Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Determinants of Nutritional Status of Adolescents Age 12-16 Years ade saputra nasution; Ida Nuraida; Rezeki Tri Raharsari; Devia Lydia Putri; Dadang Suhenda
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 18 No 2 (2023): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v18i2.324

Abstract

Adolescents really need high nutrients for growth and development, but most teenagers do not understand and consider nutritional intake according to their needs, this will have an impact on nutritional status and will even have an impact on health such as over nutrition and undernutrition, where This problem also results in a decrease in intelligence, weakening of the immune system and even triggers the emergence of various types of degenerative diseases. The problem of nutritional status consists of multi-factors such as nutritional knowledge, food availability, eating habits, exercise, and other factors. Analyzing any determinants related to the nutritional status of adolescents. The type of observational analytic with a cross-sectional design was used as a research design, the sample was 57 teenagers who were taken using a random sampling technique, the data obtained were analyzed using the chi-square test. The nutritional knowledge variable has a value of 0.025 which means it has a relationship with nutritional status, exercise habits have a relationship with adolescent nutritional status with a value of 0.005, eating habits have no relationship with adolescent nutritional status with a value of 0.893 and food availability has no relationship with nutritional status with a value of 0.893. 0.491. The variables of nutritional knowledge and exercise habits have more influence on the nutritional status of adolescents than the variables of food availability and eating habits of adolescents.
ANALISIS DIKSI PROMOSI PADA KONTEN MEDIA SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN DAYA TARIK KULINER TRADISIONAL DI PASAR LAMA KOTA TANGERANG Asfitri Hayati; Nori Anggraini; Ida Nuraida
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.13455

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penggunaan bahasa pada konten promosi media sosial yang bertujuan untuk meningkatkan daya tarik kuliner tradisional di pasar lama Kota Tangerang. Pasar Lama adalah kuliner populer yang menyajikan berbagai makanan tradisional dengan nilai budaya yang tinggi. Namun, karena industri kuliner menjadi semakin kompetitif, strategi periklanan yang efektif, termasuk pemilihan kata-kata yang menarik, akan menjadi faktor kunci dalam menarik perhatian konsumen. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik analisis isi. Data dikumpulkan melalui pengamatan konten media sosial, wawancara dengan pedang masakan atau makanan khas Tradisional dan tinjauan pustaka. Analisis ini dilakukan untuk mengidentifikasi pola penggunaan bahasa persuasif, emosional, dan deskriptif dalam berbagai postingan iklan. Penelitian menunjukkan bahwa bahasa yang mengungkapkan cita rasa, keunikan, dan nostalgia masakan tradisional dapat memiliki daya tarik emosional yang besar. Postingan yang menggunakan kata-kata yang menekankan “asli”, “legendaris”, dan “tradisi” akan mendapat respon lebih tinggi dari konsumen dibandingkan postingan yang sekadar bersifat informasional. Selain itu, visualisasi makanan yang didukung oleh cerita menarik merupakan kombinasi kunci untuk meningkatkan keterlibatan penonton video pada sosmedia Tiktok dan Instagram. Kesimpulan penelitian ini adalah pemilihan bahasa pada saat mempromosikan produk kuliner tradisional berperan penting dalam menciptakan daya tarik dan mempengaruhi minat konsumen. beberapa penelitian lain yang relevan, penggunaan diksi yang menggugah selera, menyertakan elemen lokalitas, dan menceritakan kisah di balik kuliner dapat memperkuat citra positif dan meningkatkan minat konsumen. Pengusaha kuliner di Pasar Lama Tangerang sebaiknya memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan konten promosi yang menarik, komunikatif, dan autentik, serta memperhatikan aspek kredibilitas dalam penyampaian informasi.Kata kunci: diksi, promosi, media sosial, kuliner tradisional, Pasar Lama