Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GEMA TANGGUH Model: Integrating Early Warning and Simulation to Strengthen Early Childhood Teacher Resilience Wijayanti, Wijayanti; Nugroho, Eko; Siswanto, Hery
Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Empathy Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Number 2 Year 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/jurnalempathy.v6i2.359

Abstract

Background: Indonesia is among the world’s most disaster-prone countries, where early childhood education (ECE) institutions remain vulnerable due to limited preparedness and infrastructure. Teachers often lack confidence and structured procedures for emergency situations. This study aimed to evaluate the effectiveness of the GEMA TANGGUH (Movement for Mitigation and Education to Improve Disaster Response) model in enhancing the holistic resilience—cognitive, affective, and psychomotor—of ECE teachers. Methods: This university-based community service program employed a one-group pre–post test design. Eleven teachers and staff, along with 91 students from Aisyiyah Banyudono Playgroup, Boyolali, participated. The intervention consisted of interdisciplinary training on disaster mitigation, installation of IoT-based EWS, and structured evacuation simulations. The evaluation stage was conducted by collecting data through pre–post questionnaires and structured observations, which were then analyzed descriptively to determine mean score improvements and percentage changes across three evaluated domains. Results: The GEMA TANGGUH model produced substantial improvements across all domains. Teachers’ knowledge increased from an average score of 47.5 (pre) to 70.0 (post), a relative gain of 47.4%. Teachers reporting “very confident” rose from 10% to 50%. Psychomotor performance reached 100% accuracy, and student compliance achieved 98.89% (90 out of 91 students), indicating effective knowledge transfer. Conclusion: The GEMA TANGGUH model effectively strengthens comprehensive disaster preparedness among ECE teachers. Uniquely integrating IoT-based Early Warning Systems and Psychological First Aid (PFA)-oriented simulations, the model provides an evidence-based and scalable framework for building holistic resilience, supporting the advancement of disaster-resilient educational institutions in disaster-prone areas.
Teori Hukum Progresif dalam Penyelesaian Malpraktik Medik Siswanto, Hery; Tetelepta, Febri Emelia Naomi; Mustain, Ismawanty; Widiastuti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64189

Abstract

Penyelesaian sengketa malpraktik medik di Indonesia kini diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang menguatkan kewajiban tenaga kesehatan, hak pasien, dan mekanisme penyelesaian sengketa melalui prosedur administrasi, majelis kehormatan etik, serta standar profesi, etika profesi, dan pengaduan masyarakat, dengan tetap mempertahankan relevansi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran dalam menetapkan kewajiban profesi dan pertanggungjawaban hukum. Menganalisis pengaturan hukum terbaru terkait penyelesaian malpraktik medik, Mengkaji penerapan teori hukum progresif dalam sengketa medis, Merumuskan model penyelesaian sengketa yang berorientasi pada keadilan substantif. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian hukum normatif dengan analisis konseptual, peraturan perundang-undangan, dan putusan pengadilan untuk mengevaluasi relevansi teori hukum progresif dalam konteks penyelesaian malpraktik medik. Teori hukum progresif menekankan bahwa hukum harus berorientasi pada pencapaian keadilan substantif, kemanusiaan, dan perlindungan hak fundamental para pihak yang bersengketa, bukan hanya kepastian formal aturan. Implementasi teori ini dalam penanganan malpraktik medik ditinjau melalui mekanisme mediasi, keadilan restoratif, serta interpretasi hukum yang melampaui sekadar norma tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teori hukum progresif—dengan memperkuat mediasi, penyelesaian damai, dan perhatian pada hak pasien serta perlindungan hukum tenaga medis—dapat mengatasi keterbatasan pendekatan legalistik murni dan memberikan penyelesaian yang lebih efektif, adil, dan humanis dalam sengketa malpraktik medik di Indonesia. UU Kesehatan 2023 menunjukkan pergeseran paradigma menuju pendekatan administratif dan etik, Pendekatan legal-positivistik memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan sengketa medis secara adil, Teori hukum progresif relevan sebagai paradigma penyelesaian malpraktik medik berbasis keadilan substantif, Model penyelesaian bertahap progresif memberikan keseimbangan perlindungan hukum.