Sudirman, Paulus Every
Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Ilmu Kesehatan Dan Pertanian, UNIKA Santu Paulus Ruteng, Nusa Tenggara Timur

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Presepsi Petani Kopi Terhadap Perubahaan Iklim Dalam Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Di Desa Gulung Kecamatan Satarmese Utara Namung, Martina Rati; Maria Salestina Ngoni; Yorentina Akbelus Jebarus; Febrianus Juang; Emanuel Saputra Eky Bendar; Indriani Dambut; Lukhestus Farin Dahur; Paulus Every Sudirman
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.26

Abstract

Kehadiran kopi di ranah perkebunan tidak sekadar simbol, melainkan juga sebuah kekuatan ekonomi yang menjadikannya sebagai pilar utama dalam dinamika perekonomian Indonesia. Persepsi petani terhadap perubahan iklim menjadi tujuan utama dari penelitian ini karena melibatkan penilaian para petani terhadap perubahan suhu, pola curah hujan, dan perubahan lainnya yang dapat mempengaruhi produksi kopi di desa Gulung, Kecamatan Satarmese Utara. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan melakukan wawancara lansung kepada petani dengan berpedoman pada kuisioner yang telah disiapkan, reponden yang digunakan yaitu sebanyak 30 orang. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pengetahuan petani, luas lahan, serta presepsi petani kopi terhadap perubahaan iklim dalam tingkat kesejahteraan masyarakat. Data yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu data primer menggunakan Teknik wawancara berdasarkan bantuan kuisioner yang sudah dibuat sebelumnya. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan menggunakan alat SPSS analisis uji korelasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa persepsi petani kopi terhadap perubahan iklim berdampak kurang baik pada tingkat kesejahteraan masyarakat, dengan 20% responden menilai demikian. Mayoritas responen penelitian ini, yaitu 96,67%, berada dalam kelompok umur produktif. Secara khusus, 46,67% responden memiliki tingkat pendidikan dasar (SD dan SMP), sementara 50% memiliki tingkat pendidikan menengah atas (SMA), dan 3,33% memiliki tingkat pendidikan tinggi. Ditemukan pula bahwa 6,67% responden telah berusahatani dalam kategori cukup lama, sementara 93,33% memiliki pengalaman berusahatani yang dapat dikategorikan lama.Adapun faktor yang berhubungan signifikan dengan presepsi petani kopi terhadap perubahaan iklim dalam tingkat kesejahteraan masyarakat yaitu umur, luas lahan, sedangkan pengetahuan petani dan perubahaan iklim tidak memiliki hubungan yang signifikan.   
PENGARUH KINERJA PENYULUH PERTANIAN TERHADAP PERILAKU PETANI SAYUR DI DESA TUENG KECAMATAN KUWUS BARAT (The Effect of Agricultural Extension Workers Performance on the Behaviors of Vegetable Farmers in Tueng Village, West Kuwus District) Sudirman, Paulus Every; Ndau, Wensislaus Arman; Santu, Lorensius; Jemina, Helida
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25, No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 25 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa25120254533

Abstract

This study aims to analyze the influence of the performance of agricultural extension workers on the behavior of vegetable farmers in Tueng Village, West Kuwus District. This research was carried out from March to May 2024. The types and sources of data are in the form of primary data and secondary data. Primary data was obtained from the results of interviews and direct survey results. Meanwhile, secondary data is data obtained by researchers through various existing sources. The population in this study is vegetable farmers in Tueng Village, West Kuwus District. Sample determination using Simple random sampling. The total respondents in this study were 35 farmers. Data analysis uses multiple linear regression analysis. Regression test is a statistical test used to measure the magnitude of the influence of independent variables on bound variables. The results of the study show that simultaneously the performance of agricultural extension workers affects the performance of vegetable farmers, this is evidenced by the calculated F value of 8.608 greater than the F value of the table of 4.396. Partially, the variables of motivational ability, frequency of counseling and communication ability have a significant effect on the behavior of vegetable farmers in Tueng Village, West Kuwus District, West Manggarai Regency.Keywords: Performance; Extension; Farmer Behavior
Efektivitas Penggunaan Media Sosial Dalam Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Di Desa Tengku Lese Nikolaus Dionesius Budiman; Inosensius Harmin Jandu; Paulus Every Sudirman; Wensislaus Arman Ndau; Lorensius Santu; Selvianus San
Paradigma Agribisnis Vol 7 No 1 (2024): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v7i1.9624

Abstract

Media sosial memungkinkan penyuluh pertanian untuk menyampaikan informasi dan berinteraksi dengan petani untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan praktik pertanian. Penelitian ini menggunakan metode sampling random sederhana. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan petani di lokasi penelitian. Penelitian menemukan bahwa petani harus dilatih untuk menggunakan media sosial dengan lebih baik; memanfaatkan peran penyuluh untuk mendorong penggunaan media sosial; meningkatkan akses internet; dan menyediakan perangkat yang cukup, sehingga mempermudahkan petani untuk mengakses informasi pertanian. Dengan memanfaatkan media sosial secara efektif, penyuluhan pertanian bisa menjadi lebih dinamis, responsif, dan relevan dengan kebutuhan petani saat ini. Secara umum, penggunaan media sosial dalam penyuluhan pertanian dapat bermanfaat, asalkan disertai dengan dukungan dan pelatihan yang tepat. Kata Kunci. Efektivitas, Penyuluhan Peratanain, Media Sosial
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Bawang Merah Di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Ndau, Wensislaus Arman; Sudirman, Paulus Every; Rati Namung, Martina; Nelciana Amung, Kornelia
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.9914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan Kelurahan Pota merupakan salah satu daerah yang berpotensi dalam memproduksi tanaman bawang merah. Sampel dalam penelitian ini merupakan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas sebanyak 35 orang. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada petani bawang merah sebagai responden dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, literatur penelitian terdahulu dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di kelurahan Pota. Kata Kunci: Bawang Merah, Pendapatan, Petani ABSTRACT This study aims to analyze the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency. The determination of the research location was carried out deliberately with the consideration that Pota Village is one of the areas that has the potential to produce shallot plants. The sample in this study is 35 shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District. This study uses primary and secondary data sources. Primary data was obtained from the results of direct interviews with shallot farmers as respondents using questionnaires. Secondary data were obtained from scientific journals, previous research literature and the Central Statistics Agency of East Manggarai Regency. The data collection method was carried out through interviews using questionnaire tools. The data was analyzed using multiple linear regression to determine the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village. The results of the study showed that partially variables of land area, seed costs, fertilizer costs, pesticide costs and labor affected the income of shallot farmers in Pota village.  
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Bawang Merah Di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur Ndau, Wensislaus Arman; Sudirman, Paulus Every; Rati Namung, Martina; Nelciana Amung, Kornelia
Paradigma Agribisnis Vol 8 No 1 (2025): Paradigma Agribisnis
Publisher : lembaga penelitian universitas swadaya gunung jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jpa.v8i1.9914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan sambi Rampas Kabupaten Manggarai Timur. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja dengan pertimbangan Kelurahan Pota merupakan salah satu daerah yang berpotensi dalam memproduksi tanaman bawang merah. Sampel dalam penelitian ini merupakan petani bawang merah di Kelurahan Pota Kecamatan Sambi Rampas sebanyak 35 orang. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara langsung kepada petani bawang merah sebagai responden dengan menggunakan kuesioner. Data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, literatur penelitian terdahulu dan Badan Pusat Statistik Kabupaten Manggarai Timur. Metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi pendapatan petani bawang merah di Kelurahan Pota. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial variabel luas lahan, biaya benih, biaya pupuk, biaya pestisida dan tenaga kerja berpengaruh terhadap pendapatan petani bawang merah di kelurahan Pota. Kata Kunci: Bawang Merah, Pendapatan, Petani ABSTRACT This study aims to analyze the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District, East Manggarai Regency. The determination of the research location was carried out deliberately with the consideration that Pota Village is one of the areas that has the potential to produce shallot plants. The sample in this study is 35 shallot farmers in Pota Village, Sambi Rampas District. This study uses primary and secondary data sources. Primary data was obtained from the results of direct interviews with shallot farmers as respondents using questionnaires. Secondary data were obtained from scientific journals, previous research literature and the Central Statistics Agency of East Manggarai Regency. The data collection method was carried out through interviews using questionnaire tools. The data was analyzed using multiple linear regression to determine the factors that affect the income of shallot farmers in Pota Village. The results of the study showed that partially variables of land area, seed costs, fertilizer costs, pesticide costs and labor affected the income of shallot farmers in Pota village.  
Peluang dan Tantangan Pengembangan Usahatani Tomat dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani di Kecamatan Ruteng Kabupaten Manggarai Jandu, Inosensius Harmin; Santu, Loerensius; Sudirman, Paulus Every
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14715

Abstract

Agriculture is a sector that has an important role in the economy in Indonesia. One agricultural commodity that has great potential is horticulture. Horticulture is one of the agricultural subsectors that has the potential to make a major contribution to economic development and plays an important role in the source of farmers' income, trade and employment. This research aims to determine the opportunities and challenges of developing tomato farming and its impact on farmers' income in Ruteng District, Manggarai Regency. The research was conducted in Ruteng District, Manggarai Regency with the consideration that this area is one of the areas for developing tomato horticulture farming. Data collection was carried out by interviewing main and key informants consisting of farmers, heads of farmer groups, agricultural extension workers. Data sources consist of primary data and secondary data. Research result. By taking advantage of supportive climate conditions, optimizing high market demand, managing stable selling prices, and diversifying products, farmers in Ruteng District have a good opportunity to develop tomato farming in a sustainable manner and can improve their standard of living. In facing farming challenges, it is important to have a holistic and integrated approach between governments. in terms of providing technological support, education, access to capital and risk management to help increase productivity, sustainability and income of farmers in Ruteng District. Apart from that, intense assistance to farmers in implementing good agricultural practices will also support increasing crop yields and farmer welfare. With the implementation of the right strategy and continuous support, tomato farming in Ruteng District has great potential to increase productivity, farmer income and contribution to the local economy.