Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Overview of Emotional Intelligence (EI) of implementing nurses in providing nursing services in inpatient wards at hospitals Mita, Mita; Tafwidhah, Yuyun; Maulana, M Ali
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 13 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v13i2.1224

Abstract

Introduction: Emotional intelligence is an important skill that health professionals such as nurses must possess. Emotional intelligence leads to mental health, self-care, and job satisfaction. The purpose of this study was to determine the level of emotional intelligence of nurses in the hospital, which consists of components of self-awareness, emotional management, motivation, empathy, and skills. Research Methodology: The research method was a quantitative survey involving 111 associate nurses from 10 treatment rooms selected using a purposive sampling technique. The research instrument used a nurse characteristics questionnaire and an emotional intelligence questionnaire. Result: The results showed that the characteristics of the respondents were primarily female. Namely, 70 nurses (63.1%) and the level of education in the nursing profession was higher than the Diploma but not much different, namely 59 and 50 respondents, respectively. The average age of respondents is 31 years, and the average length of work is 6.54 years. The results of nurses' emotional intelligence are at a high level, namely as much as 70.3%; high emotional intelligence can support the ability of nurses to provide nursing services. Nurses must consider emotional intelligence development. Conclusion: This can have a good impact on the nursing services provided. Nurses will reach bio-psycho-social and spiritual well-being. Implementing EI in nursing practice within inpatient wards is essential for enhancing the quality of care provided to patients and the well-being of nursing staff. Investing in training programs that foster emotional intelligence could significantly improve healthcare outcomes, reduce burnout, and create a more supportive work environment
Program Edukasi Ekstrikasi dan Transportasi Korban untuk Anggota Palang Merah Remaja dengan SMA Negeri 1 Pontianak Fauzan, Suhaimi; Novikadarti, Gabby; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13094

Abstract

ABSTRAK Ekstrikasi merupakan konsep penyelamatan darurat, sementara transportasi merupakan proses untuk memindahkan korban dari tempat darurat ke tempat yang aman ada atau tidak disertai menggunakan alat. Pertolongan pertama di sekolah seringkali diberikan oleh anggota Palang Merah Remaja (PMR). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pelatihan tentang cara ekstrikasi dan transportasi, sehingga, diharapkan mempunyai bekal untuk dapat menerapkan pada situasi-situasi kegawatdaruratan. Program Pegabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi kelompok. Hasil tingkat pengetahuan diukur sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan. rataßrata tingkat pengetahuan peserta sebelum dilakukan tindakan sebesar 77,5, sementara setelah dilakukan edukasi, tingkat pengetahuan peserta menjadi 87,5. Hasil y score uji wilcoxon menunjukkan -2,409. Program ini menunjukkan ada pengaruh signifikan pemberian edikasi kesehatan tentang ekstrikasi dan transportasi korban pada peserta PMR di SMA Negeri Pontianak. Kata Kunci: Ekstrikasi, PMR, Siswa, Transportasi ABSTRACT Extrication is an emergency rescue concept, while transportation is the process of moving victims from an emergency place to a safe place, whether or not accompanied by the use of tools. First aid at school is often provided by members of the Youth Red Cross (PMR). This community service activity aims to provide education through training on extraction and transportation methods, so that it is hoped that they will have the skills to be able to apply it to emergency situations. The Community Service Program (PKM) is carried out using lecture and group demonstration methods. The results of the level of knowledge were measured before and after being given health education. The average level of knowledge of participants before the action was carried out was 77.5, while after the education was carried out, the level of knowledge of participants was 87.5. The Wilcoxon test y score results show -2.409. This program shows that there is a significant effect of providing health education regarding extrication and transportation of victims to PMR participants at Pontianak State High School. Keywords: Extrication, PMR, Student, Transportation
EDUKASI DAN REKOMENDASI AKTIVITAS FISIK SISWA DI SMAN 1 SUNGAI RAYA PONTIANAK Pramana, Yoga; Maulana, M Ali; Fauzan, Suhaimi; Gabby Novikadarti Rahmah, R.A.; Lili Neri, Ervina; Margun, Margun; Meta Bravana, Novi; Ega Safie Nanda, Erza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 8 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i8.3174-3180

Abstract

Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam perkembangan fisik dan mental siswa. Namun, tingkat partisipasi dalam aktivitas fisik pada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di lingkungan sekolah sering kali kurang optimal. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, diupayakan strategi untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam aktivitas fisik yang sehat dan bermanfaat melalui kegiatan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi program aktivitas fisik yang efektif bagi siswa SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang melibatkan siswa dan guru pembimbing. Program PKM dirancang berdasarkan analisis kebutuhan yang diperoleh melalui survei. Implementasi program ini dilakukan pada siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak dengan pemberian edukasi dan rekomendasi aktivitas fisik, hasil edukasi PKM menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa terkait manfaat dan pentingnya aktivitas fisik, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi siswa dalam melakukan aktivitas fisik di lingkungan sekolah. Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang difokuskan pada edukasi dan pemberian rekomendasi aktivitas fisik bermanfaat dalam meningkatkan partisipasi serta kesehatan siswa SMAN 1 Sungai Raya Pontianak.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PALANG MERAH REMAJA SMA NEGERI 1 SUNGAI RAYA KUBURAYA Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Lili Neri, Ervina; Kholid Fahdi, Faisal; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali; Herdaningsih, Sulastri
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3294-3299

Abstract

Serangan jantung mendadak menjadi penyebab utama kematian diluar rumah sakit dan di rumah sakit. Oleh karena itu, diperlukan suatu intervensi meningkatkan kesiapan menolong korban bencana dan kecelakaan bagi para siswa terutama anggota PMR, salah satunya dengan edukasi. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 29 orang dengan teknik total sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan sebesar 43,67, kemudian edukasi rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 65,67. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatkan setelah diberikan edukasi Bantuan Hidup Dasar pada siswa PMR SMA Negeri 1 Sungai Raya, Kuburaya.
EDUKASI PENYAKIT SKABIES-INFEKSI KULIT PADA PESERTA DIDIK PESANTREN ALMUBEROK MIFTAHUL ULUM SUI. AMBAWANG Fauzan, Suhaimi; Novikadarti Rahmah, Gabby; Maulana, M. Ali; Fujiana, Fitri; Fradianto, Ikbal; Mita, Mita; Arisanti Yulianda, Nita
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.141-146

Abstract

Skabies dan Penyakit Kulit lainnya kerap terjadi di lingkungan pendidikan berbasis asrama seperti salah satunya di pesantren. Pola ini dapat terjadi dikarenakan kebiasaan buruk perilaku dalam menjaga kebersihan diri. Penelitian ini berupaya dalam meningkatkan pengetahuan peserta didik pesantren melalui pendidikan kesehatan berbasis audio-visual. Jumlah peserta yang diikutkan sebanyak 48 orang dengan teknik quota sampling. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan peserta didik akan diukur terlebih dahulu tingkat pengetahuan, kemudian evaluasi akhir akan diukur kembali tingkat pengetahuan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Rata-rata tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 4,8, kemudian rata-rata setelah dilakukan pendidikan sebesar 5,8. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pemberian video edukasi penyakit skabies-infeksi kulit lainnya terhadap tingkat pengetahuan peserta didik Pesantren Sui. Ambawang
PENGARUH VIDEO EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA PADA REMAJA DAERAH PERBATASAN DI SMAN 1 SELUAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT Bravana, Novi Meta; Maulana, M. Ali; Pramana, Yoga; Luthfi, Muhammad; Adiningsih, Berthy Sri Utami
Tanjungpura Journal of Nursing Practice and Education Vol. 7 No. 2 (2025): November
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/tjnpe.v7i2.102114

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan narkoba masih menjadi masalah serius di kalangan remaja, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki akses informasi terbatas. Rendahnya pengetahuan mengenai bahaya narkoba membuat remaja rentan terjerumus pada penyalahgunaan narkoba. Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh video edukasi terhadap pengetahuan penyalahgunaan narkoba pada remaja daerah perbatasan di SMAN 1 Seluas Provinsi Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan intervensi dilakukan melalui pemutaran video edukasi berdurasi 4 menit 13 detik. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Sebelum edukasi, (75,7%) responden memiliki pengetahuan kurang dan (23,3%) cukup. Setelah edukasi, pengetahuan meningkat menjadi (16,7%) baik, (53,3%) cukup, dan (30%) kurang. Uji Wilcoxon menunjukkan p-value = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan karena menyajikan informasi visual-audio yang mudah dipahami dan penggunaan bahasa sederhana serta bahasa daerah (Dayak Bakati) membantu menarik perhatian remaja.
One-Day Youth Red Cross Camp: Training High School Students in Splinting Techniques for School-Based Trauma Response Rahmah, R. A. Gabby Novikadarti; Fauzan, Suhaimi; Neri, Ervina Lili; Saputra, Dikki; Pramana, Yoga; Maulana, M. Ali
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Vol 11, No 4 (2025): December
Publisher : Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpkm.101608

Abstract

Introduction: Emergencies resulting from accidents can occur in any setting, including schools. In Indonesia, the overall injury prevalence has been reported at 9.2%, with schools accounting for the second-highest setting for injuries (8.4%). Splinting is a core first-aid technique that helps stabilize suspected fractures and prevent further injury or complications. This community service program aimed to improve the knowledge and practical splinting skills of Youth Red Cross (PMR) members at SMA Negeri 1 Sungai Raya. Methods: A training-based intervention was delivered in a one-day camp format using lectures, demonstrations, and supervised hands-on practice. Training effectiveness was evaluated using pre- and post-tests to assess knowledge gains and structured observation during skills practice to assess performance. Results and Conclusion: Students’ knowledge increased substantially, as reflected by an improvement in mean test scores from 56.78 (pre-test) to 92.96 (posttest). Participants also demonstrated better adherence to correct splinting procedures during practice sessions. Overall, demonstration-centered training was effective for improving adolescents’ understanding and practical competency in splinting.
ACTIVITIES OF DAILY LIVING PADA PASIEN STROKE ISKEMIK Pramana, Yoga; Hanafi, Hanafi; Maulana, M Ali; Seprian, Dwin
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Vol 17 No 1 (2026): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Institut Teknologi dan Kesehatan Muhammadiyah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54630/jk2.v17i1.596

Abstract

Background: Ischemic stroke is a global health problem that causes significant mortality and disability worldwide, with a prevalence of approximately 6.2 million deaths annually. Ischemic stroke is the most common type of stroke in Indonesia, accounting for 87%. Objective: This study was conducted to determine the relationship between body mass index (BMI) and the level of dependency in ischemic stroke patients. Method: This is a descriptive analytical study with a cross-sectional approach. The cross-sectional sample used in this study consisted of 20 respondents, including ischemic stroke patients at Tanjungpura University Hospital, Pontianak. The sampling technique used was purposive sampling. Results: The Spearman Rank test showed significant results (2-tailed) with a p-value of 0.576, indicating no relationship between body mass index and Activities of Daily Living in ischemic stroke patients. Conclusion: There is no relationship between body mass index and Activities of Daily Living in ischemic stroke patients.