Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Perubahan Garis Pantai dengan Pendekatan Penginderaan Jauh di Pesisir Jakarta Utara Kurniyaningrum, Endah; Siburian, Carlos Tua March Siburian; Herlina, Liana; Mulya, Hegi Daniel; Saily, Randhi; Misshuari, Imas Wihda
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i1.53

Abstract

Kawasan pesisir yang mengalami perkembangan dalam hal alih fungsi lahan, tata ruang dan tutupan lahan akan berdampak pada perubahan garis pantai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan garis pantai yang terjadi di pesisir Jakarta Utara, dimana perkembangan tata ruang DKI Jakarta sangat signifikan. Penelitian ini menggunakan metode penginderaan jauh dengan media citra satelit Landsat 7 dan 8, analisis perubahan garis pantai menggunakan Digital Shoreline Analysis System (DSAS) dengan metode single transect dan end point rate. Hasil analisis Pemanfaatan citra satelit dalam melihat perubahan garis pantai di wilayah Jakarta Utara menunjukkan bahwa setiap kurun waktu 10 tahun, wilayah pesisir mengalami akresi. Hal ini dikarenakan proses sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Faktor yang mempengaruhi perubahan garis pantai pada wilayah pesisir Jakarta Utara yaitu sedimentasi dan kegiatan reklamasi. Akresi terjadi pada zona 2 dan 3 tahun 1990, zona 1 dan 3 tahun 2000, zona 2 dan 3 tahun 2010, dan zona 1, 2, dan 3 tahun 2021. Abrasi terjadi pada zona 1 tahun 1990, zona 2 tahun 2000, dan zona 1 tahun 2010. Berdasarkan kondisi tersebut pesisir DKI Jakarta mengalami perubahan yang cukup dinamis, hal ini berdampak pada kemampuan wilayah pesisir untuk mengantisipasi perubahan iklim diantaranya kenaikan muka air laut.
Analisis Penggunaan Limbah Kalsit sebagai Pengganti Semen terhadap Sifat Mekanik pada Beton Herlina, Liana; Kurniyaningrum, Endah; Rizkina, Salwa Zahra; Kuswanda, Giraldi Fardiaz; Faisal, Ulfa Fatmasari
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i1.103

Abstract

Beton adalah merupakan material yang sangat penting dalam industri konstruksi dimana komposisinya adalah semen, agregat halus, agregat kasar dan air. Namun, produksi beton terutama dalam hal pemakaian semen portland menyumbang sekitar 5-7% dari total emisi karbon global. Untuk mengurangi penggunaan semen, adalah subsutusi limbah kalsit (CaCO3), yang merupakan bahan alami yang mudah didapatkan dan relatif murah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pengunaan limbah kalsit sebagai penganti semen terhadap sifat mekaniknya. Subsitusi limbah kalsit terhadap semen sebesar 0%, 5%, 7.5%, dan 12.5%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian slump, berat jenis dan kuat tekan pada umur 28 hari, hasil yang didapat dibandingkan dengan subsitusi limbah kalsit 0% atau beton normal. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa semakin bertambahnya subsitusi limbah kalsit nilai workability menjadi lebih kecil dan semakin bertambahnya subsitusi limbah kalsit maka berat jenisnya menjadi lebih ringan, beton paling ringan terdapat di subsitusi 12.5% dengan nilai 2219.52kg/m3, lebih ringan 3.55% dibandingkan beton normal. Terhadap kuat tekan dengan penambahan subsitusi kalsit terhadap semen dapat meningkatkan kuat tekan sampai batas tertentu akan mengalami penurunan pada penelitian ini subsitusi limbah kalsit yang paling optimal yaitu 10% kalsit dengan hasil kuat tekan sebesar 39.33 MPa dengan perbandingan beton normal sebesar 32.26MPa.
Review Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Karakteristik Kuat Tekan Beton Geopolimer Panjaitan, Putrilyan Ezra; Herlina, Liana
Jurnal Rekayasa Konstruksi Mekanika Sipil Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Katolik Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54367/jrkms.v3i2.858

Abstract

Beton merupakan salah satu material yang paling banyak digunakan untuk infrastruktur, tetapi menggunakan semen sebagai bahan dasar. Proses produksi semen akan menghasilkan gas CO2 yang dapat meningkatkan pemanasan global. Untuk mengatasi masalah tersebut, sudah seharusnya mencari bahan pengganti sebagai bahan pengikat untuk membuat beton. Bahan pengganti semen yang mengandung silika dan alumina akan berperan penting untuk mengendalikan masalah tersebut. Fly ash merupakan limbah dari pembakaran batu bara yang memiliki sifat pozzolanic. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio alkali Na2SiO3/NaOH, molaritas NaOH, suhu dan waktu curing, umur beton pada beton geopolimer dengan bahan dasar 100% fly ash terhadap nilai kuat tekan. Rasio alkali Na2SiO3/NaOH sebesar 2,5 yang menghasilkan nilai kuat tekan yang optimal, sedangkan semakin besar molaritas NaOH akan menghasilkan kekuatan yang meningkat tetapi akan mempercepat ikat awal.Kuat tekan beton geopolimer yang di curing akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya suhu curing hingga 800C, setelah melewati 800C persentasekenaikan kuat tekan beton pada penelitian ini mengalami penurunan. Selain itu,waktu curing efektif diperoleh pada waktu 24 jam.Kekuatan tekan beton juga semakin meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton, peningkatan efektif pada umur beton 7 hari.
Effectiveness of Guided Imagery to %FEV1, Absolut Neutrophil, Anxiety, and Quality of Life in Stable Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Patient Herlina, Liana; Sutanto, Yusup Subagio; Nugroho, I.G.B Indro; Harsini, Harsini; Prasetya, Windu
Jurnal Respirologi Indonesia Vol 44 No 4 (2024)
Publisher : Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)/The Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/jri.v44i4.387

Abstract

Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a leading factor in morbidity and mortality worldwide associated with excessive chronic inflammatory response. Guided imagery is a relaxation technique to achieve the desired positive outcome. This study analyzed the effectiveness of guided imagery in stable COPD patients on the value of % FEV1, absolute neutrophils, anxiety, and the standard of living in those with steady COPD.Methods: Experimental analytic research with quasi-experimental, pretest and post-test design. Subjects were outpatient stable COPD patients at the pulmonary polyclinic of UNS Surakarta Hospital in January-June 2022. Subjects were divided into guided imagery intervention groups for 4 weeks and controls. Subjects were then examined for %FEV1 by spirometry, absolute neutrophils, Taylor Minnesota Anxiety Scale (TMAS) questionnaire, and St. George Respiratory Questionnaire (SGRQ) quality of life questionnaire, and re-evaluated after four weeks.Results: There were 32 research subjects. The findings demonstrated that the therapy group did not endure a significant increase in the mean value of %FEV1 (P=0.617). Meanwhile, the mean value of %FEV1 significantly decreased in the control group (P=0.025), given that the control group's value of % FEV1 fell. In contrast, the treatment group's increased, even if the difference was not statistically significant, the use of guided imagery could effectively halt the decline in %FEV1 value. Compared to the control group (P=0.014), the TMAS anxiety score was lower in the treatment group (P≤0.001). The overall SGRQ score (quality of life) considerably decreased in the treatment group (P≤0.001) while significantly increasing in the control group (P=0.014). Absolute neutrophils were found in both the treatment group and the control group (P=0.642; P=0.224, respectively). Absolute neutrophil blood levels in the treatment and control groups did not differ significantly.Conclusion: Guided imagery is effective on %FEV1 values, anxiety, and quality of life in stable COPD patients but not against absolute neutrophils.
Perbandingan Biaya Lantai GRC Superpanel dan Lantai Beton Hermawan, Fahmy; Irlan, Ade Okvianti; Herlina, Liana; Karista, Ardilla Jefri
SAINSTEK Vol. 11 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v11i2.210

Abstract

Kinerja bangunan dapat ditingkatkan dengan mengurangi berat beban bangunan, pengurangan berat dapat dilakukan dengan menggunakan material konstruksi yang lebih ringan dan daya tahan yang baik terhadap faktor lingkungan namun dengan memperhatikan target kinerja bangunan yang sesuai dengan faktor resiko dan fungsi bangunan. GRC (Glass Reinforced Concrete) Superpanel dibuat dari serat kaca yang dicor beton sehingga memiliki berat yang lebih ringan dibandingkan dengan beton konvensional, daya tahan yang baik terhadap cuaca, korosi, dan kebakaran. GRC mampu bertahan dalam jangka waktu yang lama, tidak mudah rusak dan rendah biaya perawatan serta penggantian panel. Perbandingan biaya antara lantai GRC Superpanel dan lantai beton dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor seperti lokasi geografis, ukuran bangunan, metode konstruksi yang digunakan, dan biaya bahan baku lokal. Namun, perbedaan biaya ini dapat bervariasi tergantung pada harga bahan lokal dan ketersediaan serat kaca di wilayah tersebut dan kemudahan mobilitas material. Pekerjaan lantai GRC Superpanel dibanding dengan pekerjaan lantai beton memberikan banyak keuntungan antara lain biaya yang lebih murah, berat yang lebih ringan, waktu pekerjaan yang lebih singkat, transportasi yang lebih mudah, waktu pemasangan yang lebih singkat, lebih sedikit perawatan. Implikasi dari efisiensi yang diperoleh adalah manfaat ekonomi yang diperoleh signifikan namun kinerja bangunan dapat dipertahankan sesuai dengan kategori resiko bangunan yang diinginkan.
PENGARUH PENAMBAHAN ZEOLITE POWDER DAN VISCOCRETE 3115N TERHADAP KUAT TEKAN BETON GEOPOLIMER Muttaqin, Hadril; Herlina, Liana
Jurnal Rekayasa Lingkungan Terbangun Berkelanjutan Vol. 1 No. 2 (2023): Juli - Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/v1i2.17770

Abstract

Peningkatan dampak kerusakan pada lingkungan dari pembuatan bahan bangunan seperti semen Porland yang menghasilkan emisi karbon dioksida atau CO2 yang dihasilkan oleh industri semen dan tentu memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Beton geopolimer adalah beton jenis baru yang sama sekali tidak menggunakan semen untuk menyatukannya. Beton geopolimer tersusun atas dua komponen, yaitu material dasar dan larutan alkali activator. Bentuk material dasar yang dapat digunakan yang memiliki kandungan silika (Si) dan alumina (Al), seperti tanah liat, fly ash, silica fume, slag, dan lain-lain. Larutan alkali aktivator dapat berupa sodium hidroksida (NaOH) dan sodium silikat (Na2SO3).. Pada penelitian ini konsentrasi molaritas natrium hidroksida yang dipakai yaitu 8M. Perbandingan alkali sodium hidroksida dan sodium silikat adalah 1:2. Untuk membuat beton geopolimer menggunakan bahan tambah zeolite powder dengan kadar 5%, 10%, dan 15%, dengan penambahan zat additive Sika Viscocrete 3115N dengan kadar 1% untuk mengetahui kuat tekan beton tersebut. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada umur beton 3, 7, dan 28 hari. Hasil dari berat jenis beton geopolimer yang paling maksimum mencapai 2428,01 kg/m3 . Hasil yang didapatkan kuat tekan beton geopolimer yang maksimum mencapai 61,35 MPa dengan penambahan zeolite powder dengan kadar 10% dan sika Viscocrete 3115N dengan kadar 1%. Kata Kunci: Beton geopolimer, fly ash, zeolite powder, superplasticizer.  
Pendekatan Statistik Klasifikasi Curah Hujan Dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Berkelanjutan Kurniyaningrum, Endah; Rinanti, Astri; Herlina, Liana; Victorya, Chindy; Wahab, Nyimas Hazel Lahfahdila; Assidik, Muhammad Luthfi; Faisal, Ulfa Fatmasari; Kawanda, Aksan; Saily, Randhi
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v5i3.129

Abstract

Wilayah DAS Juana di Jawa Tengah merupakan kawasan rawan banjir yang mengalami tekanan lingkungan akibat perubahan tutupan lahan dan dampak perubahan iklim global. Fenomena iklim seperti El Niño dan MJO semakin meningkatkan ketidakpastian curah hujan dan menyebabkan fluktuasi ekstrem. Strategi mitigasi banjir di wilayah ini masih belum efektif karena tidak didukung oleh klasifikasi curah hujan yang berbasis tren historis dan analisis statistik. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi tren curah hujan secara ilmiah sebagai dasar dalam pengelolaan sumber daya air dan mitigasi bencana banjir. Permasalahan Utama yaitu belum tersedianya metode klasifikasi curah hujan berbasis analisis statistik jangka panjang yang dapat digunakan untuk mendukung strategi mitigasi banjir di DAS Juana dan sekitarnya. Urgensi Penelitian yaitu menganalisis tren curah hujan jangka panjang di DAS Juana dan Kabupaten Kendal menggunakan metode statistik Mann-Kendall, menyusun klasifikasi curah hujan berdasarkan hasil analisis tren dan memberikan rekomendasi ilmiah untuk strategi mitigasi banjir berdasarkan klasifikasi tersebut. Metode Penelitian ini digunakan pendekatan studi literatur dan analisis statistik. Data curah hujan selama 34 tahun dari BMKG dianalisis menggunakan metode Mann-Kendall. Proses analisis meliputi perhitungan statistik S, varian S, nilai Z, tingkat signifikansi, dan interpretasi hasil. Hasil kemudian digunakan untuk mengklasifikasikan curah hujan dan mengevaluasi keterkaitannya dengan kejadian iklim ekstrem seperti ENSO. Hasil Penelitian ini yaitu analisis Mann-Kendall menunjukkan bahwa sebagian besar tren curah hujan di DAS Juana tidak signifikan secara statistik, namun terdapat beberapa tahun dengan tren signifikan yang berkorelasi dengan kejadian iklim global. Klasifikasi curah hujan menunjukkan perbedaan antara musim hujan (?115 mm) dan musim kemarau (<85 mm), serta kebutuhan koreksi terhadap data model menggunakan fungsi polinomial. Hasil ini menegaskan pentingnya data jangka panjang (?30 tahun) untuk memperoleh akurasi klasifikasi curah hujan hingga 100%. Kontribusi Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan metodologi klasifikasi curah hujan berbasis statistik untuk wilayah DAS tropis. Klasifikasi yang dihasilkan dapat dijadikan dasar dalam penyusunan strategi mitigasi banjir dan perencanaan pengelolaan sumber daya air. Selain itu, metode ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik hidrometeorologi serupa.
Education on natural rubber-based base isolator technology for SMKN 26 Jakarta students as an earthquake mitigation effort Diyanti, Marsetya Aulia Rahma; Herlina, Liana; Kurniyaningrum, Endah; Wijaya, Usman; Kawanda, Aksan; Putri, Larasati Rizky
Community Empowerment Vol 10 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.14609

Abstract

Indonesia's high vulnerability to earthquakes, which often results in severe damage and casualties, necessitates disaster risk mitigation efforts based on science and technology. This community service activity aimed to improve disaster technology literacy and students' understanding of the working principles of earthquake-resistant structures. The focus was on introducing base isolator (earthquake damper) technology made from natural rubber for residential buildings. This activity was conducted at SMKN 26 Jakarta using interactive presentations, technology demonstrations, and participative discussion methods. An evaluation of understanding was administered to 66 participants using a pre-test and post-test design. The evaluation results showed that 100% of participants experienced an increase in understanding and knowledge after the activity. This indicates that the technology demonstration-based educational approach is effective in supporting disaster technology literacy at the vocational high school level.
Evaluating Land Cover Effects on Land Surface Temperature in the Juana Watershed for Urban Climate Adaptation Kurniyaningrum, Endah; Abdilla, Raihan; Rinanti, Astri; Herlina, Liana; Kuswanda, Giraldi Fardiaz; Komara, Kresna Dwiki; Toffin, Louis Wei; Thieble, Simon; Assidik, Muhammad Luthfi
INDONESIAN JOURNAL OF URBAN AND ENVIRONMENTAL TECHNOLOGY VOLUME 9, NUMBER 1, APRIL 2026
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/urbanenvirotech.v9i1.24048

Abstract

Aim: This study analyzes how land cover affects land surface temperature (LST). Understanding this helps optimize land management, improve agriculture, and address climate change impacts on soil temperature. Methodology and Results: To achieve this objective, the study employs a field experiment and remote sensing analysis to evaluate soil temperature variations. Land surface temperature data from Landsat satellite imagery enabled observation of the spatial distribution of soil temperature. The results indicate that sandy soils experience greater temperature fluctuations compared to clay soils, which are better at retaining heat over time. Conclusion, Significance, and Impact Study: This study confirms that soil texture and moisture content significantly influence land surface temperature dynamics. The findings can be applied to water management planning in the agricultural sector, climate change adaptation strategies, and more effective land use planning. The integration of remote sensing and field data improves the accuracy of large-scale soil temperature monitoring. Building on these results, future studies should specifically focus on quantifying the separate and combined effects of vegetation cover and organic matter content on soil thermal properties to further refine predictive models.
Shoulder Pain as The First Clue: A Case Report of Pancoast Tumor with Early Presentation Munandar, Muhammad Akbar Ramadhan; Kusumastuti, Ira; Herlina, Liana; Munandar, Hendra Priatna
Respiratory Science Vol. 6 No. 2 (2026): Respiratory Science
Publisher : Indonesian Society of Respirology (ISR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36497/respirsci.v6i2.202

Abstract

Background: In some cases, shoulder pain can be an early sign of a serious condition, such as a Pancoast tumor. A Pancoast tumor is a type of lung cancer located in the upper lobe of the lung. These tumors are often difficult to diagnose because their symptoms are similar to those of musculoskeletal conditions. Case: A 68-year-old man presented with a three-month history of right shoulder pain. The pain had been treated with analgesics and acupuncture but showed no improvement. The patient reported experiencing shortness of breath over the past few days. The patient had a history of smoking and unintentional weight loss. A chest X-ray revealed atelectasis and a suspicious mass in the superior lobe of the right lung. A chest CT scan confirmed the presence of a mass in the superior lobe of the right lung. A biopsy was performed to confirm the diagnosis, which revealed poorly differentiated small cell carcinoma in the right lung. The patient was subsequently diagnosed with a Pancoast tumor (with staging T4N3M1a). Discussion: A pancoast tumor is a condition which oftenly overlooked due resemblane of musculoskeletal disorders. Shoulder pain caused by this tumor may result from the tumor invading surrounding tissues. It is important for physicians to perform a thorough evaluation of patients presenting with shoulder pain, especially when risk factors are present. Conclusion: Shoulder pain as an early symptom of a Pancoast tumor is an important clinical concern for healthcare professionals. Early detection through comprehensive and appropriate evaluation can significantly improve patient prognosis.