Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Collaborative Governance:: Implementation of Regional Regulation Number 7 of 2019 Concerning Port Services Retribution Gazalin, Junaid; Rijal, Hairul; Roy, Rismal Saktiawan Bin
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 1 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i1.2271

Abstract

This Study aims to analyze the role of collaborative governance in the implementation of regional regulations policies towards increasing  the income of regional own-source revenue in South Buton Regency. This Study uses a type of qualitative research with data collection  through observation, interviews, documentation, literature studies and questionnaires. The problem arises because the actual amount of port levies from 202 and 2021 is quite small, namely IDR 5.518.000 and IDR 4.615.000 for targets of  IDR 7.000.000 and IDR 10.000.000. From the two years of impelementing this regulation, it has decreased significantly. The results showed that the collaboration between the South Buton Regency Transportation Service and the South Buton Regency Regional Revenue Agency in implementing Regional Regulation Number 7 of 2019 has not gone well,  factors that influence policy implementation such as communication, resources, disposition, organizational structure. has not been running well, smoothly and has many obstacles.To overcome the problem of regional fees experienced by the South Buton Regency Transportation Service, in 2023 the South Buton Regency Regional Revenue Agency will hold 3 coordination meetings on regional taxes and fees, which will be held in April, May and June. The purpose of holding this coordination meeting is to strengthen the collaboration of each OPD of South Buton district in managing, solving problems and finding solutions to regional tax and retribution issues in South Buton.
Efektifitas Kader Muhammadiyah dalam Membumikan Islam Rahmatan Lil Alamin dengan Pendekatan Budaya Rahmawati, Nissa; Sari, Yayu Intan; Ananto, Muh. Aldi Musbaq; Haris, Dahlan Al; Astuti, Astuti; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas peran kader Muhammadiyah dalam membumikan Islam rahmatan lil alamin dengan pendekatan budaya. Dalam konteks ini, Islam rahmatan lil alamin ditekankan sebagai konsep yang inklusif, menyebarkan pesan perdamaian, keadilan, dan kasih sayang kepada seluruh alam semesta. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, melibatkan wawancara mendalam dengan kader Muhammadiyah yang aktif di berbagai bidang kegiatan keagamaan dan budaya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kader Muhammadiyah memiliki peran yang signifikan dalam membawa konsep Islam rahmatan lil alamin ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat melalui pendekatan budaya. Mereka menggunakan budaya lokal sebagai sarana untuk menyebarkan nilai-nilai Islam yang inklusif dan mempromosikan kerukunan antarumat beragama. Selain itu, kader Muhammadiyah juga menggunakan media sosial dan kegiatan keagamaan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang konsep Islam rahmatan lil alamin. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memperkuat peran kader Muhammadiyah sebagai agen perubahan sosial yang mempromosikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta dengan mengadopsi pendekatan budaya yang relevan dengan konteks lokal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya mendukung dan memperkuat peran kader Muhammadiyah dalam membumikan Islam rahmatan lil alamin melalui penguatan pendekatan budaya dalam dakwah dan kegiatan sosial keagamaan.
Strategi Peningkatan Inovasi Layanan Data Sertifikat Pertanahan Utami, Resti; Selvianti, Hasti; Wati, Risna; Melianti, Wa Ode Astriana; Djays, Djays; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innovasi dalam Program Pelayanan Sertifikat Tanah (Studi Tentang Layanan Rakyat Sertifikat Tanah (LARASITA) Pada Kantor Pertanahan).Pelayanan publik yang aktif sangat penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. Salah satunya adalah menghasilkan inovasi dalam pelayanan publik. Penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling di Kegiatan Sasaran Teknik Penentuan Informan.Analisis data melibatkan pengurangan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data membandingkan hasil pengamatan dengan hasil wawancara atau isi dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa LARASITA menawarkan layanan jemput bola kepada masyarakat saat menyediakan layanan sertifikat tanah. Adanya perbaikan pada antena penghubung untuk mendukung akses internet selama pelaksanaan LARASITA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi inovasi pelayanan di Kantor Pertanahan dalam meningkatkan mutu pelayanan dan kepuasan pengguna. Banyaknya pengaduan/laporan mengenai pelayanan publik kepada instansi atau negara terkait instansi yang menaungi pelayanan publik di Indonesia menjadi latar belakang penelitian ini.berdasarkan jenis instansi melaporkan, Kantor Pertanahan mendapatkan pengaduan tertinggi dibandingkan instansi lainnya.
Al Islam Kemuhammadiyaan sebagai Basis Pendidikan Karakter Calon Pemimpin Ihu, Safardan Ko; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Eriman, Laode; Mardin, Yuzuf; Fadli, Fadli; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah didirikan pada saat kondisi pendidikan pemerintah kolonial yang diskriminatif dan kondisi pendidikan Islam yang memprihatinkan. Kondisi tersebut mendorong KH. Ahmad Dahlan untuk menyelenggarakan sekolah Muhammadiyah, yang memadukan pengetahuan umum dengan pengajaran agama. Hal ini bertujuan untuk memberi keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual pada siswa. Pendidikan karakter KH. Ahmad Dahlan didasarkan pada ajaran Islam, yaitu iman, ilmu, dan amal. Pada prinsipnya, agama bukan sekedar sebagai pengetahuan saja, tetapi harus sampai pada amalan. KH. Ahmad Dahlan menolak sistem pendidikan pemerintah kolonial Belanda saat itu, yang diskriminatif dan sangat intelektualis. Selain itu, KH. Ahmad Dahlan menganggap penting dilaksanakannya pendidikan yang bersifat menyeluruh, yang dilaksanakan dalam sistem pondok, dan dikelola dengan prinsip kekeluargaan. Melalui sistem pondok, dengan kebersamaan guru dan murid setiap harinya, secara tidak langsung anak tidak hanya belajar dari buku-buku pelajaran, tetapi juga melalui kehidupan yang mereka alami sehari-hari. Pendidikan karakter berbasis agama dalam pendidikan akhlak menurut KH. Ahmad Dahlan sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang berbasis agama dan budaya, jika diterapkan saat ini selaras pula dengan desain induk pendidikan karakter yang dikembangkan oleh pemerintah.
Muhammadiyah dalam Percaturan Calon Kepemimpinan Daerah Alisapaka, La Ode; Yanto, La Yuki; Hamin, La Ode; Restiawati, Restiawati; Rosita, Rosita; Sampe, Silas Adian; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran dan pengaruh Muhammadiyah dalam proses pemilihan calon kepemimpinan daerah di Indonesia. Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, memiliki jaringan luas dan pengaruh signifikan dalam berbagai aspek kehidupan sosial, politik, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sejauh mana Muhammadiyah terlibat dalam proses politik lokal, terutama dalam mempengaruhi pencalonan dan pemilihan kepala daerah. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauaan literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah memainkan peran strategis dalam percaturan calon kepemimpinan daerah. Organisasi ini tidak hanya sebagai basis massa yang signifikan bagi calon tertentu, tetapi juga berfungsi sebagai pengarah kebijakan dan etika dalam kampanye politik. Dukungan Muhammadiyah sering kali menjadi faktor penentu keberhasilan calon dalam pemilihan. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa nilai-nilai dan prinsip-prinsip Muhammadiyah, seperti moderasi, keadilan, dan keberpihakan pada rakyat, menjadi landasan utama dalam menentukan dukungan terhadap calon kepala daerah.
Al Islam Kemuhammadiyaan sebagai Basis Pendidikan Karakter Calon Pemimpin Oihu, Safardan Ka; Ferdiansyah, Ferdiansyah; Eriman, Laode; Mardin, Yuzuf; Fadli, Fadli; Rosita, Rosita; Restiawati, Restiawati; Yanto, La Yuki; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah didirikan pada saat kondisi pendidikan pemerintah kolonial yang diskriminatif dan kondisi pendidikan Islam yang memprihatinkan. Kondisi tersebut mendorong KH. Ahmad Dahlan untuk menyelenggarakan sekolah Muhammadiyah, yang memadukan pengetahuan umum dengan pengajaran agama. Hal ini bertujuan untuk memberi keseimbangan antara kecerdasan intelektual dengan kecerdasan spiritual pada siswa. Pendidikan karakter KH. Ahmad Dahlan didasarkan pada ajaran Islam, yaitu iman, ilmu, dan amal. Padaprinsipnya, agama bukan sekedar sebagai pengetahuan saja, tetapi harus sampai pada amalan. KH. Ahmad Dahlan menolak sistem pendidikan pemerintah kolonial Belanda saat itu, yang diskriminatif dan sangat intelektualis. Selain itu, KH. Ahmad Dahlan menganggap penting dilaksanakannya pendidikan yang bersifat menyeluruh, yang dilaksanakan dalam sistempondok, dan dikelola denganprinsip kekeluargaan. Melaluisistempondok, dengan kebersamaan guru dan murid setiap harinya, secaratidaklangsung anak tidak hanya belajar dari buku-buku pelajaran, tetapi juga melalui kehidupan yang mereka alami sehari-hari. Pendidikan karakter berbasis agama dalam pendidikan akhlak menurut KH. Ahmad Dahlan sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang berbasis agama dan budaya, jika diterapkan saat ini selaras pula dengan desain induk pendidikan karakter yang dikembangkan oleh pemerintah.
Akulturasi Paham Muhammadiyah terhadap Perilaku Sosial dan Budaya Masyarakat Buton Setiawan, Muhammad Farhan; Ramadhan, Syahru; Sufiarni, Sufiarni; Ramayana, Ramayana; Hartawati, Nanda; Gazalin, Junaid
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi akulturasi paham Muhammadiyah dalam konteks perilaku sosial dan budaya masyarakat Buton. Melalui pendekatan kualitatif, kami mengumpulkan data dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paham Muhammadiyah telah mengalami proses akulturasi yang kompleks dalam masyarakat Buton. Penyebaran ajaran Muhammadiyah telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk pola perilaku sosial dan budaya mereka. Akulturasi ini mencakup penyesuaian terhadap nilai-nilai agama, norma-norma sosial, dan tradisi lokal, yang telah terjadi melalui interaksi antara ajaran Muhammadiyah dan kebudayaan Buton. Namun demikian, proses akulturasi ini juga menimbulkan dinamika dan konflik dalam masyarakat, terutama di kalangan yang memegang teguh tradisi lokal. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana agama dapat memengaruhi dan diakulturasi ke dalam budaya lokal, serta dampaknya terhadap perilaku sosial masyarakat. Implikasi dari temuan ini dapat digunakan untuk mendukung dialog antaragama, memperkuat identitas budaya lokal, dan mengembangkan pendekatan yang inklusif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial di masyarakat Buton.