Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PERUBAHAN BERAT BADAN PADA MAHASISWA KEPERAWATAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Arief, Akmal Dzulfiqar Nuraulia; Sukarni, Sukarni; Maulana, M. Ali
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 9 No. 2 (2021): Edisi Juli - Desember 2021
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v9i2.189

Abstract

Pendahuluan: Keadaan pandemi global membuat sebagian besar orang yang bekerja serta belajar dari rumah sehingga meningkatkan risiko terjadinya peningkatan berat badan. Latihan fisik aerobik rutin terbukti efektif dalam mengurangi persentase lemak, mengontrol berat badan, serta meningkatkan kebugaran kardiorespirasi. Latihan fisik aerobik yang direkomendasikan selama pandemi adalah jogging. Penelitian terdahulu melakukan latihan sebelum situasi pandemi Covid-19, sehingga perlu dilakukan studi lebih lanjut mengenai latihan fisik pada situasi pandemi guna mencegah peningkatan kasus overweight pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan quasi experiment dengan pre test dan post test dengan 31 responden dengan teknik purposive sampling. Metode latihan menggunakan metode jogging progresif (10 menit, 15 menit, 20 menit, dan 30 menit) selama 12 kali latihan (24 hari). Evaluasi perubahan berat badan dengan menggunakan timbangan berat badan. Uji menggunakan Paired T Test, uji Independent sample t-test dan uji Pooled T-test (α=5%). Hasil: Responden sebelum diberikan intervensi memiliki rerata berat badan 63,42 Kg (sd=13,02). Setelah diberikan intervensi responden memiliki rerata berat badan sebesar 62,12 Kg (sd=12,42). Terdapat perubahan berat badan pada kelompok intervensi (p=0,0001), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p=0,380). Terdapat pengaruh antara latihan fisik dengan perubahan berat badan dengan rata-rata penurunan berat badan sebesar 1,31 kg (sd=1,07). Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara latihan fisik terhadap perubahan berat badan pada kelompok dewasa awal. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan sampel yang lebih besar serta penggunaan variabel yang lebih banyak. Kata kunci: Pandemi global; Kelebihan berat badan; Latihan fisik; Aerobik; Jogging.
Overview of Emotional Intelligence (EI) of implementing nurses in providing nursing services in inpatient wards at hospitals Mita, Mita; Tafwidhah, Yuyun; Maulana, M Ali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v13i2.1224

Abstract

Introduction: Emotional intelligence is an important skill that health professionals such as nurses must possess. Emotional intelligence leads to mental health, self-care, and job satisfaction. The purpose of this study was to determine the level of emotional intelligence of nurses in the hospital, which consists of components of self-awareness, emotional management, motivation, empathy, and skills. Research Methodology: The research method was a quantitative survey involving 111 associate nurses from 10 treatment rooms selected using a purposive sampling technique. The research instrument used a nurse characteristics questionnaire and an emotional intelligence questionnaire. Result: The results showed that the characteristics of the respondents were primarily female. Namely, 70 nurses (63.1%) and the level of education in the nursing profession was higher than the Diploma but not much different, namely 59 and 50 respondents, respectively. The average age of respondents is 31 years, and the average length of work is 6.54 years. The results of nurses' emotional intelligence are at a high level, namely as much as 70.3%; high emotional intelligence can support the ability of nurses to provide nursing services. Nurses must consider emotional intelligence development. Conclusion: This can have a good impact on the nursing services provided. Nurses will reach bio-psycho-social and spiritual well-being. Implementing EI in nursing practice within inpatient wards is essential for enhancing the quality of care provided to patients and the well-being of nursing staff. Investing in training programs that foster emotional intelligence could significantly improve healthcare outcomes, reduce burnout, and create a more supportive work environment
Program Edukasi Ekstrikasi dan Transportasi Korban untuk Anggota Palang Merah Remaja dengan SMA Negeri 1 Pontianak Fauzan, Suhaimi; Novikadarti, Gabby; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13094

Abstract

ABSTRAK Ekstrikasi merupakan konsep penyelamatan darurat, sementara transportasi merupakan proses untuk memindahkan korban dari tempat darurat ke tempat yang aman ada atau tidak disertai menggunakan alat. Pertolongan pertama di sekolah seringkali diberikan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pelatihan tentang cara ekstrikasi dan transportasi, sehingga, diharapkan mempunyai bekal untuk dapat menerapkan pada situasi-situasi kegawatdaruratan. Program Pegabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi kelompok. Hasil tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. rataßrata tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan tindakan sebesar 77,5, sementara setelah dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan peserta menjadi 87,5. Hasil y score uji wilcoxon menunjukkan -2,409. Program ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian edikasi kesehatan tentang ekstrikasi dan transportasi korban pada peserta PMR di SMA Negeri Pontianak. Kata Kunci: Ekstrikasi, PMR, Siswa, Transportasi ABSTRACT Extrication is an emergency rescue concept, while transportation is the process of moving victims from an emergency place to a safe place, whether or not accompanied by the use of tools. First aid at school is often provided by members of the Youth Red Cross (PMR). This community service activity aims to provide education through training on extraction and transportation methods, so that it is hoped that they will have the skills to be able to apply it to emergency situations. The Community Service Program (PKM) is carried out using lecture and group demonstration methods. The results of the level of knowledge were measured before and after being given health education. The average level of knowledge of participants before the action was carried out was 77.5, while after the education was carried out, the level of knowledge of participants was 87.5. The Wilcoxon test y score results show -2.409. This program shows that there is a significant effect of providing health education regarding extrication and transportation of victims to PMR participants at Pontianak State High School. Keywords: Extrication, PMR, Student, Transportation
Gambaran Perilaku Berisiko Pada Aktivitas Penggunaan Gadget di Agregat Usia Remaja Reynaldi, Reza; Maulana, M. Ali; Pramana, Yoga
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13957

Abstract

ABSTRACT In the current era, gadgets are very popular with all people, including teenagers. Gadgets are very influential among adolescents; with gadgets, adolescents can easily access everything they need, including learning activities. The risky behavior of using gadgets in applications can cause health problems for adolescents. Knowing the description of risky behavior in the activity of using gadgets in the aggregate age of adolescents. This research is quantitative in nature and uses a quantitative descriptive design and a cross-sectional approach. The research instrument used a gadget-based risk behavior questionnaire with a total of 188 respondents and was developed using a quota sampling technique. Data analysis uses univariate analysis, namely descriptive statistics in the form of frequency and percentage of gadget usage behavior. The findings show that the majority of teenagers studying at Tanjungpura University are aged between 18 and 22 years. Participants in this study were men and women. The characteristics of respondents came from semesters II, IV, VI, and VIII, which were taken in equal numbers. The types of gadgets used were smartphones, laptops, tablets, and PCs. The majority of teenagers had risky behavior. Gadget use is in the moderate category, where most teenagers aged 20 have risky behavior when using gadgets. There is an overview of risky behavior in the activity of using gadgets in the aggregate age of adolescents, with the percentage of risky behavior using gadgets in the medium category (92.0%), high category (5.3%), and low category (2.7%). Keywords: Adolescents, Gadgets, Risky Behavior  ABSTRAK Di era saat ini, gadget sangat di gemari oleh semua kalangan salah satunya usia remaja. Gadget sangat berpengaruh dikalangan remaja, dengan adanya gadget remaja dapat dengan mudah mengakses segala hal yang dibutuhkan termasuk kegiatan pembelajaran. Perilaku penggunaan gadget yang berisiko dalam mengaplikasikan akan dapat menimbulkan masalah kesehatan bagi remaja. Mengetahui gambaran perilaku berisiko pada aktivitas penggunaan gadget di agregat usia remaja. Riset ini bersifat kuantitatif dan memakai rancangan deskriptif kuantitatif serta pendekatan potong lintang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner perilaku berisiko berbasis gadget dengan jumlah responden 188 orang dan dikembangkan menggunakan teknik kuota sampling. Analisa data memakai analisa univariat yaitu statistik deskriptif berupa frekuensi serta persentase perilaku penggunaan gadget. Temuan menunjukkan dimana mayoritas remaja yang belajar di Universitas Tanjungpura berusia antara 18 hingga 22 tahun. Partisipan pada studi ini yaitu laki-laki dan perempuan, karakteristik responden berasal dari semester II, IV, VI dan VIII yang diambil dalam jumlah yang sama, jenis-jenis gadget yang digunakan yaitu smartphone, laptop, tablet dan PC, mayoritas remaja memiliki perilaku berisiko penggunaan gadget  dalam kategori sedang dimana sebagian besar remaja dengan usia 20 tahun memiliki perilaku berisiko penggunaan gadget dalam kategori sedang. Terdapat gambaran perilaku berisiko pada aktivitas penggunaan gadget di agregat usia remaja dengan persentase perilaku berisiko penggunaan gadget kategori sedang (92,0%), kategori tinggi (5,3%), dan kategori rendah (2,7%). Kata Kunci: Gadget, Perilaku Berisiko, Remaja
EDUKASI DAN REKOMENDASI AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMAN 1 SUNGAI RAYA PONTIANAK Pramana, Yoga; Maulana, M Ali; Fauzan, Suhaimi; Gabby Novikadarti Rahmah, R.A.; Lili Neri, Ervina; Margun, Margun; Meta Bravana, Novi; Ega Safie Nanda, Erza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3174-3180

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam perkembangan fisik dan mental siswa. Namun, tingkat partisipasi dalam aktivitas fisik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan sekolah sering kali kurang optimal. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, diupayakan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam aktivitas fisik yang sehat dan bermanfaat melalui kegiatan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi program aktivitas fisik yang efektif bagi siswa SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan siswa dan guru pembimbing. Program PKM dirancang berdasarkan analisis kebutuhan yang diperoleh melalui survei. Implementasi program ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak dengan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik, hasil edukasi PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait manfaat dan pentingnya aktivitas fisik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang difokuskan pada edukasi dan pemberian rekomendasi aktivitas fisik bermanfaat dalam meningkatkan partisipasi serta kesehatan siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Kholid Fahdi, Faisal; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3294-3299

Abstract

Serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama kematian diluar rumah sakit dan di rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 29 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan sebesar 43,67, kemudian edukasi rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 65,67. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
EDUKASI PENYAKIT SKABIES-INFEKSI KULIT PADA PESERTA DIDIK PESANTREN ALMUBEROK MIFTAHUL ULUM SUI. AMBAWANG Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Maulana, M. Ali; Fujiana, Fitri; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulianda, Nita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.141-146

Abstract

Skabies dan Penyakit Kulit lainnya kerap terjadi di lingkungan pendidikan berbasis asrama seperti salah satunya di pesantren. Pola ini dapat terjadi dikarenakan kebiasaan buruk perilaku dalam menjaga kebersihan diri. Penelitian ini berupaya dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik pesantren melalui pendidikan kesehatan berbasis audio-visual. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 48 orang dengan teknik quota sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 4,8, kemudian rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 5,8. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi penyakit skabies-infeksi kulit lainnya terhadap tingkat pengetahuan peserta didik Pesantren Sui. Ambawang
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. SOEDARSO Martadi, Kharisma Aji; Fauzan, Suhaimi; Maulana, M. Ali
ProNers Vol 7, No 2 (2022): Desember
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i2.56440

Abstract

Latar belakang: prevalensi akibat penyakit ginjal kronik mengalami kenaikan seiring waktu. Salah satu metode yang kerap dijalankan oleh pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Hemoglobin yaitu komponen penting dari pemeriksaan reguler pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penurunan hemoglobin berpotensi menurunkan kualitas hidup, hingga berisiko kematian. Penting bagi perawat untuk memahami interaksi dalam internal dan eksternal pasien dengan perubahan hemoglobin. Analisis mengenai interaksi terhadap jenis kelamin, suku dan pekerjaan diharapkan mampu memberikan informasi tambahan mengenai faktor yang berpotensi akan perubahan hemoglobin. Metode: penelitian kuantitatif ini memiliki pendekatan cross-sectional dengan pengambilan data sebanyak 73 responden dengan cara quota sampling. Penelitian ini menggunakan lembar checklist, serta penggunaan kendall"™s thou sebagai uji statistik. Hasil: nilai p value yang ditunjukkan berdasarkan uji statistik menunjukkan antara jenis kelamin (0,569), suku (0,391), dan pekerjaan (0,359) dengan kadar hemoglobin. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara jenis kelamin, suku dan pekerjaan sebagai komponen karakteristik pasien gagal ginjal kronik dengan kadar hemoglobin yang menjalani hemodialisis
FAKTOR "“ FAKTOR YANG MEMENGARUHI PELAKSANAAN METODE PRECEPTORSHIP PADA PEMBELAJARAN PRAKTIK KLINIK MAHASISWA KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT : LITERATURE REVIEW amalia, restu; Maulana, M Ali; Priyono, Djoko
ProNers Vol 7, No 1 (2022): Juli
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v7i1.55709

Abstract

Latar belakang : Metode preceptorship merupakan sebuah metode pembelajaran dengan sistem bantuan preceptor (perawat) kepada preceptee (mahasiswa keperawatan) saat melakukan asuhan keperawatan pada saat praktik klinik. Tujuan : Mengetahui faktor "“ faktor yang memengaruhi pelaksanaan metode preceptorship pada pembelajaran praktik klinik mahasiswa keperawatan di rumah sakit. Metode : Jenis penelitian literature review. Artikel diperoleh dari database dan search engine yaitu Google Scholar, PubMed, dan Science Direct. Dengan rentang tahun publikasi 2014-2021. Hasil : Dari hasil literature review ditemukan delapan artikel yang telah sesuai dengan kriteria. Ditemukan faktor "“ faktor yang memengaruhi pelaksanaan metode preceptorship dari faktor pendukung yaitu persiapan yang dilakukan oleh preceptor dan kolaborasi antara pembimbing akademik dari institusi pendidikan dengan pembimbing klinik. Dan faktor penghambat yang berasal dari preceptor yaitu tanggung jawab preceptor, motivasi, dan komitmen preceptor; dan faktor penghambat yang berasal dari preceptee yaitu keengganan mahasiswa untuk belajar seperti kurangnya motivasi dan kurang disiplin saat praktik klinik. Kesimpulan : Dalam literature review ini terdapat berbagai faktor yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi dalam pelaksanaan metode preceptorship pada pembelajaran praktik klinik mahasiswa keperawatan di rumah sakit agar dapat menjadi bahan evaluasi dan masukan untuk pengembangan dalam pelaksanaannya.
STUDI LITERATUR: MANFAAT REBUSAN DAUN SELEDRI TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH TINGGI Adii, Karlina Olla; FAHDI, FAISHAL KHOLID; MAULANA, M. ALI
ProNers Vol 8, No 1 (2023): Juni
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jpn.v8i1.66509

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan dengan morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Salah satu cara untuk mengatasi tekanan darah tinggi terdapat beberapa cara salah satunya fitoterapi dengan menggunakan rebusan daun seledri. Daun seledri mengandung Apigenin, Apiin, Manitol dan flavonoid yang berkhasiat sebagai beta blocker yang dapat memperlambat detak jantung dan menurunkan kekuatan kontraksi jantung sehingga dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan desain penelusuran studi literatur. Database yang berkaitan dengan topik medis dan akademis antara lain Pubmed, google scholar, ScienceDirect dengan artikel penelitian yang diterbitkan dari tahun 2017 - 2022. Hasil: Seledri memiliki kandungan yang lebih banyak untuk menurunkan tekanan darah seledri memiliki kandungan yang sangat bermanfaat untuk mencegah penyempitan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.   Kesimpulan: Seledri memiliki efek yang baik untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Tekanan darah umumya mulai turun sehari setelah pengobatan yang diikuti dengan membaiknya subjektif seperti tidur terasa nyaman, dan jumlah urin yang dikeluarkan meningkat, kemudian kandungan yang dapat menurukan tekanan darah tinggi yaitu apiin, apigenin, flavonoid dan 3-n butyl phthalide (3nB).Kata Kunci: Daun seledri pada hipertensi, Efek rebusan daun seledri, Hipertensi, Terapi hipertensi.