Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

BALAI LATIHAN KERJA SEBAGAI SARANA OPTIMALISASI SDM SANTRI, ASATIDZAH, DAN MASYARAKAT Bashir, Muhammad Fuad; Ritonga, Matnur
Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora Vol. 2 No. 7 (2024): Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora
Publisher : Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/kultura.v2i7.1739

Abstract

Studi ini mengkaji proses pelatihan desain grafis di BLK Pondok Pesantren Darunnajah 6 Annakhil.. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dengan studi kasus.. Studi ini dilakukan di BLK Pondok Pesantren Darunnajah 6 Annakhil. Subjek penelitian adalah satu ketua BLK, satu guru, dan dua peserta pelatihan desain grafis. Teknik purposive sampling digunakan untuk memilih subjek penelitian. Untuk mendapatkan data penelitian, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi digunakan. Penelitian menunjukkan bahwa (1) Balai Latihan Kerja (BLK) Pondok Pesantren Annakhil Darunnajah 6 telah menghasilkan 3 alumni angkatan pelatihan desain grafis mulai dari tahun 2021-2022 dan (2) BLK telah mengajar 46 peserta pelatihan desain grafis membuat desain grafis yang berkualitas tinggi. Saran tentang pelatihan desain grafis adalah agar dimulai lagi untuk meningkatkan kualitas SDM di Pondok Pesantren Darunnajah 6 Annakhil dan warga sekitarnya.
Diskursus Regulasi dan Kebijakan Pendidikan Islam di Indonesia Ritonga, Matnur; Dede Rosyada
EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies Vol. 4 No. 3 (2024): EduInovasi:  Journal of Basic Educational Studies
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/edu.v4i3.3543

Abstract

An Islamic educational institution is a place where education within the scope of Islam carries out its duties in order to achieve the ideals of Muslims. Family, mosque, majelis taklim, diniyah, madrasa, and Islamic boarding schools are Islamic educational institutions that are absolutely necessary in Indonesia in general or in a city and village area in particular. Comprehensive religious education is needed to instill appropriate moral values for the legal community in order to understand the implementation of religious rules correctly and precisely. The method used is descriptive qualitative through literature review. The results of the study show that; 1. There is a clear history and red thread of regulation regarding Islamic education in Indonesia, the development of Islamic education, and the implications of Islamic education policy for the existence of Islamic boarding schools and religious education in Indonesia. 2. Islamic education policy in Indonesia has undergone changes since the Old Order to the New Order, with an increase in the status of religious education in public schools and universities. 3. Islamic education in Indonesia has experienced significant changes and developments since the 2000s. Islamic boarding schools have adopted the formal education system, and some boarding schools have opened universities. However, the increase in the number of Islamic boarding schools has not been accompanied by an increase in quality. Law No. 18/2019 on Pesantren is expected to recognize and facilitate the development of pesantren and religious education.
Metode Keteladanan sebagai Pondasi Pendidikan Islam Ritonga, Matnur; Andriyani; Nurmalia Lusida
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i01.4175

Abstract

Pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah ?. Keteladanan (uswah hasanah) dijadikan sebagai metode yang sangat mendasar dalam pendidikan Islam secara psikologi didasarkan akan fitrah manusia yang memiliki sifat gharizah (kecenderungan mengimitasi atau meniru orang lain). Al-Qur’an sebagai sumber utama pendidikan Islam memberikan pemahaman bahwa salah satu tujuan Al-Qur’an adalah mendidik manusia melalui nalar yang sarat dengan kegiatan membaca, meneliti, mempelajari dan mengobservasi. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan Islam harus senantiasa mengacu pada pemahaman konsep dasar bahwa manusia mesti meyakini dirinya sebagai ciptaan Tuhan yang mulia (sesuai fitrahnya), dan melalui proses keyakinan dan ikhtiar maka manusia akan mendapatkan pola pendidikan yang jelas. Tujuan Penelitian ialah mengetahui metode keteladanan yang tepat untuk peserta didik. Penelitian ini menggunakan riset perpustakaan dengan pendekatan metode maudhu'i (tematik) untuk menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah keteladanan. Hasil Penelitian menunjukkan: 1. Ada tiga ayat-ayat di dalam Al-Qur’an sesuai term uswah hasanah yang berhubungan dengan masalah keteladanan sebagai pondasi pendidikan Islam yang sangat mendasar. Metode ini berdasarkan fitrah manusia yang memiliki sifat gharizah dan harus diinternalisasikan dalam kehidupan keseharian. 2. Dalam Proses berlangsungnya pendidikan metode keteladanan dapat dipraktikkan dalam dua bentuk. Secara langsung direct system, ??????? ???????? ialah bahwa pendidik benar-benar mengaktualisasikan dirinya sebagai contoh teladan yang baik bagi anak didik. Secara tidak langsung; circular system, ??????? ??? ????????
Formation of Qur'ani Character in Children at TPQ Miftahul Ulum Cidokom Gunung Sindur Bogor Musyaropah, Siti Padilatul; Ritonga, Matnur
Islamic Studies in the World Vol. 1 No. 4 (2024)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/isw.v1i4.1031

Abstract

Background. Education is defined as a learning process throughout human history. National education functions to develop a sense of loyalty and strength as citizens among the nation's people and improve their ability to maintain their way of life. Miftahul Ulum Al-Quran Education Park (TPQ) is an non-formal organization that prioritizes Al-Quran education in the context of character development initiatives in the Cidokom Village environment, Gunung Sindur District, Bogor. Purpose. The aim of this research is to understand the implementation of the TPQ Miftahul Ulum education program in relation to the child-teacher ratio in the Cidokom Village community, as well as the obstacles faced during program implementation and strategies for overcoming them. Method. This research used a qualitative descriptive approach at TPQ Miftahul Ulum, with Purposive Sampling and Snowball Sampling techniques to select informants. Data was collected through observation, interviews and documentation. Data analysis follows the Miles and Huberman model, with validity using triangulation of sources and techniques. Results. The results of this research show that the implementation of the educational program is an effort to realize children's character education at TPQ Miftahul Ulum. Conclusion. Al-Quran education has an important role in developing moral character through peer pressure, teaching perseverance and love in developing religious, personal, and communicative qualities in children at an early age.
Management of Facilities and Infrastructure in Supporting the Teaching and Learning Process at SMPS an-Nakhil Darunnajah 6 Mukomuko, Bengkulu Sugiarto, Rita; Akhiruddin, Muhamad Towil; Ritonga, Matnur
Faiyadhah | Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2025): Faiyadhah
Publisher : Yapilin Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64344/fydh.v1i2.29

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung efektivitas proses belajar mengajar di sekolah. Pengelolaan yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana dan prasarana di SMPS An-Nakhil Darunnajah 6 Mukomuko Bengkulu dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pendayagunaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan pihak terkait, serta dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga profesional dalam pemeliharaan, serta keterbatasan ruang kelas yang memaksa beberapa kegiatan belajar mengajar dilakukan di masjid atau mushola. Meskipun demikian, upaya perbaikan terus dilakukan melalui perencanaan pengadaan fasilitas, optimalisasi pemanfaatan sarana yang ada, serta pengawasan berkala terhadap kondisi prasarana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen sarana dan prasarana yang baik berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan perencanaan anggaran, pemeliharaan fasilitas secara berkala, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah.