Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS MALANG Gaudensius Reginalis Leu; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.041 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1357

Abstract

Menurut JNC VII, hampir satu miliar penduduk dunia atau satu dari empat orang dewasa mengidap hipertensi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya dengan terapi farmakologis yang menggunakan berbagai macam obat maupun non farmakologis salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Kelurahan Tlogomas Malang. Metode penelitian ini menggunakan metode experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia di RW 05 sebanyak 50 lansia dan semua lansia di RW 06 sebanyak 40 lansia yang mengalami hipertensi dan teknik sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 20 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan mengalami hipertensi dengan tingkat grade 1, dan sesudah dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan tidak mengalami hipertensi yaitu tekanan darah normal, hasil analisisi terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan hipertensi pada lansia di RW 05 dan RW 06 Tlogomas Malang, yang dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai thitung7,216 ≥ ttabel 1,812. Diharapkan kepada responden untuk sering melakukan relaksasi otot untuk menstabilkan tekanan darah sehingga terhindar dari hipertensi. ABSTRACT According to JNC VII, nearly one billion people in the world or one in four adults suffer from hypertension. Various methods are used to reduce blood pressure including pharmacological therapy using various drugs or non-pharmacological methods, one of which is progressive muscle relaxation. The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques on reducing hypertension in the elderly in Tlogomas Malang. This research method uses experimental methods. The population in this study were all elderly in RW 05 as many as 50 elderly and all elderly in RW 06 as many as 40 elderly who experienced hypertension and the sample technique used was a simple random sampling technique of 20 people. The data collection technique used is observation. The results showed that before the whole muscle relaxation (100%) was categorized as having hypertension with grade 1 level, and after doing complete muscle relaxation (100%) it was categorized as not experiencing hypertension, namely normal blood pressure, the analysis results showed progressive muscle relaxation techniques for hypertension reduction in the elderly in RW 05 and RW 06 Tlogomas Malang, as evidenced by the Sig. = 0,000 (α ≤ 0.05) and count tabel 7,216 t-table 1,812. It is expected that respondents often relax the muscles to stabilize blood pressure so that they avoid hypertension. Keywords : Hypertension; elderly; muscle relaxation; blood pressure.
KEJADIAN KARIES GIGI DAN STATUS GIZI DI LIHAT DARI STATUS EKONOMI KELUARGA DI SDN 02 DESA GADING KULON KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Maria Tersita Loi Lew; Ronasari Mahaji Putri; Susmini Susmini
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.1985

Abstract

Status ekonomi keluarga yang rendah menjadi salah satu faktor pencetus terjadinya karies gigi dan status gizi anak. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui hubungan status ekonomi keluarga dengan karies gigi dan status gizi anak di SDN 02 Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi adalah semua anak di SDN SDN 02 Gading Kulon Kecamatan Dau Kabupaten Malang dengan sampel penelitian ini berjumlah 74 anak yang di ambil dengan teknik proporsional stratified random sampling. Instrumen penelitian karies gigi dan status gizi menggunakan lembar observasi dan instrumen status ekonomi keluarga menggunakan kuesioner. Analisa menggunakan fisher’s exact test. Hasil penelitian didapatkan keluarga dengan pendapatan dibawa UMK sebanyak 54,1%, anak yang mengalami karies gigi sebanyak 74,3%, dan yang mengalami gizi baik sebanyak 86,5%. Ada hubungan yang signifikan antara status ekonomi keluarga dengan karies gigi (p-value = 0,000 0,05 ). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara status ekonomi keluarga dengan karies gigi anak dan tidak terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan status gizi anak. Low family economic status is one of the triggers for dental caries and nutritional status. The purpose of the study was to determine the relationship of family economic status with dental caries and nutritional status of children at SDN 02 Gading Kulon, Dau District, Malang Regency. The design of this study was cross sectional. The population is all children in SDN 02 Gading Kulon, Dau District, Malang, with a sample of 74 children taken by proportional stratified random sampling technique. The dental caries research instrument and nutritional status used observation sheets and questionnaires to explore the economic status of the family. Analysis using fisher’s exact test.. The results showed that families with income brought by UMK were 54.1%, children with dental caries were 74.3%, and those with good nutrition were 86.5%. It can be concluded that there is a significant relationship between the economic status of the family and dental caries (p-value = 0,000 0.05). It can be concluded that there is a relationship between the economic status of the family and dental caries of the child and there is no relationship between the economic status of the family with the nutritional status of the child. Keywords : Income; Brushing teeth; Sweet Food; Nutrition; Health services.
PERBEDAAN TINGKAT AKTIVITAS DAN TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA YANG TINGGAL DI DALAM DAN DI LUAR PANTI WERDHA Noctalia Anggun Utami; Ronasari Mahaji Putri; Ani Sutriningsih
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.724 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1362

Abstract

Aktivitas merupakan salah satu tanda kesehatan, tingkat aktivitas dapat mempengaruhi stress seseorang bahkan ke fase depresi. Fenomena lansia yang tinggal di panti karena tidak mendapat perhatian dari keluarga merasa menjadi beban hidup sehingga diduga tingkat depresi meningkat. Namun dengan adanya kegiatan atau aktivitas yang teratur sehingga dimungkinkan tingkat depresi dapat menurun karena adanya faktor pengalihan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat aktivitas dan tingkat depresi pada lansia yang tinggal di dalam dan di luar panti Werdha. Desain penelitian ini menggunakan cross sectional. Populasi lansia di dalam dan di luar panti werdha masing-masing sebanyak 14 orang dan total sampel lansia yang diambil sebanyak 28 orang dengan teknik total sampling. Analisa data yang digunakan adalah uji Mann Whitney. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa lansia yang mempunyai aktivitas rendah di dalam panti Werdha mengalami depresi berat, ringan dan sedang masing-masing sebanyak 14,3%, sedangkan di luar panti Werdha diketahui bahwa lansia yang beraktivitas tinggi mengalami depresi sedang sebanyak 42,8% dan dapat disimpulkan ada perbedaan aktivitas lansia di dalam dan diluar panti werdha dengan nilai -value sebesar 0,004 < 0,05 dan ada perbedaan depresi lansia di dalam dengan diluar panti dengan nilai  value sebesar 0,002 < 0,05. Direkomendasikan bagi para lansia untuk dapat lebih meningkatkan motivasi hidup agar dapat melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. ABSTRACT Activity is one sign of health, the level of activity can affect a person's stress even into the depression phase. The phenomenon of the elderly who live in homes because they do not get attention from the family feels that it is a burden on their lives, so it is suspected that the level of depression increases. But with regular activities or activities, it is possible that the level of depression can decrease due to diversion. The purpose of this study was to determine differences in the level of activity and the level of depression in the elderly who lived inside and outside the nursing home. The design of this study uses cross sectional. The population of elderly people inside and outside the nursing home are 14 people each and the total sample of elderly people taken is 28 people with total sampling technique. The data analysis used was the Mann Whitney test. From the results of the study, it was found that the elderly who had low activity in the nursing home had severe, mild and moderate depression of 14.3% respectively, While outside the nursing home, it is known that the elderly who have high activity experience moderate depression as much as 42.8% and it can be concluded that there are differences in elderly activities inside and outside the nursing home with a value of 4 value of 0.004
TEKNIK RELAKSASI OTOT PROGRESIF BERPENGARUH TERHADAP PENURUNAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI KELURAHAN TLOGOMAS Gaudensius Reginalis Leu; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.369 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1574

Abstract

Menurut Joint National Committee VII, hampir satu miliar penduduk dunia atau satu dari empat orang dewasa mengidap hipertensi. Berbagai cara dilakukan untuk menurunkan tekanan darah diantaranya dengan terapi farmakologis yang menggunakan berbagai macam obat maupun non farmakologis salah satunya dengan relaksasi otot progresif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas. Penelitian ini merupakan penelitian experimental. Populasi dalam penelitian adalah semua lansia berjumlah 90 lansia yang mengalami hipertensi dan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik simple random sampling sebanyak 20 orang. Pengumpulan data melalui lembar observasi dengan instrumen lembar observasi. Hasil penelitian menunjukkan sebelum dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan mengalami hipertensi dengan tingkat grade 1, dan sesudah dilakukannya relaksasi otot seluruhnya (100%) dikategorikan tidak mengalami hipertensi yaitu tekanan darah normal. Hasil analisisi terdapat pengaruh teknik relaksasi otot progresif terhadap penurunan hipertensi pada lansia di Tlogomas Malang, yang dibuktikan dengan nilai Sig. = 0,000 (α ≤ 0,05) dan nilai thitung7,216 ≥ ttabel 1,812. Diharapkan kepada responden sering melakukan relaksasi otot untuk menurunkan hipertensi. ABSTRACT According to the Joint National Committee VII, nearly one billion people worldwide or one of four adults have hypertension. Various ways to reduce blood pressure include pharmacological therapy using a variety of drugs and non-pharmacological one of them with progressive muscle relaxation. The purpose of this study was to determine the effect of relaxation techniques on the reduction of hypertensi oninthe elderly. This research is an experimental research. The population in this research is aeldely 90. who have hypertension and sampling technique used is simple random sampling technique counted 20 people. Accumulation of data through observation sheet with observation sheet instrument.The result of the research showed that before all muscle relaxation, (100%) were classified as having hypertension with grade 1, and after all muscle relaxation (100%) were categorized as non-hypertensive ie normal blood pressure. The results of the analysis are the effect of progressive muscle relaxation technique on the decrease of hypertension in the elderly in Tlogomas Malang, as evidenced by the Sig value. = 0.000 (α ≤ 0.05) and tcount 7.216 ≥ t-table 1.812. Expected to the respondent often do muscle relaxation to decrease hypertension. Keywords: Muscle relaxation; blood pressure; hypertension; elderly.
HUBUNGAN GANGGUAN TIDUR DENGAN TINGKAT KESEGARAN JASMANI REMAJA PUTRI DI SMK KERTHA WISATA KELURAHAN TLOGOMAS KECAMATAN LOWOKWARU MALANG Ernilinda Egi; Swito Prastiwi; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.909 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i1.171

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi oleh usia remaja adalah rendahnya tingkat kesehatan. Pola tidur yang baik diperlukan untuk memberikan ketenangan dan memulihkan stamina, pemulihan fungsi otak dan tubuh, penyesuaian untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Keadaan fisik yang sehat ditunjukkan salah satunya dengan tingkat kemampuan fungsional tubuh manusia yang dikenal sebagai kesegaran jasmani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri di SMK Kertha Wisata Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru Malang. Desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional, Populasi sebanyak 30, sampel 30 remaja diambil dengan teknik sampling yaitu total sampling. Pengumpulan data pola tidur menggunakan kuesioner PSQI, tingkat kesegaran jasmani diperoleh dengan pengukuran tes kesegaran jasmani, uji statistik yang digunakan yaitu uji korelasi Spearmen Rank dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 23% remaja putri memiliki gangguan tidur, sedangkan tingkat kesegaran jasmaninya sebanyak 67% adalah baik, dan yang lain adalah sedang 23%, kurang 3 10%. Pada analisa hasil uji statistik diperoleh, p-value = 0,00 sehingga dapat disimpulkan p-value = 0,00 < α (0,05), maka H1 diterima, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola tidur dengan tingkat kesegaran jasmani remaja putri. Diharapkan remaja selalu berupaya untuk melakukan pola hidup sehat cara mengatur pola tidur yang baik. Hal ini berkaitan dengan besarnya pengaruh gangguan tidur terhadap kesegaran jasmani. Kata kunci : Gangguan tidur, kesegaran jasmani.
HUBUNGAN ANTARA POLA TIDUR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA SMP PGRI 03 MALANG Muhammad Wa’idzin Tiwa; Tavip Dwi Wahyuni; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1186

Abstract

Siswa membutuhkan pola tidur baik untuk meningkatkan konsentrasi belajar dan daya ingat yang bertujuan mendapatkan prestasi belajar tinggi di Sekolah. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara pola tidur dengan prestasi belajar siswa SMP PGRI 03 Malang. Desain penelitian mengunakan desain korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 64 siswa dengan penentuan menggunakan total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen berupa Kuesioner PSQI pola tidur dan nilai rapot 2 semester untuk mengukur prestasi belajar. Metode analisa data yang di gunakan yaitu ujiKoefisien Korelasi Sperman dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian membuktikan sebagian besar 42 (65,6%) siswa mengalami pola tidur baik dan hampir setengahnya 27 (42,2%) siswa memiliki prestasi belajar baik. Hasil uji Koefisien Korelasi Sperman didapatkan p value = (0,000) < (0,050) sehingga H1 diterima, artinya ada hubungan antara pola tidur dengan prestasi belajar siswa SMP PGRI 03 Malang. Berdasarkan hasil penelitian maka siswa tidur malam lebih awal untuk mempertahankan prestasi belajar baik. ABSTRACT Students need a good sleep pattern to increase concentration and memories that was aim to get learning achievements in schools. the purpos of this research to the relationship between sleep patterns with learning achievements in students of analyze SMP PGRI 03 Malang. . This research used desigen correlative with cross sectional with approach total sampling technique sleep patterns data colection used by PSQI question instrument and the value of two semester report for measured learning. achievements. data analyzed by sperman rank two with SPSS for windows . the results of research was 42 (65.6%) stundents experienced good sleep pattrens and half of them 27 (42.2%) Students has a good learning. the results by sperman rank tho analysis was obtained p value = (0.000) > (0.050) so that h1 accepted, it means there was a correlation between sleep patterns with learning in studentsof SMP PGRI 03 malang. Keyword : Sleep patterns; learning achievements; junior high school students.
PERBEDAAN TINGKAT STRES PADA LANSIA DI DALAM DAN DI LUAR PANTI WERDHA PANGESTI LAWANG Jefri Selo; Erlisa Candrawati; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 3 (2017): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.036 KB) | DOI: 10.33366/nn.v2i3.688

Abstract

Data Kependudukan PBB tahun 2013 di Indonesia jumlah lansia sebanyak 14,4 juta jiwa atau sebanyak 7,18% dari jumlah penduduk. Semakin meningkatnya umur lansia maka persoalan yang di alaminya juga semakin banyak sehingga menyebabkan stres baik lansia yang tinggal dengan keluarga maupun lansia yang tinggal di dalam panti lansia. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar panti Werdha Pengesti Lawang. Desain penelitian mengunakan desain komparatif. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 40 lansia yang tinggal di luar panti dan 68 lansia yang tinggal di Panti Werdha Pangesti Lawang, penentuan sampel penelitian menggunakan simple random sampling sebanyak 21 lansia yang tinggal di luar panti dan sebanyak 27 lansia yang tinggal di Panti Werdha Pangesti Lawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuisioner. Metode analisis data yang di gunakan ialah independent sample t-test. Hasil penelitian membuktikan kurang dari separuh (40,7%) responden mengalami tingkat stress sedang di dalam panti werdha dan kurang dari separuh (47,6%) responden tidak mengalami stress di luar werdha, sedangkan hasil uji independent sample t-test membuktikan “ada perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar Panti Werdha Pangesti Lawang” dangan p-value = (0,001) < (0,050). Adanya perbedaan tingkat stres pada lansia di dalam dan di luar panti maka perlu adanya dukungan keluarga untuk memberi semangat kepada lansia yang tinggal dengan keluarga, sedangkan bagi lansia yang tinggal di panti werdha harus ada kegiatan sosialisasi untuk memberi pengertian kepada lansia agar mau menerima diri apa adanya dan merawat diri secara mandiri.
HUBUNGAN POLA MAKAN DENGAN PERKEMBANGAN ANAK UMUR 4-6 TAHUN DI TK SUNAN GIRI MERJOSARI MALANG Paulo Lopes; Farida Halis Dyah Kusuma; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.654 KB) | DOI: 10.33366/nn.v3i3.1358

Abstract

Pola makan yang teratur merupakan salah satu komponen yang penting dalam proses pertumbuhan. kebutuhan gizi yang diperlukan seperti protein, karbohidrat, lemak, mineral, vitamin, air, apabila kebutuhan tersebut tidak atau kurang terpenuhi maka dapat menghambat perkembangannya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari. Desain penelitian deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak di TK Sunan Giri Merjosari Malang yang berjumlah 105 orang anak. Sampel penelitian ini adalah 20 anak di TK Sunan Giri Merjosari. Teknik analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasi Rank Spearman yaitu untuk menentukan hubungan dua gejala yang kedua-duanya merupakan skala variabel ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 15 responden (75%) memiliki pola makan teratur, sebanyak 4 responden (20%) memiliki pola makan tidak teratur, dan sebanyak 1 responden (5%) memiliki pola makan tidak teratur, 2). Hampir seluruh responden yaitu sebanyak 16 responden (80%) mengalami perkembangan normal, 2 responden (10%) mengalami perkembangan suspect, dan 2 responden (10%) mengalami perkembangan untestable, dan 3) nilai rho y = 0,633 dan rtabel = 0,359 atau rho y > rtabel (0,633 > 0,359) sehingga ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di Tk Sunan Giri Merjosari Malang. Hasil penelitian hampir seluruh responden memiliki pola makan teratur, hampir seluruh responden mengalami perkembangan normal, ada hubungan pola makan dengan perkembangan anak usia 4-6 tahun di TK Sunan Giri Merjosari Malang. ABSTRACT Eat system that arranged is one of the important component in course of growth. Nutrient need that need to like protein, carbohydrate, fat, mineral, vitamin, water, when does need not or less be fulfilled so can retard the development. This research aim is todetect the connection of eat system with children development of age 4-6 year at TK Sunan Giri Merjosari. This research design is descriptive correlational. Population in this research is entire children at TK Sunan Giri Merjosari Malang that numbers of 105 children. This research sample is 20 children at tk sunan giri merjosari. Data analysis technique that worn in this research is correlation rank spearman that is to determines about the connection of two phenomenons that are ordinal variable scale. Research result shows that: 1). Almost entire respondents that is as much as 15 respondents (75%) who has regular eat system, as much as 4 respondents (20%) who has not arrange of eat system, and as much as 1 respondent (5%) who has not arrange of eats system, 2). Almost entire respondents that is as much as 16 respondents (80%) experiences normal development, 2 respondents (10%) experiences of suspect development, and 2 respondents (10%) experiences of untestable development, and 3) value rho y = 0.633 and rtable = 0.359 or rho y > rtable (0.633 > 0.359) so that there is the connection of eat system with children development of age 4-6 years old at TK Sunan Giri Merjosari Malang. Conclusion in this research is almost entire has regular of eat system, almost entire respondents has experiences of normal development, and there is connection of eat system with children development of age 4-6 years old at tk sunan giri Merjosari Malang. Keywords : Children aged 4-6 years; child development; dietary habit.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG BAHAYA PENYAKIT ISPA TERHADAP PENGETAHUAN IBU BALITA ISPA DI PUSKESMAS POLOWIJEN KOTA MALANG Dian Aliftio; Ronasari Mahaji Putri; Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/nn.v4i2.2004

Abstract

Pengetahuan tentang ISPA penting untuk diketahui bagi Ibu Balita. Kurangnya pengetahuan ibu balita akan berdampak pada resiko terulangnya penyakit ISPA pada anak balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu balita ISPA. Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang mempunyai balita ISPA dan usia 20-30 tahun yang diambil sebanyak 28 responden dengan teknik Simple random sampling, dan pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Data dianalisis menggunakan Uji Marginal Homogeneity dengan ɑ=0,05. Hasil penelitian didapatkan pada kelompok perlakuan hampir seluruhnya pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA sebelum diberikan perlakuan dalam kategori cukup (85.7%) dan sebagian besar pengetahuan responden setelah diberikan perlakuan mengalami peningkatan yaitu kategori baik (64.2%), pada kelompok kontrol sebagian besar pengetahuan responden tentang bahaya penyakit ISPA dalam kategori cukup (78.5) dan hampir seluruhnya mengalami peningkatan dalam kategaori cukup (85.7%). Hasil analisis statistik menunjukkan ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA terhadap pengetahuan ibu balita ISPA (p= 0.000). Pendidikan kesehatan tentang bahaya penyakit ISPA penting diberikan kepada Ibu Balita ISPA untuk mencegah terjadinya ISPA pada anak balita. Knowledge about ISPA is important for toddlers to know. Lack of knowledge of toddler mothers will have an impact on the risk of recurrence of ISPA in children under five. The purpose of this study was to determine whether there is an effect of health education on the knowledge of ISPA mothers. This research design uses quasy experiment. The population in this study were mothers who had ISPA toddlers and aged 20-30 years taken as many as 28 respondents with Simple random sampling technique, and data collection using questionnaire sheets. Data were analyzed using the Marginal Homogeneity Test with ɑ = 0.05. The results obtained in the treatment group is almost entirely the knowledge of respondents about the dangers of ISPA before being treated in the sufficient category (85.7%) and the majority of respondents 'knowledge after being given treatment has increased that is good category (64.2%), in the control group most of the respondents' knowledge about the danger of ISPA in the category of moderate (78.5) and almost all experienced an increase in the category of adequate (85.7%). The results of statistical analysis showed that there was an effect of health education about the danger of ISPA on the knowledge of ISPA mothers under five (p = 0,000). Health education about the danger of ISPA is important given to mothers of ISPA in order to prevent ISPA in children under five. Keywords: Danger of ISPA Disease; Health Education; Age ; Education; knowledge;
PERBEDAAN PERILAKU SEKSUAL PADA REMAJA DENGAN IBU BEKERJA DAN IBU TIDAK BEKERJA Martinus Tay Hambandima; Joko Wiyono; Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.394 KB) | DOI: 10.33366/nn.v4i1.1498

Abstract

Perilaku seksual remaja rentan terjadi pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja. Pada ibu bekerja cenderung berperilaku negatif karena ibu memiliki waktu sedikit untuk berinteraksi, mendidik dan membimbing remaja, sehingga remaja memiliki pengetahuan yang kurang terhadap perilaku seksual, sedangkan perilaku seksual remaja pada ibu tidak bekerja bisa terkontrol, karena ibu memiliki waktu yang cukup untuk berinteraksi dan mendidik remaja tentang perilaku seksual sehingga remaja bisa menjaga kesehatan reproduksi dengan tidak melakukan perilaku seks bebas. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan perilaku seksual pada remaja dengan ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Desain penelitian menggunakan desain komparatif. Teknik sampel penelitian menggunakan total sampling berjumlah 38 responden yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner dan analisis hasil penelitian menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ibu bekerja sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual ringan yang menyimpang, sebanyak 11 (57,9%) remaja berperilaku seksual sedang menyimpang dan sebanyak 15 (78,9%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang, sedangkan pada ibu tidak bekerja sebanyak 13 (68,4%) remaja berperilaku seksual ringan yang tidak menyimpang, sebanyak 16 (84,2%) remaja berperilaku seksual sedang yang tidak menyimpang dan keseluruhan (100%) remaja berperilaku seksual berat yang tidak menyimpang. Hasil analisis data menggunakan uji mann whitney membuktikan ada perbedaan perilaku seksual remaja pada ibu bekerja dan ibu tidak bekerja di SMAN 07 Malang didapatkan p value = (0,001)
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Abd. Rohman Agnesia Priska L Kelen Agustino Lukas Albertina Bela Dedu Ladu Alfi Nur Hasanah Ani Sutriningsih Apriana Ama Armiyati Raddi Kaka ARY KURNIAWAN Astri Sumiati Brigita Aprilia Suwarti Budiyono, Debora Devi, Hilda Mazarina Dewi Ratna Novitaria Dewi, Novita Dian Aliftio DWI SURYANTO Dyah Widodo Eka Fitasari Elen Rambu Kahi Leba Erlisa Candrawati Ernilinda Egi Farida Halis Farida Hallis Ferdinan Yanto Malo Gaudensius Reginalis Leu Hanum Agustin, Hanum Hardiknas Rambu Ana Hari Sukamto Hadi Helmi Pade Hendra Hendra Hendra Kurniawan Hilda Mazarina Hilda Mazarina Devi Imam Subekti Jefri Selo Joko Wiyono Juwita Anggreny Ratu Kale Kiki Febriani Laksono Trisnantoro Lasri Lasri Lastri Lastri Lidia Laka Bora Lorensius Umbu Anding Lukas Bayo Wolla Maemunah, Neni Maria Noviyanti Naisali Maria R.Y.B. Werang Maria Tersita Loi Lew Martinus Tay Hambandima Mazarina Devi Meity Asshela Muhammad Wa’idzin Tiwa Ngesti W. Utami Noctalia Anggun Utami Noviasari Noviasari Novita Dewi Novita Dewi Nurwijayanti Ovita Bagau Paulo Lopes Rachmat Chusnul Choeron, Rachmat Chusnul Ragil Catur Adi Wibowo Ragil Catur Adi Wibowo Ragil Catur Adi Wibowo Ratna Gracia Pranoto Reksi Umbu Remu Samapati Rico Saputra Roni Roni Rosdiana, Yanti Rosmita Cahyati Sasmito Permono Sirli Mardianna Trishinta Sri Andika Putri Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Sulasmini Supriyadi Supriyadi Susmini Susmini Susmini Susmini Susmini Susmini Swito Prastiwi Syahreza Syahreza Tavip Dwi Wahyuni Tri Nurmaningsari Verarica Silalahi Verarica Silalahi Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas Widiani, Esti Wulansari ., Wulansari Yanti Rosdiana Ya’kub Ya’kub Yunita Anita Lali Midu Zainol Arifin Zainol Arifin Zuhdi Ma’sum