Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Eksplorasi Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) sebagai Integrasi Penguatan Primary Health Care (PHC) Berbasis Kemandirian Desa Agustina, Rakhmawati
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 14, No 1 (2025): March
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.102029

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan tingkat pertama bagi pengguna jaminan sosial harus meningkatkan kualitas layanannya dengan bertransformasi dengan meningkatkan peran aktif masyarakat. Pemberian Makanan Tambahan -Pemulihan (PMT-P) menjadi integrasi penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Puskesmas Wori. Pelaksanaannya tidak hanya dilakukan oleh puskesmas dengan dana Bantuan Operasional kesehatan (BOK) namun juga berbasis kemandirian desa dengan dana desa. Tujuan: menggali gambaran pelaksanaan PMT-P sebagai integrasi penguatan pelayanan primer Puskesmas Wori. Metode:  penelitian kualitatif dengan pedekatan studi kasus. Pemilihan informan menggunakan snowballing sebanyak 8 informan utama yang terdiri dari ahli gizi puskesmas dan perangkat desa, sebanyak 7 informan pendukung yaitu kader posyandu dan ibu dengan balita gizi buruk/stunting. Pengumpulan data dengan Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mandalam. Instrumen yang digunakan adalah pedoman FGD dan pedoman wawancara. Data diolah dengan analisis konten dari hasil transkrip wawancara menggunakan opencode. Hasil: PMT-P dilaksanakan dengan dana BOK dan 3% dari alokasi kesehatan dana desa. Pelaksanaan PMT-P selama 12-90 hari setiap tahun dengan diberikan makanan berat dan kudapan setiap hari. Pengelola PMT-P baik dari dana BOK maupun dana desa adalah perangkat desa, kader dan ibu PKK yang sudah mendapatkan pelatihan dari puskesmas. Penerima manfaat mendapatkan makanan yang sudah disusun bersama ahli gizi puskesmas dan diolah sesuai standar keamanan makanan. Kesimpulan: Pelaksanaan PMT-P dengan dana desa bersinergi dengan PMT-P dengan dana BOK sehingga memberikan dampak positif pada peningkatan status gizi balita dan ibu hamil. Sehingga PMT-P ini harus selalu dimonitoring dan dievaluasi secara rutin agar menjadi program penguatan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Kata kunci: PMT; Gizi; Puskesmas, Dana Desa,  ABSTRACT Background: Health centers as first-level service facilities for social security users must improve the quality of their services by increasing the active role of the community. Supplemental Feeding Recovery (PMT-P) is an integration of strengthening maternal and child health services at the Wori Health Center. Its implementation is carried out using Health Operational Assistance (BOK) funds and village funds. Objective: to explore the implementation of PMT-P as an integration of strengthening primary services. Method: qualitative research with a case study approach. Informants selected by snowballing. A total of  8 main informants consist of nutritionists and village officials and 7 supporting informants: posyandu cadres and mothers with malnourished/stunted toddlers. Data collection with Focus Group Discussion (FGD) and in-depth interviews. The instruments used were FGD and interview guidelines. Data used content analysis using opencode. Results: PMT-P was implemented with BOK funds and 3% of the village fund health allocation. It implemented for 12-90 days every year with the provision of meals and snacks every day. PMT-P was held by village officials, cadres and trained PKK mothers. Beneficiaries receive food that has been prepared together with health center nutritionists and processed according to food safety standards. Conclusion: The implementation of PMT-P with village funds synergizes with PMT-P with BOK funds so that it has a positive impact on improving the nutritional status of toddlers and pregnant women. So this PMT-P must always be monitored and evaluated routinely so that it becomes a program to strengthen maternal and child health servicesKeywords: Supplemental Feeding Recovery, Nutrition; Health Center; Village Funds
PENGARUH KARAKTERISTIK IBU TERHADAP POLA ASUH MAKAN AUTORITATIF PADA BALITA: THE INFLUENCE OF MOTHER'S CHARACTERISTICS ON AUTHORITATIVE EATING PATTERNS IN TODDLER Agustina, Rakhmawati; Ati, Endang Puji
Quality : Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 1 (2024): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v18i1.1572

Abstract

Pola asuh makan autoritatif merupakan praktik pemberian makan yang positif dan dapat diterapkan untuk mengatasi masalah gizi. Namun sampai saat ini, pola asuh ini masih belum banyak diterapkan dengan tepat karena dipengaruhi oleh pendidikan, pekerjaan bahkan pengetahuan orang tua. Tujuan penelitian ini yakni untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu dengan pola asuh makan pada balita. Metode: yakni dengan menggunakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-section study design pada 96 total ibu dan balita usia 6-24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Ranomut di Kota Manado. Responden dipilih dengan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Feeding Practices and Structure Questionnaire for Infants dan dianalisi dengan uji chie square. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan pendidikan dengan pola asuh makan autoritatif memiliki nilai p value > 0.05 yaitu sebesar 0.555 dan hubungan pendidikan dengan pola asuh makan autoritatif memiliki nilai p value > 0.05 yaitu sebesar 0.875. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara karakteristik ibu terhadap pola asuh makan autoritatif
Implementasi Penggunaan BPJS Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Lokus Stunting: Implementasi Penggunaan BPJS Kesehatan dalam Penanganan Balita Stunting di Lokus Stunting Agustina, Rakhmawati; Weken, Merdekawati Evangli; Anggraeny, Dyta
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.7-12

Abstract

Background: Community-based health insurance is increasingly integrated into the Indonesia health system. Health protection is one of the dimensions in the Special Index for Stunting Management (IKPS). The Indonesia National Health Insurance, regulated by Social Health Insurance Administration (BPJS Health), has stunting handling programs. Stunting is less likely to occur in toddlers who have health insurance. Objectives: To explore the use of by BPJS Health for handling stunting in the stunting locus area. Methods: Qualitative research using a case study was conducted in the Wori Primary Health Service. Snowball sampling methods and recruit 9 participants: health service and village staff, a mother with a stunting toddler, and cadres. All interviews, were audio-recorded and transcribed verbatim. Thematic analysis was used to and using OpenCode software. Results: Even though there was local health insurance, the regional government kept supporting BPJS Health ownership for stunting toddlers. They get referral services to pediatricians for further screening, but this cannot be carried out due to the low ownership of by BPJS Health. The determining variables were the absence of a toddler's National Identity Number, the drawn-out procedure, and the mother's perception of the risk of stunting. Because of the lower knowledge barrier and accessibility to other healthcare facilities, they thought it was sufficient to treat stunting at the Primary Health Service level. Conclusions: The benefits of BPJS may be seen in the stunting handling program at the Wori Primary Health Service, however, there is a need for coordination of various components to inform it.
Eksplorasi Peran Kader Posyandu Terhadap Capaian Program Puskesmas Dalam Menurunkan Kejadian Stunting: Eksplorasi Peran Kader Posyandu terhadap Capaian Program Puskesmas dalam Menurunkan Kejadian Stunting Chabibah, Ike Fitrah Atul; Agustina, Rakhmawati
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.65-72

Abstract

Background: Cadre Management is an implementation of the 3rd pillar of handling stunting. The role of good cadres influence the toddlers nutritional status because they become motivators and educators. Through Strength, Weakness, Opportunity, Threat (SWOT) analysis, cadre is an appropriate strategy to reduce stunting. Objectives: To explore the role of cadres through Lawrence Green Theory in the stunting reduction program in the Wori Community Health Center. Methods: Qualitative research with a case study approach in the Wori Community Health Center working area. Total informants were 15 and they were selected by using purposive sampling. Data collection techniques used in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD) and observation. The research instrument used interview guides, camera and voice recorders. Data processing used open code. Results: The predisposing factors are cadre's motivation and skills to reduce stunting rates. The supporting factors are community health centers and village supports. The obstacles are mothers with stunted toddlers received information difficulty and absence in Posyandu, but this problem can be overcome by cadres' communication skills. Conclusions: The role of cadres is important and strategic to reduce stunting. The internal and external factors support keep cadres enthusiastic in carrying out their duties. The importance of regular training and refreshing can improve their knowledge.
Optimalisasi Gizi Anak Sekolah melalui Literasi Kebun Sekolah Agustina, Rakhmawati; Agnesia, Dian; Merriam, Merriam
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20393

Abstract

Background: Kebun sekolah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi gizi bagi guru dan siswa di Sekolah Alam Manado (SAM). Kebun sekolah dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui metode pembelajaran yang menarik.Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan guru tentang gizi dan pengolahan hasil kebun sekolah. Metode: Pelatihan dilakukan selama 3 hari dan ditutup dengan praktik pengolahan hasil kebun agar dapat diintegrasikan ke dalam menu makan anak sekolah. Hasil: Pengetahuan tentang gizi pada guru di SAM meningkat mencapai >80% dan peningkatan keterampilan menggunakan teknologi pengolahan hasil kebun sekolah mencapai 100%. Kesimpulan: Kebun sekolah dapat meningkatkan literasi gizi baik dari pengetahuan maupun keterampilan. Literasi yang baik dapat mengoptimalisasi gizi anak sekolah.
Inovasi Katering MPASI untuk Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Penggiat Katering Rahmadani, Risna Ayu; Agustina, Rakhmawati; Ati, Endang Puji
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20419

Abstract

Pendahuluan: Saat ini usaha katering MPASI sedang diminati dan merebak sangat baik di beberapa kota besar di Indonesia, hal ini karena meningkatnya kebutuhan akan penyedia makanan yang cepat, sehat dan tepat sesuai kebutuhan, terutama bagi keluarga yang orang tuanya bekerja. Studi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mitra dalam mendirikan katering MPASI. Metode: Pelatihan dilakukan selama 4 hari diberikan kepada Mitra Penggiat Katering Mamaunty dengan pemberian materi gizi balita, MPASI dan usaha katering MPASI, diakhiri dengan praktik pembuatan produk MPASI. Evaluasi dilakukan dengan pretest dan postest. Hasil: Pengetahuan tentang gizi balita meningkat dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan MPASI dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan usaha katering MPASI 69,8 menjadi 81,3 dan peningkatan keterampilan mengolah MPASI mencapai 100%. Kesimpulan: Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat karena katering MPASI yang memperhatikan standar Kementerian Kesehatan berkontribusi pada status gizi bayi dan balita. 
Citra Tubuh dengan Regulasi Makan pada Remaja di SMA Muhammadiyah Manado Cut Mutiya Bunsal; Rakhmawati Agustina; Endang Puji Ati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40539

Abstract

Remaja mulai memperhatikan penampilan fisik mereka dibandingkan aspek lain di dalam dirinya. Citra tubuh berkaitan erat dengan perilaku makan namun regulasi makan menjadi faktor yang menghindarkan remaja dari perilaku makan yang buruk. Pengukuran regulasi makan diperlukan untuk mengetahui kesadaran makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan regulasi makan. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah Manado menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 54 siswa. Alat ukur yang digunakan menggunakan kuesioner Body Image Scale for Youth (BISY) untuk mengukur body image, dan kuesioner Self-Regulation of Eating Behaviour Questionnaire (SREBQ) untuk mengukur regulasi makan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki citra tubuh negatif sebesar 51,8% dan positif 48,2%; sedangkan regulasi makan yang rendah sebesar 37,1% dan tinggi 62,9 %. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan citra tubuh dengan regulasi makan dengan p value 0,014 (<0,05). Citra tubuh baik negatif maupun positif dapat mempengaruhi regulasi makan siswa. Pihak sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang kesehatan mental dan pengaturan pola makan untuk menghindari gangguan makan dapat mempengaruhi performa belajar di sekolah
Eksplorasi Kualitas Hidup Remaja dengan Obesitas: Studi Kualitatif: Exploration of Quality of Life among Adolescents with Obesity: a Qualitative Approach Rakhmawati Agustina; Cut Mutiya Bunsal
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 1SP (2025): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 5th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i1SP.2025.310-317

Abstract

Background: Quality of life represents a person's perception of satisfaction and significance in life. Obese adolescents are a vulnerable group because they frequently encounter social stigma and prejudice. This issue affects not only their physical health, but also their self-esteem and the quality of their social relationships. Objectives: This study aims to explore the quality of life experiences of obese adolescents. Methods: The study used a qualitative design with a case study approach, conducted at Muhammadiyah Manado High School from February to May 2025.  Data were collected through in-depth interviews with five important informants, which included interview guidelines, documentation, and a voice recorder. Triangulation was accomplished by in-depth interviews with six supporting informants (family, close friends, and teachers). Data were thematically processed using the Non-Versioned Information, Versatile Outcomes (NVIVO) 15 software. Results: The analysis found that obese adolescents' quality of life is divided into 5 themes: (1) the effects of obesity (physical and psychological), (2) feelings and self-image (negative emotions and social stigma), (3) lifestyle (diet and physical activity), (4) the influence of social media (sources of pressure and information), and (5) strategies for overcoming obesity. Conclusions: Obese adolescents' quality of life is determined by the interaction of physical and psychological conditions, lifestyle, and social support or obstacles, but the right strategy can help to improve the situation while also building self-resilience in facing the stigma and challenges experienced.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Ibu Dalam Upaya Pencegahan Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow Christy Puspitasari Paputungan; Jilly Toar; Adi Yeremia Mamahit; Rakhmawati Agustina; Theo Welly Everd Mautang; Fredrik Alfrets Makadada
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.788

Abstract

Gizi kurang pada balita merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat memengaruhipertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya pencegahan gizikurang pada balita di Desa Tanoyan Kabupaten Bolaang Mongondow. Penelitian ini menggunakanmetode kuantitatif dengan desain deskriptif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitianberjumlah 36 ibu yang memiliki balita dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakankuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibumemiliki pengetahuan baik sebanyak 19 responden (52,8%) dan pengetahuan cukup sebanyak 17responden (47,2%). Sikap ibu dalam upaya pencegahan gizi kurang sebagian besar berada padakategori baik sebanyak 22 responden (61,1%) dan kategori cukup sebanyak 14 responden (38,9%).Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar ibu telah memiliki pengetahuan dan sikap yang baikdalam upaya pencegahan gizi kurang pada balita.Kata kunci: Nursing, Artikel, Jurnal (akurasi katakunci sangat penting dalam membantu akses sebuah penelitian)
Gambaran Pola Makan Dan Status Gizi Siswa SD GMIM Kasuratan Kecamatan Remboken Tifanny Cherly Muaya; Fredrik Alfrets Makadada; Rakhmawati Agustina; Richard Pailingan; Merdekawati Weken; Mieke Mumekh
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.801

Abstract

Status gizi yang baik pada anak usia sekolah dasar sangat penting untuk mendukung pertumbuhanfisik, perkembangan kognitif, dan kemampuan belajar. Pola makan merupakan salah satu faktor utamayang memengaruhi status gizi anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran polamakan dan status gizi siswa SD GMIM Kasuratan Kecamatan Remboken. Jenis penelitian yangdigunakan adalah deskriptif analitik. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD GMIM KasuratanTahun Akademik 2025/2026 yang berjumlah 53 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik totalsampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SD GMIM Kasuratan memilikipola makan dalam kategori baik, yaitu sebanyak 28 siswa (52,8%), yang didominasi oleh siswa laki-laki dan kelompok usia 5-9 tahun. Sementara itu, gambaran status gizi siswa sebagian besar beradapada kategori gizi baik, yaitu sebanyak 42 siswa (79,2%). Namun demikian, ditemukan pula siswadengan gizi lebih sebanyak 7 siswa (13,2%) dan obesitas sebanyak 3 siswa (5,7%). Kesimpulan daripenelitian ini adalah pola makan siswa SD GMIM Kasuratan tergolong baik (52,8%) dan status gizisiswa sebagian besar berada pada kategori gizi baik (79,2%).