Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Eksplorasi Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) sebagai Integrasi Penguatan Primary Health Care (PHC) Berbasis Kemandirian Desa Agustina, Rakhmawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 14, No 1 (2025): March
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.102029

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan tingkat pertama bagi pengguna jaminan sosial harus meningkatkan kualitas layanannya dengan bertransformasi dengan meningkatkan peran aktif masyarakat. Pemberian Makanan Tambahan -Pemulihan (PMT-P) menjadi integrasi penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Wori. Pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh puskesmas dengan dana Bantuan Operasional kesehatan (BOK) namun juga berbasis kemandirian desa dengan dana desa. Tujuan: menggali gambaran pelaksanaan PMT-P sebagai integrasi penguatan pelayanan primer Puskesmas Wori. Metode:  penelitian kualitatif dengan pedekatan studi kasus. Pemilihan informan menggunakan snowballing sebanyak 8 informan utama yang terdiri dari ahli gizi puskesmas dan perangkat desa, sebanyak 7 informan pendukung yaitu kader posyandu dan ibu dengan balita gizi buruk/stunting. Pengumpulan data dengan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mandalam. Instrumen yang digunakan adalah pedoman FGD dan pedoman wawancara. Data diolah dengan analisis konten dari hasil transkrip wawancara menggunakan opencode. Hasil: PMT-P dilaksanakan dengan dana BOK dan 3% dari alokasi kesehatan dana desa. Pelaksanaan PMT-P selama 12-90 hari setiap tahun dengan diberikan makanan berat dan kudapan setiap hari. Pengelola PMT-P baik dari dana BOK maupun dana desa adalah perangkat desa, kader dan ibu PKK yang sudah mendapatkan pelatihan dari puskesmas. Penerima manfaat mendapatkan makanan yang sudah disusun bersama ahli gizi puskesmas dan diolah sesuai standar keamanan makanan. Kesimpulan: Pelaksanaan PMT-P dengan dana desa bersinergi dengan PMT-P dengan dana BOK sehingga memberikan dampak positif pada peningkatan status gizi balita dan ibu hamil. Sehingga PMT-P ini harus selalu dimonitoring dan dievaluasi secara rutin agar menjadi program penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kata kunci: PMT; Gizi; Puskesmas, Dana Desa,  ABSTRACT Background: Health centers as first-level service facilities for social security users must improve the quality of their services by increasing the active role of the community. Supplemental Feeding Recovery (PMT-P) is an integration of strengthening maternal and child health services at the Wori Health Center. Its implementation is carried out using Health Operational Assistance (BOK) funds and village funds. Objective: to explore the implementation of PMT-P as an integration of strengthening primary services. Method: qualitative research with a case study approach. Informants selected by snowballing. A total of  8 main informants consist of nutritionists and village officials and 7 supporting informants: posyandu cadres and mothers with malnourished/stunted toddlers. Data collection with Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews. The instruments used were FGD and interview guidelines. Data used content analysis using opencode. Results: PMT-P was implemented with BOK funds and 3% of the village fund health allocation. It implemented for 12-90 days every year with the provision of meals and snacks every day. PMT-P was held by village officials, cadres and trained PKK mothers. Beneficiaries receive food that has been prepared together with health center nutritionists and processed according to food safety standards. Conclusion: The implementation of PMT-P with village funds synergizes with PMT-P with BOK funds so that it has a positive impact on improving the nutritional status of toddlers and pregnant women. So this PMT-P must always be monitored and evaluated routinely so that it becomes a program to strengthen maternal and child health servicesKeywords: Supplemental Feeding Recovery, Nutrition; Health Center; Village Funds
Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Remaja: The Relationship of Nutrition Knowledge and Diet with Adolescent Nutrition Status Cindy Helena Nadapdap; Mautang, Theo; Paturusi, Achmad; Agustina, Rakhmawati
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 7: Juli 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i7.7848

Abstract

Remaja adalah bagian besar populasi dan sumber daya manusia untuk pembangunan masa depan. Status gizi sangat penting bagi kualitas kesehatan remaja agar mereka siap menjadi dewasa dengan kualitas hidup optimal. Remaja yang mengalami gizi buruk meningkatkan risiko anemia dan stunting, sedangkan kelebihan gizi berisiko penyakit degeneratif hal ini dapat mempengaruhi kualitas hidup dan produktivitas di masa depan. Survei Kesehatan Indonesia 2023 menunjukkan 44,2% remaja usia 13-18 tahun mengalami masalah gizi. Pengetahuan gizi dan pola makan dapat mempengaruhi gizi remaja, dimana pemahaman yang benar mendorong perilaku makan sehat. Studi pendahuluan di SMA N 2 Tondano menemukan kurangnya fasilitas pendukung pengetahuan gizi siswa selain itu kemudahan akses terhadap makanan yang kurang bergizi sangat banyak ditemukan diarea sekolah sehingga banyak siswa sering mengonsumsi makanan yang kurang bergizi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi pada siswa SMA Negeri 2 Tondano, menggunakan metode kuantitatif bersifat analitik dengan menggunakan uji spearman rank pada siswa kelas X dan XI sebanyak 67 responden (total sampling). Analisis menggunakan rank spearman menunjukkan ada hubungan signifikan antara pengetahuan gizi p-value =(0,025<0,05) dan pola makan p-value =(0,021<0,05) dengan status gizi. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan pengetahuan gizi dan pola makan dengan status gizi remaja SMA Negeri 2 Tondano.
Hambatan Kualitas Hidup Remaja Obesitas di SMA Muhammadiyah Manado: Obstacles to the Quality of Life of Obese Adolescents at Muhammadiyah High School Agustina, Rakhmawati; Bunsal, Mutiya; Dwi Setyo, Bayu
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8218

Abstract

Obesitas salah satu penyebab yang menurunkan kualitas sumber daya manusia, karena obesitas merupakan penyebab dari beberapa penyakit degeneratif, selain dapat menimbulkan beberapa penyakit degeneratif, obesitas juga dapat menimbulkan dampak psikososial yang dapat mempengaruhi kualitas hidup anak. Tujuan penelitian untuk menganalisis hambatan peningkatan kualitas hidup siswa obesitas. Metode penelitian ini pendekatan kualitatif dengan total informan utama sebanyak 5 orang dan informan pendukung sebanyak 3 orang. Data diolah dan dianalisis secara tematik dengan opencode. Hasilnya menunjukkan bahwa hambatan yang dialami siswa di SMA Muhammadiyah Manado terbagi menjadi tiga yaitu perundungan teman, perundungan guru dan lemahnya kebijakan sekolah. Hambatan tersebut menurunkan rasa percaya diri siswa obesitas sehingga tidak dapat melakukan perubahan terhadap dirinya sehingga diperlukan intervensi berbasis sekolah secara holistik.
PENGARUH KARAKTERISTIK IBU TERHADAP POLA ASUH MAKAN AUTORITATIF PADA BALITA: THE INFLUENCE OF MOTHER'S CHARACTERISTICS ON AUTHORITATIVE EATING PATTERNS IN TODDLER Agustina, Rakhmawati; Ati, Endang Puji
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v18i1.1572

Abstract

Pola asuh makan autoritatif merupakan praktik pemberian makan yang positif dan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah gizi. Namun sampai saat ini, pola asuh ini masih belum banyak diterapkan dengan tepat karena dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan bahkan pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan pola asuh makan pada balita. Metode: yakni dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-section study design pada 96 total ibu dan balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranomut di Kota Manado. Responden dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Feeding Practices and Structure Questionnaire for Infants dan dianalisi dengan uji chie square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan pendidikan dengan pola asuh makan autoritatif memiliki nilai p value > 0.05 yaitu sebesar 0.555 dan hubungan pendidikan dengan pola asuh makan autoritatif memiliki nilai p value > 0.05 yaitu sebesar 0.875. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik ibu terhadap pola asuh makan autoritatif
Implementasi Penggunaan BPJS Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Lokus Stunting: Implementasi Penggunaan BPJS Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Lokus Stunting Agustina, Rakhmawati; Weken, Merdekawati Evangli; Anggraeny, Dyta
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.7-12

Abstract

Background: Community-based health insurance is increasingly integrated into the Indonesia health system. Health protection is one of the dimensions in the Special Index for Stunting Management (IKPS). The Indonesia National Health Insurance, regulated by Social Health Insurance Administration (BPJS Health), has stunting handling programs. Stunting is less likely to occur in toddlers who have health insurance. Objectives: To explore the use of by BPJS Health for handling stunting in the stunting locus area. Methods: Qualitative research using a case study was conducted in the Wori Primary Health Service. Snowball sampling methods and recruit 9 participants: health service and village staff, a mother with a stunting toddler, and cadres. All interviews, were audio-recorded and transcribed verbatim. Thematic analysis was used to and using OpenCode software. Results: Even though there was local health insurance, the regional government kept supporting BPJS Health ownership for stunting toddlers. They get referral services to pediatricians for further screening, but this cannot be carried out due to the low ownership of by BPJS Health. The determining variables were the absence of a toddler's National Identity Number, the drawn-out procedure, and the mother's perception of the risk of stunting. Because of the lower knowledge barrier and accessibility to other healthcare facilities, they thought it was sufficient to treat stunting at the Primary Health Service level. Conclusions: The benefits of BPJS may be seen in the stunting handling program at the Wori Primary Health Service, however, there is a need for coordination of various components to inform it.
Eksplorasi Peran Kader Posyandu Terhadap Capaian Program Puskesmas Dalam Menurunkan Kejadian Stunting: Eksplorasi Peran Kader Posyandu terhadap Capaian Program Puskesmas dalam Menurunkan Kejadian Stunting Chabibah, Ike Fitrah Atul; Agustina, Rakhmawati
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.65-72

Abstract

Background: Cadre Management is an implementation of the 3rd pillar of handling stunting. The role of good cadres influence the toddlers nutritional status because they become motivators and educators. Through Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) analysis, cadre is an appropriate strategy to reduce stunting. Objectives: To explore the role of cadres through Lawrence Green Theory in the stunting reduction program in the Wori Community Health Center. Methods: Qualitative research with a case study approach in the Wori Community Health Center working area. Total informants were 15 and they were selected by using purposive sampling. Data collection techniques used in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD) and observation. The research instrument used interview guides, camera and voice recorders. Data processing used open code. Results: The predisposing factors are cadre's motivation and skills to reduce stunting rates. The supporting factors are community health centers and village supports. The obstacles are mothers with stunted toddlers received information difficulty and absence in Posyandu, but this problem can be overcome by cadres' communication skills. Conclusions: The role of cadres is important and strategic to reduce stunting. The internal and external factors support keep cadres enthusiastic in carrying out their duties. The importance of regular training and refreshing can improve their knowledge.
Optimalisasi Gizi Anak Sekolah melalui Literasi Kebun Sekolah Agustina, Rakhmawati; Agnesia, Dian; Merriam, Merriam
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20393

Abstract

Background: Kebun sekolah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi gizi bagi guru dan siswa di Sekolah Alam Manado (SAM). Kebun sekolah dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui metode pembelajaran yang menarik.Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan guru tentang gizi dan pengolahan hasil kebun sekolah. Metode: Pelatihan dilakukan selama 3 hari dan ditutup dengan praktik pengolahan hasil kebun agar dapat diintegrasikan ke dalam menu makan anak sekolah. Hasil: Pengetahuan tentang gizi pada guru di SAM meningkat mencapai >80% dan peningkatan keterampilan menggunakan teknologi pengolahan hasil kebun sekolah mencapai 100%. Kesimpulan: Kebun sekolah dapat meningkatkan literasi gizi baik dari pengetahuan maupun keterampilan. Literasi yang baik dapat mengoptimalisasi gizi anak sekolah.
Inovasi Katering MPASI untuk Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Penggiat Katering Rahmadani, Risna Ayu; Agustina, Rakhmawati; Ati, Endang Puji
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20419

Abstract

Pendahuluan: Saat ini usaha katering MPASI sedang diminati dan merebak sangat baik di beberapa kota besar di Indonesia, hal ini karena meningkatnya kebutuhan akan penyedia makanan yang cepat, sehat dan tepat sesuai kebutuhan, terutama bagi keluarga yang orang tuanya bekerja. Studi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mitra dalam mendirikan katering MPASI. Metode: Pelatihan dilakukan selama 4 hari diberikan kepada Mitra Penggiat Katering Mamaunty dengan pemberian materi gizi balita, MPASI dan usaha katering MPASI, diakhiri dengan praktik pembuatan produk MPASI. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan postest. Hasil: Pengetahuan tentang gizi balita meningkat dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan MPASI dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan usaha katering MPASI 69,8 menjadi 81,3 dan peningkatan keterampilan mengolah MPASI mencapai 100%. Kesimpulan: Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat karena katering MPASI yang memperhatikan standar Kementerian Kesehatan berkontribusi pada status gizi bayi dan balita. 
Gambaran Pola Konsumsi Sayur Dan Buah Pada Remaja Di Smp Kristen Rurukan : Description Of Vegetable And Fruit Consumtion Patterns In Smp Kristen Rurukan Calvin Wangkar; Vera Tombokan; Rakhmawati Agustina; Fuad Sudasman; Juliana Sattu; Jonesius Manoppo
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9774

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia kritis yang memerlukan asupan gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan. Sayur dan buah merupakan sumber vitamin, mineral, dan serat, namun konsumsi sayur dan buah pada remaja Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola konsumsi sayur dan buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan, Kota Tomohon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 46 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) semi-kuantitatif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% responden memiliki konsumsi sayur tinggi, sedangkan 100% memiliki konsumsi buah tinggi, dengan pisang dan pepaya sebagai buah yang paling sering dikonsumsi. Sebanyak 93,5% siswa mengonsumsi olahan buah dan sayur seperti pisang goreng, jus buah, dan mie dal (bubur Manado). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi buah pada remaja di SMP Kristen Rurukan tergolong sangat baik, sedangkan konsumsi sayur masih perlu ditingkatkan melalui edukasi gizi berbasis sekolah.
Citra Tubuh dengan Regulasi Makan pada Remaja di SMA Muhammadiyah Manado Cut Mutiya Bunsal; Rakhmawati Agustina; Endang Puji Ati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40539

Abstract

Remaja mulai memperhatikan penampilan fisik mereka dibandingkan aspek lain di dalam dirinya. Citra tubuh berkaitan erat dengan perilaku makan namun regulasi makan menjadi faktor yang menghindarkan remaja dari perilaku makan yang buruk. Pengukuran regulasi makan diperlukan untuk mengetahui kesadaran makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan regulasi makan. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah Manado menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 54 siswa. Alat ukur yang digunakan menggunakan kuesioner Body Image Scale for Youth (BISY) untuk mengukur body image, dan kuesioner Self-Regulation of Eating Behaviour Questionnaire (SREBQ) untuk mengukur regulasi makan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki citra tubuh negatif sebesar 51,8% dan positif 48,2%; sedangkan regulasi makan yang rendah sebesar 37,1% dan tinggi 62,9 %. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan citra tubuh dengan regulasi makan dengan p value 0,014 (<0,05). Citra tubuh baik negatif maupun positif dapat mempengaruhi regulasi makan siswa. Pihak sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang kesehatan mental dan pengaturan pola makan untuk menghindari gangguan makan dapat mempengaruhi performa belajar di sekolah