Articles
PENGARUH PENERAPAN SHAKER EXERCISE TERHADAP GANGGUAN MENELAN PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RSUD SITI FATIMAH PROVINSI SUMSEL
Frana Jaya KK, Indra
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol 11, No 2 (2024)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32539/jks.v10i1.229
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penerapan Shaker Excercise terhadap gangguan menelan pada pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan quasi experiment dengan rancangan one grup pre-post test design. Jumlah responden sebanyak 16 pasien yang terdiagnosa Stroke Non Hemoragik, kemudian diberikan terapi Shaker Excercise. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, data dikumpulkan dengan melakukan pemeriksaan nilai Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagia Stroke/Rapids pada pretest dan posttest. Hasil: Hasil uji statistik dengan uji paired t-test menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai Royal Adelaide Prognostic Index for Dysphagia Stroke/Rapids sebelum dan sesudah dilakukan terapi Shaker Excercise dengan nilai p=0,000. Simpulan: Penerapan Shaker Excercise berpengaruh terhadap gangguan menelan pada pasien Stroke Non Hemoragik
PENGARUH PENERAPAN FOOT MASSAGE TERHADAP TINGKAT KELELAHAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD SITI FATIMAH
Jaya KK, Indra Frana;
Akbar, M Agung
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui Pengaruh Penerapan Foot Massage terhadap tingkat kelelahan pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani Hemodialisis di RSUD Siti Fatimah. Metode: Desain penelitian ini adalah kuasi-eksperimental dengan pengukuran pre dan post test. Sebanyak 30 pasien hemodialisis dipilih dengan random sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi (n=15) dan kelompok kontrol (n=15). Intervensi Foot Massage dilakukan empat kali selama dua minggu pada kelompok intervensi. Tingkat kelelahan dinilai menggunakan Fatigue Severity Scale (FSS) pada awal, minggu ke-1, dan minggu ke-2. Data dianalisis dengan repeated measure ANOVA. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor kelelahan yang signifikan dari waktu ke waktu, dengan penurunan dapat diamati antara awal minggu dan minggu ke-2 (p< 0,001). Sebaliknya, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan dalam skor kelelahan selama periode penelitian (p = 0,743). Simpulan: Foot Massage merupakan intervensi keperawatan yang efektif untuk mengurangi kelelahan pada pasien hemodialisis. Memasukkan Foot Massage ke dalam perawatan rutin dapat memberikan strategi praktis dan non-invasif untuk meningkatkan hasil pemulihan yang optimal. Perawat harus memasukkan intervensi ini ke dalam perawatan rutin pasien hemodialisis untuk mengurangi kelelahan.Kata Kunci: Foot Massage, Kelelahan, Hemodialisis
The Role of Physical Activity in the Molecular Impact of Increased Insulin-Like Growth Factor-1 (IGF-1) Levels: A Literature Review
Indra Frana Jaya KK;
Legiran
Lentera Perawat Vol. 5 No. 2 (2024): Lentera Perawat
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v5i2.316
Insulin-like growth factor-1 (IGF-1) is a key mediator of human growth hormone (HGH), which plays an important role in promoting cell growth and differentiation in childhood and continues to exert anabolic effects in adults. IGF-1 is a small peptide that circulates in serum bound to a high affinity binding protein. IGF-1 is part of a vast network of growth factors, receptors, and binding proteins involved in mediating cell proliferation, differentiation, and apoptosis IGF-I-like growth factor has broad anabolic and insulin-sensitising effects, which are generated through endocrine (in circulation) as well as paracrine/autocrine mechanisms. Serum concentrations of IGF-1 steadily increase during childhood and peak at puberty, and continue to decline since then, as does the secretion of human growth hormone. This study aims to determine the role of physical activity in molecular impact on increasing IGF-1 levels. This article is the result of a review of various research references related to the role of physical activity in molecular impact on increasing IGF-1 levels. Physical Activity in Molecular has an impact on increasing IGF-1 levels.
Program Posyandu Terhadap Masyarakat Dalam Peningkatan Kesehatan Anak dan Balita
A, Alkhusari;
Franajaya KK, Indra;
Fauziah, Nila Alfa;
Saputra, Amin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.14856226
National development in the health sector through the posyandu program is the development of human resources for the purpose of optimizing the degree of public health which is measured by the Maternal Mortality Rate (AKI) per 100,000 live births and the Infant Mortality Rate (AKB) per 1000 live births which is also a component of the Human Development Index (HDI). Basically, the maternal and child health program is a maternal/women's health development program. Women are the backbone of a country, especially a mother, if the backbone of the country is fragile, it will not be able to support the survival of a country. The determination of the priority of the problems raised in this study activity is how the role of posyandu cadres as a center for maternal and child health information". This service aims to find out the public's perception of the Posyandu Program, the role of the Posyandu in improving the quality of maternal and child health, and the Posyandu as a center for health information.
Program Posyandu Terhadap Masyarakat Dalam Peningkatan Kesehatan Anak dan Balita
A, Alkhusari;
Franajaya KK, Indra;
Fauziah, Nila Alfa;
Saputra, Amin
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 10 (2025): Januari
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.5281/zenodo.14856226
National development in the health sector through the posyandu program is the development of human resources for the purpose of optimizing the degree of public health which is measured by the Maternal Mortality Rate (AKI) per 100,000 live births and the Infant Mortality Rate (AKB) per 1000 live births which is also a component of the Human Development Index (HDI). Basically, the maternal and child health program is a maternal/women's health development program. Women are the backbone of a country, especially a mother, if the backbone of the country is fragile, it will not be able to support the survival of a country. The determination of the priority of the problems raised in this study activity is how the role of posyandu cadres as a center for maternal and child health information". This service aims to find out the public's perception of the Posyandu Program, the role of the Posyandu in improving the quality of maternal and child health, and the Posyandu as a center for health information.
HEALTH EDUCATION TRIAGE UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PASIEN DAN KELUARGA PASIEN
Alkhusari;
Eka Rora Suci Wisudawati;
Indra Frana Jaya KK;
Dani Prasetyo
Ukhuwah : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): UKHUWAH : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : STIK SITI KHADIJAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52395/ujpkm.v2i1.420
Pelayanan di Instalasi Gawat Darurat mengacu pada konsep triase dimana pasien akan dilayani berdasarkan tingkat kegawat daruratannya. Triase adalah proses memilah pasien yang datang ke IGD dengan cepat untuk menentukan pasien yang perlu diobati segera dan pasien yang dapat menunggu. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien dan keluarga pasien tentang pelaksaan triase di Intalasi Gawat Darurat. Metode yang digunakan dengan memeberikan penjelasan menggunakan leaflet tentang pelaksaan triase. Hasil PKM menjelaskan bahwa pengetahuan keluarga pemberian health education sebagian besar masih ada belum mengerti tentang pelaksaan triase karena keterbatasan pengetahuan dan keluarga bukan dari kesehatan. Keluarga pasien ada yang mengatakan mengerti tentang triase (40%) dan ada juga belum paham (60%). PKM ini diharapakan pelaksaan triase memiliki manfaat yang baik untuk pasien dan keluarga yang di IGD karena dapat membantu pemahaman tentang pelaksaan di IGD. Upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan keluarga pasien terkait pelaksanaan trase dapat mengubah pengetahuan keluarga pasien terhadap prosedur tindakan yang diberikan oleh tenaga kesehatan
Efektivitas Perbaikan Gaya Hidup dan Dampaknya Pada Kadar HbA1c Pada Remaja Overweight dan Obesitas yang dimotivasi Melalui Media Sosial : Literature Review
Indra Frana Jaya KK
Lentera Perawat Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v3i2.177
Obesitas merupakan keadaan yang menunjukkan ketidakseimbangan antara tinggi dan berat badan akibat jaringan lemak dalam tubuh sehingga terjadi kelebihan berat badan yang melampaui ukuran ideal. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas perbaikan gaya hidup dan dampaknya terhadap HbA1c pada Remaja Overweight dan Obesitas yang di motivasi melalui Media Sosial. Metode : Artikel ini merupakan hasil telaah berbagai referensi penelitian yang berkaitan/mengaitkan antara perbaikan Gaya Hidup dan Dampaknya terhadap kadar HbA1c pada remaja Overweight dan Obesitas yang dimotivasi Melalui Media Sosial. Hasil : Telaah Artikel ini menunjukan remaja Overweight dan Obesitas yang dimotivasi melalui media sosial efektip memperbaiki gaya hidup. Kesimpulan: Berdasarkan hasil telaah artikel ini, penting bagi Remaja Overweight dan Obesitas untuk memperbaiki Gaya Hidup dan bagi tenaga kesehatan untuk memperbaiki upaya edukasi dan Motivasi dengan memanfaatkan Media Sosial agar lebih meningkatkan derajat kesehatan.
Pengaruh Terapi Benson Terhadap Pasien AMI (Acute Mycardial Infark) di Ruang Rawat Inap
Indra Frana Jaya KK;
Hajati, Septami Putri
Lentera Perawat Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v4i1.195
Infark Miokard Akut adalah penyakit jantung yang disebabkan karena sumbatan pada arteri coroner. Masalah yang ditimbulkan yaitu nyeri. Salah salah intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yaitu terapi benson. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Benson Terhadap Pasien Infark Miokard Akut di Ruang Rawat Inap RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumsel Tahun 2022. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kasus dengan melakukan pendekatan keperawatan dengan menggunakan terapi relaksasi benson untuk mengurangi skala nyeri pada pasien dengan Infark Miokard Akut yang mengalami nyeri dada di ruang Rawat Inap RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Oktober 2022. Dimana sampel yang diambil ada 3 pasien dengan 2 kriteria pasien baru yang terdiagnosa AMI yang akan dilakukan intervensi dengan terapi benson dan 1 pasien tidak menggunakan terapi benson di Paviliun cendana dengan skala nyeri menggunakan Numeratic Rating Scale (NRS) beragama muslim dan umur pasien sekitar 50 tahun ke atas. Hasil dari implementasi yang dilakukan oleh peneliti, nyeri dari kedua pasien menurun dengan indikasi bahwa pasien menggatakan nyeri berkurang, skala nyeri menurun, expresi wajah rileks, tekanan darah menurun, nadi menurun, pernapasan menurun. Didapatkan 2 pasien mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan intervensi relaksasi benson menjadi nyeri sedang (NRS 6) dan nyeri ringan (NRS 2). Peneliti menyarankan intervensi keperawatan yang digunakan untuk mengurangi nyeri dada kiri adalah relaksasi Benson.
Keefektifan Metode Penyuluhan Door To Door Dan Penyuluhan Kelompok Dalam Upaya Promosi Kesehatan
Indra Frana Jaya KK;
Nurul Fitriah;
Dewi Putri Ayu;
Inayah Kamilah
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v4i2.243
Perilaku membuang sampah pada tempatnya merupakan salah satu penerapan PHBS yang memerlukan peran serta masyarakat. Oleh karena itu, agar dapat meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mewujudkan PHBS, maka diperlukan pengetahuan yang memadai. Pengetahuan tersebut bisa didapatkan melalui penyuluhan. Tujuan penelitina ini untuk mengetahui keefektifan metode penyuluhan door to door dan penyuluhan kelompok dalam upaya promosi kesehatan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap dan keluarga pasien di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan yang berjumlah 20 orang. 20 orang sampel tersebut terdiri atas 10 orang pasien rawat inap di Paviliun Akasia dan 10 orang keluarga pasien. Metode penyuluhan individu (door to door) diketahui memiliki nilai selisih lebih tinggi dibandingkan dengan metode kelompok. Diharapkan dengan hasil penelitian ini, dapat melihat metode penyuluhan mana yang lebih efektif sebagai evaluasi dalam penggunaan metode dalam penyuluhan berikutnya.
Terapi Relaksasi Nafas Dalam pada Pasien Hipertensi untuk Mengurangi Gejala Nyeri Kepala
Rizka Violita;
Ria Wulandari;
Indra Frana Jaya KK;
Alkhusari
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52235/lp.v5i1.288
Hipertensi merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia. Sebanyak 1 milyar orang di dunia atau 1 dari 4 orang dewasa menderita penyakit ini. Bahkan Hipertensi tidak dapat secara langsung membunuh penderitanya, melainkan hipertensi memicu terjadinya penyakit lain yang tergolong kelas berat dan mematikan serta memberi gejala yang berlanjut untuk suatu target organ, seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung dan untuk otot jantung. Seseorang dinyatakan menderita hipertensi bila tekanan darahnya tinggi atau melampaui nilai tekanan darah yang normal yaitu 140/80 mmHg. Metode yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan studi kasus, dalam perbandingan asuhan keperawatan, subyek pada studi kasus terdapat 2 pasien. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, pemeriksan fisik dan dokumentasi. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Mohamad Hasan Palembang Pada Tanggal 05-07 Juli 2023. Hasil : pada tahap pengkajian dilakukan ke pasien 1 dan pasien 2 yang memiliki keluhan pasien mengatakan nyeri kepala, badan terasa lemas dan tidak bisa beraktivitas karena nyeri kepala. Diagnosis Keperawatan pasien 1 dan pasien 2 Nyeri Akut berhubungan dengan agen cedera fisiologis. Setelah tiga hari dilakukan intervensi latihan nafas dalam dan implementasi SLKI dan SIKI masalah teratasi. Kesimpulan studi kasus ini mendapat gambaran tentang asuhan keperawatan perbandingan untuk dua pasien.