Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

RELEVANSI PENDIDIKAN SEBAGAI WADAH TRANSFORMASI SOSIAL DALAM PERSPEKTIF FILOSOFIS Hasanah, Isnaini Mau'idzoh; Rahmah, Melinda; Puspitasari, Windy Prasetya; Hasanah, Farah Miftahul; Ruslan, Ahmad
JURNAL EDUCATION AND DEVELOPMENT Vol 13 No 1 (2025): Vol 13 No 1 Januari 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i1.6613

Abstract

Pada abad ini, banyaknya tantangan dalam kehidupan yang berdampak langsung dalam identitas diri seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami pemahaman mengenai relevansi pendidikan sebagai wadah transformasi sosial dalam perspektif filosofis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian kepustakaan. Hasil penelitian ini mengatakan bahwa transformasi sosial merupakan perubahan dalam struktur, nilai-nilai, norma, dan pola kehidupan suatu masyarakat yang melibatkan pergeseran besar dalam cara hidup, kebiasaan, dan hubungan sosial.
Implementation of Human Rights Values in Historical Learning in Educations Ruslan, Ahmad; Syukur, Abdul; Kurniawati, Kurniawati
Journal of Education Reseach and Evaluation Vol 4 No 4 (2020): November
Publisher : LPPM Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.497 KB) | DOI: 10.23887/jere.v4i4.28527

Abstract

Human rights abuses are the center of every country in the world, as they are the result of their dominance over the weak, or other things like ignorance, lack of law enforcement, etc. And so it is in the world of education, which ought to be a center of understanding and awareness of human rights, through history study. But rather often, human rights abuses come from academic environments such as schools and colleges. The study aims to analyze the implementation of human rights values in history study. The study uses a qualitative method with a library research approach, whereas the data-collecting technique is a document or documentary study instrument. These findings suggest that the study of history has affected the behavior of students that reflect the virtues of human consciousness. Human rights values such as equality and the ban of discrimination (nondiscrimination) are reflected in students after the historical learning process is done, it can be seen both inside and outside the equation. Thus history study alone has significant effects on students, such as mutual respect of opinion, upholding the values of tolerance, cooperation and so forth. The conclusion of the article is that the effectiveness of learning needs to be optimized so that the human rights reflected in every historical event are capable of being thoroughly analyzed and understood by learners, which are then a provision for students to live national and national.
Membangun Karakter Pancasila Melalui Pembelajaran Sejarah Berbasis Proyek di SMA Naredi, Hari; Ruslan, Ahmad; Pratama, Cahya Adhitya
CHRONOLOGIA Vol 6 No 3 (2025): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/jhe.v6i3.18784

Abstract

This study discusses efforts to develop Pancasila character through project-based history learning at the Senior High School (SMA) level as a solution in the learning process. The purpose of this research is to examine how project-based history learning can foster Pancasila character in high school students. Using a qualitative approach with a literature study method, this research collects and analyzes various sources related to character education, the implementation of Pancasila values, and project-based learning methods in history subjects. The results show that history learning designed contextually and student-centered can cultivate Pancasila values such as mutual cooperation, tolerance, nationalism, and responsibility. By involving students in real-life-oriented historical projects, they not only understand historical events but also reflect the nation's noble values in their daily lives.
ANALISIS KUALITATIF TERHADAP VISUALISASI PERISTIWA DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS X DI SMA ISLAM PB SOEDIRMAN CIJANTUNG” Muthmainnah, Nida Ghoida; Ruslan, Ahmad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Research Institute and Community Engagement of UIN MADURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/nuansa.v22i2.20972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis visualisasi peristiwa dalam buku teks sejarah yang digunakan pada jenjang pendidikan menengah, khususnya untuk kelas X. Visualisasi sejarah yang dimaksud meliputi penggunaan gambar, ilustrasi, infografis, peta, dan elemen visual lainnya yang ditampilkan dalam buku teks untuk mendukung pemahaman peserta didik terhadap peristiwa sejarah. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada pentingnya visualisasi sebagai sarana bantu dalam proses pembelajaran sejarah, yang sering kali dianggap membosankan dan sulit dipahami jika hanya disampaikan dalam bentuk narasi teks. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi terhadap isi buku teks, wawancara dengan peserta didik dan guru sejarah, serta dokumentasi visual yang terdapat dalam buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi yang terdapat dalam buku teks mampu meningkatkan pemahaman dan minat belajar peserta didik terhadap materi sejarah, terutama jika visual tersebut relevan, informatif, dan menarik. Namun, masih ditemukan beberapa kelemahan seperti kurangnya kesesuaian antara visualisasi dengan konteks materi serta keterbatasan penjelasan yang menyertai gambar. Oleh karena itu, penting bagi penyusun buku teks dan pendidik untuk memperhatikan aspek visual sebagai komponen integral dalam penyampaian materi sejarah. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan visualisasi yang lebih kontekstual dan berbasis kurikulum guna meningkatkan efektivitas pembelajaran sejarah di sekolah
Media Pembelajaran Sejarah Berbasis Sekolah Ramah HAM Ruslan, Ahmad; Naredi, Hari; Japar, Abdul
Sanskara Hukum dan HAM Vol. 4 No. 01 (2025): Sanskara Hukum dan HAM (SHH)
Publisher : Eastasouth Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/shh.v4i01.550

Abstract

Artikel ini mengkaji pengembangan media pembelajaran sejarah yang berintegrasi dengan prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) dalam konteks sekolah ramah HAM. Kajian dilakukan melalui studi literatur dengan menelaah berbagai sumber pustaka terkini sebagai dasar untuk merancang model pembelajaran yang mampu meningkatkan kesadaran sejarah serta pemahaman tentang HAM di kalangan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi materi sejarah dengan nilai-nilai HAM dapat mendorong terbentuknya karakter yang demokratis dan toleran. Rekomendasi praktis pun disampaikan untuk pengembangan media pembelajaran yang lebih kontekstual dan inovatif, sehingga dapat diterapkan secara efektif dalam lingkungan pendidikan.
ANALYSIS OF HISTORY LEARNING TEXTBOOK IN SCHOOL: IN A REVIEW OF MICHEL FOUCAULT'S POWER RELATIONS THEORY Ruslan, Ahmad
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/5t22jj87

Abstract

History is a branch of science that studies human life in the past with its different dynamics and developments. The role of history in school is to provide students with an understanding of the ways of thinking and the processes involved in studying past events and what is no less critical to internalizing national identity. Another form of historical writing in formal education is textbooks. History learning textbook has an important role. Textbooks, as one of the learning tools used in school, must present historical facts that are truly objective and not only contain the government's interests. The purpose of learning history is to give students historical awareness so they know their identity. Students must know their national identity as a whole, be free from doctrines that contain political tendencies, and be made to liberate their minds more broadly and liberate themselves to the complex and comprehensive construction of historical knowledge.
Filsafat Pendidikan Humanisme dalam Pengembangan Karakter Peserta Didik Azhirakeisha, Savira Mahesa; Afriannisa, Andien; Ruslan, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas peran filsafat pendidikan humanisme dalam membentuk karakter peserta didik yang utuh dan berempati. Nilai-nilai kemanusiaan seperti kasih sayang, toleransi, dan kewajiban sipil dapat ditanamkan dengan lebih baik di kelas jika nilai-nilai tersebut didasarkan pada teori dan praktik filsafat pendidikan. Humanisme dalam pendidikan menekankan pada upaya melihat setiap siswa sebagaimana adanya dan pada peran instruktur sebagai pembimbing dalam pengembangan siswa sebagai manusia seutuhnya. Pendidikan humanistik tidak hanya mengutamakan pencapaian akademik, tetapi juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan moral, social agar mereka juga dapat tumbuh secara emosional dan memberikan kontribusi yang berarti bagi dunia.Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif yaitu literatur atau tinjauan pustaka. Melalui pendekatan ini, pendidikan diharapkan mampu menciptakan individu yang berkarakter kuat, adaptif, dan berkomitmen pada nilai-nilai kemanusiaan dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Pendidikan untuk Masa Depan: Memahami Peran Filsafat dalam Pembentukan Karakter Alya, Jihan; Ruslan, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan elemen dasar yang penting dalam membentuk individu yang tidak hanya unggul secara akademis tetapi juga berkarakter kuat. Artikel ini membahas peran filsafat dalam pendidikan, khususnya pengaruhnya terhadap pembentukan karakter. Di tengah kompleksitas dunia pendidikan saat ini, integrasi nilai-nilai filosofis ke dalam kurikulum menjadi sangat penting. Melalui kajian literatur, artikel ini mengidentifikasi tantangan dalam penerapan konsep filsafat, peran guru sebagai fasilitator, serta pentingnya keterlibatan komunitas dalam mendukung pendidikan karakter. Selain itu, artikel ini menyajikan metode untuk mengukur dan mengevaluasi perkembangan karakter siswa, serta memberikan contoh sekolah-sekolah yang berhasil menerapkan program pendidikan karakter secara sistematis. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang filsafat pendidikan, diharapkan kita dapat membentuk generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademis tetapi juga memiliki integritas dan etika yang tinggi.
Filsafat Pendidikan Progresivisme : Membangun Fondasi dalam Mencapai Pembelajaran Bermakna Aisyah, Rihadatul; Rahma, Latifah Hikmalia; Ruslan, Ahmad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideologi progresif Untuk menyediakan landasan bagi siswa untuk mencapai pengetahuan yang mendalam dan pembelajaran yang bermakna, pendidikan menempatkan premi pada perancangan pengalaman belajar yang menarik dan relevan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana filsafat pendidikan dapat berfungsi sebagai landasan untuk pendidikan yang lebih baik. Dengan memanfaatkan strategi tinjauan pustaka, penyelidikan ini berusaha untuk menyusun, mengkaji, dan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal akademik, buku teks, laporan penelitian, dan publikasi dari konferensi terkait topik ini. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, pendidikan progresif berfokus pada pengembangan keterampilan kritis dan pemecahan masalah melalui pengalaman belajar yang aktif dan tersituasi. Pendekatan ini menekankan pentingnya melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, ketika instruktur mengambil peran sebagai pemandu, membantu kelas dalam menyelidiki berbagai konsep, mengembangkan individu yang. Maka dari itu dengan filsafat pendidikan progresivisme tersebut peserta didik dapat berpikir kritis dan kreatif serta beradaptasi dengan tantangan kehidupan dan menghubungkan pengetahuan dengan dunia nyata dan pembelajaran yang dilakukan lebih bermakna.
Pembelajaran Sejarah Abad 21 dalam Menunjang Kompetensi Komunikasi dan Rasa Nasionalisme Siswa Naredi, Hari; Haqien, Danin; Ruslan, Ahmad; Nelsusmena, Nelsusmena; Erlangga, Gery
BRILIANT: Jurnal Riset dan Konseptual Vol 7 No 3 (2022): Volume 7 Nomor 3, Agustus 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.951 KB) | DOI: 10.28926/briliant.v7i3.1065

Abstract

Peran pembelajaran sejarah di sekolah, tentunya mampu menunjang kompetensi abad 21 terhadap siswa dan salah satunya ialah kompetensi komunikasi. Dengan adanya pembelajaran sejarah abad 21, tidak serta merta menghilangkan penanaman nilai nasionalisme terhadap siswa. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dan data penelitian ini diperoleh dan dikumpulkan dari artikel penelitian sebelumnya, serta peneliti menganalisis data berdasarkan teori-teori pembelajaran abad 21.   Hasil dari penelitian ini terdapat dua model pembelajaran sejarah abad 21 untuk menunjang kompetensi komunikasi serta rasa nasionalisme siswa, yaitu model pembelajaran problem-based learning dan project-based learning. Pada kedua model pembelajaran tersebut, akan meningkatkan kompetensi komunikasi karena, siswa akan menjalankan sebuah interaksi sosial untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang ada di kehidupan sehari-hari siswa tersebut. Rasa nasionalisme siswa juga dapat terbentuk dengan menggunakan kedua model pembelajaran tersebut, karena apabila siswa dilatih dalam berpikir historis layaknya seorang sejarawan, maka rasa nasionalisme dapat diresapi apabila siswa tersebut mampu berpikir secara historis.