Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Scientific Journal

Peranan Vitamin D terhadap Telomer Jelmila, Sri Nani
Scientific Journal Vol. 1 No. 6 (2022): SCIENA Volume I No 6, November 2022
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v1i6.78

Abstract

Penuaan merupakan proses alami yang terjadi pada tubuh. Penuaan ditandai dengan penurunan berbagai fungsi fisiologis berbagai organ. Penuaan pada tingkat sel dapat diukur dengan biomarker yang dikenal dengan telomer. Telomer merupakan struktur nukleoprotein yang terletak pada ujung kromosom. Penelitian menunjukkan bahwa panjang telomer berkorelasi dengan kecendrungan usia yang lebih lama. Setiap tahun telomer manusia akan mengalami pemendekan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya mikronutrien seperti vitamin D. Vitamin D merupakan vitamin larut lemak yang memiliki peranan terhadap berbagai fungsi biologis tubuh. Salah satu peranan vitamin D adalah sebagai anti inflamasi dan anti proliferasi yang dapat mempengaruhi telomer.
Gambaran Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Siswa MAN 02 Mukomuko Nurhayati; Jelmila, Sri Nani; Rasyid, Rasidin; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 2 No. 3 (2023): SCIENA Volume II No 3, May 2023
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v2i3.96

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular (PTM) merupakan merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. PTM merupakan penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia. Resiko PTM dapat terjadi pada semua kelompok umur termasuk remaja. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular pada siswa MAN 02 Mukomuko. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah siswa MAN 02 Mukomuko dengan 96 sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Analisa data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase serta pengolahan data menggunakan program SPSS versi 16.0 Hasil: Usia terbanyak adalah 18 tahun (58,3%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (71,9%), IMT terbanyak adalah kurang (60,4%), tekanan darah terbanyak adalah normal (78,1%), kebiasaan merokok terbanyak adalah bukan perokok (93,8%), aktivitas fisik terbanyak adalah sedang (76,0%) dan tingkat stres terbanyak adalah sedang (44,8%) Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh underweight, lebih dari separuh memiliki tekanan darah normal dan aktifitas fisik sedang serta sebagian besar mengalami stress sedang dan bukan perokok
Efek Diet Ketogenik pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Hermalia, Beni; Salsabilah, Syifa; Jelmila, Sri Nani; Hasni, Dita
Scientific Journal Vol. 3 No. 1 (2024): SCIENA Volume III No 1, January 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v3i1.138

Abstract

Pendahuluan: Diabetes melitus Tipe 2 (DMT2) adalah penyakit gangguan metabolik yang sampai saat ini masih menjadi masalah tertinggi di dunia dan Indonesia. Manajemen pola makan dianggap sebagai komponen penting dalam manajemen diabetes. Diet ketogenik (DK) dilaporkan memberikan efek yang baik dalam penatalaksanaan terapeutik pasien DMT2 dengan memperbaiki parameter glukosa darah, profil lipid dan antropometri, namun pemahaman yang tepat tentang praktik pemberiannya diperlukan agar efektif dalam meningkatkan parameter DMT2. Metode: Metode yang digunakan adalah study literature dengan mereview berbagai jurnal terkait dengan efek diet ketogenic pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Pencarian artikel menggunakan 2 database Google Scholar dan Pubmed. Terdapat 10 jurnal teks lengkap dan sesuia kelayakan Hasil: Beberapa hasil penelitian menunjukkan Diet Ketogenic (DK) dapat memberikan dampak positif terhadap perbaikan parameter pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Kesimpulan: Berdasarkan hasil review dari 10 artikel dapat disimpulkan bahwa Diet Ketogenik (DK) memiliki perubahan positif pada parameter Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) yaitu pada glukosa darah dan antropometri. Namun pengaruh diet ketogenik terhadap parameter profil lipid tidak selalu memberikan hasil yang baik. Untuk itu diperlukan pengawasan dari tenaga medis/dokter, nutrisionis atau dietesien agar diperoleh pilihan bahan makanan yang baik dan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2).
Pengaruh Status Gizi dan Aktivitas Fisik terhadap Pola Siklus Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Hidayati, Miftahul; Jelmila, Sri Nani; Triola, Seres
Scientific Journal Vol. 4 No. 3 (2025): SCIENA Volume IV No 3, May 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i3.229

Abstract

Pendahuluan: Keteraturan siklus menstruasi merupakan indikator penting kesehatan reproduksi perempuan. Ketidakteraturan siklus menstruasi, seperti oligomenorea dan amenore, sering terjadi pada perempuan usia produktif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi dan aktivitas fisik.Tujuan penelitian:  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dan tingkat aktivitas fisik dengan pola siklus menstruasi pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah angkatan 2023. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik dengan desain cross-sectional. Sebanyak 134 mahasiswi diambil sebagai sampel menggunakan teknik total sampling. Data status gizi diperoleh melalui pengukuran Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan klasifikasi WHO Asia Pasifik, sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Pola siklus menstruasi diklasifikasikan sebagai normal atau tidak normal berdasarkan wawancara terstruktur. Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05 Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi tidak teratur (56,7%). Mayoritas responden memiliki status gizi normal (49,3%) dan aktivitas fisik berat (42,5%). Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan siklus menstruasi (p=0,004) serta antara aktivitas fisik dengan siklus menstruasi (