Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi alexithymia pada tokoh utama Zahra dalam novel Ḥikāyah Zahrā karya Ḥanān al-Shaykh dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra melalui teori alexithymia Taylor, Bagby, dan Parker. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan teknik close reading untuk mengidentifikasi gejala-gejala alexithymia yang terdapat di dalam teks. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Zahra mengalami empat ciri utama alexithymia, yaitu kesulitan mengenali emosi (4 data), kesulitan mengekspresikan emosi (4 data), keterbatasan imajinasi (1 data), dan kecenderungan berpikir eksternal (3 data). Dari keseluruhan data, ciri yang paling dominan adalah kesulitan mengekspresikan emosi. Selain itu, ditemukan bahwa kondisi alexithymia Zahra memiliki keterkaitan erat dengan trauma masa kecil, gangguan psikosomatis, serta gejala kecemasan. Hubungan tersebut berdampak pada ketidakstabilan emosional dan kesulitan dalam menjalin hubungan sosial. Melalui analisis ini, dapat disimpulkan bahwa novel Ḥikāyah Zahrā karya Ḥanān al-Shaykh tidak hanya menggambarkan penderitaan individu, tetapi juga menjadi kritik terhadap sistem sosial patriarkal yang menekan perempuan secara emosional dan psikologis. Kata Kunci: Alexithymia, Psikologi Sastra, Ḥikāyah Zahrā, Hanan al-Shaykh