Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : SIPIL

ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH DAN PENURUNAN PONDASI PADA DAERAH PESISIR PANTAI UTARA KABUPATEN BANGKA Fahriani, Ferra; Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Kawasan pantai di utara Kabupaten Bangka merupakan salah satu kawasan pantai yangindah yang  belum dikelola secara professional. Pembangunan gedunggedung padadaerah pantai tidak hanya sebatas bangunan gedung satu lantai tetapi dapat jugadibangun gedung lebih dari satu lantai. Untuk keperluan tersebut perlu dianalisis dayadukung tanah dan penurunan pondasi pada daerah pantai.  Daya dukung tanah danpenurunan pondasi berhubungan erat dengan beban struktur bangunan yang dibangundiatasnya. Pada ketiga lokasi penelitian dilakukan uji daya dukung tanah menggunakanalat uji sondir dengan standar pengujian sondir berdasarkan SNI 2827:2008. Berdasarkanhasil uji sondir dilakukan  analisis daya dukung pondasi selanjutnya menganalisispenurunan pondasi yang terjadi di daerah tersebut. Dari hasil penelitian daya dukungtanah untuk kisaran kedalaman lebih dari 2 m termasuk kategori tanah dengan dayadukung tanah kaku dan sangat kaku. Sedangkan daya dukung tanah untuk kisarankedalaman 4-5 m termasuk kategori tanah dengan daya dukung tanah sangat kaku dankeras. Penurunan yang terjadi masih dalam batas keamanan kurang dari 2,5 cm. Setiaplokasi memiliki nilai penurunan yang berbeda, hal ini dipengaruhi oleh daya dukung tanahdi masingmasing lokasi. Pantai penyusuk memiliki nilai penurunan yang paling kecilkarena daya dukung tanahnya paling besar. Semakin kecil daya dukung tanah makapenurunan akan semakin besar. Semakin besar beban yang harus ditahan pondasi makapenurunan yang terjadi akan semakin besar.Kata kunci : daya dukung tanah, uji sondir, penurunan
ANALISIS DAYA DUKUNG FONDASI TAPAK DENGAN MENGGUNAKAN PERKUATAN CERUCUK DIBANDINGKAN DENGAN FONDASI SUMURAN (ANALYSIS OF BEARING CAPACITY FOUNDATIONS TREAD USING CERUCUK COMPARED WITH THE CAISOON FOUNDATION) Rizolla, Ingga Aranka; Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Fondasi tapak yang termasuk dalam fondasi dangkal sering digunakan pada strukuturbertingkat dengan mengunakan perkuatan cerucuk. Untuk mengetahui daya dukungfondasi, maka dilakukan perbandingan antara fondasi tapak menggunakan cerucukdengan fondasi sumuran. Alasan menggunakan fondasi sumuran karena fondasi initermasuk dalam fondasi peralihan dari fondasi dangkal ke fondasi dalam. Penelitian untukmengetahui kedua daya dukung fondasi tersebut dilakukan dengan metode Terzaghi(1943), Schertmann (1978), Bagmann (1965), Mayerhorf (1956) dan Caisson. HasilPenelitian menunjukkan bahwa daya dukung yang dihasilkan oleh fondasi sumuran padabeban I dan II lebih besar 1,20 dan 1,31 dari fondasi tapak menggunakan perkuatancerucuk sedangkan untuk penurunan lebih kecil sebesar 2,02 dan 1,21. Kata kunci : fondasi tapak, fondasi sumuran, cerucuk, daya dukung, penurunan
PEMANFAATAN FLY ASH UNTUK PENINGKATAN NILAI CBR TANAH DASAR Apriyanti, Yayuk; Hambali, Roby
SIPIL Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

Tanah dasar merupakan pondasi bagi perkerasan jalan, baik perkerasan yang terdapat padajalurlalulintas maupun bahu jalan.Sebagai pondasiperkerasan, harus mempunyai kekuatan ataudaya dukung terhadap beban kendaraan. Tanah dasar yang mempunyaikekuatanyang rendahakanmengakibatkan perkerasanmudahmengalami deformasidan retak.Berdasarkan klasifikasi tanahdari AASHTO dapat diketahui bahwa salah satu jenis tanah dasar yang dukungnya rendah adalahjenis tanah lempung. Sebagian tanah di daerah Pulau Bangka jenis tanahnya adalah tanahlempung. Salah satu parameter untuk mengetahui tanah dasar tersebut baik atau tidak dapatdilihat dari daya dukung tanah (kekuatan tanah) yaitu dengan pengujian CBR. Tanah dasar yangkurang baik daya dukung tanahnya memiliki nilai CBR yang rendah. Salah satu cara untukmemperbaikinya adalah dengan stabilisasi kimiawi menggunakan bahan fly ash yang didapat darihasil pembakaran batu bara oleh perusahaan smelter yang tersedia cukup banyak di PulauBangka.Untuk memanfaatkan fly ash ini, maka dilakukanlah penelitian mengenai pemanfaatan flyash yang digunakan sebagai bahan stabilisasi tanah, dalam hal ini untuk meningkatkan nilai CBRtanah dasar dengan menggunakan variasi fly ash 10%, 13% dan 16% dan umur pemeraman 1, 7,14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah lempung jenis A-7-6 mengalami peningkatan nilaiCBR seiring dengan penambahan prosentase fly ashserta lamaya umur pemeraman.. Peningkatannilai CBR maksimum terjadi pada Prosentase fly ash 16% umur 28 hari dengan nilai CBR sebesar15,1%. Prosentase peningkatan nilai CBR sebesar 202 % dari tanah A-7-6 tanpa campuran(tanah asli). Kata kunci : Tanah dasar, tanah lempung, fly ash
PENINGKATAN NILAI CBR TANAH LEMPUNG DENGAN MENGGUNAKAN SEMEN UNTUK TIMBUNAN JALA Apriyanti, Yayuk
SIPIL Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5.683 KB)

Abstract

The subgrade used for a highway construction should have a good bearing capacity, because the loads applied on the road construction are static and dynamic loads. One parameter that we can use to determine whether the soil bearing capacity is good or poor is by knowing the CBR value. The better the bearing capacity is, the higher the CBR. A poor bearing subgrade can be replaced with better soil (hoard with soil) from other location. Often there is no option for the hoarding material, so soil with high plasticity like A7 is used. To solve this problem, one of the efforts taken to enhance the soil bearing capacity is soil remediation using chemical stabilization method with cement. The percentage variations of the cement used are 10%, 12,5% and 15% with curing age of 1,7,14, and 28 days, optimum water condition. The tests that are conducted includes physical and mechanical properties tests of the original soil and mechanical properties testing of the stabilized one (soil CBR). From the result it is known that the CBR value rises with the percentage of cement (compared to the original soil CBR). The maximum CBR in 15% cement is 69,31%. The CBR value of the undisturbed soil is 3,01%. The CBR also increases with the age of curing from 1 to 28 days.Key Words: Hoarding material, Cement, Stabilization, Optimum, CBR.