Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Efisiensi Penggunaan Energi Metabolis Ransum Berbasis Onggok yang Difermentasi Bacillus amyloliquefaciens pada Ayam Broiler . Wizna
Media Peternakan Vol. 31 No. 3 (2008): Media Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.702 KB)

Abstract

An experiment was conducted to determine the effects of using Bacillus amyloliquefaciens-fermented tapioca by-products (onggok) on the metabolism energy differences in the diets to the performance of broilers. Eighty unsexed three day old broiler chicks were randomly allocated into 20 pens (four chicks/pen). This experiment was arranged in a completely randomized design with four dietary treatments (3000, 2900, 2800 and 2700 kkal/kg for broilers) of energy metabolism in diets and five replications. Measured variables were feed consumption, average body weight gain, feed conversion, carcass percentage, abdominal fat percentage and income over feed cost (IOFC). Results of the experiment indicated that feed consumption, average body weight gain, feed conversion, carcass percentage, abdominal fat percentage and income over feed cost (IOFC) were not affected (P>0.05) by levels of metabolism energy in the diets for broilers. In conclusion, Bacillus amyloliquefaciens-fermented tapioca by-products (onggok) can be included up to 40% with energy metabolism 2700 kkal/kg in broilers diets and improved the efficiency of metabolizable energy. Key words: fermented onggok, Bacillus amyloliquefaciens, metabolizable energy, broiler
POTENSI DAN PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI BUAH TOMAT (Lycopersicon esculentum) AFKIR SEBAGAI PAKAN TERNAK UNGGAS Ulvi Fitri Handayani; Maria Endo Mahata; Yose Rizal; Irfan Suliansyah; Wizna Wizna
Jurnal Peternakan Vol 15, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v15i1.4279

Abstract

One of the important things in determining the quality of livestock products is feed ingredients. The quality of Poultry products will be influenced by the nutrient intake provided. Tomato reject is one of the special ingredients of a feed because it contains high lycopene. Lycopene is well known as an antioxidant, also it can lower cholesterol content. However, lycopene still in the matrix of tomato tissue and trans-form lycopene what difficult to digest and absorb in the body. So, in this paper presents the extent to which the development of research utilization of tomatoes high lycopene as poultry feed. As well as opening more widely how to increase the value of lycopene tomatoes in poultry products.
Pemberian Dedak Padi yang Difermentasi dengan Bacillus amyloliquefaciens sebagai Pengganti Ransum Komersil Ayam Ras Petelur Wizna Wizna; H Muis
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 14, No 2 (2012): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.14.2.398-403.2012

Abstract

This experiment was carried out to study the effect of substitution of TSI ration with rice bran fermented with Bacillus amyloliquefaciens on feed comsumtion, henday production, egg mass and feed convertion of layer. This experiment was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments. Each treatment three replicates at twelve layer each. The treatment were diets which contained substitution of 20% (A), 30% (B), 40% (C), 50 % (D), 60% (E) and 70% TSI with rice bran fermented with Bacillus amyloliquefaciens (F), resvectively. Feed and water was offered ad libitum. Result of this experiment showed that feed comsumtion, henday production, egg mass and feed convertion were highly affected (P<0.01) by treatment but not affected to henday production. It was concluded that substitution of 40% TSI ration with rice bran fermented with Bacillus amyloliquefaciens was decreased feed comsumtion and feed convertion of layer.
Aplikasi Probiotik Untuk Ternak Itik Zurmiati Zurmiati; M. E. Mahata; M. H. Abbas; Wizna Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 16, No 2 (2014): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.16.2.134-144.2014

Abstract

Salah satu usaha untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pakan atau menurunkan Feed Convertion Ratio (FCR) dan memperbaiki penampilan produksi ternak unggas antara lain dengan menambahkan berbagai imbuhan pakan seperti enzim dan antibiotik. Saat ini penggunaan antibiotik dalam ransum ternak telah dibatasi karena residunya memberikan efek samping terhadap konsumen, sehingga dicari feed additif lain yang aman seperti probiotik. Probiotik dapat merubah ekosistem mikroba pencernaan selain itu juga menghasilkan antibiotik alami, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan dan kinerja inang. Penggunaan probiotik sudah banyak diterapkan untuk ayam, namun pada ternak itik masih sedikit. Penelitian dan penggunaan probiotik sebagai pakan imbuhan masih perlu ditingkatkan agar diperoleh teknik produksi yang efisien dan praktis dan dapat diaplikasikan sehingga mampu memberikan dampak ekonomis terhadap industri peternakan. Probiotik memberikan pengaruh yang baik terhadap itik diantaranya meningkatkan kesehatan dan menurunkan rasio konversi ransum.
Pengaruh Penggantian Sebagian Jagung dan Bungkil Kedelai dengan Campuran Empulur Sagu dan Isi Rumen yang Difermentasi dengan Bacillus amyloliquefaciens dalam Ransum terhadap Performans Ayam Broiler Wizna (Wizna); Yose Rizal; Hafil Abbas; Abdi Dharma; I. P. Kompiang
Buletin Peternakan Vol 31, No 3 (2007): Buletin Peternakan Vol. 31 (3) Agustus 2007
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21059/buletinpeternak.v31i3.1225

Abstract

File lengkap ada dalam bentuk PDF dibawah ini
PEMBERDAYAAN PETERNAK ITIK PEDAGING MELALUI PENGGUNAAN PROBIOTIK WARETHA DI NAGARI SUNGAI KAMUYANG KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Sepri Reski; Ridho Kurniawan Rusli; Robi Amizar; Adisti Rastosari; Yolani Utami; Endang Purwati; Yulianti Fitri Kurnia; Yesi Chwenta Sari; Wizna Wizna; Ferawati Ferawati
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 2 No 4.b (2019)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.959 KB) | DOI: 10.25077/jhi.v2i4.b.377

Abstract

Program ini dilakukan pada peternakan itik Nagari Sungai Kamuyang Kabupaten Lima Puluh Kota Provinsi Sumatera Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi masalah pengembangan ternak itik seperti mahalnya harga pakan, minimnya informasi tentang penyusunan ransum berbasis bahan lokal dan sistem pemeliharaan yang masih tradisional. Selain itu kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peternak tentang probiotik dan manfaat serta cara penggunaannya, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA pada ternak itik dapat mengatasi permasalahan dalam pengembangan usaha ternak itik seperti dapat menekan biaya pakan yang tinggi dan lebih terjangkau bagi usaha peternak rakyat. Metode kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan yaitu pembelajaran berupa pelatihan dan pendampingan dengan tim pengabdi sebagai fasilitator berupa pengenalan produk probiotik WARETHA dan mempraktikkan cara penggunaannya serta cara penyusunan ransum itik berbagai tingkat umur, sehingga dengan penggunaan probiotik WARETHA dapat menekan biaya pakan yang tinggi. Hasil dari kegiatan ini adalah mengurangi biaya produksi, meningkatkan pendapatan peternak dan dapat mengurangi bau feses di sekitar kandang yang ramah lingkungan serta meningkatkan pengetahuan peternak tentang manfaat dan cara penggunaan probiotik WARETHA. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dapat meningkatkan pengetahuan peternak tentang manajemen pemeliharaan ternak itik dengan menggunakan probiotik WARETHA dan penggunaan bahan pakan lokal, sehingga dapat mengurangi biaya produksi dan menekan biaya pakan.
PRODUKSI PAKAN DDPF UNTUK UNGGAS ORGANIK DI UNIVERSITAS ANDALAS wizna wizna; Jafrinur Jafrinur; Kusnadidi Subekti
Jurnal Pengabdian Warta Andalas Vol 24 No 4 (2017): Warta Pengabdian Andalas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menghasilkan produk ternak organik yang bebas bahan aditif kimia, hormon, antibiotik perlu dilakukan suatu program penerapan teknologi tepat guna dengan pemanfaatan Waretha (Bacillus amyloliquefaciens) dalam usaha tersebut sebagai inokulum/probiotik. Waretha sebagai probiotik dapat memperbaiki kualitas produk dan meningkatkan efisiensi penggunaan pakan. Probiotik Waretha adalah luaran dari beberapa hasil penelitian selama enam tahun dimulai dari ditemukan bakteri B. amyloliquefaciens sebagai isolat selulolitik, proteolitik dan fitalitik serta sebagai inokulum fermentasi. Satu kali pemberian probiotik Waretha pada DOC broiler tanpa diberi fed aditif (vaksin, vitamin, antibiotik, hormon) diperoleh efisiensi penggunaan ransum meningkatkan dari 61% menjadi 67%, litter tidak basah dan berbau, meningkatkan populasi Lactobacillus sp dan menekan populasi E. Coli, persentase karkas meningkat dari 67% menjadi 72% dan kolesterol turun dari 2,61 menjadi 1,53 mg/g/daging. Untuk ayam petelur efisiensi penggunaan ransum meningkatkan dari 41,% menjadi 50%, litter tidak basah dan berbau, dan kolesterol turun dari 12,15 menjadi 10,21 mg/g/kuning telur. Sebagai inokulum dan sekalian sebagai probiotik Waretha (Bacillus amyloliquefaciens) telah memfermentasi darah yang diserap oleh dedak padi pada dosis inokulum 3% dan lama fermentasi 3 hari (pakan DDPF) diperoleh peningkatan kualitas produk dengan kandungan PK 56,28%, SK 7,17%, retensi nitrogen 64,07%, 7,17%, kec. SK 47,58% dan EM 3373 kkal/kg. Produk DDPF mengandung spora B. amyloliquefaciens 1013cfu/g yang berfungsi sebagai probiotik yang menghasilkan produk organik. Penggunaan 15% produk DDPF sebagai pengganti 30% bungkil kedelai dan 50% tepung ikan pada ransum broiler dapat menurunkan konversi ransum dari 1.84 menjadi 1.76. Hasil yang sudah dicapai pada kegiatan tahun II, produksi dua ton DDPF dan melakukan pemeliharaan ayam ras petelur sebanyak 700 ekor semenjak bulan Mei 2016, dan sekarang sudah bertelur 50%. Pada uji untuk mengetahui level pemakaian pakan DDPF pada ayam ras petelur diperoleh bahwa pakan DDPF dapat menggantikan konsentrat CP 124 35% atau harga pakan per kg menjadi lebih murah yaitu dari Rp. 4.800,- menjadi Rp. 3.300,-.
Penyuluhan Pengembangan Peternakan Itik di Kota Sawahlunto Robi Amizar; Wizna Wizna; Mirzah Mirzah; Rusfidra Rusfidra; Yuherman Yuherman
Warta Pengabdian Andalas Vol 29 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.29.1.36-42.2022

Abstract

Sawahlunto city is one of the cities/districts in West Sumatra actively assisting the poor. The assistance was given was livestock for farmers, such as goats, ducks, and native chickens. In 2020 the population of ducks in Sawahlunto was recorded at 18,654 ducks with 257 farmers. In 2022, there is a giving of 100 ducks to a breeder by the related government. The ducks are farmed in four sub-districts, i.e. Talawi, Barangin, Lembah Segar, and Silungkang Districts. The society target of the activity was duck breeders under the Food Security, Agriculture, and Fisheries Service of Sawahlunto City. The main problem of them is high feed prices and difficulty developing breeders. The knowledge transfer from academics to farmers was carried out by counselling and discussions about good production, nutrition, and livestock health. This activity was carried out during the Covid-19 pandemic, which was still restricted by social distancing protocol. The discussion was attended by around 137 participants consisting of 70 poultry farmers, 30 agricultural assisting workers, and 37 local heads in Sawahlunto City.
APLIKASI PROBIOTIK WARETHA PADA PETERNAK ITIK PETELUR DI NAGARI ATAR KECAMATAN PADANG GANTING KEBUPATEN TANAH DATAR Wizna Wizna; Rusfidra Rusfidra; M. I. Rias; R. Andika
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v5i3.607

Abstract

This program was conducted on the Nagari Atar duck farm, Padang Ganting District, Tanah Datar Regency, West Sumatra Province. This activity aims to overcome the problems of developing ducks such as the high price of feed, the lack of information about the preparation of rations based on local ingredients and the traditional maintenance system. In addition, this activity aims to increase the knowledge of farmers about probiotics and their benefits and how to use them, so that the use of Waretha probiotics in laying ducks can overcome problems in the development of laying ducks business, such as reducing the high cost of feed and making it more affordable for smallholder farms. The method of activities carried out to overcome this problem can be done with several approaches, namely learning in the form of training and mentoring with a team of service as facilitators in the form of introducing WARETHA probiotic products and practicing how to use them and how to prepare rations for laying ducks at various age levels, so that the use of Waretha probiotics can suppress high feed costs. The results of this activity are reducing production costs, increasing farmers' income and being able to reduce the smell of feces around the cage which is environmentally friendly as well as increasing the knowledge of farmers about the benefits and how to use Waretha probiotics. The conclusion of this community service activity is that it can increase the knowledge of farmers about the management of laying ducks by using Waretha probiotics and the use of local feed ingredients, so as to reduce production costs and reduce feed costs.
Performa Ayam KUB Umur 6 Sampai 12 Minggu yang diberi Maggot BSF (Black Soldier Fly) dalam Ransum Robi Amizar; Ikhsan Agustri Andi; Montesqrit Montesqrit; Harnentis Harnentis; Wizna Wizna
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 25, No 2 (2023): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.25.2.255-263.2023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa ayam KUB umur 6 sampai 12 minggu yang diberi maggot BSF (Black Soldier Fly) dalam ransum. Ayam KUB umur 6 minggu digunakan dalam penelitian ini sebanyak 100 ekor. Pemberian perlakuan berupa tepung maggot dalam ransum dilakukan sampai ayam umur 12 minggu. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P1 (0% maggot), P2 (7% maggot), P3 (14% maggot), P4 (21% maggot), dan P5 (28% maggot). Ransum disusun dengan iso protein dan energi yaitu protein 17,5% dan energi 2800kkal/kg. Parameter performa yang diamati yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum. Dari penelitian yang dilakuakan menunjukkan hasil bahwa pemberian maggot BSF dalam ransum berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pertambahan bobot badan, namun berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan konversi ransum. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian tepung maggot BSF sebanyak 14% dalam ransum dapat memberikan performa yang baik pada ayam KUB.