Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Faktor – Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Persalinan Prematur di Rs Sentra Medika Cikarang Tahun 2024 Rosalia, Cica; Simanjuntak, Herlina; Alamsah, Deni; Julianti, Neneng
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 5.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan prematur merupakan persalinan yang terjadi pada kehamilan kurang dari 37 minggu, termasuk salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas neonatal di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pada bulan Januari sampai bulan Desember 2024 angka kejadian kelahiran prematur di RS Sentra Medika Cikarang sebanyak 100 kasus yang di akibatkan ketuban pecah dini (KPD), Preeklamsi/Eklamsi, usia lebih dari 40 tahun, paritas, kurangnya pengetahuan tentang komplikasi dalam kehamilan. Tujuan: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persalinan prematur di RS Sentra Medika Cikarang Tahun 2024. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif analitik melalui metode cross sectional. Sampel berjumlah 318 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik sampling random sampling. Instrumen penelitian berupa data sekunder. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil pada penelitian ini yaitu terdapat hubungan signifikan antara paritas (p=0,036), pendidikan (p= 0,003), usia (p=0,037), KPD (p=0,014), preeklamsi/eklamsi (p=0,041). Kesimpulan: Faktor paritas, pendidikan, usia, ketuban pecah dini, preeklamsi/eklamsi memiliki hubungan signifikan terhadap persalinan prematur. Upaya untuk meningkatan wawasan tentang faktor yang mempengaruhi persalinan prematur khususnya faktor dari ibu, meningkatan edukasi pemeriksaan hamil rutin, dukungan keluarga dan peran aktif tenaga kesehatan sangat diperlukan untuk mencegah persalinan prematur.
Hubungan Pola Makan dengan Kejadian Obesitas pada Anak di Sekolah Dasar Cikarang Kota Kabupaten Bekasi Hidayah, Feni; Dandi Sanjaya; Deni Alamsah; Nur Fauzia Asmi
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5499

Abstract

Childhood obesity is a global health problem whose prevalence continues to increase, including in Indonesia. An imbalanced diet contributes to the accumulation of body fat. This condition impacts the physical, psychological, and social health of children so it needs to be prevented through healthy eating habits from school age. This study aims to determine the relationship between eating patterns and the incidence of obesity in elementary school children in Cikarang City, Bekasi Regency. This study is quantitative using a cross-sectional design. The sampling technique uses a non-probability sampling method with a purposive sampling approach. Data were obtained by anthropometric measurements, filling out a food frequency questionnaire (FFQ) guided by the researcher. Data analysis was carried out to test the hypothesis using the Chi-Square test using SPSS, the study was conducted at Cikarang City Elementary School, Bekasi Regency in June 2025. The results of the study from a total of 43 children as the study sample, there were 30 children (69.8%) who were obese. In addition, 24 children (55.8) were found to have inadequate eating patterns. The results of the statistical analysis of the relationship between eating patterns and obesity (p-value 0.001). There is a significant relationship between eating patterns and the incidence of obesity in elementary school children in Cikarang City, Bekasi Regency.  
Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Keterampilan Kader dalam Pengukuran Tinggi Badan dan Berat Badan Balita di Posyandu Cikarang Selatan Dzandini, Putri Budianingsih; Alamsah, Deni; Asmi, Nur Fauzia; Nurpratama, Widya Lestari
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i1.5523

Abstract

Inaccuracies in anthropometric measurements of toddlers caused by improper positioning are a significant issue that can hinder early detection of stunting and other nutritional problems. This study aims to evaluate the relationship between cadres' length of service and knowledge level with their skills in performing anthropometric measurements of toddlers in the Cikarang Selatan area. This study was conducted using a quantitative approach. The design used for this study was cross-sectional. 41 cadres who met the inclusion criteria were included in the working area of Cikarang Selatan Subdistrict, specifically in Pasirsari Village, Bekasi Regency. Data analysis was conducted using the chi-square test to examine relationships between variables. The analysis showed that cadre knowledge was also significantly associated with the skill of measuring height (p-value = 0.000; OR = 45.500). However, the relationship between knowledge and the skill of measuring weight did not reach statistical significance (p-value = 0.120; OR = 2.963). The findings of this study indicate that cadre knowledge has a significant effect on the skill of measuring height. Conversely, knowledge was not proven to have a significant relationship with the skill of measuring weight. Cadres with adequate knowledge tend to have better skills in measuring both the height and weight of toddlers.
Gambaran Penyelenggaraan Makanan pada Rumah Tangga di Desa Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupaten Bekasi Kiki Puspasari; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah
Media Gizi Kesmas Vol 13 No 1 (2024): MEDIA GIZI KESMAS (JUNE 2024)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v13i1.2024.220-226

Abstract

Latar Belakang: Penyelenggaraan makanan yaitu proses memasak yang dimulai dari perencanaan menu, perencanaan kebutuhan bahan makanan, perencanaan anggaran belanja, pengadaan, penyimpanan serta penerimaan bahan makanan. Rumah tangga merupakan penyelenggaraan makanan tingkat keluarga yang paling sederhana. Berbeda dengan penyelenggaraan makanan institusi yang menerapkan standar operasional produksi (SOP) dan aturan yang berlaku, pada tingkat rumah tangga tidak terdapat hal seperti itu. Tidak ada pengawasan ketat proses pengolahan makanan pada tingkat rumah tangga, maka yang dapat mengatur yaitu ibu atau orang yang bertugas memasak di dalam rumah tersebut. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran penyelenggaraan makanan pada tingkat rumah tangga di Desa Pasir Gombong Kecamatan Cikarang Utara Kabupetan Bekasi. Metode: Metode pada penelitian menggunakan desain cross-sectional study, tempat penelitian di Desa Pasir Gombong, dimulai pada bulan Oktober 2022, responden pada penelitian ini berjumlah 94 orang. Variabel yang dikumpulkan pada penelitian ini yaitu karakteristik responden, persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, penyimpanan bahan makanan, dan penyajian bahan makanan dengan menganalisis menggunakan SPSS. Analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif untuk melihat gambaran penyelenggaraan makanan pada tingkat rumah tangga. Hasil: Hasil penelitian ini yaitu, rumah tangga di Desa Pasir Gombong telah menerapkan proses penyelenggaraan makanan dengan baik. Proses persiapan bahan makanan dilakukan oleh responden dengan mempersiapkan terlebih dahulu sebelum memasak, penyimpanan bahan makanan disimpan di tempat tertutup dan memisahkan bahan kering dan segar, reponden lebih senang menumis dibandingkan menggoreng dan merebus. Penyajian makanan langsung disajikan setelah memasak dan kebisaan makan keluarga sering dilakukan terutama pada malam hari. Kesimpulan: Penyelenggaraan pada tingkat rumah tangga terdiri dari persiapan bahan makanan, pengolahan makanan, penyimpanan bahan makanan sampai ke penyajian bahan makanan. Pada tingkat rumah tangga penyelenggaraan makanan lebih sederhana dibandingkan penyelenggaraan makanan pada tingkat institusi yang memiliki SOP dan aturan. Perlu diberikan edukasi mengenai penyelenggaraan makanan yang baik pada tingkat rumah tangga dengan melibatkan petugas kesehatan setempat
Edukasi dan Pelatihan Kader Posyandu Tentang Pemanfaatan Pangan Lokal Berupa Ikan Bandeng Sebagai Cemilan Untuk Anak Stunting di Desa Muaragembong Utami Putri Kinayungan; Dandi Sanjaya; Nur Fauzia Asmi; Deni Alamsah; Widya Lestari Nurpratama
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41555

Abstract

Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, termasuk di wilayah Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pemanfaatan pangan lokal sumber protein hewani, seperti ikan bandeng, dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung upaya pencegahan stunting. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dalam pemanfaatan ikan bandeng sebagai pangan lokal yang dapat diolah menjadi cemilan bergizi untuk anak stunting. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 14 November 2025 di Kecamatan Muaragembong dan diikuti oleh sekitar 30 kader yang merupakan perwakilan kader Posyandu se-Kecamatan Muaragembong. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam dua sesi. Sesi pertama berupa edukasi mengenai pencegahan kurang gizi sejak dini menggunakan metode ceramah dan tanya jawab dengan media leaflet. Sesi kedua berupa pelatihan pembuatan cemilan berbahan dasar ikan bandeng dalam bentuk pie dengan metode demonstrasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kader memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dan pemanfaatan ikan bandeng sebagai pangan lokal untuk mendukung pencegahan stunting. Selain itu, kader memperoleh keterampilan dalam mengolah ikan bandeng menjadi cemilan berupa pie dan biskuit yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun kegiatan Posyandu. Kegiatan edukasi dan pelatihan pemanfaatan pangan lokal berbasis ikan bandeng dapat menjadi salah satu upaya pemberdayaan kader Posyandu dalam mendukung pencegahan stunting di Kecamatan Muaragembong.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Dengan Teknik Anestesi Spinal Tri Nur Wahyuni; Neng Imas Susanti; Muhamad Arief Fadli; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1210

Abstract

Kecemasan preanestesi merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalanipembedahan dan dapat memengaruhi keberhasilan tindakan anestesi serta proses pemulihan.Dukungan keluarga berperan sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan tingkatkecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengantingkat kecemasan pada pasien preanestesi yang menjalani pembedahan menggunakan teknik anestesispinal di RSUD Sekarwangi. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatankorelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilihmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga danAmsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secaraunivariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritasresponden memperoleh dukungan keluarga yang baik (79,5%) dan mengalami kecemasan ringan(87,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluargadengan tingkat kecemasan pasien preanestesi (p = 0,000), di mana semakin baik dukungan keluargayang diterima, semakin rendah tingkat kecemasan pasien. Kebaruan penelitian ini terletak padapenggunaan instrumen APAIS untuk mengkaji kecemasan spesifik terkait anestesi spinal serta analisisdukungan keluarga sebagai intervensi psikososial nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatanperioperatif. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga perlu dioptimalkan sebagai bagiandari pelayanan preoperatif untuk meningkatkan kesiapan psikologis dan menurunkan kecemasanpasien.
Efektivitas Edukasi Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Manajemen Menopause Pada Wanita Usia 35 - 45 Tahun Putri Puspa Anggini; Hajar Nur Fathur Rohmah; Prisma Linda; Deni Alamsah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1585

Abstract

Menopause merupakan fase alami dalam kehidupan wanita yang didahului oleh masa premenopause dan dapatdisertai berbagai perubahan fisik maupun psikologis. Pengetahuan yang baik diperlukan agar wanita mampumemahami perubahan tersebut dan melakukan manajemen menopause secara tepat. Penelitian ini bertujuanmengetahui efektivitas edukasi manajemen menopause menggunakan media leaflet terhadap pengetahuan wanitausia 35 - 45 tahun di Kampung Citarik Cikarang Timur Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatifdengan desain pre-experimental one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 30 wanita usia 35 - 45 tahunyang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan sebanyak 22 pertanyaan.Data dikumpulkan melalui pre-test, pemberian edukasi menggunakan leaflet disertai penjelasan langsung selamakurang lebih 20 menit, kemudian post-test. Analisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Sebelumedukasi, 9 responden (30,0%) memiliki pengetahuan kurang, 12 responden (40,0%) cukup, dan 9 responden(30,0%) baik, dengan mean 13,37. Setelah edukasi, seluruh responden (100,0%) berada pada kategori baikdengan mean 20,73. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan Z = -4,788 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), serta seluruhresponden mengalami peningkatan nilai pengetahuan. Edukasi manajemen menopause menggunakan medialeaflet efektif meningkatkan pengetahuan wanita usia 35 - 45 tahun.