Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Plano Studies

STRATEGI PENGEMBANGAN KAWASAN OBJEK WISATA ETNIS TIONGHOA DI TEPIAN SUNGAI MUSI KOTA PALEMBANG Budi, Dwi Arif Budi Wiyono; Mutaqin, Zenal; Agustian, Endy
Journal Of Plano Studies Vol 1 No 1 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v1i1.4153

Abstract

Kota Palembang memiliki banyak potensi dalam sektor wisata khususnya di kawasan tepian sungai musi. Kota ini memiliki banyak objek wisata yang memiliki unsur sejarah berdirinya Kota Palembang. Salah satu kawasan yang memiliki objek wisata sejarah di Kota Palembang adalah kawasan Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang, kawasan objek wisata ini memiliki peninggalan-peninggalan Kerajaan Cina di Kota Palembang. Kawasan objek wisata ini memiliki banyak potensi pada kawasanya yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik bagi wisatawan namun masih terdapat beberapa kendala yang dapat menghambat proses pengembangan pada kawasan objek wisatanya. Tujuan penelitian ini yakni untuk menyusun Rencana Strategi Pengembangan Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Kota Palembang pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan melakukan pendekatan fenomenologi. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan di peroleh hasil berupa Rumusan Arahan Program Kegiatan Perencanaan Kawasan Pada Kawasan Objek Wisata Etnis Tionghoa di Tepian Sungai Musi Pada Kelurahan 7 dan 10 Ulu Kota Palembang.
Pengembangan Kawasan Cagar Budaya Pada Objek Wisata Religi Makam Kawah Tengkurep Kota Palembang Muhammad Adi Syaputra, Adi; Haidir, Hala; Agustian, Endy
Journal Of Plano Studies Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v1i2.5004

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan kawasan cagar budaya di objek wisata religi Makam Kawah Tengkurep di Kota Palembang. Makam Kawah Tengkurep merupakan situs penting yang memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi bagi masyarakat setempat. Meskipun memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata religi, kawasan ini belum sepenuhnya di kembangkan dengan mempertimbangkan aspek pelestarian budaya dan peningkatan fasilitas wisata. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemangku kepentingan, observasi lapangan dan studi dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk menganalisis tantangan dan peluang dalam pengembangan kawasan cagar budaya dan menggunakan analisis SWOT dalam perumusan strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan yang berkelanjutan harus melibatkan komunitas lokal, menjaga integritas sejarah dan budaya, serta memperhatikan aspek aksesibilitas dan kenyamanan pengunjung. Rekomendasi yang di hasilkan meliputi perlunya perencanaan yang matang, pemeliharaan struktur cagar budaya, serta peningkatan fasilitas pendukung untuk mendukung pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata religi yang berkelanjutan
MENUJU PALEMBANG SMART CITY MELALUI MODEL PERENCANAAN KAWASAN SCIENCE TECHNO PARK DAN PUSAT UNGGULAN IPTEK Agustian, Endy; Haidir, Hala
Journal Of Plano Studies Vol 1 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v1i2.5074

Abstract

Perwujudan smart city di Kota Palembang dapat dilakukan dengan merencanakan kawasan science techno park dan pusat unggulan IPTEK di Kota Palembang. Pengembangan kawasan tersebut mengarah pada perwujudan konsep smart economy, smart society, dan smart government. Kajian ini bertujuan untuk merumuskan model perencanaan kawasan science techno park dan pusat unggulan IPTEK sebagai langkah untuk menuju smart city, disertai dengan rencana program pada masing-masing model pengembangan yang ada. Kajian ini menggunakan metode kualitatif dalam mendukung pengumpulan data, analisis data, sampai dengan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumen penunjang, lalu dianalisis dengan cara penjodohan pola dan pembuatan eksplanasi. Hasil kajian merumuskan bahwa model pengembangan science techno park dan pusat unggulan IPTEK, meliputi: (1) model I yaitu model perencanaan pembangunan yang menekankan pada beberapa tahapan dari perencanaan pembangunan, (2) model II yaitu kolaborasi stakeholder dengan melibatkan elemen operasional dan the triple helix model of innovation, (3) model III yaitu pengembangan inkubator bisnis / ICT yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat.
Penilaian Tipologi Pasar Sehat di Kota Palembang Nastiar, Pikri Rajabi; Haidir, Hala; Agustian, Endy; Gumano, Hendry Natanael
Journal Of Plano Studies Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kepustakaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jops.v2i2.6154

Abstract

Pasar memiliki peran penting dalam kehidupan perkotaan, tidak hanya sebagai pusat kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Namun, kondisi pasar yang tidak sehat dapat menjadi sumber penyebaran penyakit menular seperti Flu Burung dan Covid-19. Oleh karena itu, diperlukan penilaian dan penentuan tipologi pasar untuk mengetahui tingkat kesehatan pasar serta arah pengembangannya secara terencana. Penelitian ini berlandaskan pada kebijakan pemerintah melalui Permenkes Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat yang menjadi dasar dalam penilaian terhadap kondisi pasar. Tujuan penelitian ini adalah melakukan penilaian tipologi pasar sehat di Kota Palembang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa belum terdapat pasar di Kota Palembang yang memenuhi kriteria pasar sehat dengan ambang batas ≥70%. Pasar 10 Ulu memiliki skor tertinggi sebesar 58,36 %, diikuti oleh Pasar Alang-Alang Lebar 56,86%, Pasar Kamboja 53,81%, Pasar KM5 52,16%, Pasar 16 Ilir 42,62%, Pasar Cinde 36,94%, dan Pasar Kertapati 27,11%.