Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Repetitive Strain Injury (Rsi) Pada Pekerja Pembuatan Genteng Di Pabrik Genteng Mega Jaya Desa Baturuyuk Kabupaten Majalengka Rachmat Roebidin; Ahmad Ropii; Hafidz Hilal Assegaf
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Menulis - Februari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i2.10

Abstract

Kejadian Repetitive Strain Injury (RSI) pada pekerja merupakan cedera atau kerusakan yang terjadi pada otot karena melakukan sesuatu secara berulang dan berlangsung selama bertahun-tahun. Berdasarkan studi pendahuluan pada 5 pekerja pembuatan genteng Pabrik Genteng Mega Jaya Desa Baturuyuk Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka, semua pekerja melakukan gerakan repetitif memukul dengan menggenggam alat dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian RSI pada pekerja pembuatan genteng Pabrik Genteng Mega Jaya Desa Baturuyuk Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasinya adalah pekerja pembuatan genteng di Pabrik Genteng Mega Jaya berjumlah 54 orang dan sampelnya 54 orang (total populasi), dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisis datanya meliputi analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara postur kerja, lama kerja dan masa kerja dengan kejadian Repetitive Strain Injury pada pekerja Pabrik Genteng Mega Jaya Desa Baturuyuk Kecamatan Dawuan Kabupaten Majalengka. Pekerja sebaiknya istirahat teratur dengan waktu istirahat yang cukup untuk mengurangi ketegangan otot, nyeri otot dan sendi, lakukan peregangan otot serta untuk pabrik sebaiknya menggunakan sistem shift kerja atau memberikan waktu istirahat yang cukup agar mengurangi pekerja yang beresiko mengalami RSI.
Analisis Hubungan Antara Posisi duduk dengan Keluhan Low Back Pain Pada Penjahit Konfeksi di PT Vinex-D di Desa Sukamukti Kecamatan Cikijing Kabupaten Kuningan Ropii, Ahmad; Susianto, Susianto; Suparman, Rossi; Nugraha, Agah; Hermansyah, Asep Nandang; Assegaf, Hapidz Hilal
2-TRIK: TUNAS-TUNAS RISET KESEHATAN Vol 12, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : FORUM ILMIAH KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/2trik12214

Abstract

Diseases that most often occur in confectionery workers are diseases related to the muscles and skeleton or known as musculoskeletal disorders (MSDs). Especially for sewing machine operators, work factors that can cause MSDs are repetitive movements, duration of work and physical factors that require muscle stretching. The purpose of this study was to analyze the relationship between sitting position and complaints of low back pain (LBP) in sewing tailors. This research is an analytic observational research with a cross-sectional design. The research subjects were tailors at PT Vinex-D, Cikijing District, Majalengka Regency. The subjects in this study were 50 people who worked as convection tailors at PT Vinex-D, which were selected using purposive sampling technique. The research instruments were questionnaires and observation sheets. Data collection techniques were carried out by conducting interviews at PT Vinex-D. The statistical test used is the Chi square test. The results of the analysis showed the value of p = 0.001. Furthermore, it was concluded that the relationship between sitting position and complaints of low back pain.Keywords: low back pain; sitting position; seamstress ABSTRAK Penyakit yang paling banyak terjadi pada pekerja konfeksi adalah penyakit yang berhubungan dengan otot dan rangka atau yang dikenal dengan sebutan musculoskeletal disorders (MSDs). Khusus pada operator mesin jahit, faktor pekerjaan yang dapat menyebabkan terjadinya MSDs adalah gerakan yang berulang-ulang, durasi kerja dan faktor fisik yang membutuhkan peregangan otot. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara posisi duduk dengan keluhan low back pain (LBP) pada penjahit konfeksi. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah penjahit di PT Vinex-D Kecamatan Cikijing Kabupaten Majalengka. Subyek dalam penelitian ini 50 orang yang bekerja sebagai penjahit konveksi di PT Vinex-D, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan lembar observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara di PT Vinex-D. Uji statistik yang digunakan adalah uji Chi square. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,001. Selanjutnya disimpulkan bahwa hubungan antara antara posisi duduk keluhan low back pain.Kata kunci: low back pain; posisi duduk; penjahit
Analisis Hubungan Antara Personal Hygiene Dan Penggunaan Alat Pelindung Diri Dengan Gejala Dermatitis Kontak Iritan Pada Pekerja Pabrik Tahu Ropii, Ahmad; Amalia, Icca Stella
PROSIDING SEMINAR KESEHATAN MASYARAKAT Vol 1 No Oktober (2023): Seminar (NiCe-PHResComS - 1)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/pskm.v1iOktober.234

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis kontak iritan merupakan peradangan pada kulit yang disebabkan oleh kontak langsung dengan substansi yang menyebabkan reaksi inflamasi atau alergi, kemudian mengiritasi kulit, menjadikannya rusak dan merangsang reaksi peradangan. Data Dinas Kesehatan Kuningan Penyakit dermatitis merupakan 10 penyakit utama di Kabupaten Kuningan dengan jumlah 3.475 kasus. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara personal hygiene dan penggunaan alat pelindung diri dengan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja pabrik tahu di Kabupaten Kuningan Tahun 2023. Metode : Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 50 orang, besar sampel 50 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan a = 0,05. Hasil : Distribusi frekuensi personal hygiene responden diketahui sebagian besar buruk yaitu sebesar 58%, penggunaan APD responden sebagian besar tidak lengkap yaitu sebesar 52% dan sebagian besar responden mengalami gejala dermatitis sebanyak 27 responden (54%). Hasil uji analisis chi-square menunjukan bahwa dalam penelitian ini didapatkan ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene p=0,000 OR 2,177 (95%CI= 0,681-6,963) dan penggunaan APD p=0,001 OR 8,550 (95%CI= 2,354-31,060) dengan keluhan gejala dermatitis kontak iritan. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara personal hygiene dan penggunaan APD dengan gejala dermatitis kontak iritan pada pekerja pabrik tahu di Kabupaten Kuningan Tahun 2023
Peningkatan keterampilan komunikasi antar pribadi (KAP) pada kader sebagai strategi menurunkan perilaku merokok Rahim, Fitri Kurnia; Diniah, Bibit Nasrokhatun; Amalia, Icca Stella; Ropii, Ahmad; Zahra, Firda Ainul; Ahsan, Abdillah; Devitasari, Ai; Antika, Widia Rindi
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 6 No 3 (2023)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v6i3.19336

Abstract

Masalah merokok menjadi perhatian di Indonesia. Risiko yang ditimbulkan rokok perlu diminimalisir dengan regulasi. Sejalan dengan hal tersebut, Kabupaten Kuningan memiliki Perda No 1 Tahun 2021 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Peraturan Bupati Nomor 11 Tahun 2021 Tentang Pengawasan dan Pengendalian KTR. Desa Karang Tengah di Kabupaten Kuningan memiliki inovasi penanggulangan rokok yaitu Saung Ririungan Bapak-Bapak (SARIPA). Tujuan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas kader. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan pendekatan participatory learning and action (PLA). Sasaran kegiatan ini adalah 32 orang kader. Pengabdian Masyarakat dilakukan dalam 3 kegiatan. Pertama, penyuluhan penanggulangan perilaku merokok dan sosialisasi Perda KTR. Kedua, pelatihan komunikasi perubahan perilaku. Kegiatan ketiga, pengukuran kadar CO. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan adanya peningkatan pengetahuan kader yang baik sebanyak 17%. Kader juga memiliki keterampilan komunikasi perubahan perilaku untuk masyarakat. Berdasarkan hasil pengukuran kadar CO paru menunjukkan bahwa kadar CO tertinggi pada perokok aktif. Setelah pelatihan, Kader yang sudah dilatih, harus menyampaikan pengetahuan dan memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar lingkungan rumah mereka, terutama mengedukasi para ibu rumah tangga untuk edukasinya untuk merokok diluar rumah.
Pemberdayaan badan usaha milik desa melalui produksi biskuit daun kelor Nugraha, Moch. Didik; Wulan, Nur; Ropii, Ahmad; Auliyani, Rima; Nurpadilah, Dila
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/zc1jbs52

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi masih menjadi tantangan serius di Indonesia, dengan prevalensi stunting 21,6% dan anemia pada remaja putri 32% (SSGI, 2022). Daun kelor (Moringa oleifera) kaya protein, zat besi, dan vitamin A berpotensi menjadi solusi pangan fungsional. Penelitian ini bertujuan memberdayakan masyarakat Desa Kertawinangun melalui BUMDes “Karya Muda” dalam produksi biskuit daun kelor sebagai inovasi pangan bergizi dan bernilai ekonomi.Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Community-Based Resource Development (CBRD) dengan pelatihan teknis, manajemen usaha, dan pemasaran digital. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, dianalisis secara deskriptif kualitatif.Hasil: Penelitian ini menunjukkan mitra mampu memproduksi 100–150 kemasan biskuit per siklus, dengan 86,7% konsumen menyatakan suka terhadap produk. Keterampilan teknis, manajemen usaha, dan pengetahuan gizi meningkat signifikan.Kesimpulan: Program ini efektif mengintegrasikan inovasi pangan lokal, kesehatan masyarakat, dan kewirausahaan sosial, sekaligus mendukung pencapaian SDGs poin 2, 3, dan 8.
Hubungan pengetahuan dan sikap tentang kawasan tanpa rokok terhadap perilaku merokok mahasiswa Ropii, Ahmad; Nurfalah, Anisya; Khaerudin, Muhammad Wildan
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/cncwp776

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan data tahun 2023, persentase perokok di Jawa Barat untuk penduduk berumur ≥ 15 tahun mencapai 32,78%, sementara di Kabupaten Kuningan persentase perokok usia 15-25 tahun pada tahun 2022 adalah 12,69%. Dampak merokok dapat menciptakan lingkungan kampus yang tidak sehat. Penerapan Kawasan Tanpa Rokok merupakan strategi untuk menekan kebiasaan merokok di lingkungan perguruan tinggi. Penelitian bertujuan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang kawasan tanpa rokok terhadap perilaku merokok mahasiswa.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 87 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Bhakti Husada Indonesia dengan accidental sampling sebagai metode pengambilan sampel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner kepada responden. Analisis data terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis korelasi uji Rank Spearman.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan tentang Kawasan tanpa rokok (p=0,000) dan sikap tentang Kawasan tanpa rokok (p=0,000) terhadap perilaku merokok mahasiswa.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara pengetahuan dan sikap tentang Kawasan Tanpa Rokok dengan perilaku merokok mahasiswa.