Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Metode Keteladanan sebagai Pondasi Pendidikan Islam Ritonga, Matnur; Andriyani; Nurmalia Lusida
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 4 No. 01 (2024): Artikel Riset Edisi April 2024
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v4i01.4175

Abstract

Pendidikan Islam adalah sistem pendidikan yang mencakup seluruh aspek kehidupan yang dibutuhkan oleh hamba Allah ?. Keteladanan (uswah hasanah) dijadikan sebagai metode yang sangat mendasar dalam pendidikan Islam secara psikologi didasarkan akan fitrah manusia yang memiliki sifat gharizah (kecenderungan mengimitasi atau meniru orang lain). Al-Qur’an sebagai sumber utama pendidikan Islam memberikan pemahaman bahwa salah satu tujuan Al-Qur’an adalah mendidik manusia melalui nalar yang sarat dengan kegiatan membaca, meneliti, mempelajari dan mengobservasi. Oleh karena itu, pelaksanaan pendidikan Islam harus senantiasa mengacu pada pemahaman konsep dasar bahwa manusia mesti meyakini dirinya sebagai ciptaan Tuhan yang mulia (sesuai fitrahnya), dan melalui proses keyakinan dan ikhtiar maka manusia akan mendapatkan pola pendidikan yang jelas. Tujuan Penelitian ialah mengetahui metode keteladanan yang tepat untuk peserta didik. Penelitian ini menggunakan riset perpustakaan dengan pendekatan metode maudhu'i (tematik) untuk menghimpun ayat-ayat Al-Qur’an yang berhubungan dengan masalah keteladanan. Hasil Penelitian menunjukkan: 1. Ada tiga ayat-ayat di dalam Al-Qur’an sesuai term uswah hasanah yang berhubungan dengan masalah keteladanan sebagai pondasi pendidikan Islam yang sangat mendasar. Metode ini berdasarkan fitrah manusia yang memiliki sifat gharizah dan harus diinternalisasikan dalam kehidupan keseharian. 2. Dalam Proses berlangsungnya pendidikan metode keteladanan dapat dipraktikkan dalam dua bentuk. Secara langsung direct system, ??????? ???????? ialah bahwa pendidik benar-benar mengaktualisasikan dirinya sebagai contoh teladan yang baik bagi anak didik. Secara tidak langsung; circular system, ??????? ??? ????????
Management of Facilities and Infrastructure in Supporting the Teaching and Learning Process at SMPS an-Nakhil Darunnajah 6 Mukomuko, Bengkulu Sugiarto, Rita; Akhiruddin, Muhamad Towil; Ritonga, Matnur
Faiyadhah | Journal of Islamic Education Management Vol. 1 No. 2 (2025): Faiyadhah
Publisher : Yapilin Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64344/fydh.v1i2.29

Abstract

Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam mendukung efektivitas proses belajar mengajar di sekolah. Pengelolaan yang baik akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa dan tenaga pendidik, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen sarana dan prasarana di SMPS An-Nakhil Darunnajah 6 Mukomuko Bengkulu dengan fokus pada tiga aspek utama, yaitu perencanaan, pendayagunaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan pihak terkait, serta dokumentasi dari berbagai sumber yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di sekolah ini masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga profesional dalam pemeliharaan, serta keterbatasan ruang kelas yang memaksa beberapa kegiatan belajar mengajar dilakukan di masjid atau mushola. Meskipun demikian, upaya perbaikan terus dilakukan melalui perencanaan pengadaan fasilitas, optimalisasi pemanfaatan sarana yang ada, serta pengawasan berkala terhadap kondisi prasarana. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa manajemen sarana dan prasarana yang baik berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan perencanaan anggaran, pemeliharaan fasilitas secara berkala, serta pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sarana dan prasarana sekolah.