Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Quality Control Analysis of Carica Products Based on Sugar Content Parameters in PT AHA, Central Java Mardiyanti, Nurul; Juwitaningtyas, Titisari; Metaragakusuma, Andi Patiware
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 3 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v3i2.6444

Abstract

PT AHA is a manufacturing industry company engaged in the processing of carica fruit food in the form of candied syrup (carica in syrup). On PT AHA every day will be carried out quality control to control the quality of carica in syrup. This study contributes to investigating the sugar content of carica in syrup. The sugar level was analyzed using a refractometer, dropper pipette, and toothpick, then the data obtained was analyzed using the SPC method (Statistical Process Control) and this test was carried out for 19 days. The results showed that there were 4 product samples outside the quality control limits, namely day 1 (22.1% Brix), day 6 (21.8% Brix), day 9 (18.3% Brix) and day 13(22.0 %Brix). Only 1 sample is found that exceeds the quality control limit, namely on day 1, while the others are still under control. The difference in sugar content in carica products is possible because when entering sugar using a manual scale, errors can occur when reading the weight.
Chemical Characteristics of Non-Dairy Cheese from Coconut Milk as an Alternative Ingredient for Lactose Intolerance Halim, Judella Kusuma; Hidayah, Nurul; Juwitaningtyas, Titisari; Mutmainah, Mutmainah; Fitriani, Aprilia
Journal of Agri-Food Science and Technology Vol. 4 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jafost.v4i1.8724

Abstract

Lactose-intolerant people are unable to ingest cheese since it includes lactose. Lactose-free cheese can be made using coconut milk as an alternative. Coconut milk can substitute milk as a raw material for cheese production because it is rich in proteins such as albumin, globulin, prolamin, and glutelin. This research aims to determine how different proportions of coconut milk and soy extract affect the nutritional value of coconut milk cheese. Cheeses with 80:20, 70:30, and 60:40 ratios of coconut milk to soy extract are made by directly acidifying soy extract with lemon juice. Protein, lipid, and moisture content were all evaluated. At compositions 80:20, 70:30, and 60:40, the protein content of coconut milk cheese was 3.85%; 4.80%; and 5.73%, respectively. Coconut milk cheese had lipid contents of 28%, 27%, and 25.74%, respectively; the moisture contents were 64.93%; 61.92%; and 60.49%. This research contributes to utilizing coconut milk as a milk substitute.
Analisis Kadar Benzoat, Sorbat, dan Sakarin pada Sampel Makanan Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Yogyakarta Laili, Shina Hajar Nur; Juwitaningtyas, Titisari
Sainteks Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.23159

Abstract

Kemajuan teknologi mendorong berkembangnya industri-industri yang bergerak di bidang pangan semakin canggih dalam pengolahan produknya. Produk yang beragam yang dijual di pasaran akan meningkatkan pola konsumsi masyarakat. Maka dari itu, dibutuhkan pengawasan dan pengamanan tentang pangan olahan yang ditujukan untuk meminimalisir maraknya penggunaan bahan tambahan pangan yang beragam yang kemungkinan keluar dalam pengawasan.  Pemerintah dalam hal ini BPOM dengan jajarannya yaitu BBPOM/BPOM/Loka POM secara rutin melakukan pengawasan dan pengamanan terhadap bahan tambahan pangan pada produk yang akan dipasarkan maupun yang ditemukan dipasaran. Tujuan analisis pada pelaksanaan kerja praktik di BBPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Yogyakarta Laboratorium Kimia Pangan adalah untuk mengetahui analisis kadar pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin yang ditambahkan dalam bahan pangan. Metode analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin pada sampel dilakukan menggunakan KCKT (Kromatografi Cair Kinerja Tinggi). Sampel pengujian sebanyak tiga sampel yaitu jenang dodol, wajik kletik, dan keripik. Hasil analisis kadar benzoat, sorbat, dan sakarin terhadap tiga sampel menunjukkan bahwa sampel jenang dodol dan wajik kletik positif benzoat (Tidak Memenuhi Syarat) serta keripik negatif benzoat (Memenuhi Syarat). Hasil pengujian kadar sorbat dan sakarin ketiga sampel negatif (Memenuhi Syarat). Kemudian dapat disimpulkan bahwa sampel makanan yang diuji ada dua  sampel jenang dodol dan wajik kletik yang belum memenuhi standar pemakaian pengawet benzoat dan sorbat serta pemanis sakarin, sehingga tidak aman dikonsumsi. 
Pengujian Kadar Aspartam pada Sampel Minuman Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM Yogyakarta Bella, Rista; Juwitaningtyas, Titisari
Sainteks Vol. 21 No. 2 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v21i2.23433

Abstract

Aspartam adalah pemanis buatan yang banyak digunakan dalam industri minuman karena rendah kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, tetapi berisiko menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan. Pengujian kadar aspartam pada produk minuman penting untuk memastikan keamanan konsumen. Penelitian ini menguji kadar aspartam pada tiga sampel minuman di Yogyakarta menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) di Balai Besar POM (BBPOM) Yogyakarta. Tiga sampel (minuman bubuk instan dan dua minuman berbasis air berperisa) diekstraksi dan dianalisis menggunakan KCKT. Semua sampel positif mengandung aspartam dan masih di bawah batas maksimum yang diperbolehkan (600 mg/kg) oleh Perka BPOM Nomor 11 Tahun 2019. Kadar aspartam terendah ditemukan pada sampel 153 (30,58 mg/kg), tertinggi pada sampel 161 (95,42 mg/kg), dan sampel 171 (58,91 mg/kg) di tengah-tengah. Ketiga sampel minuman aman untuk dikonsumsi karena kadar aspartamnya masih dalam batas yang diizinkan.
Performance of Nickel Foam (NF) Cathode in Microbial Electro-synthesis System for Generating Methane and Acetate Production from CO2 Satar, Ibdal; Ahmed, Waled Abdo; Juwitaningtyas, Titisari; Syamsuddin, Arief; Majlan, Edy Haryanto; Bakar, Mimi Hani Abu; Kim, Byung Hong
Indonesian Journal of Environmental Management and Sustainability Vol. 9 No. 2 (2025): June
Publisher : Magister Program of Material Science, Graduate School of Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/ijems.2025.9.2.68-78

Abstract

The cathode material is one of the key factors in enhancing the overall performance of microbial electrosynthesis system (MES). Nickel-based materials are the best option for cathodes in MES due to their excellent catalytic activity. This study aims to evaluate the performance of nickel foam (NF) as self-cathode material in MES for acetate production from CO2. A biocatalyst at the cathode was provided using a mixed-culture of anaerobic sludge from palm oil mill effluent (POME). The field emission scanning electron microscopy (FE-SEM) was used to analyze the cathode surface morphology, while high-performance liquid chromatography (HPLC) was used to quantify the volatile fatty acids (VFAs) in the effluent. The results indicate that the self-cathode NF exhibited excellent performance, achieving an acetate production rate (QAcetate) of 46.0 mM/d, compared to 41.7 mM/d with a graphite felt (GF) cathode at a cathode potential of -0.8 V. Additionally, the self-cathode NF in the MES system demonstrated a coulombic efficiency (CE) of approximately 22.9%. Moreover, the type of cathode material and the microbial community attached to the cathode surface significantly influenced MES performance.
Analisis Efisiensi Waktu Pada Produksi Bakmi Kering di CV Sundoro Indonesia Berdasarkan Kesesuaian Waktu Proses Aktual dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) Febriani, Mazaya Adlina; Juwitaningtyas, Titisari
Jurnal Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian Vol. 20 No. 2 (2025): September
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jtphp.v20i2.12385

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di CV Sundoro Indonesia, sebuah perusahaan yang memproduksi bakmi kering instan khas Yogyakarta. Permasalahan yang dianalisis adalah ketidaksesuaian antara waktu proses produksi aktual dengan Standar Operational Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan perusahaan. Ketidaksesuaian tersebut mengakibatkan efisiensi waktu produksi tidak tercapai secara optimal, serta memengaruhi pencapaian kapasitas  produksi harian. Metode pemecahan masalah dilakukan melalui observasi langsung, pencatatan waktu aktual pada setiap tahapan produksi, serta perbandingan dengan waktu standar dalam SOP. Selain itu, dilakukan analisis akar penyebab masalah menggunakan diagram fishbone untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidakefisienan, seperti aspek sumber daya manusia, metode kerja, mesin, dan lingkungan kerja. Hasil analisis menunjukkan adanya selisih waktu yang cukup signifikan pada beberapa proses. Proses pengukusan lebih lama 11 menit dari standar, penguraian lebih lama 6 menit, pendinginan 3 menit, dan pencetakan 6 menit. Sementara itu, penggilingan lebih cepat 10 menit dari SOP. Selisih waktu ini menyebabkan jumlah batch yang diproduksi dalam satu hari belum dapat mencapai kapasitas optimal. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa deviasi waktu proses menjadi penyebab utama rendahnya efisiensi dan output produksi harian. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa temuan langsung dari lapangan mengenai pelaksanaan SOP waktu pada industri pangan skala menengah yang dapat dijadikan dasar evaluasi dan perbaikan sistem kerja yang lebih efisien.
Pendugaan Umur Simpan Susu Kambing Etawa Kolostrum Bubuk Menggunakan Metode Accelerated Shelf Life Testing (ASLT) dengan, Pendekatan Kadar Air Kritis: Shelf  Life Estimation of  Etawa Goat Milk Colostrum Powder Using the Accelerated Shelf Life Testing (Aslt) Method with a Critical Moisture Content Approach Putri, Dita Ananda; Juwitaningtyas, Titisari
Journal of Tropical Agricultural Engineering and Biosystems - Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem Vol. 13 No. 2 (2025): August 2025
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jkptb.2025.013.02.08

Abstract

Lamanya waktu product  makanan aman untuk dikonsumsi adalah detail penting yang harus dinyatakan dengan jelas pada label kemasan. Susu bubuk rentan terhadap degradasi oksigen dan uap air karena sifat higroskopisnya, yang mengakibatkan masalah seperti lengket dan menggumpal selama penyimpanan. Penelitian ini mengevaluasi perkiraan umur simpan susu kambing etawa kolostrum bubuk  yang dikemas dalam polietilen dengan pendekatan kadar air kritis dan perubahan kadar lemak awal hingga kadar lemak kritis selama penyimpanan. Nilai kelembaban relatif (RH) yang berbeda digunakan sebagai variabel perlakuan dalam rancangan acak lengkap (RAL) penelitian ini. Beberapa larutan garam jenuh digunakan dalam prosedur pengkondisian RH, termasuk 15% NaOH, 32% MgCl2, 53% K2CO3, 73% NaCl, dan 83% KCl. Kadar air awal, kadar air kritis, kadar air kesetimbangan, kemiringan kurva isotermis, dan umur simpan susu kambing etawa kolostrum bubuk dievaluasi dengan menggunakan persamaan Labuza dan prosedur ini diulang sebanyak tiga kali. Kadar air awal susu kambing etawa kolostrum bubuk adalah 0.0295 gH2O/g padatan, dan kadar air kritisnya adalah 0.0443 gH2O/g padatan, berdasarkan hasil penelitian. Menetapkan hubungan antara kadar air kesetimbangan dan aktivitas air (aw) diperlukan untuk membuat kurva isoterm sorpsi air (ISA). Mean Relative Determination (MRD) digunakan untuk menilai ketepatan model ISA. Model persamaan Caurie menghasilkan nilai MRD sebesar 3.172%, yang mengonfirmasi ketepatannya untuk menilai umur simpan susu kambing etawa kolostrum bubuk. Perkiraan umur simpan susu kambing etawa kolostrum bubuk yang disimpan dalam kemasan polietilen setebal 0,3 mm pada tingkat kelembapan relatif 15, 32, 53, 73, dan 83% berturut-turut adalah 66, 48, 33, 23, dan 20 hari.
Penurunan Mutu Atribut Sensori Mi Basah Berbahan Baku Tepung Singkong dengan Fortifikasi Ekstrak Gambir (Uncaria gambir Roxb) Juwitaningtyas, Titisari; Khairi, Amalya Nurul
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v5i1.9013

Abstract

Mi adalah makanan yang terbuat dari tepung-tepungan yang mengalami gelatinisasi hingga mempunyai karakteristik kenyal dan elastis. Pengembangan produk mi telah mengalami modernisasi. Salah satu mi non-gluten yang telah komersial adalah mi berbahan baku tepung singkong. Tepung singkong berasal dari penyawutan ubi kayu yang diolah lebih lanjut dengan pengeringan dan penggilingan. Mi yang diproduksi secara tradisional ini mempunyai masa simpan yang pendek. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, ditambahkan ekstrak gambir dengan tujuan salah satunya sebagai anti-mikrobia. Kelemahan dari penggunaan ekstrak ini adalah rasanya yang pahit dan kenampakan yang kurang baik. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai mi berbahan baku tepung singkong tersebut berdasarkan pengujian inderawi. Metode yang digunakan adalah dengan uji inderawi terhadap 30 orang panelis tidak terlatih. Atribut yang dinilai yaitu warna, aroma, tekstrur, dan kekenyalan. Sampel yang disiapkan memiliki 2 variabel perlakuan yaitu konsentrasi penambahan ekstrak dan lama waktu penyimpanan. Sampel dibuat dari tepung singkong tanpa penambahan ekstrak, dengan tambahan ekstrak 2%, dengan tambahan ekstrak 5%, dan tambahan ekstrak 7%. Lama waktu penyimpanan digunakan 0 hari (tanpa penyimpanan) dan 5 hari. Berdasarkan penilaian masing-masing atribut (warna, aroma, dan tekstur) dengan metode uji inderawi, diperoleh hasil bahwa panelis lebih menyukai sampel hari ke-0 (A0, A2, A5, A7). Pada perlakuan penyimpanan selama 5 hari terdapat penurunan mutu. Dari analisis dapat disimpulkan bahwa sampel dengan penambahan ekstrak gambir mempunyai pengaruh yaitu semakin tinggi kadar ekstrak yang ditambahkan maka semakin rendah penurunan mutunya dan sebaliknya.
Drying kinetics of modification cassava-seaweed noodles using an oven Budiarti, Gita Indah; Sulistiawati, Endah; Juwitaningtyas, Titisari; Shitophyta, Lukhi Mulia; Purba, Irene Enjeli; Setiyani, Seila
International Journal of Advances in Applied Sciences Vol 12, No 4: December 2023
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijaas.v12.i4.pp309-316

Abstract

Consumption of noodles in the world is always increasing. Noodles made from wheat flour are unhealthy because they cause diabetes, so alternative noodles are needed, such as modified cassava flour and seaweed. Modification cassava is used because it does not contain gluten and seaweed has nutritional value to make healthy, low-calorie noodles. The purpose of this study was to determine the temperature and time of the drying parameters of seaweed noodles. The drying method uses an oven with variable temperature (60, 70, 80, and 90 ) and drying time (2, 4, 6, 8, and 10 hours). The results of the study obtained optimal water content at 60  with 6 hours of 11.75%. The drying kinetics evaluated by logarithmic equation, optimal drying constant value at 80  of 0.67 h-1 with R2 0.9391. Effective moisture diffusivity (Deff) maximum evaluated by second Fick law obtained 9.35×107 m2/sec at temperature 90  with R2=0.9227. The proximate value of ash content is 12.11%, protein is 9.46%, lipid is 0.10%, and carbohydrates is 65.08%.
Analisis penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) ibu rumah tangga di yogyakarta dalam aspek perilaku, sikap, dan pengetahuan Khairi, Amalya Nurul; Juwitaningtyas, Titisari; Narwanti, Iin Nurul
Journal of Halal Science and Research Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (864.69 KB) | DOI: 10.12928/jhsr.v1i1.2091

Abstract

Ibu rumah tangga memerankan peran yang sangat penting dalam menjaga keamanan pangan keluarga, khususnya dari bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi penggunaan BTP ibu rumah tangga perkotaan di area Wirobrajan, Yogyakarta bagi kesehatan keluarga mereka. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini adalah ibu rumah tangga sekaligus pengusaha makanan ringan basah maupun kering yang terampil mengolah jajanan tradisional, makanan kering, dan street food. Penelitian ini menggunakan metode kuisioner untuk mengukur tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku. Responden dipilih melalui purposive sampling dan memilih responden yang memenuhi kriteria ibu rumah tangga dan pengusaha makanan. Hasil analisis menunjukkan bahwa ibu rumah tangga di Wirobrajan memiliki pengetahuan yang cukup tentang BTP yang ditunjukkan dengan pemenuhan kriteria terjawab dengan tepat lima (5) kategori dari delapan (8) kategori (>85%) yang ditanyakan. Asek sikap ibu rumah tangga Wirobrajan adalah baik (persentase jawaban tepat pada setiap pertanyaan melebihi 80%). Aspek perilaku juga memenuhi kriteria baik dengan jawaban tepat merupakan jawaban mayoritas responden, kecuali pada kriteria tempat membeli BTP dan penggunaan pengawet alami pada produk yang tidak terjual. Dalam penelitian ini aspek pengetahuan dan sikap mempengaruhi secara konsisten perilaku dari responden penelitian.Â