Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kebersihan Diri Pada Anak Aliyanto, Warjidin; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23409

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif di masyarakat. Upaya untuk merubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS juga menjadi upaya mengajak individu, keluarga dan masyarakat untuk menjadi agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari–hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat (Kemenkes, 2011).PHBS dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat umum. Secara umum, PHBS mencakup beberapa langkah untuk membiasakan diri dalam menjalani perilaku hidup sehat termasuk didalamnya tentang personal higiene. Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan pribadinya agar terhindar dari berbagai penyakit (Hidayat, 2008). Personal hygiene bertujuan untuk dapat mempertahankan perawatan diri, meningkatkan rasa aman dan relaksasi diri, dapat menghilangkan kelelahan, mencegah terjadinya infeksi, dan gangguan sirkulasi darah, serta dapat mempertahankan integritas pada jaringan serta kesejahteraan fisik dan psikis (Hidayat, 2008). Personal hygiene yang buruk pada anak berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, anemia, penyakit kulit, cacingan, dan diare (Rosso & Arlianti, 2009 Dikutip dari Triasmari, 2019). Personal hygiene meliputi kebersihan tangan, kebersihan mulut dan gigi, kebersihan tubuh, kebersihan rambut, kebersihan kuku, kebersihan pakaian dan kebersihan area intim.Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung merupakan panti yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat terutama dalam bidan usaha penyantunan anak yatim piatu dan dhuafa dengan pola panti asuhan dan lembaga pendidikan formal pondok pesantren, serta memberikan kesejahteraan dengan membantu kepada masyarakat yang dikatagorikan tidak mampu. Pada pengelolaan pendidikan formal ada sebagian peserta didik yang tinggal di asrama. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara pada studi pendahuluan dengan pengurus atau pengasuh panti asuhan pada tanggal 21 Mei 2025, tidak semua anak yang berada di panti asuhan tersebut berperilaku baik dalam bidang kesehatan akan tetapi ada juga yang berprilaku kurang baik, hal ini ditunjukan anak yang masih tidak menerapkan perilaku bersih hidup sehat antara lain tidak buang sampah pada tempatnya, kebersihan diri yang kurang meliputi anak yang jarang mandi, tidak mengganti pakaian setelah mandi, tidak  gosok gigi terutama sebelum tidur, cara menggosok gigi yang salah.Oleh karenanya, tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat  di Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung berupa penyuluhan tentang personal hygiene. Berkaitan dengan kegiatan pengabdian masyarakat, pengelola panti asuhan cukup antusias dan peserta didik cukup aktif dalam mengikuti kegiatan pengabmas. Sebagian besar peserta didik menyimak materi penyuluhan yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti praktik tentang menggosok gigi dengan benar. Disarankan, agar pengelola panti  asuhan memprogramkan kegiatan usaha kesehatan sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Terdekat dalam rangka peningkatan personal hygiene kepada peserta didiknya.
EFEKTIVITAS APLIKASI SIGER EMAS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL Mugiati, Mugiati; Handayani, Sri; Rosmadewi , Rosmadewi; Risneni, Risneni; Aliyanto, Warjidin
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2596

Abstract

Provinsi Lampung memiliki angka kejadian stunting sebesar 14,9% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 15,9% tahun 2024 angka ini belum memenuhi  target yang ingin di capai tahun 2025 sebesar 13,2% hal ini menunjukkan bahwa stunting di Provinsi Lampung masih harus diperhatikan secara serius. Upaya preventif perlu dilakukan sejak kehamilan misalnya pemberian edukasi untuk mengenali dan mencegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkannya. Edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan peneliti dan dapat di akses ibu hamil melalui gawai yang di milikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan  rancangan pre and post test one group design Penelitian dilakukan tahun 2024 dengan jumlah sampel 30 orang sebagai kelompok kasus dan 30 orang kelompok kontrol, pengambilan sampel secara accidental sampling bagi responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu dengan kehamilan normal, berdomisili diwilayah puskesmas Bernung  Analisa univariat dan bivariat menggunakan “uji T sampel Independen” untuk menguji perbedaan pengetahuan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil : Rerata peningkatan pengetahuan pada kelompok kasus sebesar 12,17 poin sedangkan pada kelompok kontrol  sebesar 3,83 poin dengan p-value  0.000 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan  aplikasi Siger Emas lebih efektif digunakan sebagai media pada promosi kesehatan tentang Stunting yang dilakukan pada ibu hamil. Rekomendasi: promosi kesehatan sebaiknya menggunakan media yang lebih variatif dan dekat dengan kehidupan responden misalnya dengan memanfaatkan perangkat gawai yang saat ini sangat familiar dikalangan masyarakat luas.
The Effect Of Moringa Leaf Tea And Yogurt Administration On Postpartum Maternal Constipation Aliyanto, Warjidin; Putriana, Yeyen
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 3 (2026): Volume 12 No 3 Maret 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i3.25320

Abstract

Masa post partum merupakan masa yang cukup kritis bagi seorang ibu karena risiko kejadian kontipasi . Kejadian konstipasi cukup banyak yaitu antara 8- 25 %. Apabila konstipasi tidak diatas dengan baik dapat mengakibatkan nyeri perut, ketidaknyamanan, risiko perdarahan akibat wasir, bahkan dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti infeksi saluran pencernaan atau saluran kemih serta terlambatnya ASI sehingga dapat menurunkan kualitas hidup ibu dan mengganggu proses pemulihan pasca persalinan.Tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh konsumsi teh daun kelor dan yogurt terhadap kejadian konstipasi pada ibu post partum.Rancangan penelitian ini adalah eksperiment dengan two grup design. Untuk grup 1 responden diberi teh daun kelor sebanyak 4 gram dibagi dalam 2 kali yaitu pagi dan sore hari selama 5 hari, sedangkan untuk grup 2 diberi yogurt selama 5 hari sebanyak 142 ml dengan pemberian 2 kali sehari.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu post partum yang ada di PMB Marlina Turnip Bandar Lampung pada saat penelitian berlangsung, penentuan jumlah sampel menggunakan teknik quota sampling yang berjumlah 60 ibu post partum (setiap grup 30 responden), penentuan jumlah sampel minimal ini sesuai dengan pendapat (J N, 1993).Hasil penelitian  menemukan rata-rata waktu terjadi defikasi pada kelompok teh daun kelor  adalah 42,97 jam sedangkan  pada kelompok yogurth adalah 40, 47 jam, berarti rata-rata waktu defikasi pada kelompok yogurt lebih cepat dari kelompok teh daun kelor, namun hasil uji t independen diperoleh p value 0,05, berarti tidak ada perbedaan yang signifikan lama defikasi antara konsumsi teh daun kelor dan yogurth .Kesimpulan tidak terjadi konstipasi ibu post partum  yang diberikan teh daun kelor dan yogurth. Rata-rata waktu defikasi pada kelompok yogurt lebih cepat dari kelompok teh daun kelor, tetapt tidak ada perbedaan yang signifikan diantara kedua kelompok. Saran untuk ibu post partum dapat diberikan teh daun kelor atau  yogurth sebagai upaya untuk mencegah terjadi konstipasi. . Kata kunci ; ibu post partum, kelor, konstipasi, yogurth ABSTRACT The postpartum period is a critical phase for a mother due to the risk constipation. The incidence of constipation is relatively high, ranging from 8–25% . If constipation is not properly managed, it can lead to abdominal pain, discomfort, and an increased risk of bleeding due to hemorrhoids. Furthermore, it may cause other health problems such as gastrointestinal or urinary tract infections and delayed initiation of breastfeeding, which can reduce the mother’s quality of life and interfere with the postpartum recovery process.The purpose of this study was to determine the effect of consuming moringa leaf tea and yogurt on the incidence of constipation in postpartum mothers.The research design of this study was an experimental study with a two-group design. In Group 1, respondents were given moringa leaf tea at a dose of 4 grams, divided into two administrations (morning and afternoon) for five days. Meanwhile, Group 2 was given yogurt for five days at a dose of 142 ml, administered twice daily.The population in this study consisted of all postpartum mothers at PMB Marlina Turnip, Bandar Lampung, during the research period. The sample size was determined using a quota sampling technique, resulting in a total of 60 postpartum mothers (30 respondents in each group). The minimum sample size determination was in accordance with the opinion of (J N, 1993).The results showed that the average time to defecation in the moringa leaf tea group was 42.97 hours, while in the yogurt group it was 40.47 hours. This indicates that the average defecation time in the yogurt group was faster than in the moringa leaf tea group. However, the results of the independent t-test showed a p-value 0.05, indicating that there was no statistically significant difference in defecation time between the consumption of moringa leaf tea and yogurt.In conclusion, postpartum mothers who were given moringa leaf tea or yogurt did not experience constipation. Although the average defecation time in the yogurt group was faster than in the moringa leaf tea group, there was no significant difference between the two groups. It is recommended that postpartum mothers be given moringa leaf tea or yogurt as an effort to prevent constipation. Keywords: postpartum mothers, moringa, constipation, yogurt
Penguatan Peran Kader Dalam Pemberian Stimulasi Untuk Bayi Usia 0-6 Bulan Untuk Optimalisasi Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Suja, Monica Dara Delia; Aliyanto, Warjidin; Novadela, Nora Isa Tri
JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JGEN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : Lumbung Pare Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60126/jgen.v4i2.1526

Abstract

Perkembangan bayi usia 0–6 bulan berlangsung sangat pesat dan memerlukan stimulasi yang tepat untuk mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan. Kader kesehatan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada ibu terkait stimulasi dini bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam pemberian stimulasi bayi sesuai tahap usia. Kegiatan dilaksanakan pada bulan November 2025 di Auditorium Puskesmas Karang Anyar, Kecamatan Karang Anyar, Kabupaten Lampung Selatan dengan sasaran kader desa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pemutaran video edukatif, serta diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai teknik stimulasi yang tepat sesuai usia bayi serta meningkatnya kemampuan kader dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Dengan demikian, penguatan kapasitas kader melalui edukasi stimulasi bayi dapat mendukung optimalisasi tumbuh kembang bayi di masyarakat.