Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN PENERAPAN KOMBINASI MYOFASCIAL RELEASE DAN NEUROMUSCULAR TAPING (NMT) DALAM MENINGKATKAN FUNGSIONAL KAKI PADA KONDISI PLANTAR FASCIITIS Yose Rizal
Jurnal Ilmiah Fisioterapi Vol 6 No 02 (2023): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jif.v6i02.3838

Abstract

Plantar Fasciitis adalah diagnosis nyeri tumit yang paling umum. Plantar Fasciitis adalah degenerasi plantar facia akibat robekan mikro berulang pada facia yang menyebabkan reaksi inflamasi, dan bukan merupakan proses inflamasi primer seperti yang diyakini sebagian besar orang. Penyebab dari Plantar Fasciitis adalah tidak diketahui tetapi diyakini bersifat multifaktorial, dengan biomekanik abnormal dan penyembuhan yang tertunda kemungkinan besar menjadi penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan nyeri Plantar Fasciitis setelah pemberian intervensi Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT). Penelitian ini menggunakan metode Case Study. Sampel penelitian ini adalah seorang pria usia 28 tahun yang diberikan intervensi fisioterapi berupa kombinasi Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT) sebanyak 12 kali selama 4 minggu. Nilai fungsional kaki diukur dengan Foot Function Index (FFI). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Myofascial Release dan Neuromuscular Taping (NMT) dapat meningkatkan fungsional kaki pada penderita Plantar Fasciitis
SOSIALISASI DAN PENYULUHAN CARA PENGGUNAAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENGHANCUR KAYU KAPASITAS 50 KG/JAM DI DESA KOTO RANAH KECAMATAN KABUN KABUPATEN ROKAN HULU Fathoni, Ahmad; Yose Rizal; Ridho Sinurat
Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 1 No. 02 (2022): Tepak Sirih : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani
Publisher : LPPM Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jpmm.v1i02.1446

Abstract

Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk (1) Memberikan pengetahuan bagi masyarakat desa tentang tata cara memanfaatkan teknologi tepat guna dalam kehidupan sehari hari. (2) Memberikan bimbingan dalam menyelesaikan pemanfaatan teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan yang di inginkan oleh masyarakat desa tersebut dengan baik dan benar. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan bimbingan tentang bagaimana cara penerapan dan menyelesaikan alat yang akan digunakan baik di tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan nasional. (1) Awal kegiatan, memberikan pengetahuan dasar dan konsep tentang materi bagaimana proses pembuatan alat yang akan di manfaatkan. (2) Memberikan pelatihan dan contoh dalam menyelesaikan suatu kegiatan tentang teknologi tepat guna yang akan di manfaatkan. (3) Tahap akhir masyarakat diminta untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari hari dengan baik dan benar, sehingga dari kegiatan pengabdian ini masyarakat bisa memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk kepentingan bersama.
Analisis Sistem Monitoring Geospasial SPH_AT pada Dinas Perkimtan Banyuasin Yose Rizal
Journal of Creative Student Research Vol. 2 No. 6 (2024): Desember : Journal of Creative Student Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jcsr-politama.v2i6.4590

Abstract

Management The management and monitoring of Surat Pengakuan Hak atas Tanah (SPHT) in Banyuasin regionfaces complex challenges, including land conflicts and limited transparency in administration. This research aims to analyse the implementation of a geospatial-based monitoring system that integrates spatial and non-spatial data to improve efficiency and spatial and non-spatial data to improve the efficiency, transparency, and accuracy of the management of SPHT. The system utilises Geographic Information System (GIS) technology to verify the location of SPHT. (GIS) technology to verify the location of land, track changes in ownership status, and generate reports on land conditions automatically. The results of the analyses show that the use of a geospatial-based system is able to accelerate the public service process, reduce the potential for land conflicts, and improve coordination between agencies. improve coordination between agencies. However, challenges such as data quality, infrastructure limitations, and human resource training needs still require further attention. Recommendations are provided to ensure successful implementation, including improving IT infrastructure, updating data, and socialising to the community. socialisation to the community.
Analisis Redesain Pembangkit Listrik Pikohidro Terapung sebagai Alternatif Energi Terbarukan di Daerah Terpencil Putra, Romi Arjuna; Heri Suripto; Yose Rizal
ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi Vol. 4 No. 01 (2024): ENOTEK : Jurnal Energi dan Inovasi Teknologi
Publisher : Program Studi Teknik Mesin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pikohidro adalah  pembangkit listrik tenaga air yang mempunyai daya dari ratusan Watt sampai 5 kW. Secara teknis, pikohidro memiliki tiga komponen utama yaitu kincir air sebagai turbin, speed increaser dan generator. Pikohidro dapat digunakan sebagai energi alternatif untuk mensuplai beban energi listrik yang  letaknya berada jauh dari jangkauan saluran distribusi energi listrik. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui daya generator pembangkit listrik tenaga piko hidro aliran sungai menggunakan kincir air undershot terapung, dan mengetahui daya output optimal dengan 3 (tiga ) variasi kedalam,kedalaman 0,05 (m),0,1 (m) dan 0,15 (m). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen,dengan tahapan pengujian langsung di lapangan untuk mendapatkan data-data yang di hasilkan pembangkit listrik piko hidro terapung yang telah di rancang. Hasil penelitian disimpulkan bahwa untuk putaran kincir, putaran transmisi, dan daya generator tertinggi didapat pada kedalaman sudu 0,1 m yaitu putaran kincir 9,6 rpm, putaran transmisi 1 28,8 rpm dan putaran transmisi 2 86,4 rpm, dan daya yang dihasilkan sebesar 40,46 watt. Efisiensi tertinggi didapat pada perhitungan kedalaman sudu kincir 0,1 m yaitu sebesar 2,704%
Pengaruh Jarak Tembaga Rotor Distributor Pengapian Yang Telah Dimodifikasi Terhadap Kinerja Mesin Bensin Empat Silinder Ramadhan, Frado; Eddy Elfiano; Yose Rizal
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 17, No. 02, Juni 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v17i2.3349

Abstract

Dalam proses pembakaran pada motor bakar bensin empat langkah terjadi proses kimia antara bahan bakar, udara, serta percikan api dalam ruang bakar. Dalam proses pembakaran terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi saat proses pembakaran berlangsung yaitu pembakaran sempurna dan pembakaran tidak sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja mesin melalui penyempurnaan pembakaran dengan melakukan modifikasi terhadap pengapian dengan melakukan penambahan jarak pada tembaga rotor distributor pengapiannya dan diharapkan dapat meningkatkan kinerja mesin. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan mesin bensin empat silinder berkapasitas 1290 cc dengan set putaran mesin 2000-3500 Rpm. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan. Penambahan pada jarak rotor menghasilkan daya poros 12.05 kW pada putaran 2500 Rpm, tekanan efektif rata-rata 7.484 kg/cm2 pada putaran 2500 Rpm, pemakaian bahan bakar 1.305 kg/h pada putaran 2500 Rpm, pemakaian bahan bakar spesifik 0.102 kg/kWh pada putaran 2500 Rpm, dan efisiensi volumetric dan efisiensi thermal sebesar 12,207 dan 0,799 pada putaran 2500 Rpm.
KARAKTERISTIK MATERIAL TEMPATAN PADA PERENCANAAN PUSAT KEBUDAYAAN KUANTAN SINGINGI BERBASIS ARSITEKTUR NEO- VERNAKULER Syah, Ardiyan; Yose Rizal; Repi
Journal of Architectural Design and Development (JAD) Vol. 6 No. 1: June 2025
Publisher : Program Sarjana Arsitektur Universitas Internasional Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37253/jad.v6i1.10224

Abstract

Kuantan Singingi memiliki kekayaan budaya dan tradisi arsitektur yang unik, terutama dalam penggunaan material tempatan seperti kayu, bambu, dan batu bata tanah liat. Namun, modernisasi dan industrialisasi telah mengurangi penggunaan material lokal, sehingga mengancam keberlanjutan budaya dan lingkungan. Pendekatan arsitektur neo-vernakuler menjadi solusi untuk mengintegrasikan nilai-nilai tradisional dengan inovasi modern, termasuk pemanfaatan material tempatan dalam desain bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis karakteristik material tempatan yang dapat diterapkan dalam perencanaan Pusat Kebudayaan Kuantan Singingi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material tempatan memiliki potensi besar dalam mendukung keberlanjutan arsitektur neo-vernakuler. Rekomendasi implementasi mencakup penggunaan kayu lokal, anyaman bambu, batu bata tanah liat, serta ornamen tradisional dalam desain fasade dan interior. Integrasi material lokal dengan teknologi modern dapat menciptakan bangunan yang estetis, fungsional, dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam perencanaan arsitektur berbasis kearifan lokal untuk menjaga identitas budaya Kuantan Singingi.
Aerobic Exercise Improves Cognitive Function in Sedentary Young Adults Without Cognitive Impairment Sari Triyulianti; Yose Rizal; Afifah Dwi Tifani
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 5 No 1 (2024): Jurnal teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v5i1.314

Abstract

Physical exercise can improve cognitive function of older adults, but the influence of young adults is less clear. The purpose of this study was to assess the effect of aerobic exercise on cognitive function of sedentary young adults without cognitive impairment. This study used an experimental method with pre and post test designs on 20 young adults according to the inclusion and exclusion criteria. Samples were randomly divided into two groups, the control group and the aerobic exercise group. The control group did not do the exercise. The aerobic group exercised by running for 30 minutes (64-76% of maximal heart rate), three time per week for four weeks. Cognitive function was measured using stroop task test. The results showed that there was a significant increase in cognitive function in the aerobic exercise group (p<0.05). There was a significant difference in cognitive function between the aerobic exercise group and the control group (p<0.05). In conclusion, aerobic exercise over four weeks can increase cognitive function in sedentary young adults without cognitive impairment.