Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Hubungan Tingkat Stres dengan Kecenderungan Gangguan Makan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa I Gusti Made Arya Janardana Kepakisan; Putu Asih Primatanti; Anak Agung Gede Indraningrat
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 1 (2024): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.1.2024.94-101

Abstract

[The Relationship between Stress Levels and Eating Disorder Tendencies in Students at the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University] Stress is the body's response towards changes that caused regulatory response, physical, psychological and emotional adaptation. In students, particularly medical students who are categorized in the young adult age group, stress often occurs due to internal and external factors. Stress was thought to cause eating disorder. Eating disorder could cause pressures to one's life, and as such could present a serious health problem to a person. The purpose of this study was to determine the relationship between stress level and the tendency of eating disorder in medical students of Faculty of Medicine and Health Sciences Warmadewa University. One hundreds and twenty four respondents were selected using simple random sampling and met inclusion and exclusion criteria. Information from respondents were obtained by sending questionnaires online. Data obtained from this study was analysed statistically using univariate and bivariate methods. Bivariate analysis were performed using Kruskal-Wallis test with α<0.05. Among 124 respondents, 48 people experienced different stress levels whether it is mild, moderate, heavy or severe. In addition, 17 people experienced the tendency of eating disorder. The result of the bivariate analysis showed a significant relationship between stress level and the tendency of eating disorder (p value = 0,001). This study concluded that there is a significant relationship between stress level and the tendency of eating disorder among medical students of Warmadewa University
Pemberdayaan Kader Posyandu Desa Bangbang Kabupaten Bangli dalam Mendukung Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat dan Cerdas Finansial Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati; Wahyu Antari Wijaya
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan mengenai swamedikasi serta pengelolaan obat skala rumah tangga, termasuk bagaimana mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Pengetahuan tersebut akan sangat berguna dalam penanganan sakit ringan dan pengelolaan kesehatan anggota keluarga. Namun, masih cukup banyak masyarakat yang awam tentang hal tersebut. Permasalahan ini juga dirasakan oleh mitra kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yaitu kader Posyandu Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. Selain itu, pemahaman kader mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan perencanaan keuangan masa depan juga masih sangat kurang. Berdasarkan permasalahan mitra tersebut, maka dilakukan kegiatan PKM pemberdayaan mitra sebagai kader dalam implementasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Selain itu, dilakukan pula pemaparan materi mengenai kecerdasan finansial dan pelatihan manajemen keuangan untuk menghindari sandwich generation di masa depan. Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan focus group discussion (FGD), penyuluhan, dan pelatihan terkait Gema Cermat dan kecerdasan finansial, serta pemberian bantuan berupa kotak obat, obat-obatan dasar, masker, dan hand sanitizer. Hasil evaluasi berupa pretest dan posttest menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial, dilihat dari nilai rata-rata pretest yang hanya 62/100 menjadi 94/100 saat posttest. Pada saat monitoring kegiatan, tampak kotak obat sudah terpasang pada dinding kantor desa. Hasil evaluasi dan monitoring tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian yang telah dilakukan berjalan dengan baik dan dapat meningkatkan pengetahuan mitra mengenai Gema Cermat dan cerdas finansial.
Skrining Aktivitas Antibakteri Bacillus sp. PCAR1 dari Rumput Laut Eucheuma spinosum terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Alit Yulianti, Ni Made; Anak Agung Gede Indraningrat; Ni Wayan Widhidewi
Aesculapius Medical Journal Vol 4 No 2 (2024): June
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.4.2.2024.165 - 171

Abstract

[Antibacterial Activity Screening of Bacillus sp. PCAR1 from Seaweed Eucheuma spinosum against Staphylococcus aureus bacteria] Microorganisms associated with marine organisms have the potential to produce secondary metabolite compounds with strong antibacterial activity. Previous research has isolated Bacillus sp. bacteria encoded as PCAR1 from Eucheuma spinosum seaweed with antibacterial potential against Gram-positive and Gram-negative bacteria. However, the potential bioactivity produced by bacillus sp. PCAR1, especially as an antibacterial against Staphylococcus aureus, still needs to be explored using chemical extraction method. In this research, a total of 100 mL of sterile NB liquid media containing the cell mass of Bacillus sp. PCAR1 was fermented for 5 days and then shaken at 150 rpm. The supernatant was separated from the cell mass by filtration using Whatman filter paper no.1.The filtrate was extracted using ethyl acetate pro-analytics (1:1 v/v). The extracts were analyzed for antibacterial activity using the Kirby-Bauer method, while the chemical composition of the extracts was analyzed using gas chromatography-mass spectrometry (GC/MS) method. Antibacterial screening of ethyl acetate extract of Bacillus sp. PCAR1 showed an inhibition zone of 6.23±0.06 mm against Staphylococcus aureus ATCC 25293, which is classified as moderate antibacterial activity. GC/MS analysis showed that the ethyl acetate extract contained 10 chemical compounds that have potential as antibacterial, with four dominant active compounds namely p-Xylene (7.26%), Ethanol, 2-butoxy (5.36%), o-Xylene (3.14%), and mesitylene (3.41%). Overall, these results provide an initial overview of antibacterial compounds that can be synthesized by Bacillus sp. PCAR1.
PKM Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat, Pelatihan Pembuatan Kompos, dan Literasi Pasar Modal pada PKK Kelurahan Sesetan Made Dharmesti Wijaya; Anak Agung Gede Indraningrat; Ida Ayu Agung Idawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 3 (2024): September 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat yang rasional dalam pengobatan sendiri atau swamedikasi adalah bagian yang krusial untuk mendapatkan luaran terapi yang diinginkan. Namun, belum semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang hal tersebut, termasuk mitra pada Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini yaitu kelompok ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan. Pada diskusi awal, mitra menyatakan bahwa mereka memiliki pemahaman yang terbatas mengenai swamedikasi yang rasional sehingga membuat mitra menjadi ragu dalam melakukan swamedikasi, serta terkadang melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak disadari saat melakukan swamedikasi terhadap diri sendiri maupun keluarganya. Mitra juga membutuhkan pelatihan terkait pengolahan sampah-sampah daun dan canang yang membludak terutama ketika hari raya besar seperti Galungan dan Kuningan. Selain itu, mitra juga memerlukan pelatihan mengenai pasar modal, terutama terkait dengan investasi saham sebagai alternatif investasi keluarga. Oleh karena itu, PKM ini memberikan penyuluhan kepada mitra kelompok PKK tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang mencakup penggunaan obat secara rasional dalam swamedikasi, penggunaan antibiotik yang benar, cara penyimpanan dan pembuangan obat yang benar, serta cara penggunaan obat dalam bentuk sediaan khusus. Mitra juga diberikan pelatihan pendaur-ulangan sampah organik menjadi kompos dan pelatihan literasi pasar modal. Metode yang diterapkan meliputi focus group discussion atau diskusi kelompok terarah, penyuluhan dan pemutaran video tentang Gema Cermat, pelatihan daur ulang sampah organik, serta pelatihan pasar modal. Hasil evaluasi berdasarkan nilai pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mitra terhadap materi-materi yang telah disampaikan, dengan rata-rata nilai 54/100 pada pretest menjadi 90/100 pada posttest. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan PKM ini telah berhasil meningkatkan pemahaman mitra mengenai Gema Cermat, daur ulang sampah organik, serta literasi pasar modal.
Jumlah Profil Pasien dengan Gaster Perforasi di RSUD Tabanan Tahun 2021-2022: - I Putu Gosen Partama; Made Kurniawan; I Gusti Ngurah Sumantri; Anak Agung Gede Indraningrat
WMJ (Warmadewa Medical Journal) 70-74
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.10.2.9550.70-74

Abstract

Gastric perforation is a life-threatening surgical emergency that frequently arises as a complication of peptic ulcer disease and carries a high mortality rate. This study aimed to describe the clinical profile and outcomes of gastric perforation patients treated at Tabanan Hospital. A retrospective review of medical records was conducted for all gastric perforation cases from January 2021 to December 2022. Seventeen patients were identified. Most were older than 50 years (94%) and female (65%). More than half had no formal education and were unemployed. A history of nonsteroidal anti-inflammatory drug use was present in 59% of cases. Most patients arrived more than 6 hours after symptom onset, and many presented in critical condition, including shock (24%), tachypnea (76%), and acute kidney injury (53%). Intraoperatively, most perforations were located in the gastric antrum (65%) and measured 1–2 cm (82%). Postoperatively, hypoalbuminemia (94%), sepsis (35%), and pneumonia (24%) were common. The in-hospital mortality rate was 29%. In conclusion, gastric perforation at our institution predominantly affected elderly patients, with delayed presentation, severe initial clinical status, and high complication and mortality rates. Enhanced community awareness of ulcer symptoms, early referral, rational NSAID use, and timely surgical intervention are essential to improving outcomes.