Articles
GANGGUAN TIDUR BERHUBUNGAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR NEGERI 01 SUMBER SEKAR KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG
Ya’kub Ya’kub;
Dyah Widodo;
Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (274.051 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i2.471
Gangguan tidur merupakan masalah yang banyak dialami oleh anak sekolah dikarenakan berkembang pesatnya teknologi sehingga akan berpengaruh pada prestasi belajar. Tidur anak sekolah dasar yang tidak terganggu akan berpengaruh pada prestasi belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gangguan tidur dengan prestasi belajar pada anak Sekolah Dasar Negeri 01 Sumber Sekar Kecamatan DAU, Kabupaten Malang. Penelitian ini mengunakan desain korelasional dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 150 siswa dengan pengambilan sampel sebanyak 105 siswa. Pengambilan sampel dengan mengunakan proportionale stratified random sampling. Instrumen yang digunakan untuk menganalisis gangguan tidur berupa quesioner dan untuk menganalisis prestasi belajar menggunakan raport. Data dianalisis dengan pearson product moment dengan derajat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian sebanyak 50% anak kurang mengalami gangguan tidur dan 48% anak mempunyai prestasi belajar baik. Hasil analisis product moment menunjukkan Sig. (2-tailed) 0,00 < α 0,05. Disimpulkan ada hubungan gangguan tidur dengan prestasi belajar dengan kekuatan hubungan sedang (r = 0,444). Disarankan kepada orang tua yang memiliki anak yang mengalami gangguan tidur dapat mengontrol atau memperhatikan tidur anak mereka dengan cara tidak menyediakan televisi dalam kamar dan mengarahkan anak agar tidur siang, tidur tepat waktu, dan tidak terlalu lama menonton televisi. Kata Kunci : Gangguan tidur, prestasi belajar, anak Sekolah Dasar.
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN TIMBULNYA PENYAKIT SCABIES PADA SANTRI
Rico Saputra;
Wahidyanti Rahayu H.;
Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (367.227 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v4i1.1472
Fenomena santri yang tinggal di pesantren pernah mengalami scabies, hal itu terjadi karena kebiasaan kurang menjaga personal hygiene, menjaga lingkungan, dan menjaga asupan nutrisi mereka serta malas menjaga kebersihan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan PHBS dengan kejadian scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional menggunakan teknik simple random sampling. Subjek penelitian ini dengan populasi sebanyak 243 santri dan didapatkan sampel 151 santri yang memenuhi kriteria inklusi seperti bersedia menjadi responden, bisa membaca dan menulis, minimal 1 tahun di pondok Pesantren Bahrul Maghfirah Malang dan remaja awal yang berumur 10 – 14 tahun di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Analisa data menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa 71 responden (56%) mempunyai tingkat PHBS cukup dan memiliki penyakit scabies sebanyak 70 responden (55%). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara PHBS dengan timbulnya penyakit Scabies pada santri di Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang. Saran yang direkomendasikan untuk peneliti selanjut nya untuk menggunakan sampel lebih banyak tidak hanya pada remaja awal tetapi mencakup seluruh santri yang berada di Pesantren dan lebih memfokuskan pada PHBS atau scabies agar hasil lebih aktual. ABSTRACT The phenomenon of santri who lived in pesantren had experienced scabies, it happened because of the habit of not maintaining personal hygiene, protecting the environment, and maintaining their nutritional intake and being lazy to maintain cleanliness. The purpose of this study was to determine the relationship between PHBS and the incidence of scabies in santri at Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School Poor. This study uses a cross sectional approach using simple random sampling technique. The subject of this study was a population of 243 students and a sample of 151 students who met the inclusion criteria such as being willing to be a respondent, able to read and write, at least 1 year at the Bahrul Maghfirah Islamic boarding school in Malang and early teenagers aged 10-14 at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang . The research instrument uses questionnaires and interview sheets. Data analysis uses Spearman rank test. The results showed that 71 respondents (56%) had sufficient PHBS levels and had scabies as many as 70 (55%) respondents. It was concluded that there was a significant relationship between PHBS and the onset of Scabies in students at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang. Suggestions recommended for further researchers to use more samples not only in early adolescents but include all students who are in Pesantren and focus more on PHBS or scabies for more actual results. Keywords : Pesantren; PHBS; Santri; Scabies.
HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
Maria Noviyanti Naisali;
Ronasari Mahaji Putri;
Tri Nurmaningsari
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.826 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v2i1.172
Merokok banyak dilakukan remaja pada masa kini. Ada yang merasa bebas, dapat menghilangkan stress, memperbaiki memori, mengurangi kecemasan, mengurangi rasa lapar, memperbaiki konsentrasi dan bisa pula orang merokok sebagai ekspresi perlawanan dan pemberontakan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian gastritis. Metode ini menggunakan dasain analitik korelasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional untuk menghubungkan antara variabel independent dan dependent, populasi sebanyak 143 orang dan dengan sampel yang merokok sebanyak 35 responden, dan dengan tehnik simple random sampling. pengujian penelitian menggunakan uji statistik Spearman Rank. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa sebanyak 57,1% responden berperilaku merokok sangat berat, sebanyak 54,3 % responden mengalami gastritis ada hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan kejadian gastritis ( r = 0,905, p value (0,00)
KEJENUHAN BELAJAR BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA SISWA SMP SUNAN GIRI KOTA MALANG
Lukas Bayo Wolla;
Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas;
Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.2000
Kejenuhan belajar akan berdampak pada tingkat kecemasan siswa. Kecemasan yang tinggi memungkinkan siswa mengalami penurunan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kejenuhan belajar dengan tingkat kecemasan pada siswa SMP Sunan Giri Kota Malang. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 96 orang dengan sampel berjumlah 77 responden yang didapatkan melalui simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Masclach burnout Inventory (MBI dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Analisi data dengan uji Fisher Exact dengan tingkat signifikan
HUBUNGAN MOTIVASI HIDUP SEHAT DENGAN PELAKSANAAN MY FIVE MOMENT FOR HAND HYGIENE PERAWAT DI RUANG UNIT STROKE DAN RUANG ICU RUMAH SAKIT TENTARA Dr. SOEPRAOEN MALANG
Dewi Ratna Novitaria;
Ronasari Mahaji Putri;
Yanti Rosdiana
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 1 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.076 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v3i1.842
Tenaga keperawatan merupakan jenis tenaga kesehatan terbesar di rumah sakit, memiliki jam kerja 24 jam melalui penugasan shift, serta merupakan tenaga kesehatan yang paling dekat dengan pasien. Perilaku tidak mencuci tangan merupakan permasalahan diseluruh dunia, dan kurang dipatuhi oleh penyedia layanan kesehatan karena tingkat kepatuhan masih rendah, hampir semua perawat mengerti pentingnya cuci tangan tetapi tidak membiasakan diri untuk melakukannya dengan benar. Dengan memiliki motivasi hidup sehat, seseorang akan merubah perilaku yang lebih baik berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari guna meminimalisasi resiko-resiko timbulnya suatu penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi hidup sehat dengan pelaksanaan my five moment for hand hygiene pada perawat. Penelitian ini menggunakan desain correlation dengan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang berada di ruang Unit Stroke dan ICU sebanyak 38 responden. Besar sampel sebanyak 38 perawat dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian variabel independen menggunakan kuisioner dan variabel dependen menggunakan lembar observasi (cheklist). Analisa data menggunakan uji statistik Spearman. Berdasarkan hasil penelitian 38 perawat didapatkan hampir seluruh responden memiliki tingkat motivasi kuat sebanyak 86,9%, dan sebagian responden 50% mampu melaksanakan my five moment for hand hygiene. Hasil uji Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,025 < α 0,05 yang artinya terdapat hubungan antara motivasi dengan pelaksanaan cuci tangan pada perawat. Direkomendasikan bagi institusi terkait agar mengatur pemberian program seminar dan pelatihan secara periodik tentang hand higiene.
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT KELAS IV DAN V SEKOLAH DASAR
Ary Kurniawan;
Ronasari Mahaji Putri;
Esti Widiani
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 1 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.199 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v4i1.1483
Anak sekolah adalah anak dengan usia 6 - 12 tahun, yang mana seorang anak memerlukan adanya suatu pendidikan atau bimbingan orang lain untuk memenuhi kebutuhan dasar pada anak. Dimasa ini anak lebih cenderung dapat mengalami berbagai macam penyakit. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi oleh anak disebabkan kurangnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Promsosi kesehatan merupakan upaya dalam pendidikan kesehatan di sekolah. Tujuan penelitian yaitu untuk dapat mengetahui pengaruh dari promosi kesehatan terhadap pengetahuan anak dan sikap anak tentang PHBS. Metode penelitian menggunakan desain pre-experimental one group pretest dan posttest. Populasi penelitian ini berjumlah 47 responden dengan sampel 42 responden melalui purposive sampling. Pengujian statistik menggunakan uji statistik Marginal Homogeneity. Hasil uji statistik menyatakan bahwa pengetahuan PHBS responden sebelum perlakuan yaitu kategori cukup (40,5%). Setelah perlakuan pengetahuan responden kategori baik (50%). Sebelum perlakuan sikap PHBS responden yaitu kategori baik (61,9%). Setelah perlakuan sikap responden meningkat kategori baik (85,7%). Hasil statistik pengetahuan responden menunjukkan p-value 0,000 dan sikap responden menunjukkan p-value 0,008 yang artinya ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan anak dan sikap anak tentang PHBS. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan faktor lain, yang nantinya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap. ABSTRACT Schoolchildren are children aged 6 - 12 years, in which a child requires the presence of an education or guidance of others to meet the basic needs of children. In this time children are more likely to experience various kinds of diseases. Health problems that often occur by children are due to lack of Clean and Healthy Life Behavior. Health promotion is an effort in health education in schools. The purpose of the study is to be able to determine the effect of health promotion on children's knowledge and children's attitudes about PHBS. The research method used one group pretest and posttest pre-experimental design. The population of this study amounted to 47 respondents with a sample of 42 respondents through purposive sampling. Statistical testing uses the statistical test of Marginal Homogeneity. The results of statistical tests stated that the knowledge of PHBS respondents before the treatment was enough (40.5%). After treating the respondent's knowledge in the good (50%). Before the treatment the attitude of PHBS respondents was good (61.9%). After treatment the attitude of respondents increased in the good category (85.7%). The results of the respondents' knowledge statistics show that the p-value is 0.000 and the attitude of the respondents shows p-value 0.008 which means that there is an influence of health promotion on children's knowledge and children's attitudes about PHBS. It is expected that the next researcher will use other factors, which can later influence knowledge and attitudes. Keywords : Clean and healthy life behavior; health promotion; knowledge; attitude.
PERBEDAAN PERSONAL HYGIENE PADA LANSIA YANG HIDUP DI DALAM DAN DI LUAR PANTI WREDA GRIYA ASIH LAWANG
Juwita Anggreny Ratu Kale;
Erlisa Candrawati;
Ronasari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 3, No 3 (2018): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v3i3.1201
Lansia mempunyai keterbatasan dalam mengurus dirinya, maka dibutuhkan peran keluarga untuk mencapai derajat kesehatan lansia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan personal hygiene pada lansia yang hidup di dalam dan di luar Panti Wreda Griya Asih Lawang. Penelitian ini menggunakan desain komparatif. Populasi adalah semua lansia diatas usia 60 tahun di panti Wreda Griya Asih Lawang dan lansia yang berada di Kelurahan Tlogosuryo Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang sebanyak 30 lansia, dengan sampel sebanyak 22 orang yang di ambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar wawancara dan lembar observasi. Analisa data menggunakan uji statistik Mann Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal hygiene lansia didalam Panti Wreda Griya Asih Lawang sebagian besar responden dikategorikan kurang yaitu sebanyak 13 orang (86,67%), dan hasil analisis menunjukkan ada perbedaan personal hygiene pada lansia didalam dan diluar Panti Wreda Griya Asih Lawang ( p-value = 0,025 ). Diharapkan kepada lansia baik yang ada di Panti Wreda Griya Asih Lawang dan yang ada di Tlogosuryo untuk meningkatkan kebersihan diri hal ini dimaksudkan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit. ABSTRACT Elderly people have limitation in taking care of themselves, family’s role is required in order to achieve elderly’s health standard. The purpose of this research is to find out the differences of personal hygiene on the elderly living inside and outside GriyaAsih nursing house, Lawang. This study uses comparative design. The population is all elderly over 60 years old who live in GriyaLawih Nursing house and in TlogosuryoSubdistrict,Lowokwaru District, Malang Regency. There are 30 elderly people with 22 samples are taken usingpurposive sampling technique. The instruments used in this research are interview sheet and observation sheet. Data analysis uses Mann Whitney U test statistic test. The results show that most of the respondents, in term of the elderly’s personal hygiene in GriyaAsih Nursing House Lawang, were categorized as “Deficient” with total 13 people (86.67%), and the results show that there were differences of personal hygiene on elderly inside and outside GriyaAsih Nursing House Lawang (p-value = 0.025). The elderly who live both in GriyaLawihAsih Nursing House and in Tlogosuryo are expected to improve their personal hygiene in order to keep their physical health and protect them from various diseases. Keywords : Personal Hygiene; erderly; nursing house; outside the nursing house.
FAKTOR DETERMINAN YANG MEMPENGARUHI PERILAKU BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEPERAWATAN UNIVERSITAS TRIBHUAWANA TUNGGADEWI
Lorensius Umbu Anding;
Ronasari Mahaji Putri;
Rachmat Chusnul Choeron
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1982
Perilaku belajar merupakan pola yang dilakukan individu secara berulang-ulang sehingga menjadi kebiasaan yang spontan bagi individu. Perilaku belajar yang baik disertai strategi belajar yang digunakan seperti keadaan jasmani, emosional, sosial, lingkungan, mulai belajar, dan pengendalian waktu belajar sehingga dengan perilaku belajar yang terstruktur dan efektif dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kemampuannya sesuai dengan harapan yang dituju. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang mempengaruhi perilaku belajar mahasiswa Program studi Sarjana Keperawatan Universitas Tribhuawana Tunggadewi. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik Sampling menggunakan Stratified Random Sampling dengan sampel sebanyak 70 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi Square dan Regresi Logistic dengan tingkat signifikan 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa faktor jasmani dan pendekatan belajar merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku belajar mahasiswa Program studi Sarjana Keperawatan Universitas Tribhuawana Tunggadewi dengan signifikan (p=0,000). Hasil uji regresi didapatkan bahwa faktor pendekatan belajar merupakan faktor determinan perilaku belajar mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Tribhuawana Tunggadewi (p=0,001 dan OR=11,928). Mahasiswa perlu melakukan evaluasi diri tentang pendekatan belajar yang telah dijalani dan aspek-aspek yang dapat meningkatkan proses belajar. Learning behavior is a pattern that is carried out by individuals repeatedly so that it becomes a spontaneous habit for individuals. Good learning behavior is accompanied by learning strategies that are used such as physical, emotional, social, environmental conditions, starting to learn, and controlling learning time, with a structured and effective learning behavior can help someone in increasing their abilities in accordance with the intended expectations. This study aims to determine the determinant factors that influence the learning behavior of students of Nursing Undergraduate Program in the University of Tribhuawana Tunggadewi. The study design use cross sectional approach. Sampling technique using Stratified Random Sampling with a sample of 70 respondents. Data collection using a questionnaire. Data research using Chi Square and Logistic Regression with a significance level of 0.05. The results showed that physical factors and learning approaches were factors that were related to the learning behavior of students of Nursing Undergraduate Program at Tribhuawana Tunggadewi University with significant (p = 0,000). Regression test results found that the learning approach factor is a determinant factor in the learning behavior of nursing students at Tribhuawana Tunggadewi University (p= 0.001 and OR = 11.928. Students need to evaluate the learning behaviour that has been undertaken and aspects to increase learning proces. Keywords: Emotional; Environment; Motivation; Experience; Strategies.
DEPRESI BERKAITAN DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH SAKIT PANTI WALUYA SAWAHAN MALANG
Ratna Gracia Pranoto;
Ronasari Mahaji Putri;
Lasri Lasri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 4, No 2 (2019): Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33366/nn.v4i2.1973
Hal yang sering tidak diketahui dan luput dari perhatian adalah selain menurunnya kekuatan otot, stroke juga memberikan dampak emosional seperti depresi pada penderitanya. Padahal gejala depresi pasca stroke yang teratasi dan mendapatkan penanganan yang tepat akan membantu meningkatkan status medis stroke. Dapat mengurangi kesakitan dan menurunnya kemampuan fungsi tubuh dalam memenuhi aktivitas sehari-hari, sampai meningkatkan kualitas hidupnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara depresi dengan kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke di Rumah Sakit Panti Waluya Sawahan Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi korelasional dengan pendekatan secara cross sectional. Populasi berjumlah 40 orang dengan sampel 36 orang menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen adalah depresi pasien pasca stroke non hemoragik. Variabel dependen adalah kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke non hemoragik. Instrumen pada penelitian ini berupa kuesioner Beck Depression Inventory dan kuesioner Barthel Indeks. Hasil nilai uji Fisher Exact yaitu p-value 0.000 < 0.050 yaitu ada hubungan antara depresi dengan kemandirian perawatan diri pasien pasca stroke. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar pasien depresi pasca stroke mengalami tingkat ketergantungan berat. Oleh karena itu pentingnya untuk institusi pendidikan memberitahukan pengetahuan tentang depresi pasca stroke dan tenaga kesehatan mengetahui penanganan depresi pasca stroke sedini mungkin untuk keberhasilan pengobatan dan rehabilitasi kemandirian perawatan dirinya. Things that are often unknown and escape attention is that in addition to decreasing the power of the bib, strokes also has an emotional impact such as depression in sufferers. Whereas post-stroke depression symptoms are resolved and getting the right treatment will help improve the medical status of a stroke. Can reduce pain and decrease the ability of bodily functions to meet daily activities, to improve the quality of life. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship of depression between self-care independence of post-stroke patients in Panti Waluya Sawahan Malang Hospital. This study uses a correlational study design with a cross sectional approach. The population numbered 40 people with a sample of 36 people using simple random sampling technique. The independent variable is depression of non-hemorrhagic post-stroke patients. The dependent variable is the self-care independence of non-hemorrhagic post-stroke patients. The instruments in this study were the Beck Depression Inventory questionnaire and the Barthel Index questionnaire. The results of the Fisher Exact test are p-value 0,000 < 0.050, there is a relationship between and self-care independence of patients after non-hemoragic stroke. The conclusions from the results of this study indicate that most post-stroke depression patients experience a high degree of dependence. Therefore it is important for educational institutions to provide knowledge about post-stroke depression and health workers to know how to handle post-stroke depression as early as possible for the success of treatment and rehabilitation for self-care independence. Keywords: Depression, Self-Care Independence, Post-Stroke
Analisa Korelasional Pola Asuh Permisif Orangtua Terhadap Efikasi Diri Anak Usia Sekolah Dan Remaja Di Rt 03/ Rw 02 Desa Landungsari Kabupaten Malang
Hilda Mazarina Devi;
Rona Sari Mahaji Putri
Nursing News : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2068.022 KB)
|
DOI: 10.33366/nn.v5i2.2305
Efikasi diri merupakan keyakinan personal yang kuat dalam mengerjakan sebuah perilaku. Dalam tumbuh kembang anak, penerapan pola asuh pernisif berdampak pada munculnya perilaku ceroboh, agresivitas, serta ketidakmampuan mengontrol emosi dengan positif. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui hubungan pola asuh pemisif orangtua terhadap tingkat efikasi diri pada anak. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pasangan orangtua dan anak dengan rentang usia 6-18 tahun di wilayah RT 03/RW 02 Desa Landungsari, Kabupaten Malang. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling. Uji Korelasi Spearman Rank digunakan untuk menganalisis data. Hasil menunjukan adanya hubungan pola asuh permisif orangtua terhadap efikasi diri pada anak (p = 0.000 ≤0,05; r = -0.845). Hal ini bermakna semakin rendah pola asuh permisif pada orangtua maka semakin tinggi tingkat efikasi diri yang terjadi pada anak. Penetapan dan aplikasi pola asuh yang tepat bagi orangtua sangat disarankan untuk meningkatkan efikasi diri anak usia sekolah dan remaja dengan baik di bidang non-akademik maupun akademik.