Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kebersihan Diri Pada Anak Aliyanto, Warjidin; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Perak Malahayati: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2025): Volume 7 Nomor 2 November 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpmpkm.v7i2.23409

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif di masyarakat. Upaya untuk merubah perilaku masyarakat agar mendukung peningkatan derajat kesehatan dilakukan melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS juga menjadi upaya mengajak individu, keluarga dan masyarakat untuk menjadi agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari–hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat (Kemenkes, 2011).PHBS dapat diterapkan di lingkungan rumah tangga, sekolah, tempat kerja maupun masyarakat umum. Secara umum, PHBS mencakup beberapa langkah untuk membiasakan diri dalam menjalani perilaku hidup sehat termasuk didalamnya tentang personal higiene. Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan pribadinya agar terhindar dari berbagai penyakit (Hidayat, 2008). Personal hygiene bertujuan untuk dapat mempertahankan perawatan diri, meningkatkan rasa aman dan relaksasi diri, dapat menghilangkan kelelahan, mencegah terjadinya infeksi, dan gangguan sirkulasi darah, serta dapat mempertahankan integritas pada jaringan serta kesejahteraan fisik dan psikis (Hidayat, 2008). Personal hygiene yang buruk pada anak berpotensi menyebabkan masalah kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan, anemia, penyakit kulit, cacingan, dan diare (Rosso & Arlianti, 2009 Dikutip dari Triasmari, 2019). Personal hygiene meliputi kebersihan tangan, kebersihan mulut dan gigi, kebersihan tubuh, kebersihan rambut, kebersihan kuku, kebersihan pakaian dan kebersihan area intim.Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung merupakan panti yang memberikan kenyamanan kepada masyarakat terutama dalam bidan usaha penyantunan anak yatim piatu dan dhuafa dengan pola panti asuhan dan lembaga pendidikan formal pondok pesantren, serta memberikan kesejahteraan dengan membantu kepada masyarakat yang dikatagorikan tidak mampu. Pada pengelolaan pendidikan formal ada sebagian peserta didik yang tinggal di asrama. Berdasarkan hasil observasi awal dan wawancara pada studi pendahuluan dengan pengurus atau pengasuh panti asuhan pada tanggal 21 Mei 2025, tidak semua anak yang berada di panti asuhan tersebut berperilaku baik dalam bidang kesehatan akan tetapi ada juga yang berprilaku kurang baik, hal ini ditunjukan anak yang masih tidak menerapkan perilaku bersih hidup sehat antara lain tidak buang sampah pada tempatnya, kebersihan diri yang kurang meliputi anak yang jarang mandi, tidak mengganti pakaian setelah mandi, tidak  gosok gigi terutama sebelum tidur, cara menggosok gigi yang salah.Oleh karenanya, tim pengabdi Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang melakukan kegiatan pengabdian masyarakat  di Panti Asuhan Hasbi Rabbi Kota Bandar Lampung berupa penyuluhan tentang personal hygiene. Berkaitan dengan kegiatan pengabdian masyarakat, pengelola panti asuhan cukup antusias dan peserta didik cukup aktif dalam mengikuti kegiatan pengabmas. Sebagian besar peserta didik menyimak materi penyuluhan yang disampaikan dan antusias dalam mengikuti praktik tentang menggosok gigi dengan benar. Disarankan, agar pengelola panti  asuhan memprogramkan kegiatan usaha kesehatan sekolah bekerja sama dengan Puskesmas Terdekat dalam rangka peningkatan personal hygiene kepada peserta didiknya.
EFEKTIVITAS APLIKASI SIGER EMAS DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU HAMIL Mugiati, Mugiati; Handayani, Sri; Rosmadewi , Rosmadewi; Risneni, Risneni; Aliyanto, Warjidin
Quality: Jurnal Kesehatan Vol 19 No 2 (2025): Quality : Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/qjk.v19i2.2596

Abstract

Provinsi Lampung memiliki angka kejadian stunting sebesar 14,9% pada tahun 2023 dan meningkat menjadi 15,9% tahun 2024 angka ini belum memenuhi  target yang ingin di capai tahun 2025 sebesar 13,2% hal ini menunjukkan bahwa stunting di Provinsi Lampung masih harus diperhatikan secara serius. Upaya preventif perlu dilakukan sejak kehamilan misalnya pemberian edukasi untuk mengenali dan mencegah terjadinya stunting pada anak yang akan dilahirkannya. Edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui aplikasi yang dikembangkan peneliti dan dapat di akses ibu hamil melalui gawai yang di milikinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Metode : Jenis penelitian quasi eksperimen dengan  rancangan pre and post test one group design Penelitian dilakukan tahun 2024 dengan jumlah sampel 30 orang sebagai kelompok kasus dan 30 orang kelompok kontrol, pengambilan sampel secara accidental sampling bagi responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu dengan kehamilan normal, berdomisili diwilayah puskesmas Bernung  Analisa univariat dan bivariat menggunakan “uji T sampel Independen” untuk menguji perbedaan pengetahuan antara kelompok kasus dan kelompok kontrol. Hasil : Rerata peningkatan pengetahuan pada kelompok kasus sebesar 12,17 poin sedangkan pada kelompok kontrol  sebesar 3,83 poin dengan p-value  0.000 . Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan  aplikasi Siger Emas lebih efektif digunakan sebagai media pada promosi kesehatan tentang Stunting yang dilakukan pada ibu hamil. Rekomendasi: promosi kesehatan sebaiknya menggunakan media yang lebih variatif dan dekat dengan kehidupan responden misalnya dengan memanfaatkan perangkat gawai yang saat ini sangat familiar dikalangan masyarakat luas.