Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISA TINGKAT KERUSAKAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PCI PADA RUAS JALAN RAYA PARE – JOMBANG Burhamtoro, Burhamtoro; Mushthofa, Khoirul; Raharjo, Nain Dhaniarti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.5931

Abstract

Jalan Raya Pare - Jombang tergolong ke dalam Jalan Provinsi dengan fungsi jalan Kolektor Primer 2 yang menghubungkan antara Kabupaten Kediri dengan Kabupaten Jombang. Pada ruas jalan sepanjang 5 kilometer ini terdapat kerusakan yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan. Berdasarkan masalah tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai tingkat kerusakan jalan pada ruas Jalan Pare-Jombang. Metode yang digunakan ialah metode PCI (Pavement Condition Index). Hasil analisis diperoleh Nilai tingkat kerusakan perkerasan jalan ialah 59% sempurna (excellent), 13% sangat baik (very good), 12% baik (good), 11% sedang (fair), 5% buruk (poor) pada lajur kiri, sedangkan pada lajur kanan kondisi kerusakan perkerasan jalan ialah 53% sempurna (excellent), 20% sangat baik (very good), 15% baik (good), 8% sedang (fair), 3% buruk (poor), dan 1% sangat buruk (very poor).
PENILAIAN KONDISI KERUSAKAN JALAN PADA RUAS JALAN BANYUGLUGUR KABUPATEN SITUBONDO Berlianti, Angelina Rossi; Raharjo, Nain Dhaniarti; Burhamtoro, Burhamtoro
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6019

Abstract

Jalan Banyuglugur Kabupaten Situbondo merupakan jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo. Pada jalan ini ditemukan banyak permasalahan kerusakan seperti retak, lubang, depresi, tambalan, dan kerusakan lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kerusakan, kondisi perkerasan jalan, menentukan bentuk penanganan kerusakan, dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB). Metode untuk menganalisis kerusakan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) dan Indeks Kondisi Perkerasan (IKP). Hasil analisis diperoleh beberapa jenis kerusakan jalan berupa retak, lubang, depresi, tambalan, dan pelepasan butir. Hasil perhitungan jalan didapatkan kondisi permukaan jalan baik sebesar 23% dan kondisi permukaan jalan rusak 77%. Rencana penanganan kerusakan jalan berupa overlay, pelapisan aspal tipis, dan pemeliharaan rutin berupa pemotongan tumbuhan/tanaman liar. Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan untuk menangani kerusakan jalan sebesar Rp 15.251.300.000,00 atau Lima Belas Miliar Dua Ratus Lima Puluh Satu Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah
ANALISIS KERUSAKAN JALAN ARTERI BARU PORONG ARAH SIDOARJO - PASURUAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA Nopal, Naufal Arique Muharram; Subagyo, Udi; Raharjo, Nain Dhaniarti
Jurnal Online Skripsi Manajemen Rekayasa Konstruksi (JOS-MRK) Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/jos-mrk.v6i1.6074

Abstract

Jalan Arteri Baru Porong Arah Sidoarjo - Pasuruan sepanjang 3,8 Km merupakan jalan arteri nasional yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan yang berada tepat setelah pintu keluar jalan tol Tanggulangin dan pintu masuk jalan tol Kejapanan, Pasuruan. Pada jalan ini banyak ditemukan kerusakan jalan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis kerusakan jalan, menentukan nilai kondisi jalan, menentukan urutan prioritas penanganan yang tepat, dan mengetahui Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan untuk penanganan kerusakan. Metode Bina Marga 1990 digunakan untuk menganalisis kerusakan perkerasan jalan melihat jenis kerusakan, nilai kondisi jalan, urutan prioritas penanganan. Data Primer yang diperlukan yaitu survei kerusakan jalan dan survei lalu lintas hariana rata -rata (LHR), sedangkan data sekunder berupa data harga satuan pekerjaan provinsi Jawa Timur Tahun 2024. Hasil analisis dari penelitian ini mendapatkan 9 jenis kerusakan jalan dan persentase kerusakan jalan sebesar kekasaran permukaan (4,399%), lubang (0,007%), tambalan (3,602%), retak memanjang (0,291%), retak melintang (0,024%), retak kulit buaya (0,026%), retak pinggir (0,064%), alur (0,115%), dan amblas (0,043%) dengan nilai kondisi jalan di angka 8. Hasil perhitungan kerusakan jalan mendapat urutan prioritas di angka 5 dengan penanganan kerusakan berupa pemeliharaan berkala dengan rencana pekerjaan lapis tebal tambah (overlay) dan pekerjaan perbaikan. Rencana Anggaran Biaya yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan overlay adalah sebesar Rp. 3.270.944.000 dan untuk pekerjaan perbaikan adalah sebesar Rp. 494.177.000.
Pemetaan Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Bondowoso dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Raharjo, Nain Dhaniarti
Reka Buana : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia Vol 6, No 1 (2021): EDISI MARET 2021
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rekabuana.v6i1.2261

Abstract

Studi kelayakan dalam sebuah perencanaan pembangunan wilayah merupakan salah satu tahapan yang perlu dilaksanakan. Salah satu parameter dalam penentuan kelayakan pembangunan wilayah adalah keamanan daerah dari ancaman bencana. Dewasa ini, kerentanan suatu wilayah terhadap banjir menjadi sorotan utama. Kurang selektifnya pemilihan kawasan pembangunan, hingga kesalahan desain pembangunan di lapangan seringkali terjadi, hal ini diakibatkan kurangnya informasi dan kajian mengenai daerah tujuan pembangunan tersebut. Mapping area terhadap potensi bencana, salah satunya terhadap kerentanan banjir, merupakan hal yang harus ada dan perlu dilakukan dalam setiap tahap awal perencanaan pembangunan maupun pengembangan wilayah, sebagai salah satu poin dalam proses kajian studi kelayakan. Dukungan teknologi informasi dalam upaya menyediakan data real time guna keperluaan pemetaan wilayah terus berkembang pesat. Pemanfaatan teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat diperlukan  sebagai alat untuk membantu mengolah, menggabungkan, overlay, dan menyimpan berbagai data spasial maupun data non spasial. Kabupaten Bondowoso merupakan sebuah kabupaten di Jawa Timur yang akhir-akhir ini mulai giat mengembangkan wilayahnya, terutama untuk daerah pemukiman, namun terkendala dengan minimnya informasi mengenai tingkat kesesuaian lahan. Keberadaan pemetaan dan analisa wilayah rawan banjir tentu akan dapat memberikan kontribusi dalam upaya pemilihan wilayah yang tepat untuk keberlanjutan pembangunan. Salah satu instrumen penentuan tingkat kesesuaian lahan yaitu dengan menggunakan metode pengharkatan (scoring) dan proses overlay terhadap beberapa data peta tematik sebagai parameter penentu. Melalui analisis SIG tersebut diperoleh beberapa zonasi tingkat kerawanan banjir, yaitu daerah Rawan dan Aman. Luasan area yang terdefinisi sebagai daerah aman seluas 1.154 km2 (74,10 %) dan untuk daerah rawan (merah) seluas 403 km2 (25,889 %).ABSTRACTA feasibility study in a regional development plan is one of the stages that need to be carried out. One of the parameters in determining the feasibility of regional development is regional security from the threat of disaster. Today, the vulnerability of a region to flooding is the main focus. Lack of selectivity in the selection of development areas, so that development design errors in the field often occur, this is due to a lack of information and studies regarding the development target areas. Mapping areas for potential disasters, one of which is flood vulnerability, is a must and needs to be done in a very early stage of development planning and regional development, as one of the points in the feasibility study review process. Information technology support to provide real-time data for regional mapping needs continues to grow rapidly. Geographical Information System (GIS) technology is needed as a tool to help the process, combine, overlay, and store various spatial and non-spatial data. Bondowoso Regency is a district in East Java that has recently begun to actively develop its territory, especially for residential areas, but is constrained by the lack of information on land suitability levels. The existence of mapping and analysis of flood-prone areas will certainly be able to contribute to efforts to select the right areas for sustainable development. One of the instruments for determining the level of land suitability is by using the scoring method and the overlay process of several thematic map data as the determining parameters. Through the GIS analysis, several zoning levels of flood hazard were obtained, namely the Prone and Safe areas. The area defined as a safe area it is 1,154 km2 (74,10 %) and for the vulnerable area (red) is 403 km2 (25,889 %). 
Evaluasi Kapasitas Tampungan Air Bersih Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Hanggara, Ikrar; Harsanti, Winda; Wahiddin, Wahiddin; Lestari, Agustin Dita; Raharjo, Nain Dhaniarti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v8i1.5144

Abstract

Perkembangan Desa Wringinsongo berdampak pada bertambahnya penduduk sehingga kebutuhan air bersih juga ikut bertambah. Peningkatan kebutuhan air perlu untuk dikaji ulang dan dilakukan upaya agar kebutuhan dapat terlayani dengan maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuat gambar desain usulan tampungan guna memenuhi peningkatan kebutujan air bersih. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pengukuran lapangan dengan melakukan survei dan pengambilan data di kantor desa. Hasil kegiatan ini adalah direncanakannya tampungan baru dengan kapasitas lebih besar untuk dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wringinsongo sebesar 3.47166 liter/detik atau setara dengan 0.00347 m3/detik. Dimensi tampungan atau reservoir yang diusulkan sebesar 96 m3 dengan rincian panjang tampunngan sebesar 4 m lebar tampungan sebesar 4 m, tinggi atau kedalaman tampungan sebesar 6 m. Bentuk tampungan berbentuk elevated reservoir dimana tampungan memiliki struktur bagian bawah untuk menaikkan elevasi agar dapat menjangkau area layanan yang lebih luas. Elevasi dasar tampungan berada di elevasi + 565.86 mdpl sedangkan untuk puncak tampungan berada pada elevasi 576.26 mdpl. Perencanaan volume tampungan direncakan dapat melayani kebutuhan air baku masyarakat Desa Wrinignsongo sampai dengan proyeksi pertumbuhan penduduk tahun 2036.