mengakibatkan rasa cemas akibat dari berbagai sensasi khayalan yang muncul sebelum pelaksanaan operasi sirkumsisi. Kecemasan tersebut timbul akibat proses sirkumsisi yang akan dijalani yang melibatkan rasa nyeri berlebih saat cemas. Kecemasan yang muncul pada anak sebesar 36,7%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teknik distraksi film kartun terhadap tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun pre sirkumsisi di Samsul Wound Care. Jenis penelitian pada penelitian ini adalah pra experiment yaitu penelitian dengan rancangan one-group pre-test dan post-test design. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2025 di Samsul Wound Care. Subjek pada penelitian ini adalah anak usia 6-12 tahun yang berjumlah 15 orang. Instrument penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi dan menggunakan alat ukur kecemasan child anxiety scales dan SOP Teknik Distraksi Visual Menonton Film Kartun. Rata-rata tingkat kecemasan sebelum diberikan teknik distraksi film kartun adalah 2,33 dan rata-rata tingkat kecemasan sesudah diberikan teknik distraksi film kartun adalah 0,73. Hasil uji wilcoxon menunjukkan p value yaitu 0,000 yang artinya < 0,05, ada pengaruh teknik distraksi film kartun terhadap tingkat kecemasan anak usia 6-12 tahun pre sirkumsisi. Hendaknya teknik distraksi menggunakan film kartun dapat diterapkan sebagai pendekatan non-farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan anak usia 6–12 tahun sebelum tindakan sirkumsisi.