Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Efektivitas Media Cerita Pendek Untuk Meningkatkan Hasil Belajar di SMA Negeri 1 Batujajar Hartati, Yayu Setia; Halimah, Lili; Fajar, Arnie
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): VOL 8 N0 1 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media cerita pendek (cerpen) dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Batujajar, yang dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar peserta didik akibat dominasi metode ceramah, minimnya inovasi media, serta keterlibatan peserta didik yang rendah dalam proses belajar. Cerpen dinilai mampu menghadirkan materi sejarah dalam bentuk naratif yang menarik, kontekstual, dan bermakna, sehingga meningkatkan daya tarik peserta didik dan memperdalam pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain pretest-posttest control group design, dengan subjek dua kelas, yakni XII MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan mencakup tes hasil belajar, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cerpen secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan metode konvensional, yang ditunjukkan oleh rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi. Observasi juga mencatat peningkatan keterlibatan peserta didik dan kreativitas guru selama pembelajaran, serta dampak positif pada aspek afektif peserta didik, seperti empati sejarah dan apresiasi terhadap nilai-nilai masa lalu. Dengan demikian, media cerpen terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang inovatif dan humanistik.
Pengaruh Model Pembelajaran Flipped Classroom Berbantuan Google Workspace For Educations terhadap Kreativitas Dan Kolaborasi Peserta Didik Rani Risnawati; Fajar, Arnie
TADBIR MUWAHHID Vol. 9 No. 1 (2025): Tadbir Muwahhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jtm.v9i1.15910

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara komprehensif pengaruh penggunaan model pembelajaran flipped classroom berbantuan google workspace for education terhadap kreativitas dan kolaborasi peserta didik pada pembelajaran mata pelajaran IPS pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Barat, Jawa barat. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif metode quasy eksperimen menggunakan teknik regresi linier, instrumen yang digunakan adalah lembar kuisioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama terdapat pengaruh langsung positif dari penggunaan model pembelajaran flipped classroom berbantuan google workspace for education terhadap kreativitas peserta didik dengan nilai koefisien korelasi 0,947 dan nilai determinasi pengaruh r square = 0,898. Kedua, terdapat pengaruh langsung positif dari penggunaan model pembelajaran flipped classroom berbantuan google workspace for education terhadap kolaborasi peserta didik dengan nilai koefisien korelasi 0,964 dan nilai determinasi pengaruh r square = 0,930. Hasil penelitan yang ketiga yaitu terdapat hubungan positif antara kreativitas peserta didik dengan kolaborasi peserta didik dengan nilai koefisien korelasi = 0,983.   
IMPLEMENTATION OF MULTICULTURAL VALUES IN DEVELOPING STUDENTS SOCIAL INTELLIGENCE (PHENOMENOLOGICAL STUDIES IN SOCIAL STUDIES LESSONS AT SMKN 1 CIHAMPELAS) Fajar, Arnie; Hendrawan, Jajang Hendar; Widaningsih, Iis
International Conference On Social Science Education Vol 1 (2023): 1st International Conference On Social Science Education
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/c00qgj92

Abstract

This study aims to describe the process and results of implementing multicultural values in developing the social intelligence of students in social studies subjects at SMKN 1 Cihampelas, West Java Province. The research approach used is qualitative descriptive with a study of phenomenological studies. The instruments used are observation, interviews, and documentation. Data analysis begins with describing all phenomena experienced by research subjects, horizonalization, cluster of meaning, description of essence, and report of research results. The study results: 1) Social studies teachers plan to learn through syllabi and lesson implementation plans referring to Permendikbudristek No. 16 of 2022; 2) Social studies teachers carry out learning, including introduction, core, and closing activities. Implementing multicultural values has implications for the development of social intelligence; students show empathy, can carry themselves, cooperate, express themselves, and communicate by expressing opinions, ideas, and arguments, as well as mutual need/interdependence; 3) The teacher conducts an assessment covering three aspects, attitudes, knowledge, and skills, which are carried out at the end of the learning process. 4) The supporting factors are the teacher carrying out the learning process following the lesson implementation plan, the support of all school residents, and the positive response from students. The inhibiting factors are inadequate learning facilities, social studies teachers not having a physical form of the systematic assessment form, and lack of supervision from the principal related to learning administration.
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM KERANGKA KONSEP LIFELONG EDUCATION Trihastuti, Meiwatizal; Fajar, Arnie
Mores: Jurnal Pendidikan Hukum, Politik, dan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2020): Lifelong Education dalam Pembelajaran PKn
Publisher : STKIP Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37742/mores.v2i1.37

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Pendidikan Kewarganegaraan dalam kerangka konsep lifelong education. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan dimensi penting yang harus dimiliki oleh generasi muda guna meningkatkan kebiasaan berfikir kritis, analisis, bersikap dan bertindak demokratis yang akan melahirkan warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter. Dengan lifelong education generasi muda akan mendapatkan konsep, belajar yang berkesinambungan (continuing learning). Metode yang dingunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Penelitian ini mempergunakan sumber perpustakaan dalam mengumpulkan dan untuk memperoleh data-data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan kewarganegaraan bila dijadikan sebuah kerangka konsep lifelong education, dapat di jadikan empat tahapan yaitu, a) Kehidupan Fisik dan Fikiran; b) Proses Belajar; c) Metode Mencari Jawaban; dan Metode SQ3R. Dengan demikian, pendidikan kewarganegaraan dalam kerangka konsep lifelong education yang melibatkan warganegara di dapat melahirkan warga negara yang cerdas, terampil dan berkarakter yang diamanatkan oleh Pancasila dan UUD 1945 yaitu warganegara yang memiliki kompetensi yang baik berkualitas sebagai warganegara yang aktif.
Membangun Karakter Antikorupsi pada Siswa SMK Negeri 3 Kota Cimahi : (Edukasi Dampak Berbagai Perilaku Koruptif di Sekolah) Halimah, Lili; Fajar, Arnie; Heni Heryani, Heni Heryani
Komunikasi Vol 1 No 1 (2024): Volume 1 No 1 April 2024
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v1i1.20

Abstract

All elements of society of course really hope for prosperity and the culture of corruption is certainly one of the threats to achieving that prosperity. The easiest and most effective effort to eradicate corruption is to instill the values ​​of integrity in the younger generation. The younger generation has sufficient knowledge about corruption and anti-corruption behavior. This means that there is a weakness in the younger generation regarding awareness of developing an anti-corruption culture within themselves, so it can be concluded that anti-corruption education is needed for the younger generation in order to help grow their legal awareness. In this way, our team of lecturers and students held counseling with students at Cimahi City State Vocational High School 3 to provide understanding to the younger generation about corrupt behavior in our daily lives which we often accidentally do, and which has an impact on our future lives when we are adults. This outreach is intended to make the younger generation aware that corrupt behavior is a source of disaster for the nation's future. The younger generation is a milestone in implementing changes in a nation. The young generation with all its idealism can break the chain of corruption if it is equipped from an early age with an anti-corruption mentality which can be obtained through anti-corruption education.
Implementation of 21st Century Learning for MGMP Teachers in Subang Regency Halimah, Lili; Hendrawan, Jajang Hendar; Fajar, Arnie; Heryani, Heni
Komunikasi Vol 2 No 1 (2025): Volume 2 No 1 April 2025
Publisher : Forum Komunikasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65055/bhaktijivana.v2i1.22

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah menjadi fenomena penting di banyak bidang, termasuk pendidikan. Siswa harus menggunakan teknologi digital dan meningkatkan sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan perubahan saat ini. Untuk itu Guru Mata Pelajaran Pendidikan IPS harus beradaptasi dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran. Untuk itu kami memberikan penyegaran bagi Guru di lingkungan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Mata Pelajaran IPS di Kabupaten Subang melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Tujuan Pengabdian kepada Masyarakat adalah untuk memberikan pemahaman baru melalui teori dan praktek dalam proses pmbelajaran dalam menghadapi revolusi industri 5.0. Guru Pendidikan IPS dalam menghadapi perubahan zaman harus menjadi lebih dari hanya ide atau teori; harus menjadi pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi, kepekaan sosial, kolaborasi tim, pemikiran kritis, dan kemampuan pemecahan masalah. Pentingnya Pendidikan IPS tidak hanya membuat peserta didik tidak hanya memiliki kecerdasan yang tinggi, tetapi mereka juga harus menjadi warga negara yang baik, sosial, berakhlak, dan berkarakter. Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan di era ini, sekolah, keluarga, masyarakat, dan pemerintah harus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era revolusi industri 4.0.
Efektivitas Media Cerita Pendek Untuk Meningkatkan Hasil Belajar di SMA Negeri 1 Batujajar Yayu Setia Hartati; Lili Halimah; Arnie Fajar
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 8 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v8i1.6866

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media cerita pendek (cerpen) dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Batujajar, yang dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar peserta didik akibat dominasi metode ceramah, minimnya inovasi media, serta keterlibatan peserta didik yang rendah dalam proses belajar. Cerpen dinilai mampu menghadirkan materi sejarah dalam bentuk naratif yang menarik, kontekstual, dan bermakna, sehingga meningkatkan daya tarik peserta didik dan memperdalam pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain pretest-posttest control group design, dengan subjek dua kelas, yakni XII MIPA 3 sebagai kelas eksperimen dan XII MIPA 1 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan mencakup tes hasil belajar, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media cerpen secara signifikan meningkatkan hasil belajar peserta didik dibandingkan metode konvensional, yang ditunjukkan oleh rata-rata posttest kelas eksperimen yang lebih tinggi. Observasi juga mencatat peningkatan keterlibatan peserta didik dan kreativitas guru selama pembelajaran, serta dampak positif pada aspek afektif peserta didik, seperti empati sejarah dan apresiasi terhadap nilai-nilai masa lalu. Dengan demikian, media cerpen terbukti efektif sebagai alternatif pembelajaran sejarah yang inovatif dan humanistik.
Implementation of the Community Science Technology Model in Civics Learning to Grow Student Social Intelligence Arnie Fajar; Yadi Supriadi
International Journal of Artificial Intelligence Research Vol 6, No 1.1 (2022)
Publisher : Universitas Dharma Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.035 KB) | DOI: 10.29099/ijair.v6i1.288

Abstract

Advances in science and technology, require all humans in the world to adapt to the situation. Likewise in the field of education in schools. Almost all students in Indonesia use mobile phones as their social media, including students at SMP Negeri 1 Jatinangor Sumedang. Based on observations of students in Civics lessons, it appears that the attitudes of students lack social intelligence, such as lacking problem solving skills, communicating, expressing opinions, and listening to other people's opinions. This study aims to determine how the application of the Community Science Technology Model in growing the social intelligence of students in class VII-1 SMP Negeri 1 Jatinangor Sumedang. The research approach used is qualitative with Classroom Action Research methods. The results showed that there was a growth in the social intelligence of students from cycles I, II, and III. The problem solving skills of students grew from 14 people (cycle I), to 22 people (cycle II), and 24 people (cycle III). The ability to communicate grew from 11 people (cycle I) to 18 people (cycle II), and became 20 people in cycle III. Likewise, students' ability to listen to others grew from 14 people (cycle I) to 19 people (cycle II), and became 20 people in cycle III.
Pengaruh Media Pembelajaran Digital “Aplikasi Quizizz “ Terhadap Motivasi Belajar Murid Pada Pembelajaran IPAS di SDN 3 Mangkalaya Kabupaten Sukabumi Eneng Serli; Arnie Fajar; Eneng Martini
EDUKASI Vol 24 No 1 (2026): Article in Press
Publisher : FKIP Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/j.edu.v24i1.11694

Abstract

This study aims to analyze the effect of using the Quizizz digital learning application on students’ learning motivation in elementary school IPAS (Integrated Science and Social Studies) learning. This research employed a quantitative approach with a descriptive-verificative design. The population consisted of all upper-grade students at SD Negeri 3 Mangkalaya, Sukabumi Regency, in the 2025/2026 academic year, totaling 159 students, with a sample of 20 students selected proportionally. Data were collected using Likert-scale questionnaires and observation, and analyzed through descriptive and inferential statistics, including simple linear regression and t-test. The results indicate that the use of Quizizz has a positive and significant effect on students’ learning motivation, with a correlation coefficient of 0.892 and a contribution of 79.6%. In addition, Quizizz also positively influences students’ perseverance (79.5%), activeness (67.0%), and engagement (62.0%) in learning activities. These findings suggest that gamification-based digital learning media effectively enhance students’ overall learning motivation. In conclusion, Quizizz can be utilized as an effective and innovative instructional strategy to improve students’ learning motivation in elementary education. This study implies that the integration of digital technology in learning should be continuously developed to create more interactive, engaging, and student-centered learning environments.
Implementation of The PBL Model to Develop Critical Thinking Skills in Learning at SMA Negeri 1 Cililin Ari Sri Rejeki; Arnie Fajar; Jajang Hendar Hendrawan
Heritage Vol. 5 No. 1 (2024): Heritage: Journal Of Social Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/hrtg.v5i1.135

Abstract

This research is motivated by the findings of problems in economics learning including: in economics learning students are passive; lack of critical thinking activity and creativity; teacher-centered learning (teacher centered); The learning model used by teachers tends to be monotonous. This research aims to determine the implementation of the model problem based learning to develop students' critical thinking skills in economics learning. The research method is a case study with a qualitative approach, data is collected through interviews, observation and documentation of the implementation of learning to develop critical thinking skills. The results of the research show that planning economic learning using models problem based learning to develop highly structured and systematic critical thinking skills. Implementation of economic learning with models problem based learning Overall, it has succeeded in creating a learning environment that supports the development of students' critical and analytical thinking skills. Assessment of economic learning with models problem based learning has been designed and implemented well, so that students' critical thinking, problem solving and collaboration skills develop optimally. Supporting factors for learning economics with models problem based learning really supports the development of students' critical thinking skills. Factors inhibiting economic learning with models problem based learning developing critical thinking skills is a very serious challenge. Efforts to overcome barriers to economic learning with models problem based learning can develop students' critical thinking skills effectively.