Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pengetahuan Gizi dan Siklus Menstruasi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri SMA di Kabupaten Morowali Amina Amina; Rakhmawati Agustina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.56877

Abstract

Latar Belakang: Menurut data dari World Health Organization (WHO) pada tahun 2023, prevalensi anemia secara global diperkirakan mempengaruhi 40% anak-anak berusia 6 hingga 59 bulan, 37% wanita hamil antara usia 15 dan 49 tahun, dan 30% wanita usia subur (15 hingga 49 tahun). Anemia pada remaja harus segera diatasi karena memberikan dampak negatif untuk saat ini dan saat mendatang. Tujuan penelitian dianalisis hubungan pengetahuan gizi dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMPN 1 Bungku Tengah Kecamatan Bungku Tengah Kabupaten Morowali. Metode: Penelitian ini ialah penelitian observasional analitik dengan rancangan/desain menggunakan cross sectional. Cross sectional digunakan untuk melihat hubungan antara variabel bebas (pengetahuan gizi dan siklus menstruasi) dengan kejadian anemia pada remaja putri. Data dikumpulkan secara bersamaan waktunya. Sampel adalah remaja putri yang telah mengalami menstruasi, sebanyak 150 orang. Analisis data meliputi univariat dan bivariat. Analisis bivariat yaitu pengetahuan dan kejadian anemia menggunakan Chi Square sedangkan siklus menstruasi dengan kejadian anemia menggunakan Fisher Exact Test. Hasil Penelitian: Pengetahuan gizi sampel baik, siklus menstruasi normal. Sampel mengalami anemia. Tidak ada hubungan pengetahuan gizi dengan kejadian anemia (p=0.355) dan siklus menstruasi dengan kejadian anemia (p=1.000) Kesimpulan: Pengetahuan gizi dan siklus menstruasi bukan merupakan variabel yang berhubungan dengan kejadian anemia
Faktor-Faktor Yang Menghambat Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 0-6 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon: Factors That Hinder Exclusive Breastfeeding In Infants Aged 0-6 Months In The Working Area Of The Matani Community Health Center In Tomohon City Joy Sharon Angelica Sianturi; Vera Tombokan; Syafriani; Rakhmawati Agustina; Jonesius E Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10367

Abstract

ASI eksklusif merupakan salah satu indikator penting dalam meningkatkan kesehatan bayi dan menurunkan angka kesakitan serta kematian bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Kota Tomohon, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Matani, masih rendah sehingga perlu diteliti faktor-faktor yang menghambatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Matani Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 65 responden, yaitu ibu yang memiliki bayi usia 0–6 bulan, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%. Cakupan pemberian ASI eksklusif hanya sebesar 24,6%. Faktor yang berhubungan dengan pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan ibu (p = 0,048), riwayat sakit (p = 0,010), stres (p = 0,007), bingung puting pada bayi (p = 0,013), dukungan keluarga (p = 0,001), dan pengaruh iklan susu formula (p = 0,008). Faktor dominan yang menghambat adalah rendahnya dukungan keluarga serta kuatnya tingkat stres pada ibu. Upaya peningkatan pengetahuan ibu, dukungan keluarga, dan pengawasan promosi susu formula perlu diperkuat untuk mendorong keberhasilan ASI eksklusif.
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Remaja: The Relationship of Nutrition Knowledge and Diet with Adolescent Nutrition Status Cindy Helena Nadapdap; Theo Mautang; Achmad Paturusi; Rakhmawati Agustina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7848

Abstract

Remaja adalah bagian besar populasi dan sumber daya manusia untuk pembangunan masa depan. Status gizi sangat penting bagi kualitas kesehatan remaja agar mereka siap menjadi dewasa dengan kualitas hidup optimal. Remaja yang mengalami gizi buruk meningkatkan risiko anemia dan stunting, sedangkan kelebihan gizi berisiko penyakit degeneratif hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 44,2% remaja usia 13-18 tahun mengalami masalah gizi. Pengetahuan gizi dan pola makan dapat mempengaruhi gizi remaja, dimana pemahaman yang benar mendorong perilaku makan sehat. Studi pendahuluan di SMA N 2 Tondano menemukan kurangnya fasilitas pendukung pengetahuan gizi siswa selain itu kemudahan akses terhadap makanan yang kurang bergizi sangat banyak ditemukan diarea sekolah sehingga banyak siswa sering mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi pada siswa SMA Negeri 2 Tondano, menggunakan metode kuantitatif bersifat analitik dengan menggunakan uji spearman rank pada siswa kelas X dan XI sebanyak 67 responden (total sampling). Analisis menggunakan rank spearman menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi p-value =(0,025<0,05) dan pola makan p-value =(0,021<0,05) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi remaja SMA Negeri 2 Tondano.
Hambatan Kualitas Hidup Remaja Obesitas di SMA Muhammadiyah Manado: Obstacles to the Quality of Life of Obese Adolescents at Muhammadiyah High School Rakhmawati Agustina; Mutiya Bunsal; Bayu Dwi Setyo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8218

Abstract

Obesitas salah satu penyebab yang menurunkan kualitas sumber daya manusia, karena obesitas merupakan penyebab dari beberapa penyakit degeneratif, selain dapat menimbulkan beberapa penyakit degeneratif, obesitas juga dapat menimbulkan dampak psikososial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian untuk menganalisis hambatan peningkatan kualitas hidup siswa obesitas. Metode penelitian ini pendekatan kualitatif dengan total informan utama sebanyak 5 orang dan informan pendukung sebanyak 3 orang. Data diolah dan dianalisis secara tematik dengan opencode. Hasilnya menunjukkan bahwa hambatan yang dialami siswa di SMA Muhammadiyah Manado terbagi menjadi tiga yaitu perundungan teman, perundungan guru dan lemahnya kebijakan sekolah. Hambatan tersebut menurunkan rasa percaya diri siswa obesitas sehingga tidak dapat melakukan perubahan terhadap dirinya sehingga diperlukan intervensi berbasis sekolah secara holistik.
Gambaran Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Remaja Di Smp Kristen Rurukan : Description Of Vegetable And Fruit Consumtion Patterns In Smp Kristen Rurukan Calvin Wangkar; Vera Tombokan; Rakhmawati Agustina; Fuad Sudasman; Juliana Sattu; Jonesius Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9774

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia kritis yang memerlukan asupan gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat, namun konsumsi sayur dan buah pada remaja Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 46 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden memiliki konsumsi sayur tinggi, sedangkan 100% memiliki konsumsi buah tinggi, dengan pisang dan pepaya sebagai buah yang paling sering dikonsumsi. Sebanyak 93,5% siswa mengonsumsi olahan buah dan sayur seperti pisang goreng, jus buah, dan mie dal (bubur Manado). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan tergolong sangat baik, sedangkan konsumsi sayur masih perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi berbasis sekolah.