Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Triple Helix dalam Aksi: Strategi Kemitraan Kampus-Industri untuk Inovasi Berkelanjutan Citra Dwi Palenti; Ririn Gusti; Aflin Julianto; Pani Aswin
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.662-670

Abstract

Education in Indonesia plays a strategic role in human development. The educational process can change behavior, improve skills, foster religious approaches, develop the potential for awareness, and become independent individuals. This study aims to determine the potential for campuses to contribute to sustainable innovation through a triple helix approach. The method used is a quantitative field research approach involving campuses, industry, and the government. The results show that research contributions to industry (average = 4.2; standard deviation = 0.7) and knowledge transfer (average = 4.0; standard deviation = 0.6) are in the high category. In the industrial aspect, support for innovation programs received a fairly high score (average = 3.9; standard deviation = 0.8), while investment obligations in research were at a moderate level (average = 3.7; standard deviation = 0.9). Furthermore, pro-innovation regulations (Mean = 3.8; Standard Deviation = 0.7) and funding facilitation (Mean = 3.6; Standard Deviation = 0.8) are in the moderate category and Collaboration between actors in the triple helix model shows good results. The level of synergy between campuses and industry (Mean = 4.1; Standard Deviation = 0.6) and the sustainability of joint programs (Mean = 4.0; Standard Deviation = 0.7) are in the good category. Based on the research results that have been obtained, the triple helix model is a collaborative model design that can be used in human development. It is found that industrial collaboration supports research in the world of academic campuses plays a role in research and practical value for the industrial world. Furthermore, collaboration between actors shows good results involving not only campuses, industry, and government, but also the community as end users. The government plays a role as a facilitator and driver that supports the growth of innovation.
PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN MELALUI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN: PENDEKATAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK Ela Ananda Pamungkas; Ari Putra; Ririn Gusti
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31068

Abstract

Studi ini meneliti implementasi program pengembangan kepemimpinan melalui pendidikan kepanduan bagi anak di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Bengkulu (LPKA) di Bengkulu, Indonesia. Meskipun pengakuan terhadap potensi rehabilitatif pendidikan nonformal semakin meningkat, penelitian yang mengeksplorasi bagaimana pendekatan pembelajaran pengalaman terstruktur, khususnya metode kepanduan, dapat mengembangkan kompetensi kepemimpinan pada anak yang terlibat dalam sistem peradilan masih terbatas. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan enam partisipan (kepala pengembangan, instruktur kepanduan, dan partisipan anak), dan analisis dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa program kepanduan beroperasi melalui perencanaan sistematis yang melibatkan penilaian kebutuhan dan koordinasi pemangku kepentingan, implementasi mingguan yang menekankan metode pembelajaran pengalaman (belajar sambil melakukan, kegiatan berbasis tim, dan pengembangan keterampilan progresif), dan evaluasi berkelanjutan yang memantau perubahan perilaku dalam disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepercayaan diri. Program ini mengintegrasikan prinsip-prinsip kepanduan Baden-Powell dengan siklus pembelajaran pengalaman Kolb, menciptakan peluang terstruktur bagi kaum muda untuk berlatih kepemimpinan melalui rotasi peran tim, tantangan di luar ruangan, dan pencapaian berbasis keterampilan yang dilacak melalui sistem Syarat Kecakapan Umum (SKU). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam atribut kepemimpinan peserta, khususnya dalam disiplin diri, kerja tim, pengambilan keputusan, dan pengaturan emosi. Studi ini berkontribusi pada literatur yang terbatas tentang intervensi pendidikan nonformal dalam koreksi anak dengan menunjukkan bagaimana program kepanduan yang disesuaikan secara budaya dapat berfungsi sebagai alat pengembangan karakter dan kepemimpinan yang efektif. Temuan ini memiliki implikasi penting untuk merancang program rehabilitasi yang mempersiapkan anak yang terlibat dalam sistem peradilan untuk reintegrasi masyarakat yang sukses.
PERAN TUTOR SEBAGAI INISIATOR DALAM PRAKTIK PEMBELAJARAN KOMPETENSI BAHASA INGGRIS DI LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN (LKP) LANTERN HOUSE BENGKULU Laila Utyani Putri; Ririn Gusti; Wiwin Yunita
Comm-Edu (Community Education Journal) Vol. 9 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/comm-edu.v9i2.31327

Abstract

The purpose of this study is to describe the role of tutors as initiators in English learning at the LaternHouse Bengkulu Training and Course Institute (LKP). Data collection techniques were carried outthrough interviews, observation, and documentation. The results of the study indicate that tutors asinitiators have an important role in developing creative and innovative learning ideas and strategies.Tutors present various new ideas tailored to the learning material, such as the use of communicativemethods, educational games, and interactive activities such as card presentations, word puzzles, andword connection games. In addition, tutors also provide challenges and small projects to encouragecreativity and increase student activeness in the learning process.